APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembalinya Sang Penguasa

Kembalinya Sang Penguasa

Insiden ledakan rumah yang menewaskan sepasang suami istri membuat polisi dan militer gempar. Kehilangan putri mereka menjadi pertanda bangkitnya Red Everlasting Dragon, sang penguasa legendaris yang ditakuti dunia. Ia memutuskan turun gunung untuk menuntut balas atas kematian orang tuanya sekaligus menyelamatkan adiknya yang diculik. Dengan kemurkaan yang membara, ia bersumpah melibas semua pelaku dan siap mengguncang tatanan dunia dari timur hingga barat.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mata Arinda melebar, dia sangat terkejut dan ingin berteriak. Tapi dadanya terasa sesak dan hanya bisa membuka mulutnya lebar-lebar tanpa sedikitpun suara yang keluar.

"Aah!!"

Entah telah berada waktu berlalu, bersamaan dengan keringat dingin yang keluar dari keningnya, suara jeritan akhirnya keluar dari mulut Arinda.

Menjerit.

Jika saat ini ada seseorang, atau bawahan Arinda yang melihat kondisinya menjerit ketakutan seperti gadis kecil, siapapun pasti akan curiga.

Karena selama ini, Arinda terkenal sebagai aparat yang tegas dan tak kenal takut pada apapun.

Tapi hari ini, dia menjerit dengan mata dan mulut terbuka lebar serta keringat dingin yang terus menerus turun membasahi keningnya.

Sebenarnya reaksi Arinda tidak terlalu berlebihan, karena dari tempatnya berdiri, dia melihat bahwa ada seorang polisi yang sedang tergeletak dilantai tak sadarkan diri.

"Sial!"

Sadar bahwa itu adalah polisi yang tergeletak dilantai kantor polisi, Arinda segera berlari untuk menghampirinya..

Akan tetapi, tepat ketika baru saja keluar kantor dan melihat jika sekitar lima belas polisi yang berjaga dengannya hari ini sudah tak sadarkan diri, Arinda kembali berhenti dan wajahnya berubah.

"Siapa? Siapa yang--" Arinda mencoba berteriak untuk mencari pelakunya, tapi dia kembali berhenti dan melompat.

"Ahh!"

Dia berteriak sesaat saat melihat polisi yang tergeletak dengan darah dilantai, dan sekali lagi berlari untuk menghampirinya.

"Ini..."

Setibanya didepan korban polisi yang berdarah, mata Arinda hampir keluar. Seluruh tubuh dan wajahnya terlihat bergetar entah karena ketakutan atau kemarahan.

"Uh!"

Bahkan jika Arinda adalah seorang polisi, dia masih tidak bisa menahan rasa mual di perutnya dan sekali lagi berlari keluar dari kantor polisi.

Sekeluarnya dari kantor polisi, Arinda tidak bisa lagi berkata-kata dan dengan suara "buk" segera jatuh kelantai dengan ekpresi sangat ketakutan.

"Ini, ini, ini..."

"Aahh....tolong!!"

....

Bersamaan dengan Arinda yang menjerit mencari pertolongan, pria yang baru saja wanita itu temui sekarang sudah berada di depan sebuah hotel mewah, dan terlihat berjalan ke arah kerumunan.

Pada saat ini, Hotel Mawar, hotel bintang lima yang paling terkenal di kota Eco sedang dipenuhi oleh kerumunan orang didepan pintu masuknya.

Ratusan orang, yang sepertinya wartawan dan fans dengan membawa banyak poster itu tampak gelisah berdiri dibelakang garis pembatas.

Dilihat secara sekilas, sepertinya mereka semua sedang menunggu seseorang yang sangat penting dan terkenal.

Itu semua bisa ditebak dengan banyaknya wartawan, serta karpet merah yang di tempatkan depan pintu masuk hotel.

"Jika aku ingat kembali, Arabella Belle ini sepertinya seorang artis papan atas yang baru-baru ini naik daun, bukan?" Seseorang dibarisan tiba-tiba bergumam.

Seorang wartawan disampingnya yang mendengar gumaman itu tiba-tiba berkata, "Arabella Belle, dia memang artis papan atas yang baru-baru ini naik daun. Bell, nama panggilannya memang seperti lonceng emas yang membuat siapapun akan terkesima saat melihatnya."

"Apakah dia cantik?"

"Hei," seorang fans Bella tiba-tiba berteriak saat mendengar pertanyaan meremehkan itu.

Dia seorang wanita, tampak sedikit gemuk tidak cantik atau jelek, dan sangat marah berteriak, "Apakah kamu mempertanyakan kecantikan Dewi Bell? Bertanya apakah dia cantik? Kamu benar-benar tidak memiliki mata!"

"Apa kamu tidak tahu, Bella adalah artis terkenal yang dikenal sangat cantik dari artis manapun di Indonesia ini!"

"Jangan tanyakan seberapa popularitasnya dia, karena jika bahkan kamu crazy rich dengan kekayaan jutaan dolar perbulan, kamu sama sekali tidak layak untuk bersamanya!"

"Tanyakan pada semua orang di negeri ini, siapa yang tidak ingin memiliki wanita seperti Bella ini!?"

"Tapi, apakah kamu tahu? Sampai detik ini, di umurnya yang sudah kepala tiga, Dewi Bell tidak memiliki pasangan sama sekali. Bukan karena dia tidak laku, tapi standarnya sangat tinggi, dan tak ada seorangpun yang benar-benar bisa masuk ke matanya!"

"Katakan padaku! Apakah kamu masih meremehkan Dewi Bell!? Hah?"

Di serang dengan penuh pertanyaan dan kata-kata meremehkan seperti itu, pria yang sebelumnya hanya bergumam dan tidak memiliki maksud apa-apa segera terdiam.

Dia tidak bisa menjawabnya, tapi merasa penasaran setelah mendengar apa yang semua wanita itu katakan.

"Jika begitu, berarti ini---"

"Dia datang! Lihat semua, mobilnya sudah datang!" Teriakkan ini segera menghentikan semua orang berkata.

Semuanya melihat ke arah pintu halaman hotel, dan menemukan mobil hitam dengan merek Porsche perlahan-lahan menuju kearah kerumunan.

Melaju dan berhenti tepat di depan pintu masuk hotel, mata semua orang berkaca-kaca, dan bersemangat.

Tepat ketika pintu mobil dibuka dari pengawal diluar, semua orang menahan nafas.

"Tak!" Suara high heels menyentuh aspal terdengar.

Kemudian, sesosok wanita dengan kacamata hitam muncul, dan keributan segera meledak.

"Woow! Ini benar-benar sangat cantik!"

"Tidak lagi cantik, tapi dia benar-benar cantik!"

"Lihat! Sekalipun dia tidak memakai makeup apapun, dan hanya menggunakan kemeja hitam polos dengan rok hitam biasa, dia masih sangat cantik."

"Cantik, elegan, dan menawan! Dia pasti seorang Dewi!"

"Dewi Bell memang Dewi dan dia adalah Dewiku!"

"Sekalipun hari ini aku mati, aku akan mati dengan tersenyum saat melihatnya!"

"Jangan banyak bicara lagi, cepat ambil kesempatan ini!"

Semua orang berteriak dan mencoba untuk menghampiri Bella, tapi tidak ada bisa yang melakukannya sama sekali.

Karena di sekitar pita pembatas, para pengawal sudah menghadang semua orang untuk mendekat. Bahkan jika wartawan mencoba untuk bertanya, Bella mengabaikan sama sekali dan terus berjalan ke arah hotel.

Berjalan dengan elegan, dan menawan, Bella tampak acuh tak acuh mengabaikan dunia, dan semua keributan disekitarnya.

Tapi, suara "bebek" pelan yang terdengar di telinganya segera membuat wanita itu berhenti.

"Bebek..."

Suara itu terdengar lagi dan membuat tubuh Bella menegang.

Bukan hanya Bella, tapi teriakan yang sebelumnya terdengar diantara kerumunan juga berhenti. Karena meskipun pelan, kata "bebek" itu terdengar sangat jelas dan membekas di telinga semua orang.

Melihat ke sumber suara, semua orang segera syok dan terdiam.

Bebek? Orang yang sebelumnya memanggil Bella, Dewi yang dikagumi oleh semua orang ternyata adalah orang gila!

Yah! Siapapun akan menganggap orang itu gila!

Karena sekarang, seorang pria dengan pakaian compang-camping, dan rambut yang tidak terawat sedang berdiri di depan mobil Porsche dalam diam, dan dengan tenang melihat ke arah Bella.

"Bebek?"

Satu kata lagi terdengar dan membuat Bella yang sudah berbalik tiba-tiba melepas kacamatanya, dan mata coklat indahnya tampak berkaca-kaca.

Sedetik kemudian, dalam pandangan semua orang yang masih bertanya-tanya, Bella berjalan ke arah pria asing itu dengan langkah kaki yang terburu-buru dan sedikit menundukkan kepalanya.

"Tuan..."

Satu suara dengan nada lemah lembut terdengar dan membuat siapapun yang mendengarnya terdiam.

Mata dan mulut mereka melebar. Syok dan tidak percaya dengan apa yang terjadi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DENDAM DAN CINTA KING MAFIA
9.6
Albern Barnard, pemimpin mafia asal Italia, menyamar jadi pebisnis di Indonesia demi memburu pengkhianat bernama Reno. Dendam atas kematian kakaknya terbayar lunas saat Albern mengeksekusi Reno di hadapan Harnum, istrinya yang sedang hamil tua. Kejadian tragis itu membuat Harnum keguguran akibat pendarahan hebat. Bukannya kasihan, Albern malah menyekap Harnum di sebuah rumah hutan tua dan terus menyiksanya demi meluapkan kebencian yang membara.
Sampul Novel DENDAM INDRIANA
9.0
Dunia Indriana hancur seketika setelah pernikahan mendadaknya dengan Andi. Tak hanya kehilangan ayah tercinta, ia juga harus menghadapi kenyataan pahit menjadi janda dalam semalam. Terungkapnya perselingkuhan dan pengkhianatan keji seketika memusnahkan kepercayaannya pada cinta. Kini, putri terpandang yang terluka ini bangkit dengan kemarahan membara. Ia bertekad membalas dendam pada semua orang yang telah merusak hidupnya. Sanggupkah ia melewati ujian berat ini?
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Mafia
9.5
Kepergian mendadak Reynand saat istrinya hamil berujung kepedihan. Setahun kemudian, sang bos mafia kembali dan mendapati kabar bahwa Keisha telah dipersunting oleh mantan kekasihnya. Didorong rasa murka, Reynand bersumpah membalas dendam pada Reza serta Bram, mertuanya sendiri. Di tengah terbongkarnya berbagai konspirasi masa lalu, ia bertekad melindungi sang istri dari ancaman siapa pun, termasuk dari pihak keluarganya sendiri.
Sampul Novel Terjebak Cinta Mantan Buron
9.3
La Rossa, pembunuh bayaran andal, mendapat tugas mengeksekusi pewaris tunggal SKYLINE yang dikenal lumpuh dan idiot. Tak disangka, sang target ternyata menyembunyikan jati diri aslinya yang sangat berbahaya. Bukannya berhasil membunuh, La Rossa malah terjebak dan disandera oleh pria misterius itu di tempat persembunyiannya. Kini, ia dihadapkan pada dilema besar: mencari jalan untuk kabur atau justru selamanya terjerat dalam pelukan mantan buronan tersebut.
Sampul Novel THE BRIDAL SHOWER
9.6
Arsenio Malik Akbar, prajurit tangguh, kini terjerat obsesi cinta mendalam pada Mitha. Meski tahu wanita impiannya telah bersuami, tekad Arsenio tak goyah untuk merebut dan memenangkan hatinya. Ia mengabaikan segala rintangan dan risiko demi memiliki Mitha seutuhnya. Kisah ini menyoroti perjuangan nekat seorang tentara yang rela menerobos batas demi mengejar cinta terlarangnya yang penuh rintangan.
Sampul Novel The Unshackled: Pembalasan Seorang Peretas
8.7
Di malam ulang tahunnya, Eliana Walker mencari Lucien Lane, tetapi ia justru menghadapi kenyataan pahit di kantor polisi. Lucien menghina dan merasa terbebani oleh kelumpuhan Eliana selama sepuluh tahun. Sakit hati oleh ucapan kejam dan luka fisik, Eliana bangkit melawan. Sebagai pemimpin kelompok peretas Anonymous, ia mencabut seluruh proteksi perusahaan Lucien dan mengundang peretas dunia untuk meruntuhkan sistem keamanan Lane Corporation.