APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kiana (Anak yang tidak di Harapkan

Kiana (Anak yang tidak di Harapkan

Hidup Kiana dipenuhi kepedihan mendalam akibat diabaikan oleh keluarganya sendiri. Di rumahnya, ia bagai orang asing yang dikucilkan dan tak pernah dianggap ada. Di tengah kehancuran batin dan ketidakadilan ini, harapan Kiana hanya tertuju pada kesembuhan sang ayah yang sangat ia tumpu. Sambil menahan rasa sakit, ia berseru memohon kekuatan kepada Tuhan agar mampu bertahan menjalani kerasnya kesendirian.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku adalah Aidah seorang wanita pendiam,baik dan ramah. berkulit putih, dengan rambut panjang dan sedikit gelombang di bawah dan tinggi sekitar 150 cm dan berat badan 48 kg. Sekarang menempuh pendidikan Di Madrasah Aliyah negeri medan, berusia 17 sedang menduduki kelas 3 Akhir di sekolah Aliyah yang berada di kota ku.

Informasi mengagetkan siswa siswa bahwasanya pengumuman hasil seleksi masuk ke perguruan tinggi telah keluar namun di sudut ruangan kelas 12 terlihat Aidah yang termenung kelihatan begitu takut Untuk melihat papan pengumuman yang ada di dekat perpus, semua siswa siswa membondong-bondong untuk melihat pengumuman hasil seleksi masuk perguruan tinggi kecuali Aidah yang termenung kelihatan nya dia takut akan pengumuman itu jika hasilnya tak memuaskan baginya.

Dini yang merupakan sahabat dekat Aidah merasa kasihan melihat sahabatnya itu namun dia penasaran apakah dia dan Aidah akan masuk seleksi itu, sebelum dia pergi meninggalkan Aidah, dia sempat menenangkan hati sahabat nya kemudian dia bergegas menuju perpustakaan untuk melihat siswa siswi yang lolos seleksi perguruan tinggi. Begitu kagetnya dini ketika melihat namanya tercantum di dalam papa pengumuman itu,

"Alhamdulillah ternyata aku lulus juga yah, gumannya dalam hati."

" Eh aku liat Aidah dulu manatau masuk juga pikirnya."

ketika melihat hasil seleksi dari pendaftaran urut 1 sampai urut 30 tak di sangka kedua sahabat sejoli itu lulus seleksi masuk ke kampus yang sama dan jurusan yang sama, dini bergegas meninggalkan tempat itu menuju ruang kelas yang di mana sahabat nya masih saja termenung di sudut ruangan kelasnya.

Dini menghampiri Aidah sambil memanggil - manggil nama Aidah, tak ada sahutan dari Aidah terlihat sedih tanpa mendengarkan panggilan dari sahabat itu.

"Aidah.... Jangan termenung gitu dong, cantiknya gak kelihatan tau, aku ada kabar bahagia untuk kita, ucap dini kepada Aidah,"

namun tak ada jawaban bahkan kedipan mata di wajah Aidah, dia masih melamun tak menyadari bahwa dini berada di sampingnya, melihat tak ada sahutan akhirnya dini berusaha untuk mengakhiri lamunan sahabat nya itu.

"Aidah......,

dengan memanggil manggil sahabat nya sambil melambaikan tangan nya pada wajah sahabat nya, seketika itu Aidah tersadar,

"eh dini eh... Iya.... Begitu jawabannya.

"Kenapa sih ngelamun aja kerjanya, dari tadi kelihatan murung, gak semangat aja hidup mu Ida, gerutu dini."

"Gimana aku mau semangat Din, padahal aku kepengen bisa lulus seleksi ini dengan jalur beasiswa, kamu juga tau kan aku dari keluarga yang kurang mampu, kalau aku gak lulus seleksi cita cita aku jadi penulis gak bakalan tercapai, padahal aku pengen  jadi penulis terkenal bisa banggain kedua orang tua ku bisa ngangkat derajat orang tuaku Din, tapi aku takut pas aku liat pengumuman itu tapi hasilnya nihil percuma juga kan,"

Mendengar curhatan sang sahabat nya dia ikut sedih.

"Jangan sedih dong da, aku juga ikut sedih nih," sambil merangkul sahabat nya itu.

Eh seketika ia ingat bahwa dia mau nyampain informasi dari pengumuman yang dia lihat di papan pengumuman.

"Eh aku lupa ida, dan ternyata kita lulus loh di universitas Gunadarma, hal yang kita tunggu  tunggu dan kamu tauu nggak kita lolos di jurusan sastra Indonesia loh,"

"Apa? Kita lolos Din, aku gak mimpikan Din," sambil mencubit pipi nya, ah sakit..... Gerutunya bahwa yang di dengar nya itu bukan mimpi tapi kenyataannya, sangkin senang nya Aidah sampai bersujud di hadapan teman temannya itu, " terimakasih ya Allah sudah mengabulkan doa hamba, bisiknya dalam hati.

Sahabat sejoli itu pun saling berpelukan satu sama lain dan merasakan nikmat yang Allah berikan kepada mereka berdua.

Ting.... Ting.... Bunyi pel pun berbunyi bertanda bahwa ujian akhir telah di laksanakan oleh siswa-siswi selama kurang lebih satu Minggu, kesedihan yang mendalam yang akan di rasakan oleh kelas 12 Ips bahwa sebentar lagi mereka akan di pisahkan oleh masa depan untuk mencari jati diri sebenarnya.

Sebentar lagi kita akan berpisah teman teman sambil menyalam teman temannya dan saling berpelukan satu sama lain.

Pas giliran Aidah dan dini, mereka saling berpelukan dan nangis di pelukan sambil mengatakan kita akan berpisah bestie, sampai jumpa di kampus Gunadarma yah.

"kita tetap barang lagi kan, sahut dini."

"Iyah Din, kita tetap sama kok, nanti pas dah masuk kampus kita duduk barengan yah, ucap Aidah.

"Siip, ucap dini".

"Tapi aku di tawarin tinggal di rumah sepupu ku Din, ibuku meminta ku untuk tinggal di rumah. Keluarga ku yang di sana biar dekat kalo ke kampus, aku mau menolaknya biar kita sama sama ngekos bareng, tapi orang tuaku belum bisa sepenuhnya lepasin aku gitu aja, harus di pantau, karena kedua orang tua takut kalo aku gak bisa menjaga diri, ucap dini dengan rasa sedih."

"Iyah, gimana lagi da mungkin itu yang terbaik untuk kita, apa yang di rencanakan oituamu itu yang lebih buat kamu Din, terima aja aku gak bakalan ninggalin kamu kok, jawab dini,"

Mendengar hal itu mereka pun bergegas menuju asrama untuk membereskan baju dan peralatan nya untuk di bawa pulang sambil menunggu izajah keluar.

"Din kita pulang bareng yah,"

"Iyah sahabat ku tercinta, ucap dini"

Semua sudah di bereskan akhirnya kedua sahabat sejoli itu memutuskan untuk berpamitan dulu kepada ibu asrama dengan menyalin tangan dan mengatakan " Terimakasih yah Bu sudah membimbing kami selama tinggal di asrama ini, sebuah pelajaran berharga bagi hidup kami Bu, banyak kesenangan yang dapat kami ambil, dari kepahitan, keromantisan, kebahagiaan, belajar yang berhatlrga tidak kami lupakan, sahut dini dan Aidah" dan meninggalkan asrama tercinta dan sekolah yang selama ini tempat mereka menuntut ilmu ilmu ag Ama dan ilmu lainnya.

Kedua nya turun kebawah dengan menaiki tangga bergegas menuju halte bus yang tidak jauh dari sekolah nya itu, dengan sedikit kelas dan air mata yang menetes dari tadi sampai sekarang dan keringat yang bercucuran kedua sahabat itu memilih untuk beristirahat sejenak sebelum bis datang.

"Aku lapar nih Din, kita cari tempat makan yok," mengajak Andini untuk makan siang akhirnya Andini menerima tawaran tersebut dan mereka mencari makanan yang enak di makan di siang hari dengan cuaca panas.

"Enaknya sekarang makanan nya soto pedas ditambah dengan minuman dingin pasti segar deh di tenggorokan, apalagi kita seharian penuh habis ujian langsung perpisahan pasti kita capek dan lelah di tambah lagi sampai nangis nangis tadi, ucap Andini."

"Yah udah, ayoklah aku dah lapar nih Din, tanpa memikirkan enak atau tidaknya udah sudah kelaparan gak sempet milih milih makanan yang enak meskipun makanan soto bukan makanan kesukaan Ida tapi karena itu selera Sahabatnya, dia ngikut-ngikut aja.

Akhirnya kedua sahabat itu siap makan dan bergegas menuju halte bus, kebetulan bus nya sudah datang mereka menaiki tangga dan memasuki bus itu dan bus pun melaju dengan kecepatan rata rata.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benihku Bukan Cintamu
9.4
Aluna Callysta, pengusaha sukses yang kaya raya, tak lagi memercayai cinta setelah dikhianati oleh Elian Dharma. Mantan kekasihnya itu justru memilih menikahi kakak tirinya. Enggan menjalin hubungan emosional namun mendambakan seorang pewaris, Aluna memanfaatkan kekayaannya untuk menggelar sayembara mencari donor pria terbaik. Lewat cara ini, ia berhasil melahirkan dan membesarkan tiga anak tanpa harus membuka hatinya kembali pada pria mana pun.
Sampul Novel Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya
9.2
Tiga tahun merajut kasih, Claudia justru ditinggalkan Antonius tepat di hari pernikahan mereka. Di tengah cibiran para rival yang menertawakan kemalangannya, Claudia membuat kejutan besar. Ia memamerkan akta pernikahan dengan Bennett Dreskin, musuh bebuyutan mantan kekasihnya. Pernikahan yang semula dikira sekadar formalitas itu berubah manis saat Bennett menyatakan cinta di depan media. Claudia pun sukses membalikkan nasib dari pengantin terbuang menjadi wanita paling bahagia.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Paman Mantan Pacar
9.7
Brendan tega membatalkan pernikahan demi perempuan lain, mengira aku akan mengemis cintanya lagi. Namun, aku memilih pergi selamanya. Di saat semua orang mengira hidupku hancur, Edrence, pangeran sekaligus paman Brendan, mengejutkan publik dengan memamerkan bukti pernikahan kami. Brendan yang panik langsung mendatangi rumahku. Ia pun syok saat melihatku menyambutnya sambil bersandar manja pada Edrence, lalu bertanya dengan nada sinis, Ada perlu apa ke sini, Ponakan?
Sampul Novel MENANTU MISKIN PRESDIR (MMP)
9.6
Sean Palmer, anak pelayan di keluarga kaya Hernandez, memendam rasa pada putri majikannya, Xavia Price. Perbedaan status sosial membuat cinta itu mustahil. Namun, takdir berubah saat calon suami Xavia melarikan diri di hari pernikahan. Demi menjaga reputasi, Tuan Hernandez meminta Sean menjadi pengantin pengganti. Mampukah pemuda miskin ini bertahan sebagai menantu di tengah keluarga konglomerat? Ikuti kisah romansa penuh liku ini.
Sampul Novel Not a Stuntman!
8.1
Alin Arshavina terpaksa menggantikan Friska, kakak tirinya yang kecelakaan di hari pernikahan, untuk menikahi pria kasar bernama Evano Xander. Sebagai asisten pribadi CEO yang sinis, Evano curiga bahwa semua wanita hanya mengincar hartanya. Konflik memuncak saat Friska pulih dan menuntut posisinya kembali sebagai istri. Di tengah sikap buruk Evano dan gangguan Friska, Alin dilema antara mempertahankan komitmen suci seumur hidup atau menyerah.
Sampul Novel Paman Terobsesi Padaku
8.3
Kehidupan indah Serena hancur seketika setelah orang tuanya tiada. Kini, ia harus menghadapi perubahan drastis Paman Xavier yang dahulu sangat menyayanginya. Sang paman bertransformasi menjadi sosok posesif yang mengontrol ketat setiap jengkal kebebasan Serena. Di balik kelembutan Xavier saat keinginannya dituruti, tersimpan ancaman senjata tajam yang siap mengintai tiap kali Serena membangkang. Serena pun terjebak dalam lingkaran obsesi mengerikan pamannya.