APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan

Dua tahun berpisah, Cica yang kini berumur dua puluh tahun tak sengaja bersua kembali dengan Soleh, mantan pacarnya sewaktu SMA. Pertemuan ini terjadi secara konyol saat Cica terperosok ke selokan berlumpur akibat sibuk bermain ponsel. Bukannya segera membantu, Soleh malah menggoda Cica dengan rayuan receh yang menyebalkan. Karena kesal, Cica pun menarik tubuh Soleh hingga mereka berdua sama-sama basah kuyup dan kotor oleh lumpur yang berbau busuk tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Berobat aja yuk, Pak? Udah dua hari lho Bapak batuk enggak sembuh-sembuh,"

Cica duduk lesehan di atas karpet sementara Iif--Bapaknya tengah rebahan di atas sofa. Bermodal obat warung, padahal dirinya ada biaya buat ke rumah sakit tetapi, apalah daya beliau susah dibujuknya.

"BPJS masih aktif enggak, Pak? Cica mau ngisiin punyanya Bapak.

Dulu, udah lama sih. Sewaktu Cica masih SMA, Bapak selalu berobat ke rumah sakit menggunakan BPJS ketika sakit. Bukan dari pemerintah melainkan kita yang bayar setiap bulannya.

Bapak membuka kedua matanya. Nampak jelas garis hitam menghiasi kantung mata beliau. Cica tidak tega. Hatinya lemah, dan dia cengeng. Mulai terisak sembari menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.

"Jangan menangis, Nak. Bapak agak mendingan kok,"

Mendingan apanya? Suara beliau serak akibat batuk setiap dua menit sekali, pernafasannya juga terlihat sesak ketika mau menghirup udara.

"Cica udah bilang loh untuk berhenti merokok," isak tangis Cica semakin keras. Memilih menelungkupkan wajahnya di lengan sang Bapak.

Bapak emang pecandu rokok juga kopi. Sempat berhenti tapi hanya sebentar. Katanya susah kalau tidak merokok. Rasanya lemes, serta hidup tidak bergairah.

Bapak menghela nafasnya. Di usapnya rambut anak semata wayangnya penuh sayang, "In Sya Allah, Bapak mau berhenti merokok ... uhuk,"

"Tuh 'kan," racau Cica. Mendongakan kepalanya guna melihat kondisi Bapak. Batuk-batuk seraya memegang dada sebelah kiri.

"Cica siap-siap dulu. Kita ke rumah sakit sekarang juga," kekehnya usai mengusap air matanya dengan kasar.

Beliau mencegahnya. Cinta pertamanya Cica mencekal erat pergelangan tangannya, "Sudah malam. Rumah sakit pada tutup, Nak,"

Cica menggeleng cepat, "Rumah sakit buka 24 jam. Jangan bingung soal biaya. Cica masih ada tabungan. Banyak banget malah,"

"Sombong kali kamu, Nak," ujar Bapak terkikik geli mendengar gurauan anaknya.

"Biar Bapak senyum lagi. Enggak sedih terus," Cia menyempatkan mencium pipi kanan Bapaknya, "sayang Bapak Iif banyak-banyak. Love sekebun pokoknya,"

***

Cica mengeluarkan motor miliknya menuju halaman rumah. Tidak punya bagasi, ruang tamu pun jadi. Hanya motor matic yang dibelinya tahun kemarin. Iya, masih baru. Itu hasil jeri payahnya menabung selama setahun.

Jam sepuluh malam. Cica yakin rumah sakit masih pada buka. Ada keraguan sih tapi, tetap yakin. Demi kesembuhan Bapak.

"Mau ke mana, Ca?" baru Cica mau mengecek ada atau enggaknya jas hujan di jok motor. Suara tidak asing kini menyapu indera pendengarannya.

"Mau anter Bapak,"

"Ke mana?"

"Ish, kepo kali," ketusnya yang kemudian mengabaikan Soleh.

"Cica?!" geram Soleh. Lelaki itu bertanya lho. Masa dibilang kepo?

"Sayangnya Soleh. Jawab dong pertanyaan gue," godanya sambil mengusap poni milik sang mantan.

Sontak saja Cica menepis tangan Soleh, "Sayang ... sayang pala lu peyang, hah?!"

Soleh tak menghindar. Dia cekikikan ketika tangannya disentuh sama Cica. Ada getaran yang menggebu dari jantungnya. Masih sama rupanya. Semenjak pacaran hingga menjadi mantan efeknya seluar biasa ini. Perut seakan ada ribuan kupu-kupu yang mampu menggelitikkan sampai lupa rasanya bernafas lewat hidung.

"Soleh?"

Cica mendengkus kesal. Bapak kelamaan di kamar mandinya. Jadinya  ... si mantan sok basa-basi mengobrol dengannya.

"Iya, Pak. Bapak sehat?"

"Kalau enggak sehat, kagak deh sekarang gue ke rumah sakit," gumam Cica sembari merapatkan jaketnya. Eh, dia lupa ngambil helm.

"Pakai mobil saya aja, Pak,"

Entah apa yang mereka omongin selama Cica sibuk dengan lamunannya.

"Enggak usah, Nak Soleh, ngerepotin," tolak Bapak halus.

"Ada apa nih?" Cica bertanya setelah turun lagi dari atas motor.

"Malah saya seneng, Pak. Bisa berduaan ... eh, maksudnya biar Bapak enggak kehujanan kalau naik mobil," Soleh merutuki mulutnya yang ember tidak kenal tempat dan situasi.

"Gue bawa jas hujan," potong Cica.

Tanpa berlama-lama, Soleh memasukkan kembali motor Cica ke dalam rumah. Untungnya Bapak belum mengunci pintu tersebut.

"Loh ... loh," panik Cica tuh. Ngapain pula Soleh mengembalikkan motornya ke tempat semula yakni ruang tamu.

"Kuncinya mana, Pak? Biar saya tak kunciin pintunya,"

"Hah, eh ... ini kuncinya, Nak Soleh,"

Dengan polosnya Bapak memberikan begitu saja kunci rumahnya. Cica menepuk keningnya, Soleh tersenyum misterius sambil mengedipkan satu matanya ke arah Cica.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Saingan Ibu Mertuaku
8.2
Setiap hari, ibu mertuaku meniru gaya rambut dan pakaianku. Keanehan ini memuncak saat ayah mertuaku salah mengenali orang lalu memelukku dari belakang. Kemarahan membuatku menampar suamiku yang manja, memicu pertikaian besar yang berakhir tragis ketika ibu mertuaku mendorongku dari lantai atas. Namun, kematian bukanlah akhir. Saat terbangun kembali, aku terlempar ke masa lalu, tepat di hari ketika ibu mertuaku ingin meminjam rantai celana dalam milikku.
Sampul Novel Ceo itu ayah anakku
9.1
Queen Azalea berjuang keras menghapus Sean Alexander dari ingatannya. Dulu, CEO dominan itu menolak putri mereka demi menghindari tanggung jawab. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali. Saat Sean berjumpa dengan Lilly, ikatan batin yang kuat langsung terjalin di antara mereka. Di tengah upaya Sean mendekat, sebuah kenyataan pahit terungkap bahwa Lilly menderita kanker darah. Sean pun memohon kesempatan menebus dosa masa lalunya demi menjadi ayah seutuhnya bagi sang putri.
Sampul Novel Crazy In Love
8.2
Sosok pemalas berparas rupawan mirip idola Korea ini punya sejuta pesona, mulai dari otak encer hingga tubuh atletis yang memikat wanita. Namun, di balik kesempurnaannya, ia menyembunyikan nama asli yang memalukan: Jamaluddin. Kemarahannya meledak ketika seorang gadis tanpa ragu menertawakan nama itu di depan umum. Merasa harga dirinya diinjak-injak, ia kini menyusun rencana matang untuk membalas dendam dan menghancurkan hidup gadis yang telah mempermalukannya.
Sampul Novel Harga Cinta Terpendam
9.0
Dulu aku terpaksa menghancurkan Bram demi melindunginya. Sekarang, ia kembali sebagai pengacara berdarah dingin yang berniat merebut Kania, putriku. Bram sama sekali tidak menyadari bahwa Kania adalah anaknya sendiri, dan aku sedang berjuang melawan leukemia yang mematikan. Di tengah tuntutan hukumnya yang kejam, aku harus bertahan hidup. Menjelang ajal, kuikhlaskan semuanya untuk Kania dan kutinggalkan sepucuk surat yang akan menghancurkan hidup pria yang sangat kucintai.
Sampul Novel Laksana Senja
7.9
Kehidupan tenang Senja Mahesa sebagai pencinta drama Korea terusik sejak kepindahannya dari Bandung ke Tangerang. Di sekolah barunya, ia dikelilingi para pemuda tampan yang menyeretnya ke dalam berbagai konflik tak terduga. Situasi ini bahkan membuat sang ibu, Utari, merasa sangat cemas. Mampukah Senja bertahan menghadapi lika-liku kehidupan masa SMA yang penuh gejolak ini hingga hari kelulusannya tiba?
Sampul Novel Putus Setelah Menyadari Perselingkuhan Kekasihku
8.4
Melihat Crystal Liara memakai gaun yang persis sama di hari pertunanganku dengan Jeffrey Tamora, aku sadar hubungan kami telah berakhir. Crystal, putri dari wanita yang dulu merebut ayahku, kini berusaha merebut calon suamiku. Namun, aku menolak menjadi korban yang pasrah. Alih-alih membiarkan mereka menang, aku memilih menghancurkan pesta pertunangan yang telah kupersiapkan dengan susah payah, lalu segera angkat kaki meninggalkan Kota Arman selamanya.