APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kesemptan Kedua Juna

Kesemptan Kedua Juna

Penyesalan hebat melanda Juna tepat setelah resmi bercerai. Sebuah tragedi terjadi ketika Dara justru mengorbankan nyawanya sendiri demi menyelamatkan Juna dari kematian. Peristiwa tragis tersebut menjadi kunci pembuka berbagai rahasia besar yang selama ini tersimpan rapat. Juna akhirnya berhasil mengungkap identitas asli di balik D'SecretAdmirer, sosok misterius yang kerap mengiriminya puisi cinta. Kini, lembaran kebenaran yang sesungguhnya mulai terbentang.
Bab
Bagikan

Bab 3

Juna mengerjap, menatap silau pada lampu di atasnya. Ah, ia pulang terlambat tadi malam karena menemani Diandra berkeliling setelah kegiatan salonnya itu.

Bahkan Juna juga tak sempat menikmati waktu berdua dengan wanita itu seperti dulu. Diandra sedikit banyak telah berubah dan hubungan mereka mulai terasa tidak menyenangkan.

Juna meraih ponselnya yang berada di atas nakas. Menghidupkan layarnya dan seketika terbelalak.

“Sepuluh panggilan tak terjawab?“ gumamnya sembari bangkit dari tempat tidur. Ia menekan nomor tersebut.

“Halo Ayara.“

“Kak Juna, susah sekali menghubungimu dari kemarin. Apa kau tidak ingat besok hari pernikahanku, atau kau sudah melupakan adik sepupumu ini. Kau akan datang, kan? Kau tidak sedang mencoba untuk menghindarkan?“

Juna terbelalak saat Ara memberondongnya dengan berbagai macam pertanyaan, ia menatap tanggal yang tertera di ponsel. Kemarin malam ia tidak mengecek ponsel sama sekali karena sibuk dengan belanjaan Diandra di tangan.

Juna juga sama sekali tak melihat ponsel sampai pulang ke rumah. Gawatnya, ia baru menyadari kalau ponselnya dalam keadaan silent.

“Maaf, Ara, Kakak lupa,” ucapnya sembari menggaruk kepala yang tak gatal. Meringis dengan rasa bersalah.

Dapat ia dengar gerutuan sang adik sepupu dari sebrang sana. Meski hanya berstatus anak dari adik sang Papa, Ara sangat dekat dengan Juna. Apalagi Tante Amira yang merupakan adik kandung papanya sangat menyayanginya seperti anak sendiri.

“Janji, loh, ya! Datangnya jangan lama-lama. Oh iya satu lagi, ada paket yang kukirim ke rumah kakak. Mungkin akan sampai nanti siang. Isinya baju untuk Kakak dan Kak Dara. Baju seragam keluarga.“

“Iya Ara.“

“Ya sudah kalau begitu, lain kali ponselnya diaktifkan, Kak. Aku bahkan sempat takut terjadi apa-apa denganmu karena tidak bisa dihubungi.“

“Iya, Ara.“

“Baiklah aku matikan, Mama sudah manggil dari tadi. Sampai jumpa besok.“

“Hmm ….“

Panggilan terputus seketika. Juna menatap jam yang tertera di ponselnya. Pukul setengah enam pagi. Ia beranjak dari kasur dan berjalan ke luar dari kamar.

Begitu ia keluar dilihatnya lampu kamar Dara dari celah pintu sudah menyala. Wanita itu sudah bangun berarti.

Di dapur Dara tengah berkutat dengan masakannya. Aroma yang menggugah selera menyelusup indra penciuman Juna. Meski begitu ia tetap tidak pernah menyentuh masakan wanita berkulit putih itu. Ia tak suka Dara, juga tak suka apa yang wanita itu perbuat.

“Besok acara pernikahan sepupuku,” ucap Juna sembari mengambil gelas. Dilihatnya Dara menoleh sekilas lalu mengalihkan pandangan kembali.

“Aku tahu,” jawab Dara pelan.

“Baguslah, nanti akan ada paket berisi pakaian yang Ara inginkan kita pakai di pernikahannya. Kuharap besok kau tak terlambat bangun.“

Dara menghela nafas, selesai menyiapkan bekalnya ia menatap Juna. “Iya,” ucapnya singkat lalu meninggalkan Juna begitu saja. Berjalan masuk ke dalam kamarnya seraya mengambil tas.

Meski berstatus istri dari seorang pengusaha ternama tak lantas membuat Dara menopang hidupnya pada laki-laki itu. Ia mengajar di salah satu yayasan amal. Mengajarkan para anak-anak jalanan tidak mampu yang tidak mampu bayar uang sekolah.

Sekejap saat Dara turun dari lantai atas kamar dengan tas di tangan, Juna masih berada di dapur sembari menghirup kopi buatannya sendiri.

***

Butuh waktu satu jam untuk datang ke lokasi mengajarnya yang memang berada di pelosok. Jalanan yang terjal dan sedikit sulit dijangkau oleh mobil membuat Dara harus memarkirkan mobilnya di salah satu rumah warga. Kemudian bersama teman-temannya yang lain mereka menaiki motor menuju sekolah tersebut.

“Kau nampak tidak sehat pagi ini, Ra. Kau ada masalah?“ tanya Melisa saat istirahat jam makan siang berlangsung. Dara menatapnya sembari menggeleng.

“Jangan bohong! Kita sahabatan sejak SMA, kau tidak bisa menyembunyikan apa-apa dariku. Apa ini karena Juna?“ tanya Melisa dengan suara pelan.

Sedikit banyak, sejak satu sekolah dan mengajar bersama Melisa tahu peliknya kehidupan pernikahan Dara yang menurutnya cukup di luar nalar.

Bagaimana bisa pernikahan dibuat seperti mainan dengan adanya kontrak seperti itu. Melisa sangat menyayangkan Dara telah menikah dengan Juna. Meski tahu bagaimana perasaan wanita itu untuk suaminya.

“Enam hari lagi.“ Dara menghentikan suapannya. Ia menatap ke depan dengan pandangan kosong. “Aku akan bercerai dengan Juna.“

“Jadi, kesepakatan itu akan dilaksanakan?“ Melisa menutup mulut, menatap Dara tak percaya.

Wanita dengan rambut kuncir kuda itu mengangguk. “Dia akan menikah dengan pacarnya setelah selesai bercerai denganku,” ujar Dara dengan suara lirih. Dapat Melisa tangkap kepedihan di mata wanita itu.

Ia menggenggam tangan Dara, menyalurkan sedikit kekuatannya pada wanita itu. Melisa tahu Dara sedang rapuh.

“Sabar, Dara! Ini ujian pernikahanmu. Apa kau tak bisa membuatnya berpaling?“

“Segala cara sudah kulakukan Mel. Bukannya membuat dia suka, malah membuatnya semakin membenciku terus-terusan.“ Dara memejamkan mata menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

“Kurasa, aku akan menyerah saja,” ucapnya dengan helaan nafas berat seraya mendongak. Menghalau air matanya yang hendak tumpah.

“Kau kuat! Apapun keputusanmu, selagi itu baik aku akan mendukungmu, Ra.“

“Terima kasih, Mel. Setelah aku mengajukan surat perceraian nanti, aku akan pindah dari rumah Juna sampai sidang perceraian kami selesai.“

“Apa orang tuamu sudah tahu?“

Dara menggeleng. “Bisa pingsan mereka kalau sampai tahu. Tapi aku akan beritahu saat kami sudah resmi pisah. Akan kuberitahu mereka pelan-pelan agar tidak terkejut. Lagipula ini perjodohan. Mereka bisa maklum kalau kami tidak cocok.“

“Aku turut prihatin. Aku tak bisa beri saran apa-apa karena aku juga belum menikah, Ra. Apa yang bisa kau harapkan dari jomblo sepertiku?“

“Tak apa, melihat kau mendukung keputusanku, aku sudah sangat berterimakasih sekali.“

“Pasti, sebagai sahabat aku akan tetap berada di sisimu. Tetap kuat, ya! Kau pasti akan menemukan pria yang lebih baik daripada Juna.“

Dara mengangguk sembari tersenyum. Tak lama pintu kantor terbuka dan Okin masuk ke dalam. Laki-laki itu membawa sebuah kotak nasi di tangannya.

“Loh, kalian sudah makan? Kenapa tidak menungguku?“ ucap Lelaki berbadan tegap dengan kulit sawo matang itu duduk di samping Dara.

“Kau lama Okin, bisa-bisa kami kelaparan karena menunggumu,” kata Melisa.

“Astaga, teganya! Nasi yang kupesan baru datang tadi makanya lama.“

“Makanya bawa bekal.“

“Gak ada yang masakin, Mel, aku tinggal sendiri.“

“Makanya nikah!“

“Calonnya belum ada,” ucap Okin sembari melirik Dara sekilas. Melihat itu Melisa mendengkus sembari memutar mata. Ia tahu perasaan terpendam laki-laki itu.

“Ra, kau diam saja. Seperti tak bernafsu makan, kau sakit?“ tanya Okin sembari mendekatkan wajahnya pada Dara yang tampak tertunduk.

“Ha? Tidak Okin, aku baik-baik saja.“ Dara reflek menjauhkan dirinya dari Okin.

“Jangan agresif sama istri orang, Okin,” peringat Melisa.

“Aku hanya khawatir, Dara juga tidak merasa terganggu, iya, kan, Ra?“

Dara mengangguk samar, meski begitu menggeser duduknya menjauh sedikit dari sebelah Okin.

“Tuh! Lihat!“

Melisa menggeleng. Ia melanjutkan membereskan bekal makanannya.

“Ra, wajahmu pucat, apa kau mau jus? Kupikir jus jambu merah bisa mengurangi pucat di wajahmu. Sebentar aku tanyakan dulu.“

“Eh, gak usah Okin!“ Dara berteriak memanggil tapi Okin dengan langkah lebarnya itu telah berjalan menjauh dari hadapannya.

Melisa berdecak melihat kelakuan Okin. “Aku rasa dia yang paling bahagia nanti saat tahu kau sudah bercerai dengan Juna, Ra.“

“Hah? Kenapa?“

“Aku bukan bermaksud apa-apa, ya, Ra. Tapi tingkah Okin itu sedikit menyebalkan saat dekat denganmu. Apa kau tidak menyadarinya? Okin itu menyukaimu, dia memperlakukanmu lebih perhatian dari seorang sahabat.“

“Benarkah? Aku … tidak sadar. Bukankah ia selalu baik pada semua orang?“ Dara mengangkat bahu, menikmati suapan terakhir makananya.

Melisa menghela nafas. “Ah, dasar tidak peka,” ucapnya lirih menatap Dara sembari menopang dagu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Perawan
9.3
Dikhianati oleh Predi Prasetiyo yang berselingkuh dengan Putri Patrisia membuat hidup Shinta Larasati hancur. Dalih Predi meninggalkan Shinta adalah masa lalu sang kekasih yang tidak lagi perawan. Untuk membalas rasa sakit hatinya, Shinta memilih merantau ke ibu kota demi mengejar kesuksesan dan harga diri. Saat berjuang, sosok Brama Sebastian hadir mencoba memikatnya. Kini Shinta bimbang antara membuka hati untuk Brama atau terus terpaku pada dendam lamanya kepada Predi.
Sampul Novel Dikejar Jodoh
8.0
Elena menghadapi tekanan berat untuk segera menikah, tetapi ia justru dikhianati oleh kekasihnya. Di tengah rasa trauma yang mendalam, Rasky—pria yang paling ia benci—malah datang dan terus-menerus mengejarnya. Walau ketulusan Rasky mulai meruntuhkan ego Elena, bayang-bayang masa lalu tetap menjadi penghalang. Tiba-tiba, Elena meminta berpisah demi menyembunyikan sebuah rahasia kelam. Akankah Rasky tetap bertahan, atau rahasia itu akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Dominasi Yang Disengaja
8.1
Setelah tiga tahun menikah, Dahlia Nicholson memutuskan menceraikan Dustin Rhys. Merasa berada di puncak kesuksesan, Dahlia menganggap suaminya itu hanya beban yang tidak berguna. Namun, di balik keangkuhannya, Dahlia tidak menyadari sebuah kenyataan besar. Seluruh pencapaian luar biasa dan kekayaan melimpah yang ia nikmati saat ini sebenarnya merupakan hasil bantuan rahasia dari Dustin, sosok suami yang selama ini selalu ia remehkan tanpa tahu diri.
Sampul Novel Going Crazy
9.6
Mikaela diceraikan Marcel setelah tes membuktikan anak kembar mereka bukan darah dagingnya. Demi menyelamatkan pernikahan, ia membebaskan Ares dari penjara demi hak asuh anak-anak. Namun, duka menerpa saat ayah Mikaela mendadak wafat. Kini, ia berjuang keras agar sang suami mau menerimanya lagi, meski Marcel terus membandingkannya dengan Michelle, mantan istri yang juga iparnya. Akankah perjuangan Mikaela ini berhasil atau justru berujung kehancuran?
Sampul Novel SENI DI ATAS RANJANG
8.5
Kumpulan kisah romansa dewasa ini menyajikan rangkaian cerita penuh gairah dengan beragam konflik yang memikat. Melalui bab-bab yang unik dan panas, pembaca akan diperkenalkan pada deretan karakter dari berbagai profesi serta latar belakang kehidupan. Nikmati dinamika hubungan yang intens, provokatif, dan mendalam di setiap alurnya. Antologi variatif ini dirancang khusus untuk menghadirkan hiburan maksimal bagi pembaca dewasa yang mencari cerita cinta yang berani.
Sampul Novel The Bastard Bodyguard
8.2
Demi membalas dendam atas kematian ibunya yang dihabisi oleh Lucas Franklyn, Oliver Reynald menyamar menjadi pengawal pribadi putri bungsu pria itu. Pria berumur dua puluh tujuh tahun tersebut sengaja menjebak sang putri dalam jerat asmara untuk melancarkan misinya. Namun, sebuah rahasia besar yang tak terduga perlahan terkuak. Akankah pembalasan dendam sang pengawal berjalan mulus sesuai rencana?