APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Cinta Tak Mendapat Musimnya

Ketika Cinta Tak Mendapat Musimnya

Tujuh tahun mendampingi Navish sebagai sekretaris sekaligus kekasih rupanya tidak menjamin kebahagiaan Cassia. Pengkhianatan Navish yang bertunangan dengan wanita lain membuat Cassia hancur dan berniat mundur. Meski Navish tiba-tiba membatalkan pertunangan itu secara publik, kejutan pahit menanti Cassia di sebuah acara lelang. Alih-alih dilamar, Cassia harus menghadapi kenyataan pahit saat sosok cinta sejati Navish muncul dengan wajah yang sangat mirip dengannya. Cassia pun tersadar bahwa selama ini dirinya hanyalah pengganti.
Bab
Bagikan

Bab 5

Hingga pria yang tak jauh dari sana berbalik, wanita di sampingnya pun ikut menoleh. Saat itulah Cassia melihat wajah yang sangat mirip dengan dirinya tersenyum manis sambil merangkul lengan Navish.

Dalam sekejap, darah di seluruh tubuh Cassia terasa membeku.

Siapa dia?

Siapa wanita itu?

Cinta sejatinya Navish?

Cassia sudah bersama Navish selama tujuh tahun, tapi kenapa dia tidak pernah tahu Navish punya wanita idaman ini?

Dada Cassia terasa nyeri. Dia berbalik hendak pergi, tapi suara laki-laki itu menghentikannya, "Sudah datang, Cassia?"

"Cassia? Sekretaris Navish yang itu?"

"Kenapa wajahnya mirip sekali sama Amanda?"

"Kamu nggak tahu? Dia itu 'kan pengganti. Katanya selama tujuh tahun Amanda pergi, Navish mencari seseorang untuk menggantikannya. Sepertinya dia ini orangnya!"

Tatapan semua orang tertuju padanya. Suara-suara bergema di sekeliling, membuat Cassia merasa seolah-olah tercekik dan napasnya terasa sesak.

"Halo, Bu Cassia." Amanda melangkah ke arahnya dan menatapnya dari atas ke bawah.

"Maaf ya, aku dengar dari Navish kamu nggak suka datang ke acara seperti ini. Tapi aku ingin sekali bertemu denganmu, jadi aku yang minta dia mengajakmu ke sini!"

Cassia menangkap jelas sorot provokasi di mata wanita itu. Jari-jarinya yang menggantung di sisi tubuhnya mengepal erat. "Jadi kamu yang ingin bertemu denganku?"

Ternyata alasan Navish membatalkan pertunangan bukan karena dirinya, tapi karena cinta sejatinya sudah kembali.

Alasannya menyuruh Cassia berdandan cantik dan datang ke pesta ini, hanya agar Amanda bisa melihat seperti apa rupa si pengganti. Hati Cassia terasa seperti seolah-olah diremuk. Kedua kakinya terasa lemas dan dia nyaris tidak sanggup berdiri.

"Tadi aku dengar dari orang, wajah Bu Cassia agak mirip denganku. Navish, menurutmu mirip nggak?" Amanda menengadah sedikit dan bermanja pada Navish.

Navish tersenyum santai, seolah tidak memedulikan apa pun. "Kebetulan saja, dia tetap nggak sebanding denganmu."

Mendengar ucapan itu, dada Cassia terasa nyeri hingga mundur beberapa langkah. Dia membalikkan badan hendak pergi, tetapi Amanda mengadangnya.

"Bu Cassia, aku belum sempat bersulang denganmu. Terima kasih ya, sudah merawat Navish selama ini. Dia orang yang sangat pemilih, kamu pasti sudah banyak menderita, 'kan?"

Nada bicaranya sangat tinggi, seakan-akan dia adalah istri sah, sementara Cassia hanyalah pelakor. Tatapan orang-orang di sekeliling terus tertuju pada Cassia. Mereka terlihat seperti sedang menonton lelucon yang menyedihkan.

Cassia memaksakan senyum tipis. "Itu memang pekerjaanku. Aku memang digaji untuk kerja. Nggak berat, kok."

"Tapi, sepertinya kamu juga melakukan lebih dari sekadar pekerjaan, ya?" Amanda menaikkan nada bicaranya dengan senyuman yang tetap elegan. "Tapi sekarang aku sudah kembali, Bu Cassia. Ada beberapa hal yang sebaiknya nggak perlu kamu tangani lagi."

Cassia menoleh menatap Navish. Pria itu berdiri di sana tanpa ekspresi, bahkan tidak meliriknya sedikit pun. Seolah semua yang terjadi sekarang tidak ada hubungannya dengannya.

Cassia mengangguk pelan penuh kekecewaan. "Baik. Aku mengerti." Dia berbalik hendak pergi, tetapi tidak sengaja menabrak seorang pelayan yang membawa nampan berisi anggur merah.

Anggur itu tumpah hingga membasahi seluruh tubuh Cassia dan menghancurkan gaun mewah seharga puluhan juta yang baru dia beli.

Amanda tampak terkejut. "Bu Cassia, kamu nggak apa-apa? Gaunmu rusak total! Aku suruh pelayan ambilkan yang baru, kamu ganti dulu, ya?"

"Nggak perlu."

Di hadapan Amanda yang terlihat anggun dan murah hati, Cassia kini tampak mengenaskan. Melihat pakaiannya kotor dan nyaris terjatuh, Navish sempat ingin membantunya. Namun, Amanda terlebih dulu meraih lengannya.

"Navish, karena Bu Cassia bilang nggak butuh bantuan, sebentar lagi lelang akan dimulai. Ayo kita masuk."

Navish mengangguk dan menarik kembali tangannya yang hendak membantu Cassia, lalu meliriknya sekilas. "Cepat pulang dan ganti baju, nanti masuk angin."

Setelah itu, mereka berjalan menjauh tanpa menoleh sedikit pun. Kerumunan mulai bubar perlahan-lahan. Cassia tetap berdiri di tempat tanpa bergerak sedikit pun.

Di detik itu, Cassia benar-benar telah mati rasa terhadap Navish.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Madu Untuk Suamiku
8.4
Fransiska Damayanti dan Arya Praptama adalah pasangan kaya raya yang tampak sempurna di mata publik. Namun di balik kemewahan itu, sepuluh tahun pernikahan mereka belum juga dikaruniai seorang anak. Merasa tertekan dan ingin menyelamatkan rumah tangganya, Siska mengambil keputusan yang tak terduga: ia menjodohkan suaminya sendiri dengan Dinda Kinara, seorang gadis yatim piatu berusia 17 tahun yang hidup sederhana di desa bersama nenek dan adik lelakinya. Sejak usia sepuluh tahun, Dinda telah kehilangan kedua orang tuanya. Kini ia harus terjebak dalam perjanjian pernikahan yang rumit dengan pria yang jauh lebih tua darinya—sebuah pengorbanan yang akan mengubah hidup mereka bertiga selamanya.
Sampul Novel My Perfect Empress
8.2
Putri Kerajaan TangXin, Xin Fahrani, kerap dicemooh rakyatnya sendiri karena sifatnya yang sombong, berbadan gemuk, serta bermakeup tebal. Walau bergelimang harta dan kuasa, ia sadar statusnya tak berarti setelah cintanya ditolak mentah-mentah di depan umum oleh pria idamannya. Hancur dan terhina karena harga dirinya diinjak-injak, Fahrani enggan terus-menerus menjadi bahan tertawaan. Ia pun bertekad bangkit untuk membalas dendam atas rasa malu yang telah ia rasakan.
Sampul Novel Saat Itu, Aku mengaggumimu
8.0
Pertemuan kembali dengan Ibam setelah dua tahun berpisah justru menjadi mimpi buruk bagi Rianti. Bukannya bersikap hangat, Ibam malah menyambutnya dengan dingin dan penuh intimidasi. Rianti berupaya membela diri, tetapi Ibam terus menghinanya. Ibam bahkan menuduh Rianti sengaja memanfaatkan sang kakek agar mereka bisa tinggal serumah. Bagi Ibam, Rianti hanyalah wanita licik yang haus belaian, menghancurkan seluruh harapan indah yang selama ini dinantikan Rianti.
Sampul Novel SABDA CINTA
9.0
Kehidupan Cinta berubah drastis setelah keputusan sang ayah untuk menikah lagi. Ia tumbuh menjadi sosok yang dingin, tertutup, dan terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Khawatir dengan kondisi putrinya, sang ayah mencoba berbagai cara untuk menyadarkannya, tetapi selalu gagal. Akhirnya, Sabda, sahabat masa kecil Cinta, dipanggil pulang untuk menolongnya. Akankah kehadiran Sabda mampu menyembuhkan luka hati Cinta dan membimbingnya kembali ke jalan yang benar?
Sampul Novel Takdir Memaksa Mereka Bersatu
9.2
Akibat kesalahpahaman, Raiden Valen terpaksa menikahi Elara Maylen demi menjaga nama baik keluarga serta rumah sakitnya. Raiden yang berkarakter dingin dan kaku sebenarnya pernah merasakan cinta di masa muda, sebelum akhirnya dikhianati oleh sahabat dekatnya sendiri. Namun, sosok Elara yang liar dan sulit diatur kini hadir mengacaukan keteraturan hidup Raiden. Di tengah pernikahan yang tak terduga ini, ia terjebak dalam pusaran konflik yang menguji nalar serta perasaannya.
Sampul Novel Tiada Kesempatan Kedua bagi Pengkhianat
8.3
Sepuluh tahun pernikahan hancur saat sang suami, Damar, berselingkuh dengan Kania di hari jadi mereka. Bahkan, kode rahasia sang istri, seorang ahli siber, dipakai Damar untuk menggoda wanita itu. Pengorbanan sang istri kian sia-sia saat mengetahui Kania hamil dan Damar melamarnya, padahal pria itu selalu menolak memiliki anak dengannya. Saat melarikan diri ke bandara, ia melihat mobil pengantin mereka. Ia pun membuang ponselnya, siap menghancurkan bisnis Damar.