APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KEPINCUT PREMAN SALEH

KEPINCUT PREMAN SALEH

Reyhan, preman urakan berjuluk Reynold, terpikat pada Farhana, putri Pak Haji yang baru kembali dari pesantren. Perjuangannya berat karena ia harus bersaing dengan Ustaz Usman yang saleh dan disukai banyak orang. Demi memenangkan hati Farhana, Reyhan bertekad memperbaiki diri. Namun, ia juga harus babak belur menghadapi Razaq dan Raziq, kakak kembar Farhana yang sangat protektif. Bisakah preman ini mengalahkan sang ustaz dan meluluhkan keluarga Farhana?
Bab
Bagikan

Bab 3

Farhana baru saja tiba dari kajian di masjid. Di masjid tadi ia bertemu Usman, pemuda yang pernah dekat dengannya beberapa tahun lalu. Baru saja gadis itu duduk di kursi teras sambil mengipasi wajah dengan telapak tangannya, salah satu abang kembarnya nongol sambul membawa bingkisan.

“Nih, dari si preman kampung. Ada hubungan apa elu sama tuh orang?” tanya Razaq ketus sambil menyodorkan bingkisan tepat di depan wajah adiknya.

“Apaan, sih, Bang? Preman kampung yang mana?” Farhana meraih paperbag berisi dua box makanan bertuliskan MARTABAK BANGKA MANIS DAN ASIN BANG TAN. Penasaran dengan isinya, Farhana bergegas membuka box dan meletakkannya di atas meja. Kebetulan sekali saat itu ia merasa begitu lapar. Setelah membaca bismillah, suapan demi suapan masuk ke dalam mulutnya dengan lahap.

“Laper apa doyan?” Razaq menyindir sang adik yang terlihat begitu lahap macan orang dua hari belum makan.

“Enak, loh, Bang. Mau kagak?” Farhana menyodorkan kotak makanan itu kepada abangnya yang terlihat berminat. Razaq pun mengambil kesempatan ini. Ia menyomot satu potong martabak manis dan martabak asin. Rasanya begitu menggigit di lidah, pantas saja sang adik makan begitu lahapnya.

Belum habis martabak porsi besar itu muncullah abang kembar satunya, Raziq, dari dalam rumah. Ia baru saja bangun tidur selepas salat isya tadi.

“Eh, lagi pada mukbang nih. Bagi-bagi nape.” Tanpa diperintah, pemuda itu menyomot sepotong martabak asin dan mencelupkannya ke dalam kuah saus pedas. “Mantap jiwaaa ... Dari mana ini martabak? Siapa yang beli martabak mahal ini?” Lanjutnya kemudian sambil melirik box makanan dengan ikon wajah Bang Tan yang sudah terkenal di daerah mereka itu.

“Oh, ini mahal harganya, Bang?” tanya Farhana. Maklum, ia banyak menghabiskan waktu di pesantren dan jarang sekali pulang. Sekalinya pulang, ia isi dengan jalan-jalan bersama keluarga.

“Ini martabak paling maknyos lezatos dimari, Adikku sayang. Pelanggan selalu puas meskipun harus merogoh kocek lebih dalam,” jelas Razaq

“Eh, ini siapa yang beli?” tanya Raziq masih penasaran.

“Tuh, si preman kampung,” jawab Razaq sambil asyik mengunyah tanpa memedulikan Raziq yang terlihat kaget dan hampir tersedak.

“Si Reynold? Eh, Reyhan?” tanya Raziq lagi berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Anggukan kepala yang kuat dari Razaq membenarkan pertanyaan Raziq barusan.

“Dalam rangka apa dia kasih beginian?” Raziq menyombongkan wajahnya mendekati wajah abangnya.

“Kayaknya, sih, dia naksir sama Hana, Ziq,” Razaq berbisik di telinga Raziq.

“Ehm! Percuma bisik-bisik depan Hana. Kedengaran, kok, Bang.”

“Elu ada hubungan apa sama si Rey, Dek?” tanya Raziq penasaran. Farhana hanya menggelengkan kepalanya.

“Jangan bohong, Dek. Si Rey kayaknya demen sama elu deh.” Razaq mendesak adiknya supaya mau mengaku. Gadis itu hanya asyik menghabiskan sisa martabak dalam kotak. Tidak tersisa sedikit pun. Bapak dan ibunya kebetulan sedang menginap dari kemarin malam di rumah uwak mereka yang sedang sakit keras.

“Kalau dia naksir Hana emangnya kenapa, Bang? Masalah buat abang?” Farhana memasukkan suapan terakhir ke dalam mulutnya yang masih penuh. Razaq dan Raziq keheranan melihat tingkah laku adiknya. Sempat terpikir dalam benak keduanya kalau-kalau adiknya diguna-guna oleh Rey melalui martabak kirimannya.

“Dek, nggak biasanya kamu makan kayak begini. Kesurupan apa gimana?” Razaq mencoba membacakan ayat kursi sambil menyentuh ubun-ubun Farhana.

“Apaan sih, Bang. Hana normal kok. Wajar Hana begini. Perut Hana kan lapar. Semenjak bapak sama ibu menginap nggak makan nasi.” Wajah Farhana terlihat merengut kesal.

“Iya deh, maaf. Abang khawatir kamu diguna-guna si Rey,” Razaq bersimpah di hadapan adiknya yang memasang wajah kesal. Sementara Raziq duduk di lengan kursi sambil merengkuh bahu adiknya. “Maaf, ya, Dek.”

“Lagian emangnya kenapa sih kalau Bang Rey suka sama Hana? Kayaknya dia pemuda baik dan nggak macam-macam.”

“Iya, sih. Tapi emangnya elu nggak merhatiin penampilan urakannya itu? Kayak preman kampung begitu. Nggak sepadan sama elu yang alim begini, Dek.” Raziq berpindah duduk ke tempatnya semula.

“Elu itu cocoknya sama Usman, Dek. Bukannya kalian dekat ya saat SMP?” Razaq meledek adiknya.

“Hah? Usman? Nggah deh! Dulu iya deket. Kalau sekarang mikir dua kali kayaknya buat dekat-dekat.” Farhana membuang pandangan ke sekitar. Rumah besar dengan halaman dan taman yang luas ini tampak begitu cantik karena beberapa lampu hias yang menyorot. Bisa serapi dan seindah ini pastinya hasil dekorasi sang ibu, pikirnya.

“Emang kenapa si Usman, Dek? Ustaz muda yang tampan dan mapan, banyak digandrungi gadis-gadis di sini. Kita aja kalah saing. Ya, nggak, Ziq?” Razaq menatap Raziq dengan alis yang dibuat naik-turun bergelombang.

“Sebenarnya, gue juga kurang suka Usman sih.” Di luar dugaan, Raziq justru menjawab demikian membuat Razaq terheran-heran.

“Nah. Bang Raziq sependapat kan sama Hana?” Kedua bola mata gadis itu berbinar. Dia merasa mendapatkan dukungan.

“Karena gue laki-laki. Masak jeruk makan jeruk?” Raziq terkekeh. Apalagi ketika melihat ekspresi sang adik yang langsung jengkel dan bete. Hana terlihat bersungut-sungut. Razaq juga spontan melepaskan tawa.

“Masalahnya, tadi saat kajian di majelis, Sintya curhat ke Hana, Bang. Soal Usman. Tiap malam mereka chattingan gitu. Hana juga ditunjukkin isi chatnya. Pas Hana baca, terkaget-kagetlah Hana ini, Bang. Nggak nyangka kalau si Usman semenjijikan itu. Iiih ....” Farhana bergidik, merasa jijik jika teringat isi dalam pesan WhatsApp Sintya, sahabat karibnya.

“Sintya gebetan elu kan, Bang?” Raziq menyelidik abangnya. Terlihat kemuraman terpancar di wajah Razaq.

“Emang isi chatnya apa?” tanya Razaq penasaran.

“Usman ngajakin Sintya begini, Bang.” Farhana lalu membuat gerakan jari-jemari tangan kanan dan kiri yang bersentuhan ujungnya. “Pake bibir, Bang, bukan jari!” tegasnya kemudian sambil ngeloyor masuk ke dalam rumah, meninggalkan kedua kakak kembarnya yang terperangah kaget. Razaq dan Raziq saling pandang, lalu bergidik ngeri.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Si Janda Mandul
8.7
Dicap sebagai janda mandul membuat Rieta Bonanza kerap direndahkan. Padahal, ia memiliki talenta luar biasa yang siap ia buktikan kepada dunia, terutama demi membalas perlakuan keluarga mantan suaminya yang dulu selalu meremehkannya. Di tengah pembuktian diri tersebut, seorang pria hebat hadir dan perlahan memikat hatinya. Mampukah Rieta lepas dari bayang-bayang masa lalu untuk meraih cinta baru serta kebahagiaan sejatinya?
Sampul Novel Dendam Birahi Penakluk Hati
9.7
Demi membalas kematian sang adik, Dirham Assegaff tega merenggut kesucian Dinar Azalea. Namun, aksi balas dendam itu berbalik menjadi bumerang saat Dinar mengandung lalu lenyap demi menyembunyikan aibnya. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka lagi. Dirham pun menawarkan pernikahan demi merebut anaknya. Sayang, hadirnya cinta pertama Dirham menjadi rintangan besar. Akankah kebencian terkikis oleh cinta, atau justru luka lama Dinar yang akan semakin perih?
Sampul Novel Gadis Imut Kesayangan Sugar Daddy
8.9
Arsitek ternama berusia 37 tahun, William Samsons MacRay, tidak sengaja bertemu Emmy Estelia Setiawan di bandara saat situasi kacau. Siapa sangka, lulusan Harvard yang baru kembali ke Jakarta itu ternyata bekerja di perusahaan miliknya. Terpikat oleh Emmy, William kerap mengajaknya dalam perjalanan bisnis global hingga hubungan mereka berlanjut sebagai sugar daddy dan baby. Sayangnya, rencana perjodohan dari orang tua William kini mengancam kelangsungan kisah cinta beda usia ini.
Sampul Novel Gairah Nikmat Perselingkuhan
9.1
Di tengah keheningan, aku memberanikan diri mendekap Wiwik dengan lembut. Walau sempat mempertanyakan kehadiranku, ia perlahan luluh dan mulai menikmati kehangatan pelukan itu. Suasana kian membara ketika Wiwik membalas dekapanku dengan sangat erat. Kecupan hangat yang mendarat di pipi hingga bibirnya pun disambut penuh gairah. Desahan lirih yang lolos dari bibirnya menjadi bukti nyata bahwa ia telah sepenuhnya hanyut dalam kemesraan yang kami ciptakan.
Sampul Novel Hasrat Terlarang Sang Ipar
9.2
Saat Wilona pergi, Flo langsung memanfaatkan kesempatan untuk mendekati Aris, pria yang selama ini diam-diam ia cintai. Di tengah derasnya hujan, keduanya larut dalam gairah yang tak terbendung. Namun, hubungan intim ini adalah sebuah dosa besar karena Aris merupakan kakak ipar Flo sendiri. Meski sadar perselingkuhan panas ini penuh risiko dan merupakan pengkhianatan besar, Flo tetap nekat demi bisa merebut serta memiliki suami saudaranya itu seutuhnya.
Sampul Novel Kiss for Prince Kouza
9.3
Saat mendaki gunung dengan rekan kerjanya, Myan mengalami nasib nahas terjatuh ke jurang. Bukannya tewas, ia justru tersadar di sebuah padang rumput asing yang misterius. Di sana, seorang pria asing berbusana unik tiba-tiba turun dari kuda putihnya, lalu berlutut memberi hormat. Lelaki misterius itu menyebut Myan sebagai sosok Sang Pembebas yang dinanti-nantikan. Siapa sebenarnya bangsawan itu dan ke mana Myan terlempar? Kisah petualangan Myan di dunia baru yang penuh misteri pun dimulai.