APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembali Bangkit Hancurkan Para Pengkhianat

Kembali Bangkit Hancurkan Para Pengkhianat

Demi Gunawan, aku rela lumpuh sepuluh tahun. Namun, tunanganku itu malah berselingkuh dengan Vivian, dan Keenan, adikku sendiri, menyembunyikannya demi uang. Mereka mengira aku tidak tahu apa-apa, padahal aku telah sembuh dan melihat semua kebusukan itu. Setelah menghilang selama tujuh tahun, kini aku kembali sebagai Alena Kusuma. Menjelma menjadi seorang investor kaya raya, aku siap membalas dendam dan menghancurkan hidup mereka yang dahulu telah mengkhianatiku.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah muntah, aku kembali ke kamar mandi, membersihkan diri dengan saksama. Aku menyiram wajahku dengan air dingin, mencoba memadamkan api yang berkobar di dalam diriku. Ketika aku keluar, Gunawan sudah menungguku di dekat pintu kamar, ekspresinya masih pura-pura khawatir.

"Kau baik-baik saja?" tanyanya, suaranya terlalu lembut. Dia mencoba memegang tanganku, tapi aku menariknya menjauh dengan cepat. Aku tidak bisa menahan sentuhannya. Dia hanya akan menambah rasa jijikku.

"Sudah kubilang, aku baik-baik saja. Mungkin hanya masuk angin," jawabku, mencoba terdengar meyakinkan. Aku harus berhati-hati. Aku tidak bisa membiarkannya curiga.

Gunawan mengangguk, ekspresi wajahnya sedikit lega. Dia mengambil ponselnya dari saku, dan aku melihat sekilas layar yang menyala. Ada pesan dari Vivian. "Sudah tidur?" Begitu tulisnya. Jantungku berdetak kencang. Wajah Gunawan menunjukkan senyum tipis yang tak bisa disembunyikan. Senyum itu. Senyum yang sama seperti saat dia melihat Vivian saat mereka...

Dia membalas pesan itu dengan cepat, jemarinya lincah di layar. "Belum. Dia sudah mengantuk. Aku akan menemuimu begitu dia tidur." Begitu tulisnya.

Aku merasakan tinjuku mengepal, kuku-kukuku menusuk telapak tanganku. Rasanya seperti ribuan jarum menusuk-nusuk. Tapi aku menahan diri. Aku harus tetap tenang.

Tak lama kemudian, ada pesan balasan dari Vivian, kali ini lebih mendesak. "Cepatlah. Aku sudah menunggumu, Gunawan. Kau tahu aku tidak bisa tidur tanpamu." Dan tambahan, "Jangan lupa dia lumpuh. Dia tidak akan tahu apa-apa."

Gunawan tersenyum lagi, senyum jijik itu terpampang jelas. Dia menyimpan ponselnya dan menghampiriku. Dia membungkuk, mencoba mencium bibirku. Aku dengan cepat memalingkan wajahku, membiarkan ciumannya mendarat di pipiku.

"Aku harus pergi. Ada urusan pekerjaan yang mendesak," katanya, suaranya tergesa-gesa. "Kau tidur saja. Jangan menungguku."

Aku mengangguk. "Hati-hati," kataku, bibirku terasa kaku.

Dia pergi, langkahnya cepat dan ringan. Dia tidak tahu bahwa aku bisa berjalan lagi. Dia pikir aku masih terperangkap di kursi roda, buta dan tidak berdaya. Dia pikir aku tidak akan tahu apa-apa. Ironis sekali.

Setelah Gunawan pergi, aku menunggu beberapa saat, memastikan dia benar-benar sudah keluar dari apartemen. Aku mendengar pintu apartemen tertutup. Keheningan menyelimuti. Aku mendengar langkah kakinya menjauh di koridor. Lalu, keheningan yang lain. Keheningan yang menakutkan. Aku tahu dia akan kembali. Dia akan kembali ke pelukan Vivian.

Aku keluar dari kamar, langkahku pelan dan hati-hati. Aku mendengar suara-suara samar dari ruang tamu. Suara Gunawan dan Vivian. Mereka tidak menyadari bahwa aku ada di sini, bahwa aku bisa mendengar semuanya.

"Kau sudah membuatku menunggu lama, Gunawan," terdengar suara Vivian, nadanya manja dan sedikit merajuk.

"Maaf, sayang. Kau tahu aku harus memastikan dia tidur dulu," kata Gunawan, suaranya rendah dan penuh gairah.

Jantungku berdebar kencang. Aku mengintip dari balik dinding. Dan kemudian aku melihatnya. Pemandangan yang sama seperti beberapa hari yang lalu, namun kali ini lebih menjijikkan karena aku tahu ini bukan kali pertama. Vivian duduk di pangkuan Gunawan, tangannya melingkari leher Gunawan. Gunawan mencium lehernya, bibirnya bergerak ke bawah, ke belahan dadanya. Pakaian mereka sudah berserakan di lantai. Baju Gunawan, kemejanya yang baru saja dia pakai, kini tergeletak di lantai. Ada botol wine kosong di meja, dan beberapa lilin menyala. Ini adalah ritual mereka. Ini bukan perselingkuhan sesaat. Ini adalah hubungan yang sudah lama terjalin.

Vivian tersenyum, matanya tertutup. Dia terlihat sangat bahagia. Terlalu bahagia. Dan Gunawan, dia tampak begitu... puas.

Aku merasakan duniaku runtuh lagi. Bukan hanya dia berselingkuh, tapi dia membawa wanita itu ke rumah kami, ke apartemen kami. Dia membagi malamnya antara aku dan Vivian. Dia membuatku merasa seperti orang bodoh. Dia membuatku merasa tidak berharga.

Aku mundur perlahan, hatiku hancur berkeping-keping. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa menahan semua ini. Aku merasakan air mata mengalir di pipiku, tapi aku tidak mengeluarkan suara. Aku tidak akan membiarkan mereka mendengar tangisanku. Mereka tidak pantas mendapatkannya.

Tiba-tiba, Keenan muncul dari kamarnya, matanya terbelalak melihat pemandangan itu. Dia melihatku, dan kemudian melihat Gunawan dan Vivian. Dia terkesiap pelan.

"Kak Kinan?" bisiknya, suaranya penuh rasa bersalah.

Gunawan dan Vivian terkejut, mereka segera menjauh satu sama lain. Gunawan memandangku dengan wajah panik, matanya melebar. Dia mencoba menutupi tubuh Vivian dengan jaketnya. Vivian dengan cepat menundukkan kepalanya, wajahnya merah padam.

"Kinan! Sayang, ada apa? Kenapa kau belum tidur?" Gunawan berdiri, mencoba mendekatiku.

Aku tidak menjawab. Aku hanya menatapnya, mataku penuh kebencian. Hatiku berteriak, tapi aku tidak bisa mengeluarkan suara. Aku menekan dadaku, mencoba meredakan rasa sakit yang membakar di sana. Tanganku gemetar. Aku berpura-pura terhuyung, seolah kakiku masih lemah.

"Kakiku... kakiku sakit," kataku, suaraku bergetar. Aku menatap Keenan, mataku memohon. Dia sepertinya mengerti.

Gunawan berhenti. Ekspresi paniknya sedikit mereda, digantikan oleh kekhawatiran. "Oh, sayang. Maafkan aku. Aku terlalu sibuk bekerja, aku lupa kau butuh istirahat." Dia mendekatiku, mencoba memegang tanganku. "Ayo, aku antar kau kembali ke kamar."

Aku mengangguk, membiarkannya membimbingku. Aku tidak mencintai Gunawan lagi. Yang ada hanyalah rasa jijik dan benci. Dia tidak tahu bahwa aku bisa berjalan. Dia tidak tahu bahwa aku melihat semuanya.

Dia membantuku kembali ke kamar, menidurkanku di tempat tidur. "Kau tidur saja," katanya, mencium keningku. "Aku akan pergi. Aku ada pekerjaan yang harus kuselesaikan."

Aku menutup mata, berpura-pura tidur. Aku mendengar langkahnya menjauh. Aku mendengar dia berbicara dengan Vivian di luar.

"Kau bodoh! Bagaimana kalau dia melihat kita?" Gunawan berbisik tajam.

"Aku tidak tahu dia akan keluar! Lagipula, dia kan lumpuh. Dia tidak akan bisa melihat apa-apa," jawab Vivian, suaranya sedikit merajuk. Lalu dia menambahkan, dengan nada menggoda, "Tapi kau tahu, aku suka saat kau marah. Itu membuatku semakin bergairah."

Aku mendengar suara desahan dari luar. Aku membuka mataku, menatap kegelapan. Air mataku mengalir tanpa suara, membasahi bantal. Dingin. Hatiku juga terasa dingin, membeku. Aku tidak akan pernah memaafkan mereka.

Malam ini, aku bersumpah. Aku akan membuat mereka membayar. Aku akan menghancurkan mereka.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hasrat dalam Gelapnya Bioskop
8.3
Niat hati ingin menggoda sang suami di dalam bioskop privat yang gelap, seorang wanita justru melakukan kesalahan fatal. Ia membiarkan sentuhan intim seorang pria asing menyapu tubuhnya, mengira itu adalah suaminya sendiri. Ketika kebenaran terungkap saat ia menoleh, segalanya sudah terlambat. Pria asing yang jauh lebih perkasa itu telah mengambil alih kendali, memberikan sensasi luar biasa yang belum pernah ia rasakan dari suaminya, dan menaklukkannya tanpa ampun.
Sampul Novel Love U Eternally
8.9
Takdir mempertemukan seorang manusia biasa dengan vampir misterius dalam ikatan cinta yang mendalam. Menembus batas hidup dan mati, romansa mereka dipenuhi pengorbanan besar akibat perbedaan kodrat yang nyata. Hubungan ini menghadapi berbagai rintangan, baik dari dunia nyata maupun kekuatan supranatural. Kisah ini menyoroti perjuangan gigih mereka demi mempertahankan cinta abadi yang telah mempersatukan dua jiwa yang berbeda ini.
Sampul Novel Membongkar Kedok Tunangan Mafiakuku
8.0
Demi jabatan, tunanganku yang seorang bos mafia tega menyiksaku, mencuri desain kasinoku, dan membiarkan selingkuhannya, Olivia, merebut karyaku. Mereka bahkan sengaja menggugurkan bayiku dan mempermalukanku di depan umum. Rencana pernikahan kami hanyalah siasat untuk membungkamku dengan sumpah keluarga. Kini, cintaku telah mati dan berganti dendam. Usai mengirim bukti kejahatannya sebagai kado pernikahan mereka, aku kabur ke Singapura demi bersekutu dengan musuh terbesarnya.
Sampul Novel Suamiku Memilih Selingkuhannya
9.1
Kirana hancur saat tahu Arya berselingkuh dengan cinta lamanya. Sang suami berdalih pernikahan mereka hanyalah perjodohan tanpa cinta, melupakan janji suci yang pernah diucapkan. Di tengah luka dikhianati, Kirana harus berjuang sendirian menghadapi kehamilan berisiko tinggi yang mengancam nyawanya. Ia sengaja merahasiakan kondisi ini dari Arya yang telah pergi meninggalkannya. Mampukah Kirana bertahan hidup, dan bagaimanakah kelanjutan takdir pernikahan mereka?
Sampul Novel WARISAN CINTA DAN DENDAM DARI MASA LALU
8.1
Pengkhianatan memisahkan Suti dan Jodi Bimantara. Kini, Jodi memimpin Cartwright Corporation dengan dingin dan memaksa Suti menikahinya demi menuntaskan dendam masa lalu. Di tengah tekanan itu, kutukan siluman ular di tubuh Suti terancam bangkit kembali. Sementara itu, Peter Jansen menyamar sebagai Clark untuk menghancurkan klan Van Den Berg, yang kini mengancam keselamatan Laura. Hubungan mereka pun terjebak dalam pusaran benci dan takdir mistis.
Sampul Novel Wedding SexDoll (Pemuas Hasrat Pernikahan)
8.2
Loveline terjebak dalam pernikahan siri yang dingin bersama King Antareksa. Ia hanya dianggap sebagai pemuas nafsu tanpa hak untuk dicintai atau hamil. Meski tubuhnya dieksploitasi habis-habisan oleh sang suami yang kejam, Love merindukan kasih sayang tulus. Konflik memuncak saat King berencana meminang wanita lain tanpa melepaskan Love. Di tengah tekanan dan dominasi King, Love justru mengandung. Akankah rahasia kehamilan ini menghancurkan hidupnya?