APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Cinta Tak Mendapat Musimnya

Ketika Cinta Tak Mendapat Musimnya

Tujuh tahun mendampingi Navish sebagai sekretaris sekaligus kekasih rupanya tidak menjamin kebahagiaan Cassia. Pengkhianatan Navish yang bertunangan dengan wanita lain membuat Cassia hancur dan berniat mundur. Meski Navish tiba-tiba membatalkan pertunangan itu secara publik, kejutan pahit menanti Cassia di sebuah acara lelang. Alih-alih dilamar, Cassia harus menghadapi kenyataan pahit saat sosok cinta sejati Navish muncul dengan wajah yang sangat mirip dengannya. Cassia pun tersadar bahwa selama ini dirinya hanyalah pengganti.
Bab
Bagikan

Bab 8

"Kak Navish, jangan begini. Hari ini kita datang untuk mengantar kepergian Bu Cassia. Begini saja, Bu Cassia, aku bersulang untukmu sebagai ucapan terima kasih atas perhatianmu pada Navish dan perusahaan selama ini."

Amanda hendak minum, tapi dicegah oleh Navish. "Kamu mau minum apa? Lambungmu nggak sehat, kalau nanti malam kamu sakit dan nggak bisa tidur, gimana?"

"Itu 'kan kejadian tujuh tahun lalu, kamu masih ingat? Sekarang lambungku sudah baik-baik saja, kok!"

Amanda berlagak manja, Navish menyentuh hidungnya sambil berkata, "Sayang, orangnya sendiri saja nggak mau minum, kamu ngapain ikut-ikutan?"

Setiap ucapan Navish bagaikan belati yang menusuk hati Cassia satu per satu. Cassia punya penyakit lambung, Navish tidak tahu. Sedangkan penyakit lambung Amanda tujuh tahun lalu, dia malah masih ingat jelas.

Lantaran tidak ingin melihat mereka lagi, Cassia membuka sebotol bir di meja dan mulai minum diam-diam. Beberapa botol dihabiskannya langsung. Perutnya terasa perih, tapi masih kalah sakit dibanding hatinya.

Navish terkekeh dingin. "Katanya kamu nggak kuat minum? Disuruh minum segelas untuk menyambut Amanda saja nggak mau. Cassia, sejak kapan kamu jadi berhati sempit begini?"

Perutnya mulai mual hebat, Cassia merasa ingin muntah. Dia berlari keluar dari ruang VIP dan masuk ke toilet untuk muntah habis-habisan. Begitu keluar, beberapa pria kekar sudah mengadangnya.

"Wah, ada cewek secantik ini di sini rupanya!"

Cassia mengernyit dan mencoba menghindar, tapi mereka tidak memberinya jalan. "Kalian mau apa?"

"Mau apa? Menurutmu kami mau apa?"

Pria yang paling depan memberi aba-aba dan beberapa pria lain langsung memegangi Cassia. Cassia mulai panik dan hendak berteriak minta tolong, tepat saat itu Amanda datang. Dia memandang Cassia dengan bingung. Belum sempat bicara, dia langsung ditangkap para pria itu.

"Wah, satu lagi datang. Malam ini kita pesta, bawa mereka semua masuk!"

"Jangan! Tolong! Tolong aku!" Amanda menjerit panik, "Jangan sentuh aku! Kak Navish! Tolong aku!"

"Amanda!"

Mendengar teriakan minta tolong, Navish langsung berlari keluar dan menghantam wajah pria itu dengan satu pukulan keras. "Berani-beraninya kamu menyentuh pacarku? Cari mati!"

Navish kemudian menendang perut pria itu, hingga pria tersebut jatuh berlutut ketakutan dan memohon ampun. Amanda ketakutan dan langsung bersembunyi di pelukan Navish dengan tubuh yang gemetaran hebat.

"Kak Navish, aku takut sekali!"

Navish memeluknya erat. "Jangan takut, aku di sini."

"Sialan! Bu Cassia, anak buahku terluka! Kali ini bayarannya harus ditambah!" teriak salah satu pria sambil memegangi perutnya.

Di tengah kekacauan itu, Cassia yang baru saja berhasil melepaskan diri, sedang mengusap kedua tangannya yang memerah karena dicengkeram tadi. Dia bertanya dengan bingung, "Bayaran apa?"

"Katanya kalau kami menculik Amanda, kamu bakal bayar kami! Gimana sih? Sekarang malah mau pura-pura nggak tahu?"

Mendengar hal itu, Navish langsung berubah murka. "Cassia! Kamu yang suruh mereka culik Amanda? Kamu sudah gila?"

Cassia menatap pria di hadapannya dengan senyum sinis. "Navish, kamu nggak lihat aku juga ikut diseret barusan? Selain itu, menurutmu aku orang sepicik itu?"

"Kamu bisa menculik orang atau nggak, aku nggak tahu. Tapi, kamu sanggup menculik Amanda!"

Baru saja kata-kata itu terucap, Amanda yang meringkuk dalam pelukannya mulai menangis tersedu-sedu. "Kak Navish ... kenapa ... kenapa Bu Cassia tega sekali sama aku ...."

Namun, hanya Cassia yang melihat dengan jelas senyum kecil dan tatapan menantang yang sekilas muncul di mata Amanda. Di saat itu jugalah, Cassia sadar. Semua orang ini dipekerjakan oleh Amanda.

"Amanda, kenapa kamu fitnah aku? Aku bahkan nggak kenal mereka!"

"Cukup!" bentak Navish dengan marah. "Cassia, kamu benar-benar sudah nggak bisa diselamatkan lagi!"

"Kak Navish ... kepalaku sakit ...," gumam Amanda dengan lirih.

Detik berikutnya, Amanda berpura-pura pingsan di pelukan Navish. "Amanda! Aku antar kamu ke rumah sakit! Jangan takut!"

Navish mengangkat Amanda dalam gendongan dan pergi tanpa menoleh sedikit pun.

"Cepat, seret wanita ini masuk! Cepat selesaikan urusannya! Dapat duit, dapat wanita, kerja sama begini sama Bu Amanda enak juga. Lain kali kita kerja sama lagi!"

Amanda?

Cassia hampir tertawa. Dugaannya ternyata benar, semua ini memang drama murahan hasil skenario Amanda sendiri.

Akting Amanda seburuk itu, tapi sayangnya, Navish selamanya tidak akan bisa melihat kenyataannya.

Beberapa pria mengadang jalan keluar Cassia dan berusaha menyeretnya paksa kembali ke dalam ruang VIP. Cassia memandangi sosok Navish yang pergi menjauh. Dia masih mencoba berteriak meminta tolong beberapa kali. Namun, ketika melihat punggung itu tetap tidak bergerak, harapan terakhir di hatinya pun benar-benar runtuh.

"Telanjangin bajunya! Cewek secantik ini, harus kita nikmati sama-sama!"

Mereka menyerbu dan merobek pakaiannya.

Cahaya di matanya mulai kabur. Cassia memutar kepalanya pelan dan tatapannya tertuju pada botol bir di atas meja. Di mata yang mulai buram itu, terselip secercah keputusasaan.

....

Di rumah sakit, Amanda yang sudah tertidur lelap masih terus mengigau di dalam mimpi buruk.

"Ah! Jangan! Tolong!"

Melihat raut wajah Amanda yang ketakutan, Navish merangkulnya dengan sayang. "Sudah nggak apa-apa, Amanda, sekarang kamu aman."

"Kak Navish, aku takut sekali. Kenapa Cassia tega sekali sama aku? Apa dia marah karena aku kembali dan merebutmu darinya?"

Wajah Navish langsung menjadi kaku dan dingin. "Dia nggak punya hak untuk marah. Tenang saja, aku pasti suruh dia minta maaf padamu!"

Setelah menenangkan Amanda, Navish pergi dari rumah sakit dengan wajah penuh amarah dan langsung menuju rumah Cassia. Namun, rumah itu kosong. Dia langsung menelpon asistennya, "Cari tahu ada di mana Cassia sekarang!"

Sambil menunggu, api amarah dalam dada Navish semakin membara.

Berani-beraninya dia semalam nggak pulang?

"Pak Navish, soal Bu Cassia ...."

"Ada apa dengannya? Suruh dia cepat pulang dan kasih penjelasan soal kejadian kemarin!"

"Pak .... Kami menemukan barang-barang pribadi Bu Cassia di Klub Scarlet, tapi dia sendiri menghilang."

"Tadi malam terjadi perkelahian hebat di sana. Polisi sudah datang dan menutup lokasi. Lantai penuh darah dan katanya, ada satu orang yang tewas."

"Apa?"

Tubuh Navish langsung bergetar hebat. "Apa yang kamu bilang barusan?"

"Polisi bilang, kemungkinan besar yang tewas itu ... adalah Bu Cassia."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikah Dengan Seorang Miliarder Berkondisi Vegetatif?!
7.9
Valerie menjadi korban pengkhianatan kekasih dan adiknya sendiri hingga dituduh berselingkuh setelah malam bersama pria asing. Akibat fitnah itu, sang ayah membuangnya dan memaksanya menikahi seorang miliarder yang terbaring koma demi bisnis. Enggan terus ditindas, Valerie memutuskan hubungan dengan keluarganya. Namun, begitu suaminya terbangun dan menuntut pertanggungjawaban, Valerie justru memilih melarikan diri untuk memulai lembaran hidup baru.
Sampul Novel Balas Dendamnya Adalah Kecerdasannya
9.4
Evelin kerap dikucilkan keluarganya bagai itik buruk rupa. Namun, takdir berbalik saat CEO Carlos justru memilih menikahinya, bukan sang saudari tiri yang sempurna, Paramita. Di balik cemoohan khalayak, Evelin membuktikan dirinya bukan gadis biasa dengan mengungkap rahasia besar bahwa ia adalah pakar keuangan, genius AI, sekaligus penyembuh ajaib. Saat para pembenci berlutut meminta maaf, Carlos pun menunjukkan pesona sejati Evelin yang memikat dunia.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Padam
8.3
Dua tahun Nayara terjebak pernikahan tanpa cinta karena paksaan ibu Ravian. Bagi Ravian Aditya Maheswara, bos dingin itu, pernikahan ini cuma kewajiban. Namun, saat Nayara menyerah dan meminta cerai, sikap Ravian justru berubah drastis. Alih-alih melepaskannya, ia malah mempermainkan perasaan sang istri. Ravian menjebaknya dalam teka-teki hati yang membingungkan, tepat di saat Nayara ingin pergi menjauh dari kehidupannya.
Sampul Novel Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku
9.8
Kiyano sekarat di koridor rumah sakit usai dipaksa menyerahkan jantungnya demi Sheilla, cinta pertama suaminya. Di ambang ajal, putra mereka yang berusia enam tahun memohon pertolongan sang ayah. Alih-alih peduli, sang suami menuduh istrinya berbohong dan mengusir anak mereka. Demi menyelamatkan ibunya, bocah itu menyerahkan Kalung Penjaga Umur miliknya untuk menyewa kamar. Namun, Sheilla sengaja menghalangi kamar tersebut demi menempatkan anjing peliharaannya atas izin suaminya.
Sampul Novel KUSEMBUNYIKAN KEKAYAANKU DARI SUAMI DAN MERTUA
9.6
Mia lelah terus-menerus direndahkan oleh ibu mertuanya karena dinilai miskin dibanding menantu lain. Di balik hinaan kejam itu, Mia memilih diam dan menyimpan rahasia besar. Tak ada yang tahu bahwa ia sebenarnya sangat kaya raya, memiliki aset melimpah serta tumpukan emas dari hasil kerja kerasnya menulis online. Ia sengaja menyembunyikan kekayaan ini agar suami dan mertuanya yang serakah tidak bisa merampas harta tersebut.
Sampul Novel My Perfect Hero
8.6
Demi menjaga nama baik keluarganya, Raline terpaksa menikah dengan Liam Bernardus Nelson untuk menggantikan sang kakak yang melarikan diri di hari pernikahan. Liam, seorang miliarder yang terkenal dingin dan kejam, perlahan menunjukkan sisi pelindung saat Raline menghadapi masa-masa sulit. Namun, pernikahan mereka yang mulai harmonis kini terancam hancur ketika Bora kembali dan mencoba merebut Liam. Raline pun harus berjuang keras mempertahankan posisinya sebagai istri sah.