APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Istri Kedua Jatuh Cinta

Ketika Istri Kedua Jatuh Cinta

Menjadi istri kedua bagi Evan yang dingin dan egois membuat hidup Kiandra penuh penderitaan, demi memberikan seorang keturunan. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damar, sosok lelaki lajang yang hangat dan menawan. Kehadiran Damar menawarkan sebuah hubungan terlarang yang menggoda hati. Kini, Kia didera dilema besar antara mempertahankan pernikahan atau menyambut cinta barunya. Sanggupkah ia memilih dan menghadapi segala risiko dari keputusan tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 1

Evan berjalan cepat menuju halaman belakang. Genggaman jemarinya pada pinggir keranjang sampah yang dibawa menguat. Gurat kemarahan tampak di wajahnya yang memang berkarakter tegas. 

"Evan! Kamu mau apakan obat itu?" 

Pada teriakan sang istri yang berusaha menghentikan langkah, Evan berpura tuli. Ia marah, jika Kia ingin tahu. Dan pada obat yang ada di dalam keranjang sampah, Evan berniat membakarnya. 

"Evan!" 

Evan membuang isi keranjang sampah ke atas tanah. Tak lama, Irna sang asisten rumah tangga yang diminta membawakan minyak datang. 

"Evan!" 

Laki-laki itu mengguyurkan minyak tanah tadi ke tumpukan sampah di depannya. Memantik api, lalu membiarkan semua terbakar, termasuk obat yang tadi berusaha Kiandra selamatkan. 

Nyala api terlihat berkobar di mata lelaki itu saat menatap lurus pada sang istri. Membuang korek dan botol minyak, Evan menyeret Kiandra untuk masuk ke kamar lagi. 

Evan menutup pintu kamar dari dalam, menguncinya, meski di luar sana Lidia berusaha mengetuk. 

"Evan. Ada apa? Kenapa kamu seret Kia begitu?" Lidia memasang raut cemas. Berulang kali pintu di hadapan ia ketuk. Evan yang marah bukanlah sesuatu yang bisa ditangani dengan mudah, oleh siapa pun, terutama Kiandra. 

"Pergi, Lid. Ini urusanku dengan Kia." Evan menjawab pertanyaan Lidia tanpa mengalihkan pandang dari Kiandra. 

"Bicarakan baik-baik, Evan. Kamu mau apa sampai mengunci kamar begini?" 

Laki-laki di dalam ruang tidur itu berjalan maju, cepat, penuh murka. Usai berhasil memojokkan Kiandra di antara dirinya dan dinding, Evan berucap, "Pergi, Lid. Ini urusanku dengan Kia." 

Tak ada lagi ketukan di pintu, Evan meninju dinding di belakang Kiandra. Cepat dan keras. Membuat gadis di depannya tersentak dan gemetar. 

"Itu obat apa, Ki?" Suara pria itu seperti tertahan. Namun, tetap mampu membuat yang mendengar merasa terancam. 

Hening. Evan hanya bisa mendengar deru napas Kiandra yang memburu. Perempuan itu ketakutan, membuat emosinya semakin memuncak. 

Kiandra takut? Pada apa? Pertanyaan tadi, atau pukulan Evan ke dinding? Lucu sekali. Sungguh perempuan itu takut? Lantas, kenapa begitu berani membohonginya? 

Tadi itu sekitar pukul satu. Usai Evan dan Kiandra melakukan kegiatan suami-istri, Evan sebenarnya sudah hampir lelap. Namun, suara laci dibuka membuatnya kembali terbangun. 

Pura-pura tidur, dari balik kelopak mata yang sedikit terbuka, Evan melihat Kiandra berusaha menelan sebuah pil. Obat kecil berwarna putih dan ada yang kuning. Obat yang Evan ketahui sebagai pil pencegah kehamilan. 

"Obat apa itu, Ki?" Meski tahu itu obat apa, tetapi Evan tetap ingin mendengar sendiri dari si perempuan. 

Kiandra mengangkat wajah. Berusaha membalas tatapan lurus dan mematikan dari suaminya. "Kalau kamu udah tahu itu obat apa, kenapa kamu masih tanya?" 

Rahang Evan mengeras mendengar itu. Ia semakin mempersempit jarak. Satu tangan yang bebas ditaruh di bahu Kia, meremas kuat di sana. "Kenapa?" 

Usaha Kia yang ingin melepaskan bahu dari cengkeraman Evan tak berhasil. Perempuan itu meringis karena rasa sakit yang terasa di sana. "Kenapa apanya? Obat sakit kepala diminum, supaya enggak sakit kepala. Aku minum pil kontrasepsi, menurut kamu untuk apa?" 

Evan melepas bahu Kia. Pria itu tersenyum miring, tatapannya semakin dingin. "Kamu enggak mau punya anak?" 

Pertanyaan diiringi gemerutuk suara gigi beradu itu membuat lutut Kia semakin gemetar. Tak lagi punya keberanian menatap dua iris gelap Evan, perempuan itu menunduk. "Iya," jawabnya berusaha terdengar yakin. 

Evan benci orang yang suka berbohong. Namun, ia sangat tak tahan pada orang yang sudah ketahuan menipu, tetapi tidak merasa bersalah. 

Emosi sudah mencapai puncak, Evan kembali melampiaskannya pada dinding di belakang Kia. Pria itu pukul dengan keras, tepat di bagian yang dekat dengan wajah sang istri. 

"Kamu ... berani membohongiku?"  Giginya bergemelatuk. "Kamu lupa aku nikahi untuk apa, Ki?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bidadari di dalam Rumahku
7.9
Kebahagiaan Kinan runtuh seketika saat suaminya meminta izin berpoligami. Alasan sang suami sangat melukainya; ia mendambakan istri salehah penuntun spiritual, menyindir Kinan secara tidak langsung. Di tengah rasa dikhianati dan luka batin yang teramat dalam, Kinan dipaksa menerima kenyataan pahit berbagi cinta. Kini, mampukah ia bertahan hidup satu atap dengan madunya di rumah sendiri?
Sampul Novel Dijual Suami Demi Pekerjaan
8.6
Dikhianati oleh suaminya sendiri yang kejam, seorang wanita dijadikan barang barter dan dikirim ke kediaman asing untuk menjadi ibu susu. Namun, situasi berubah drastis saat ia justru memikat perhatian sang tuan rumah—seorang pria berkuasa dengan fisik atletis dan aura maskulin yang kuat. Di balik kemewahan dan ketertarikan intens pria tersebut, tersimpan sebuah misteri besar yang siap mengguncang dunia. Akankah ia menemukan pelarian atau justru terjerat lebih dalam?
Sampul Novel Hari-hari Dimanjakan Paman
8.7
Demi menghindari kencan buta yang buruk, Pamela nekat mencium pria asing tampan yang lebih tua bernama Agam. Tindakan ini membuat Agam menuntut pertanggungjawaban penuh. Pamela mencoba mengelabui Agam agar memejamkan mata lalu melarikan diri, tetapi rencananya gagal. Agam justru menangkap dan memanjakannya siang malam. Ketika Pamela kembali mencoba kabur, sang paman terus mengejarnya dan memastikan bahwa gadis itu tidak akan pernah bisa lolos dari genggamannya.
Sampul Novel Hot Daddy
8.4
Miliarder berstatus duda, Dominic Immanuel Horrison, sangat disegani karena sikapnya yang kaku dan tanpa ampun. Di balik pesona ketampanannya yang memikat banyak wanita, ia sangat berhati-hati memilih calon ibu untuk sang anak. Dominic akhirnya menjatuhkan pilihan pada sekretaris setianya, Arabelle, yang dinilai punya kepribadian paling pas. Akankah ikatan kerja mereka berdua mampu bertransformasi menjadi cinta sejati yang menyatukan mereka dalam pernikahan?
Sampul Novel MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN
9.8
Sepulang dari London, Hani Paulla bekerja jadi sekretaris di bawah pengawasan sang kakak, Yuan Andersson. Namun, pesona Hani memicu obsesi gelap Yuan hingga memaksanya melayani hasrat sang billionaire. Terjebak hubungan terlarang, sentuhan Yuan justru membuat Hani kecanduan. Kini ia bimbang antara kabur atau menyerah pada cinta, sambil terus didera ketakutan jika rahasia ini terbongkar di hadapan orang tua mereka.
Sampul Novel Penuh Luka Penderitaan
7.8
Demi menghindari perundungan dari rekan kerjanya, Valeria terpaksa lembur. Namun, saat membersihkan meja di ruang CEO baru, seorang pria asing yang perkasa tiba-tiba menariknya ke kamar rahasia yang mewah. Valeria terhempas ke ranjang besar di bawah kungkungan tubuh kekar tersebut. Kini, ia terjebak tanpa daya dalam cengkeraman sosok misterius dari dunia yang berbeda, yang menuntutnya secara paksa untuk menjadi bagian dari hidup pria itu.