APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kisah Cnta Pembantu Sexy

Kisah Cnta Pembantu Sexy

Kehidupan Alfarezi yang religius dan berpegang teguh pada prinsip mendadak terusik. Semua berubah sejak kehadiran Aruna, seorang model majalah dewasa berpenampilan seksi, yang kini bekerja sebagai asisten rumah tangganya. Perbedaan kepribadian yang kontras tidak menghalangi munculnya getaran asmara di hati Alfarezi setiap kali mereka berdekatan. Akankah keteguhan iman Alfarezi runtuh oleh godaan sang asisten, atau justru pesonanya yang akan membawa perubahan bagi Aruna?
Bab
Bagikan

Bab 2

Aruna menggantung baju-baju yang akan dicobanya ke tempat yang sudah disediakan. Kemudian ia pun membuka jaket jeansnya lalu selanjutnya ia memegang ujung tanktop yang melekat erat di tubuh indahnya untuk segera dilepaskan. Baru saja ujung itu sampai di atas gundukan kenyal di tubuh bagian depannya. Terlihat sebuah kejanggalan dari cermin besar di depannya. Ia menatap gerakan kelambu yang terlihat seperti ada yang menyenggolnya dari luar.

"Siapa ya?" gumamnya mengira-ira. Aruna pun langsung menghentikan gerakannya. Ia mengembalikan posisi tanktop berwarna hitam itu seperti semula.

Kemudian dengan jantung yang berdebar kencang. Ia berjalan pelan-pelan, nyaris tak bersuara ke arah kelambu itu. Dug. Dug. Dug. Jantungnya pun terasa ingin meloncat saat kedua tangannya dengan hati-hati menggenggam kelambu itu. 'Satu…. Dua….' Dia pun menghitung dalam hati. 'Tiga.' Hingga akhirnya….

Srek! Kelambu pun ia buka dan menampakkan sosok Denada ada di depannya.

"Yah, elo. Gue kira siapa?" ucap Aruna sambil bernafas lega.

"Emang loe pikir siapa?" tanya Denada balik dengan kening berkerut sempurna.

"Nggak. Enggak. Ya, udah yuk, ah! Kita pulang saja!" ajak Aruna tiba-tiba. Sambil meraih baju-baju yang tadi sempat ia gantung di ruang coba itu lalu mengembalikannya di gantungan yang dilewatinya.

"Eh. Eh. Eh. Tunggu gue!" balas Denada setengah berteriak. Sambil melakukan hal yang sama dengan baju-baju yang belum sempat dicobanya itu.

Dengan langkah tegap Aruna bergegas keluar dari pusat perbelanjaan itu. Ia tak lagi memperdulikan sahabatnya yang sedari tadi mengejarnya sambil mengomel tak jelas.

"Aruna, tunggu. Runa tunggu. Loe kenapa sih aneh banget deh," ujar Denada yang sama sekali tidak mendapat tanggapan dari Aruna.

Wanita yang tingginya seratus tujuh puluh enam sentimeter tersebut terus menggerakkan kaki jenjangnya ke depan. Rok span jeans yang hanya sepanjang jengkal orang dewasa itu pun tak mampu menutupi gerakan paha mulus Aruna yang bergoyang kesana-kemari. Belum lagi tanktop hitam yang ia pakai memiliki belahan dada yang cukup lebar. Sehingga mau tak mau sepasang daging kenyal Aruna yang masih ranum itu terlihat menari-nari dari sela-selanya. Walaupun, Aruna sudah menutupi tanktop itu dengan jaket jeans belel yang sedang jadi trend fashion saat itu.

Di sepanjang Aruna berjalan, puluhan pasang mata memperhatikannya. Mulai dari tatapan sinis para cewek yang iri, sampai mata jelalatan cowok-cowok mata keranjang yang tak mampu berkedip melihat kemulusan tubuh Aruna yang menggetarkan jiwa lelaki mereka. Aruna pun merasa risih juga dengan hal tersebut. Makanya ia melebarkan langkah agar cepat-cepat meninggalkan tempat ini. Hingga beberapa menit kemudian….

Bruk!

Aruna tak sengaja menabrak seseorang yang kebetulan tengah melintas di depannya. Sehingga semua barang belanjaannya pun berserakan.

"Sorry. Sorry. Sorry," ucap Aruna berulang sambil membenarkan letak kacamata hitamnya yang sedikit merosot. Ia pun segera berjongkok untuk membantu lelaki itu memunguti barang-barangnya.

"Iya, nggak papa. Lain kali hati-hati ya kalau…. Astaghfirullah hal 'adzim." Si lelaki pun langsung beristighfar saat tak sengaja melihat paha Aruna yang berjongkok di depannya.

"Kenapa? Gue ngelakuin kesalahan?" tanya Aruna bingung. Lelaki itu pun tak langsung menjawab. Ia segera beranjak. Lalu merogoh salah satu paper bag yang ada di tangannya.

"Pakai ini untuk menutupi auratmu!" ujar ai lelaki sambil menyerahkan sebuah bungkusan kepada Aruna. Aruna pun kaget dengan tindakan si lelaki, tapi ia segera menggapai benda yang terlihat seperti kain itu. "Saya permisi. Assalamualaikum," lanjutnya kemudian pergi. Meninggalkan Aruna yang masih terdiam di tempatnya sambil memandangi bungkusan di tangannya.

"Woi!" kata Denada sambil menepuk pundak Aruna. Jelas saja Aruna langsung terlonjak kaget.

"Ih. Apaan sih loe? Ngagetin gue aja deh kerjaannya," protes Aruna mengomel.

"Hehe. Lagian elo gue panggil-panggil dari tadi juga. Nggak nyaut-nyaut. Oh, ya. Yang tadi siapa? Fans elo ya? Boleh liat nggak dia kasih apaan?" cerocos Denada sambil menaikkan sebelah alisnya. Aruna pun menoleh ke arah teman akrabnya itu.

"Wuuu. Dasar tukang kepo!" balas Aruna sambil memukul Denada dengan benda itu. "Udah, yuk! Pulang!" Aruna pun merangkul pundak Denada lalu menyeretnya pergi dari tempat itu.

"Eh. Eh. Tapi elo belum jawab pertanyaan gue tadi."

"Udah. Kapan-kapan gue ceritain sama elo."

****

Di sebuah ruangan berukuran lima kali delapan meter. Andreas menatap gambar-gambar sexy Aruna dengan gaya yang semakin menggairahkan. Senyumnya pun mengembang mengingat tingkat penjualan tabloid berisi semua informasi tentang dunia orang dewasa itu semakin melejit akhir-akhir ini.

'Nggak salah juga gue ngorbitin Aruna jadi top model Amazing Adult. Heh. Ternyata dia bisa meningkatkan penjualan melebihi ekspektasi gue,' ujar Andreas dalam hati.

Tok. Tok. Tok. Tiba-tiba pintu ruangannya pun diketuk dari luar. Perhatian Andreas pun segera berpindah. Ia sudah bisa menebak siapa gerangan yang sudah berani mengusik ketentraman ruang kerjanya itu. Segera majalah yang sedari tadi dipegangnya ia lempar ke atas meja.

"Masuk!" ucapnya sambil membenarkan posisi duduknya.

Cekrek! Bunyi decitan pintu ruang kerja Andreas yang dibuka dengan pelan-pelan.

"Selamat siang, Mas Andreas. Ehms…. Mas Andreas manggil gue?" kata Aruna dengan malu-malu. Sebenarnya ia memang memiliki perasaan lebih pada atasannya itu. Apalagi setelah semua perhatian yang Andreas berikan. Aruna benar-benar klepek-klepek rasanya. Namun, tentunya ia tak berani bertingkah lebih. Sebab, dia sadar diri jika umur karirnya di tempat ini masih seumur jagung.

"Oh, iya Aruna. Silahkan masuk!" Aruna pun langsung menuruti titah sang fotografer ganteng itu. "Silahkan duduk!" lanjut Andreas saat Aruna sudah berada di depannya.

"Terima kasih," sahut Aruna lirih. Sambil menurunkan tubuhnya hingga menyentuh kursi di belakangnya.

"Jadi, begini. Besok malam gue mau mengadakan acara spesial di hotel Bintang."

"Oh, iya. Gue juga sudah dengar kalau Mas Andreas sekarang ulang tahun ke tiga puluh sembilan ya. Selamat ya Mas," sela Aruna sambil mengulurkan tangannya pada Andreas. Lelaki berlesung pipit itu pun tersenyum manis.

"Iya, terima kasih," timpalnya sambil membalas uluran tangan halus Aruna. "Untuk sebab itu…. Gue sudah mengundang semua rekan kerja gue semua.... Kecuali kamu," lanjut Andreas yang membuat Aruna langsung menundukkan kepalanya. Menutupi senyum kecutnya yang tak ingin dilihat oleh Andreas.

"Iy… iya. Gue pun merasa heran karena itu. Gue pikir Mas Andreas sudah lupa sama gue," ujar Aruna. Lalu ia menggigit bibir bawah. Andreas pun kembali tersenyum.

"Iya. Gue memang sengaja nggak mengundang elo," kata Andreas mantap. Aruna pun langsung mengangkat kepalanya. Tak percaya dengan apa yang barusan didengar telinganya.

"Tapi kenapa, Mas? Apa gue melakukan kesalahan?" tanya Aruna cepat.

"Nggak. Nggak. Nggak dong. Bukan karena itu. Tapi, karena…. Kedatangan loe adalah hadiah buat gue. Jadi, mana mungkin gue undang hadiah gue ke acara ulang tahun gue sendiri. Siapa tau dia nggak mau dateng lagi," jawab Andreas yang langsung membuat Aruna tersipu malu. Aruna pun kembali menundukkan kepalanya dengan malu-malu. Menyembunyikan pipinya yang kini merona. "Jadi? Gimana? Loe mau dateng?" tanya Andreas pelan. Aruna pun langsung mengangguk dengan cepat. Tanda setuju.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anakku Jadi Saksi Perselingkuhan Suamiku sama Sahabatku
8.8
Perayaan ulang tahun pernikahan kelima Ivana dan Lionel berubah menjadi mimpi buruk yang terekam kamera. Lionel tega berselingkuh dengan Regina, sahabat Ivana, tepat di ranjang mereka. Pengkhianatan ini terasa kian menyakitkan karena putra kandung Ivana justru bersekongkol menjaga pintu agar ibunya tidak memergoki mereka. Di tengah kemesraan itu, Lionel mengungkapkan keengganannya menambah keturunan dengan Ivana, mengaku muak melihat bekas luka operasi di perut istrinya demi melahirkan anak mereka.
Sampul Novel Benihku Bukan Cintamu
9.4
Aluna Callysta, pengusaha sukses yang kaya raya, tak lagi memercayai cinta setelah dikhianati oleh Elian Dharma. Mantan kekasihnya itu justru memilih menikahi kakak tirinya. Enggan menjalin hubungan emosional namun mendambakan seorang pewaris, Aluna memanfaatkan kekayaannya untuk menggelar sayembara mencari donor pria terbaik. Lewat cara ini, ia berhasil melahirkan dan membesarkan tiga anak tanpa harus membuka hatinya kembali pada pria mana pun.
Sampul Novel Dendam dan kehilangan
9.1
Hidup Ardian, seorang polisi muda berprestasi, seketika hancur saat sang istri tercinta, Mira, ditemukan tewas secara tragis. Mira yang bekerja sebagai wartawati kriminal gugur di tengah tugasnya meliput kasus pembunuhan berantai, kasus yang juga sedang ditangani oleh Ardian. Di depan jasad Mira dan sang ayah mertua, Ardian mengucap sumpah setia untuk mengungkap misteri ini. Ia bertekad memburu sang pelaku dengan tangannya sendiri guna menuntut balas atas kematian istrinya.
Sampul Novel Forbidden of Love
9.4
Rumah tangga Aulia Sarah dengan suaminya yang tangguh semula berjalan harmonis. Namun, kehadiran tetangga baru membangkitkan hasrat terpendam dalam dirinya. Walau sudah dikaruniai tiga anak, gairah Lia kian membara sejak bertemu Manoj dan Scott. Scott yang terpikat sejak pandangan pertama bahkan rela menghindar dari keluarganya demi Lia. Terjebak dalam perselingkuhan dan gairah yang meluap, Lia kini dihadapkan pada dilema antara menjaga kesetiaan atau menyerah pada obsesi terlarang.
Sampul Novel Laksana Senja
7.9
Kehidupan tenang Senja Mahesa sebagai pencinta drama Korea terusik sejak kepindahannya dari Bandung ke Tangerang. Di sekolah barunya, ia dikelilingi para pemuda tampan yang menyeretnya ke dalam berbagai konflik tak terduga. Situasi ini bahkan membuat sang ibu, Utari, merasa sangat cemas. Mampukah Senja bertahan menghadapi lika-liku kehidupan masa SMA yang penuh gejolak ini hingga hari kelulusannya tiba?
Sampul Novel Sayang, Aku Minta Maaf
9.2
Novel romantis modern Sayang, Aku Minta Maaf mengisahkan kepedihan seorang istri yang ditinggal suaminya bekerja lembur. Di rumah yang sepi, ia hanya tinggal berdua dengan adik iparnya. Kepercayaan yang ia miliki runtuh seketika dalam satu malam, tepat setelah sang adik ipar menyodorkan segelas susu kepadanya. Di bawah pengaruh minuman tersebut, ia tidak berdaya menghadapi tindakan keji sang adik ipar yang tega menggagahinya tanpa ampun.