APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Cinta Tak Mendapat Musimnya

Ketika Cinta Tak Mendapat Musimnya

Tujuh tahun mendampingi Navish sebagai sekretaris sekaligus kekasih rupanya tidak menjamin kebahagiaan Cassia. Pengkhianatan Navish yang bertunangan dengan wanita lain membuat Cassia hancur dan berniat mundur. Meski Navish tiba-tiba membatalkan pertunangan itu secara publik, kejutan pahit menanti Cassia di sebuah acara lelang. Alih-alih dilamar, Cassia harus menghadapi kenyataan pahit saat sosok cinta sejati Navish muncul dengan wajah yang sangat mirip dengannya. Cassia pun tersadar bahwa selama ini dirinya hanyalah pengganti.
Bab
Bagikan

Bab 3

Saat sedang menyiapkan dokumen rapat untuk Navish, Cassia merasa perutnya mulai sakit. Dulu, kalau sudah dalam kondisi seperti ini, dia akan terus menahannya.

Namun kali ini, dia langsung membuka aplikasi rumah sakit untuk membuat janji. Dia memutuskan untuk mengambil cuti dan pergi ke dokter.

Di ruang rapat, Navish sudah tidak bisa fokus.

Pikirannya dipenuhi oleh Cassia. Tatapannya yang tajam terus mengarah pada Cassia. Namun, sejak awal hingga akhir rapat, Cassia bahkan tidak melirik ke arahnya sekali pun.

Usai rapat dan memasuki waktu makan siang, Navish berniat mengajaknya keluar makan. Namun begitu mencarinya, Cassia ternyata sudah tidak ada di kantor.

"Mana Cassia?"

"Pak Navish, Bu Cassia nggak bilang ya? Dia ambil cuti siang ini."

"Cuti? Pergi ke mana?"

Cuti? Selama bertahun-tahun bersamanya, Cassia tidak pernah mengambil cuti sekali pun. Bahkan saat demam tinggi dan nyaris pingsan pun, dia tetap berada di posisinya dan tetap bekerja. Lalu sekarang tiba-tiba minta cuti? Selain itu, Cassia bahkan tidak memberi tahu dirinya?

"Nggak tahu, Pak."

"Selidiki. Cari tahu dia ke mana."

Di rumah sakit, dokter mengatakan bahwa Cassia mengalami gangguan lambung karena tidak makan dengan teratur dalam jangka waktu panjang.

Benar juga, selama bertahun-tahun menjadi budak kerja bagi Navish, dia hampir melupakan bagaimana rasanya makan dengan tenang.

Selesai dari rumah sakit, Cassia tidak langsung kembali ke kantor. Dia memilih mencari tempat untuk duduk santai sejenak.

Matahari siang menyinari jendela dengan hangat dan terik. Cassia duduk di dekat jendela sambil menyeruput kopi perlahan. Sudah lama sekali rasanya sejak terakhir kali dia bisa menikmati secangkir kopi dan memandangi dunia luar dengan tenang.

Selama ini, dia telah menguras dirinya habis-habisan dengan mengikuti langkah Navish. Yang paling menyedihkan adalah, semua pengorbanan itu tidak berarti apa pun bagi Navish. Kalau begitu, mungkin memang sudah waktunya untuk mulai hidup demi dirinya sendiri.

Ponselnya tiba-tiba bergetar. Nama Navish terpampang di layar. Cassia hanya meliriknya sekilas, lalu membiarkannya berdering tanpa menjawab.

Navish panik. Dia menelepon Cassia berkali-kali. Cassia merasa terganggu, lalu langsung mematikan ponselnya.

"Berani-beraninya dia menolak panggilanku! Cassia, kamu makin berani saja!" Begitu tahu ponselnya tidak bisa dihubungi, Navish hampir melempar ponsel ke dinding karena marah.

Selama tujuh tahun ini, ponsel Cassia tidak pernah dimatikan. Kali ini, ada apa sebenarnya?

Cassia menghabiskan sepanjang sore di kafe. Untuk pertama kalinya, dia merasa waktu sepenuhnya miliknya sendiri.

Saat hari mulai gelap, barulah dia menyalakan kembali ponsel. Puluhan panggilan tak terjawab dan pesan memenuhi layar.

[ Kamu ke mana? ]

[ Aku tunggu di rumahmu. Segera pulang. ]

[ Cassia, aku kasih waktu setengah jam. Segera kembali sekarang juga. ]

Pesan terakhir dikirim pukul tiga sore. Sekarang sudah jam enam.

Cassia memandangi pesan-pesan itu sambil tersenyum sinis. Hanya dari kata-kata itu saja, dia sudah bisa membayangkan betapa marahnya Navish sekarang. Dia berjalan-jalan sebentar, makan makanan kesukaannya, lalu pulang dengan santai ke apartemennya.

Ruangan apartemennya gelap gulita. Setelah menunduk untuk mengganti sepatu, Cassia menyalakan lampu dan melihat pria itu duduk di sofa.

Melihat Cassia baru pulang selarut ini, Navish langsung meledak.

"Kamu ke mana saja? Tahu nggak, sudah berapa lama aku menunggumu di sini?"

Tidak pernah ada yang berani membuatnya menunggu selama itu. Cassia adalah yang pertama dan ini adalah pertama kalinya terjadi.

Cassia tidak menjawab. Dia berjalan ke arah bar kecil dan menuang segelas air untuk dirinya sendiri.

Dulu, orang yang selalu duduk menunggu di sana adalah dirinya. Selarut apa pun Navish mengatakan dia akan datang, Cassia pasti akan selalu duduk menunggu di sofa.

Kalau dia bilang akan datang jam sepuluh, Cassia sudah mulai menunggu sejak jam enam. Kalau dia bilang akan datang esok hari, Cassia akan mengganti seprai dan bahkan menjemur selimut di luar sebelum meletakkannya kembali.

Namun sekarang, Cassia sudah lelah. Dia tidak akan menunggu Navish lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikah Dengan Seorang Miliarder Berkondisi Vegetatif?!
7.9
Valerie menjadi korban pengkhianatan kekasih dan adiknya sendiri hingga dituduh berselingkuh setelah malam bersama pria asing. Akibat fitnah itu, sang ayah membuangnya dan memaksanya menikahi seorang miliarder yang terbaring koma demi bisnis. Enggan terus ditindas, Valerie memutuskan hubungan dengan keluarganya. Namun, begitu suaminya terbangun dan menuntut pertanggungjawaban, Valerie justru memilih melarikan diri untuk memulai lembaran hidup baru.
Sampul Novel Balas Dendamnya Adalah Kecerdasannya
9.4
Evelin kerap dikucilkan keluarganya bagai itik buruk rupa. Namun, takdir berbalik saat CEO Carlos justru memilih menikahinya, bukan sang saudari tiri yang sempurna, Paramita. Di balik cemoohan khalayak, Evelin membuktikan dirinya bukan gadis biasa dengan mengungkap rahasia besar bahwa ia adalah pakar keuangan, genius AI, sekaligus penyembuh ajaib. Saat para pembenci berlutut meminta maaf, Carlos pun menunjukkan pesona sejati Evelin yang memikat dunia.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Padam
8.3
Dua tahun Nayara terjebak pernikahan tanpa cinta karena paksaan ibu Ravian. Bagi Ravian Aditya Maheswara, bos dingin itu, pernikahan ini cuma kewajiban. Namun, saat Nayara menyerah dan meminta cerai, sikap Ravian justru berubah drastis. Alih-alih melepaskannya, ia malah mempermainkan perasaan sang istri. Ravian menjebaknya dalam teka-teki hati yang membingungkan, tepat di saat Nayara ingin pergi menjauh dari kehidupannya.
Sampul Novel Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku
9.8
Kiyano sekarat di koridor rumah sakit usai dipaksa menyerahkan jantungnya demi Sheilla, cinta pertama suaminya. Di ambang ajal, putra mereka yang berusia enam tahun memohon pertolongan sang ayah. Alih-alih peduli, sang suami menuduh istrinya berbohong dan mengusir anak mereka. Demi menyelamatkan ibunya, bocah itu menyerahkan Kalung Penjaga Umur miliknya untuk menyewa kamar. Namun, Sheilla sengaja menghalangi kamar tersebut demi menempatkan anjing peliharaannya atas izin suaminya.
Sampul Novel KUSEMBUNYIKAN KEKAYAANKU DARI SUAMI DAN MERTUA
9.6
Mia lelah terus-menerus direndahkan oleh ibu mertuanya karena dinilai miskin dibanding menantu lain. Di balik hinaan kejam itu, Mia memilih diam dan menyimpan rahasia besar. Tak ada yang tahu bahwa ia sebenarnya sangat kaya raya, memiliki aset melimpah serta tumpukan emas dari hasil kerja kerasnya menulis online. Ia sengaja menyembunyikan kekayaan ini agar suami dan mertuanya yang serakah tidak bisa merampas harta tersebut.
Sampul Novel My Perfect Hero
8.6
Demi menjaga nama baik keluarganya, Raline terpaksa menikah dengan Liam Bernardus Nelson untuk menggantikan sang kakak yang melarikan diri di hari pernikahan. Liam, seorang miliarder yang terkenal dingin dan kejam, perlahan menunjukkan sisi pelindung saat Raline menghadapi masa-masa sulit. Namun, pernikahan mereka yang mulai harmonis kini terancam hancur ketika Bora kembali dan mencoba merebut Liam. Raline pun harus berjuang keras mempertahankan posisinya sebagai istri sah.