APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketagihan dengan anak tiri

Ketagihan dengan anak tiri

Steiner Limson memutuskan menikahi seorang janda demi memulai hidup baru. Ia berkomitmen penuh untuk menyayangi istri serta anak tirinya dengan tulus. Namun, pernikahan mereka justru dilanda prahara hebat hingga berada di ambang kehancuran. Di tengah konflik rumah tangga yang kian retak, Steiner malah terjebak dalam dilema moral yang fatal. Ia jatuh cinta pada putri tirinya sendiri, memicu gejolak batin yang merusak batas hubungan keluarga.
Bab
Bagikan

Bab 3

Semua barang-barang yang diperlukan untuk berkemah sudah dikeluarkan dari dalam mobil. Ketiganya bekerjasama untuk memasang tenda besar yang akan menjadi tempat tidur mereka selama berkemah.

Terkadang Steiner tersenyum pada Laura tetapi yang dilakukan oleh gadis itu hanyalah memasang wajah jutek dan kesalnya pada Steiner, melihat hal itu Netra jadi tidak enak hati terhadap Steiner.

Saat Laura sedang menyiapkan alat masak untuk membuat makan siang, Netra menghampiri Steiner yang baru saja selesai mengurusi bagian terakhir pemasangan tenda.

Cup.

"Hei sayang," sapa Netra sambil mencium pipi Steiner.

Membuat Laura yang memperhatikan tingkah ibu dan calon ayah tirinya itu langsung memalingkan wajah, Laura sangat kesal sekali pada Steiner karena didalam hatinya dia tetap menolak keras Netra menikah lagi.

"Sayang, kau lelah?" tanya Steiner sambil menyeka keringat Netra.

"Tidak, justru aku merasa sangat bersemangat dan senang sekali!"

"Tapi wajahmu kenapa pucat sayang?"

"Pucat? Mana mungkin wajahku pucat, oh aku tau, ini pasti karena aku mengganti warna lipstikku,"

"Pakai yang seperti biasa kau pakai saja sayang, aku tidak suka melihat wajahmu yang pucat!"

"Oke sayang, hei aku mencintaimu,"

Netra memeluk Steiner kemudian Steiner pun mengusap pundak Netra.

"Stein,"

"Hmm,"

"Maafkan sikap Laura ya, aku yakin cepat atau lambat dia pasti bisa menerimamu,"

"Tidak masalah sayang lagipula Laura masih sangat muda untuk mengerti situasi ini, tapi yang jelas aku akan menjadi ayah tiri yang baik untuknya,"

"Terimakasih Stein, kau adalah laki-laki terbaik dan terakhir dalam dlhidupku!"

Sungguh Laura yang melihat Ibunya dan calon ayah tirinya itu bermesraan sangat tidak suka, selama ini kasih sayang Netra hanya untuk Laura tetapi gara-gara Steiner hadir dalam kehidupan mereka, kasih sayang Netra jadi terbagi.

Didalam hatinya, Laura sangat mengutuk laki-laki bernama Steiner itu. Karena muak melihat Steiner menempel terus pada ibunya, Laura pun memutuskan untuk pergi berjalan-jalan sendirian untuk menghirup udara segar dikaji gunung itu.

Setidaknya pemandangan hijau didepan matanya bisa mengurangi emosi Laura yang saat ini sedang tinggi-tingginya! Tanpa terasa sudah sekitar satu jam lebih Laura memasuki kawasan gunung yang semakin dalam, dia melihat banyak burung-burung yang duduk didahan-dahan pohon-pohon tinggi! Laura juga melihat ada sungai yang airnya sangat jernih karena langsung dari mata air di gunung tersebut.

Heum...

"Sepertinya aku sudah berjalan cukup jauh, apa aku tersesat?" gumam Laura.

Buru-buru Laura kembali berjalan untuk kembali ke tenda, tetapi dia pun kesulitan mengingat jalan yang tadi dia lalui, padahal dia sudah memberikan beberapa tanda oleh coretan ranting pohon yang dia bawa, akan tetapi Laura masih tidak bisa mengingat.

Di tenda tempat mereka berkemah! Netra yang menyadari sejak tadi putrinya tidak kunjung kembali, merasa sangat khawatir.

"Stein, kenapa Laura tidak kunjung kembali ya? Aku takut dia jalan-jalan terlalu jauh dan tersesat didalam hutan!"

"Kau benar, ini sudah satu jam lebih Netra,"

Karena Laura tidak kunjung kembali, Netra pun mencoba menghubungi ponsel Laura tetapi sayangnya tidak ada sinyal diarea ini.

"Kita harus mencari Laura, Stein disini tidak ada sinyal!"

Aaa...

Netra meringis merasakan sakit dikepalanya.

"Sayang, kau baik-baik saja? Kau kenapa Netra?" tanya Steiner.

"A-aku baik-baik saja hanya kecapean,"

"Kalau begitu kau istirahat ditenda saja biar aku yang mencari Laura!"

"Iya Stein aku rasa sebaiknya aku istirahat, Stein aku mohon temukan Laura aku sangat takut terjadi sesuatu padanya,"

"Iya sayang aku janji akan menemukannya,"

Steiner pun memeluk Netra kemudian setelah itu mulai pergi untuk mencari Laura, setelah Steiner pergi barulah Netra masuk kedalam tenda, hidung Netra pun terlihat mengeluarkan darah cukup banyak.

"Mulai lagi," gumamnya lalu mengambil beberapa lembar tisu untuk membersihkan darah yang keluar.

Didalam hutan Steiner terus meneriakkan nama Laura dan mencoba mencari jejak sepatu Laura yang mungkin tertinggal ditanah.

"Laura! Laura dimana kau?"

Sementara itu, Laura yang sejak tadi mencoba menghubungi Netra melalui ponselnya tetapi kesulitan mendapatkan sinyal, mencoba naik keatas salah satu pohon.

Tetapi hasilnya nihil, handphonenya tetap tidak mendapatkan sinyal! Laura mulai semakin panik karena harus sudah mulai sore, tidak lucu sekali jika sampai malam hari dia tersesat didalam gunung ini, bisa-bisa dia menjadi santapan makan siang penghuni gunung ini.

"Ya Tuhan, bagiamana ini? Aku takut,"

"Tolong!!? Siapapun tolong aku!"

Laura mulai kebingungan karena sejak tadi dia terus berputar-putar dijalan yang sama tanpa menemukan jalan keluar, wajahnya sudah pias dan putus asa.

"Apa perlu aku berjanji pada diriku sendiri seperti di film-film?"

Karena pernah menonton salah satu film yang berisi tentang sang raja yang kehilangan putrinya, kemudian sang raja menjanjikan bagi siapapun yang menemukan putrinya jika dia laki-laki maka akan dijadikan suami dari putrinya dan jika yang menemukannya perempuan maka akan dijadikan saudara putrinya.

"Oke sepertinya aku harus mencoba!" kata Laura berbicara sendiri sejak tadi.

"Siapapun yang bisa menolongku keluar dari hutan ini, jika dia laki-laki maka akan aku jadikan suamiku dan jika dia perempuan maka akan aku jadikan saudaraku!" teriak Laura, berharap alam dapat mendengar ucapan dan janjinya.

Tap.

Tap.

Tap.

Terdengar bunyi ranting yang diinjak oleh sesuatu, Laura mulai waspada dia takut jika itu beruang hutan, macan atau serigala liar.

"Oh tidak! Please jangan makan aku!" kata Laura lalu pasrah dan menutupi wajah dengan kedua tangannya.

Laura sama sekali tidak mau menengok kearah belakang melihat apa yang sedang mendekat kearahnya.

"Jadi bagaimana?"

Suara yang terdengar familiar ditelinga Laura, perlahan Laura membuka kedua tangan yang menutupi wajahnya.

"Itu seperti suara manusia, aku yakin itu suara manusia bukan serigala," gumam Laura.

Secara perlahan Laura membalikkan badannya untuk melihat siapa yang berhasil menemukannya.

"Ka-kau,"

"Lalu bagaimana? Apa kau akan menjadikan aku suamimu seperti dengan janji yang kau ucap!" tanya Steiner.

"Kenapa kau bisa ada disini?"

"Tentu saja untuk menolongmu dan menagih janji yang kau teriakan tadi,"

Ckckckck..

Senang sekali Steiner melihat wajah gugup dan penyesalan Laura yang terlanjur meneriakkan janji untuk menjadikan laki-laki yang menemukannya sebagai suami.

"Cih, jangan harap ya dan tidak usah peduli padaku,"

"Tentu saja aku tidak berharap nona, karena yang akan aku nikahi itu ibumu jadi bersikap baiklah padaku setidaknya sampai kita keluar dari hutan ini!"

"Aku tidak butuh bantuanmu,"

"Yakin?"

"Tentu saja, dengar ya aku bisa keluar dari sini tanpa bantuanmu sebaiknya yang kau pedulikan cukup ibuku saja tidak usah peduli padaku dan anggap aku tidak ada, karena aku pun menganggapmu tidak ada dalam hidupku!"

Padahal sudah kepepet tapi gengsi Laura mengalahkan segalanya, dia kekeh tidak mau ditolong oleh Steiner.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dianggap Pembunuh Cinta Sejati Suamiku
9.7
Dituduh sebagai penyebab kematian Charlene, cinta sejati suaminya, seorang istri tewas mengenaskan setelah diracuni dan ditikam oleh suaminya sendiri yang berprofesi sebagai dokter. Namun, ia mendapat kesempatan kedua dan terbangun di masa lalu, tepat di hari ia menderita pankreatitis akut demi suaminya. Kali ini, sang suami memilih mengabaikannya dan berlari menyelamatkan Charlene. Saat sang istri memutuskan untuk melepaskannya, pria itu justru berlutut memohon agar ia kembali.
Sampul Novel Camelia Sinesis
8.3
Pertemuan Jean dan Camila pada tahun 1941 membawa kehangatan baru bagi Jean, seorang mantan narapidana kasus pembunuhan. Camila, janda dari pria Belanda, menerima kehadiran Jean dengan tulus hingga pria itu merasa dihargai lagi. Namun, sebuah rahasia gelap tersimpan rapat: korban pembunuhan Jean sebenarnya adalah mantan suami Camila. Ketika kebenaran akhirnya terkuak, segalanya telah berubah rumit. Jean terlanjur mencintai Camila, sementara Camila telanjur menganggap Jean sebagai figur ayah terbaik bagi anak-anaknya.
Sampul Novel Jiwa Pengganti
8.5
Pasca tewas tragis akibat patah hati di usia 27 tahun, Amelia terbangun di tubuh Castarica, putri bangsawan kejam berjuluk iblis. Di kehidupan barunya ini, ia terjebak dalam pernikahan dengan seorang pria berhati dingin yang menyimpan ambisi rahasia. Kini, Amelia harus berjuang bertahan hidup di raga sang antagonis, sembari menghadapi suaminya yang penuh misteri dan rencana tersembunyi. Mampukah ia melaluinya?
Sampul Novel Menikah Demi Perceraian
9.3
Sebastian Alvero Abraham terjebak pernikahan dengan Latasha Revalina Mahendra yang berusia delapan tahun lebih muda. Awalnya, Vero merasa bagai pengasuh karena sifat kekanak-kanakan Reva. Namun lambat laun, keceriaan gadis itu membawa kebahagiaan tak terduga. Sayangnya, saat benih cinta mulai tumbuh, niat terselubung Reva menikahi Vero justru terbongkar. Akankah rasa kecewa Vero menghancurkan rumah tangga yang baru seumur jagung setelah rahasia besar ini terungkap?
Sampul Novel POTRET KEHIDUPAN SANG PELAKOR
8.3
Kanya telah tiga tahun menjadi selingkuhan Donny, seorang pria kaya raya yang sudah beristri dan memiliki tiga anak. Walau tahu status Donny, Kanya selalu luluh oleh daya pikatnya. Donny kerap berjanji akan memberi pengakuan di hadapan sang istri sah, tetapi komitmen itu tak pernah ditepati. Kini, Kanya dihadapkan pada ketidakpastian. Apakah ia hanya akan dicampakkan, ataukah Donny justru rela meninggalkan keluarganya demi hidup bersama Kanya?
Sampul Novel RAHIM GADIS SEWAAN
7.8
Zevanya menghadapi kesulitan finansial yang sangat berat. Demi membayar utang yang menumpuk dan membiayai operasi jantung sang ayah, ia terpaksa mengambil jalan pintas dengan menyewakan rahimnya. Harapan untuk merasakan pernikahan yang bahagia pun lenyap seketika karena ia harus mengandung anak dari pasangan suami istri lain. Kini, Zevanya harus berjuang menjalani hidup sebagai ibu pengganti. Mampukah ia bertahan melahirkan bayi yang tak bisa ia miliki demi menyelamatkan keluarganya?