APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembar Yang Tak Sengaja Disentuh

Kembar Yang Tak Sengaja Disentuh

Lamaran romantis Jeremy kepada Dara di restoran mewah di depan sang kembaran, Dira, berujung pada pernikahan. Namun, kebahagiaan itu terancam hancur seketika akibat sebuah kekeliruan fatal di malam pertama mereka. Sebelum istrinya tiba di rumah, Jeremy justru tidak sengaja melakukan kontak fisik yang intim dengan Dira. Rahasia kelam ini kini menjadi bom waktu. Akankah rumah tangga Jeremy dan Dara hancur jika pengkhianatan ini terungkap?
Bab
Bagikan

Bab 3

Musik-musik terdengar merdu, lantunan irama terdengar syahdu. Berbondong-bondong manusia masuk ke dalam ruangan besar yang menampung lebih dari saribu orang. Di atas podium tepat di ujung ruangan, sepasang kekasih dengan dandanan paling tampan dan cantik berdiri. Menyalami setiap tamu yang mengantre.

“Congrat, Dar. Selamat senang seumur hidup.”

“Makasih.”

“Selamat, Dar.”

“Samawa, Dar.”

“Selamat, Jer.”

Satu persatu mengucapkan selamat, dengan senyum lebar-lebar, apalagi sudah tercium bau gulai kambing di meja prasmanan, makin menggoda untuk senyum lebar-lebar.

Pernikahan itu langsung dilaksanakan seminggu setelah lamaran, tidak menunggu waktu lama. Apalagi uang yang dimiliki Jeremy bisa dibilang sedang banyak-banyaknya, jadi acara dibuat semeriah mungkin. Semua biaya, Jeremy yang tanggung, tidak keluar sedikit pun dari kantong Dara.

“Kak, pasti pegal tangannya, kan?” bisik Dira yang berdiri di samping Dara.

“Iya, Dir. Dari tadi salam mulu, malah ada yang kenal lagi.” balas Dara, tangannya terus bersalaman.

“Bisa jadi itu ada gelandangan yang diluar lalu masuk ke dalam, Kak. Mau makan enak aja.” Mereka berdua tertawa tipis hingga akhirnya muncul perempuan yang mempertemukan takdir mereka.

“Selamat, Dara dan Jeremy.” Salma dengan gaun panjang berwarna ungu berdiri anggun di depan mereka. dia bahkan hampir sama cantiknya degan pengantin wanita yang memakai gaun putih, juga dari kembarannya yang memakai gaun krem.

“Salma, hai,” Dara langsung memeluk Salma.

“Maaf, Dar, tidak sempat pergi ke acara lamaranmu. Malam itu aku harus lembur. Kudengar itu sangat romantis.” Salma menatap Jeremy yang sudah wanti-wanti.

“Tidak apa-apa, Sal. Yang penting kau datang hari ini, aku takut juga kalau kau tidak datang. Tidak mungkin aku tidak berterima kasih sama orang yang telah mempertemukanku dengan suamiku yang tampan ini.” Dara melingkari tangan suaminya, Jeremy.

Jeremy tersenyum kaku menatap tatapan sinis Salma.

“Iya, kuharap kehidupan kalian berjalan lancar,” ucap Salma. “Dan Dara, tunjukkan kekuatan terbaikmu di kasur,” sambung Dara seraya berbisik di telinga Dara. Wajah Dara langsung merah malu.

Sejenak, Salma melewati mereka berdua tanpa menyalami Jeremy.

“Kak, apa yang dia bisik tadi?” tanya Dira penasaran.

“Adalah, Dir. Kau pasti tidak mau tahu.” Dara tersenyum lebar.

Selama lima jam lebih acara berlalu. Zidan tidak hadir, semalam dia sudah menelpon Dara kalau sekarang di kantor DPR sedang banyak permasalahan keuangan, jadinya zidan harus turun tangan. Memang Dara kecewa, tapi tidak ada yang bisa ia lakukan. tapi zidan janji akan mengirim hadiah, itu sudah cukup membuat Dara tenang.

“Lelah sekali,” Dara menghempaskan punggung di kursi panjang di atas panggung, beberapa tamu ada yang masih menetap, melahap apa yang ada di meja prasmanan. Jeremy bertemu dengan petinggi-petinggi perusahaannya di ujung panggung.

“Ternyata secapek ini, ya, menikah. Pantesan duit yang dihabiskan banyak.” Dira juga ikutan duduk, sama sifatnya seperti kakaknya.

Sejenak, lengang.

“Dir, Rindra tak kamu ajak?” tanya Dara, basa-basi. rindra adalah mantan menuju tunangan Dira.

“Enggak. Males, lagipula kami sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi.” Dira menjawab ketus, masih kesal dengan patah hatinya.

“Eleh, kan bukan berarti kalian tidak berteman, Dir.” Dara tertawa tipis.

Dira menatap wajah cantik kakaknya—dia juga sama cantiknya.

“Padahal waktu kecil dulu kita membuat janji akan mencintai satu pria hingga kita menikah dengan pria itu. dan sekarang, yang memenuhi janji itu cuma Kak Dara. Sedangkan aku gagal, pilihan kakak selalu tepat.” Dira menatap kakaknya hangat.

“Tak masalah, Dir. Itu hanya janji-janji konyol masa kecil. Tak usah dipedulikan begitu. Lagi pula putus cinta itu tidak harus direnungi tiap hari. Nanti-nanti juga kamu akan dapat yang baru lagi.” Dara berusaha menenangkan adiknya.

Tapi tidak dengan Dira, dia iri sekali dengan kakaknya. Hari itu berpakaian anggun, bahkan dia merasakan, kali ini adalah awal mula perbedaan mereka terlihat.

Dira merasakan ada yang berbeda dari setiap kelakuan Dara sepanjang seminggu ini. Dara semakin anggun saja, entah apakah karena Dira yang jarang tidur, atau Dara yang selalu beraura positif. Kekonyolan-kekonyolan mereka bersama terasa memudar, tidak ada lagi candaan-candaan yang keluar dari mulut Dara, hanya tinggal Dira sendiri.

“Dir, Dir…”

Panggilan itu memecah lamunan Dira. Lantas tersenyum.

“Acara sudah mau selesai, bukannya kau mau ke rumah hari ini untuk ambil barang?” tanya Dara.

“Iya, iya.” Dira langsung berdiri dan melangkah.

Jeremy dan Dara memutuskan untuk tinggal sementara di rumah Dara dan Dira, dulunya. Sedangkan rumah baru mereka sedang dalam tahap finishing. Dira sebagai adik mengalah, mempersilakan pasangan baru suami istri itu menginap disana selama beberapa hari, kemudian lanjut honeymoon entah dimana.

***

Dira balik ke rumah—dulu— mengambil beberapa barang penting. Kamarnya di lantai dua, dan kamar sebelah di lantai tersebut sudah disulap menjadi kamar pengantin dengan kasur dan ranjang baru. Padahal dulunya itu adalah kumpulan barang-barang berharga milik si kembar. Dira menatapi ruangan yang telah berubah itu, tersenyum tipis. Dia masih tidak percaya kalau mulai kedepan dia dan kakaknya akan tinggal di rumah yang berbeda setelah bertahun-tahun bersama.

Dira turun dari tangga, pergi ke dapur, membuka kulkas. Di dalam kulkas dulunya hanya ada kotak jus jeruk kini ada tambahan baru, jus mangga, kesukaan Jeremy. Berbeda sekali rasanya.

Entah apakah Dira akan memutuskan untuk tinggal disana setelah kakaknya bulan madu, dia masih tidak tahu.

Pandangan Dira terhenti di wastafel dapur yang dipenuhi piring kotor, menghembus nafas pelan. dia dan kakaknya adalah orang yang suka bebersih, setiap ada piring kotor pasti ada kesaDaran dari mereka berdua untuk membersihkannya.

Lantas Dira menaruh tas besar berisi baju, menyingsingkan lengan gaun panjangnya, mengikat ujung gaun yang menjuntai, dan mengambil saru tangan cuci piring. Menghidupkan musik—kebiasaan si kembar ketika mengerjakan pekerjaan rumah, tangan Dira mengikuti irama lagu.

Ruangan itu dipenuhi dengan suara musik, dia sama sekali tidak sadar ketika tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.

“Istriku rajin sekali. Padahal tadi sudah lelah berdiri, sekarang malah cuci piring.” Adalah Jeremy yang memeluk Dira, kemudian mencium lehernya yang jenjang.

“Bukankah ada yang lebih penting dari mencuci piring sekarang? kasur di atas menunggu, kita bisa melakukannya sampai nanti malam, loh.” Jeremy berbisik di telinga Dira, yang membuatnya sedikit terangsang.

Jeremy melepaskan sarung tangan cuci piring dari tangan Dira. Membalikkan badannya, tersenyum lebar. Lantas sejenak kemudian langsung mencium bibir Dira tanpa pikir panjang.

Mata Dira melotot ketika menerima ciuman dari Jeremy. Lidah Jeremy memaksa masuk ke dalam mulut Dira. Tangan Jeremy sudah memegang dua gunung standar milik Dira, meremasnya lembut.

Jantung Dira berdegup kencang.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Abang Duda Kesayangan
9.5
Pertemuan tak sengaja dengan seorang duda menawan setelah Dilara Aysila Airene menolong seorang nenek di jalan menjadi awal dari segalanya. Terpikat oleh ketampanan sang pria, Dilara jatuh cinta dan bertekad merebut hatinya. Demi menarik perhatian sang idaman, ia meluncurkan berbagai rayuan hingga aksi konyol. Akankah misi cinta Dilara ini berakhir manis atau justru menghadapi rintangan? Ikuti perjuangan unik gadis ini dalam mengejar cinta sang duda.
Sampul Novel Ahli Waris yang Terlupakan
8.6
Akibat kelalaian Emily saat transaksi, keluarga mafia kami kehilangan obat-obatan berharga. Demi melunasi utang, pihak saingan menuntut sandera. Ironisnya, ayah dan tunanganku sepakat mengirimku demi melindungi adik tiriku yang terluka. Mengabaikan pengkhianatan mereka, aku bersedia pergi dalam lima hari. Sebelum pergi selamanya, aku membagikan kasino kepada adik angkatku, uang kepada ayahku, dan mengembalikan cincin tunanganku. Mereka tersenyum tanpa sadar bahwa ini adalah perpisahan abadi yang membawa kehancuran.
Sampul Novel Cintaku Bagai Layangan Putus
8.5
Delapan tahun pernikahan Bella Winata hancur seketika saat ia mengetahui pengkhianatan suaminya, Alvaro Winata. Sang gembong mafia tersebut berselingkuh dengan saudara tirinya sendiri, Cindy Martadina, dan menjadikan Bella sekadar alat politik demi memperkuat kekuasaannya. Alih-alih menangis atau memicu keributan atas dusta yang diterimanya, Bella memilih jalan senyap. Melalui sebuah transaksi rahasia di pasar ilegal, ia bersiap untuk melenyapkan dirinya dari dunia ini dalam waktu dua minggu.
Sampul Novel Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku
8.2
Setelah merelakan seluruh hidupnya demi Ricardo dan putri mereka sebagai ibu rumah tangga, wanita ini justru menghadapi kenyataan pahit. Kehadiran kembali cinta lama suaminya yang baru bercerai mengubah segalanya. Diperlakukan layaknya pelayan oleh anak kandungnya sendiri dan diabaikan oleh sang suami, ia akhirnya memilih mundur. Dengan menandatangani berkas perceraian tanpa menuntut hak apa pun, ia pergi menjauh. Namun kini, setelah ia melangkah pergi, penyesalan mendalam justru datang menghampiri mereka.
Sampul Novel DON'T PLAY GAMES WITH ME
8.7
Kehidupan Adiba dan Syden di Rusia setelah pernikahan mereka di Pakistan berubah mencekam. Adiba bersama ibu mertuanya terus dihantui teror mistis di kediaman baru, meski Syden tetap tak percaya. Puncak kemalangan tiba saat Adiba kehilangan janinnya akibat keguguran. Dipenuhi murka, wanita Pakistan ini bersumpah atas nama Allah untuk menuntut balas atas kematian anaknya. Siapa sebenarnya sosok kejam yang tega menghancurkan hidup Adiba?
Sampul Novel Hasrat Nikmat Perselingkuhan
9.7
Zhea mendambakan keintiman mendalam saat gairahnya memuncak di ranjang. Namun, sang suami, Muchlis, justru menghadapi masalah vitalitas di usianya yang ke-34. Meski tubuh Zhea telah siap menerima sentuhan hangat, alat vital Muchlis tetap tak mampu menegang. Di tengah rasa kecewa yang mendera, Zhea terpaksa menahan diri. Ia akhirnya hanya bisa pasrah saat suaminya memilih cara gesekan fisik demi meraih kepuasan sepihak.