APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan

Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan

Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.
Bab
Bagikan

Bab 3

Wajahku pucat pasi. Aku terus mundur, lalu berbalik dan berlari ke arah pintu keluar. Namun, sebelum keluar, pengawal sudah mengejarku dan menahanku. Semua perlawananku sia-sia. Aku dibawa ke mobil dan akhirnya tiba di rumah sakit.

Aku menyerahkan hasil pemeriksaan kehamilan itu kepada dokter. "Hasil pemeriksaan ini dari rumah sakit kalian. Dokter, beri tahu mereka, aku hamil dan nggak boleh donor darah."

Dokter melirik hasil pemeriksaan itu, lalu bertatapan dengan Zoey. "Ini bukan hasil pemeriksaan dari rumah sakit kami. Ini palsu."

Aku bisa menilai bahwa dokter ini telah disuap oleh Zoey. Aku hanya bisa memohon kepada Diego, "Dokter ini bohong. Bawa aku ke rumah sakit lain ya? Aku benaran hamil."

Saat ini, Zoey bersandar di pelukan Diego dan berucap dengan lemas, "Diego, aku lemas sekali. Apa aku akan mati sebentar lagi ...."

Diego menenangkannya dengan cemas, "Zoey, kamu bakal baik-baik saja. Kamu nggak bakal mati."

Kemudian, Diego menginstruksi pengawal untuk menahanku. Aku terus meronta-ronta. "Lepaskan! Diego, kamu hanya akan mencelakai anakmu! Dasar setan!"

Diego menatapku dengan tatapan benci. "Cherish, nggak usah bertingkah. Donorkan saja darahmu untuk Zoey."

Aku hanya bisa menyaksikan jarum memasuki kulitku dan mengambil darahku. Setelah selesai, aku merasa pusing. Ketika aku hendak pergi, dokter tiba-tiba berkata, "Pak, darahnya belum cukup."

Diego berujar dengan kejam, "Ambil lagi darahnya!"

Mataku memerah. Aku ingin sekali membunuhnya! "Diego, aku membencimu!"

Diego bisa merasakan kebencianku. Dia mengernyit dan bertanya, "Cherish, kamu marah karena aku pergi lebih awal saat pesta nikah? Setelah Zoey sembuh, aku bawa kamu dan nenekmu jalan-jalan ke luar negeri."

Aku memejamkan mata. Kesadaranku melemah. Aku bisa merasakan anakku meninggalkan tubuhku. Aku bermimpi panjang.

Aku bermimpi tentang pertemuan pertamaku dengan Diego. Saat itu, aku mengendarai sepeda listrik dan tidak sengaja menabrak mobil Diego. Dia bukan hanya tidak meminta kompensasi, tetapi juga membawaku ke rumah sakit untuk diperiksa.

Saat aku diopname, Diego menjengukku setiap hari dan selalu membawakanku bunga lili. Kemudian, dia menyatakan cinta kepadaku. Aku tidak langsung menerima karena kesenjangan status di antara kita. Namun, dia tidak menyerah dan terus menemaniku.

Saat aku sakit, Diego akan memasak bubur untukku. Pada hari ulang tahunku, dia akan berkemudi delapan jam untuk ke tempatku dan merayakan ulang tahun denganku.

Diego memberiku banyak kehangatan, membuatku jatuh makin dalam dan mengira aku pantas dicintai. Kemunculan Diego bak cahaya yang menyinari kehidupanku yang suram.

Suatu hari, Diego membawaku ke rumah sakit untuk melakukan transfusi darah. Dia bilang teman wanitanya itu mengidap hemofilia dan punya rhesus yang sama denganku, jadi hanya aku yang bisa menolongnya.

"Zoey pernah menyelamatkan nyawaku. Aku harus membalas budinya."

Aku berpikir, karena aku akan menjadi istri Diego, berarti penyelamatnya juga adalah penyelamatku. Lagi pula, hanya donor darah, tidak ada yang menakutkan. Jadi, aku menyetujuinya.

Suatu hari lagi, aku menemukan foto Zoey di dompet Diego. Ternyata mereka pernah berpacaran. Setelah lulus kuliah, Zoey mengikuti keluarganya ke luar negeri. Karena jarang bertemu, keduanya akhirnya putus.

Saat itu, aku baru tahu Diego punya cinta pertama yang tidak bisa dilupakannya sampai sekarang. Ini adalah kenyataan yang kejam bagiku.

Aku pun mengusulkan untuk putus. Namun, Diego mengatakan wanita yang dicintainya adalah aku. Dia bahkan melamarku.

Aku tidak rela berpisah dari Diego dan segala kehangatan yang diberikannya kepadaku. Karena aku mencintainya, aku pun memberinya kesempatan.

Pada akhirnya, kebodohanku malah mencelakai nenekku dan anakku. Kini, aku sungguh membenci Diego dan diriku sendiri.

Ketika aku siuman, Zoey duduk di pinggir ranjang. Hanya ada kami berdua di sini, jadi Zoey pun tidak bersandiwara lagi.

"Jalang, asal kamu tahu, Diego mendekatimu karena tahu rhesus darahmu sama denganku. Dia ingin menjadikanmu bank darahku. Kalau nggak, mana mungkin dia bersikap baik padamu!"

Aku termangu sejenak. Ternyata, semua kasih sayang yang diberikan Diego palsu. Tujuannya hanya supaya aku menjadi bank darah Zoey.

Zoey mengeluarkan sekantong darah. "Ini darahmu. Warnanya cantik sekali, 'kan?"

Kemudian, dia membuka kantong darah itu dan menuangkan isinya ke tong sampah. Dia tersenyum jahat dan berujar, "Jujur saja, aku nggak mengidap hemofilia. Setiap kali kamu mendonorkan darah untukku, aku selalu membuangnya. Dasar bodoh!"

Aku sungguh murka. Aku turun dari ranjang, lalu menyerbu ke arahnya dan mencengkeram lehernya. "Zoey, kamu bakal masuk neraka!"

"Cherish, apa yang kamu lakukan?" Diego tiba-tiba menyerbu masuk dan mendorongku.

Aku baru mengalami keguguran sehingga tubuhku sangat lemah. Begitu didorong, tubuhku sontak menghantam sudut meja. Rasa sakit yang menusuk membuat air mataku menetes. Aku berusaha bangkit dan menunjuk Zoey.

"Diego, dia nggak mengidap hemofilia. Dia menipumu sejak awal! Dia membuang darahku ke tong sampah! Kamu periksa saja tong sampah ...."

"Cukup! Kamu makin lama makin kelewatan saja! Beraninya kamu memfitnah Zoey!" sela Diego menatapku dengan dingin.

Tubuhku sontak menegang. Saat berikutnya, aku tergelak. Tanpa memeriksa tong sampah, Diego langsung memutuskan bahwa aku memfitnah Zoey. Sikapnya yang begitu pilih kasih ini sungguh mengecewakanku.

Dulu aku sangat mencintai Diego. Aku menganggapnya sebagai duniaku. Namun, kini masa lalu itu hanya lelucon bagiku.

"Diego, kita cerai saja."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aldrich Delano And His Wound
8.0
Kebahagiaan Aldrich begitu membuncah saat mengetahui kehamilan Ara. Langkah besar ini ia ambil sebagai bentuk penebusan atas dosa-dosa masa lalunya. Ara yang selalu setia mendampingi keputusan Aldrich mulai menyadari bahwa masa sulit mereka belum usai. Alih-alih membawa kedamaian, kehamilan Ara justru menjadi titik awal dari babak baru yang penuh ujian. Badai konflik yang jauh lebih besar kini siap menguji ketahanan hubungan mereka berdua.
Sampul Novel Ambillah , dik !
8.3
Demi mengambil spesialis kandungan di Jepang, Dokter Charlotte Swift Sterling memegang janji Kylen Brown untuk menikahinya saat pulang. Sayang, impian itu runtuh ketika Jessamine, adiknya sendiri, mengaku hamil anak Kylen akibat hubungan gelap mereka. Terjebak dalam pengkhianatan pahit ini, Charlotte kini dihadapkan pada pilihan sulit. Haruskah ia tetap bersanding dengan sang tunangan, atau justru melepaskannya demi masa depan adik kandung tercinta?
Sampul Novel Beautiful Pain
9.2
Cinta Audrey kepada Xander begitu kuat, meski pria dingin itu terus mengabaikan dan menolaknya dengan kejam. Tanpa lelah, ia selalu berjuang demi perasaannya. Namun, pertahanan Audrey akhirnya hancur saat mengetahui fakta bahwa ada wanita lain yang dicintai Xander. Di tengah rasa sakit hati dan kekecewaan yang teramat sangat, ia kini berada di titik terendah dalam hidupnya. Sanggupkah Audrey bertahan menghadapi hubungan yang penuh kepedihan ini?
Sampul Novel Bingkisan Daster Bekas Mertua
8.6
Kehidupan rumah tangga sepasang suami istri berada di ujung tanduk akibat campur tangan ibu mertua yang menguasai seluruh aspek keuangan. Sang suami tidak berdaya dan dituntut selalu patuh pada setiap titah ibunya. Di bawah dominasi keluarga yang begitu kuat serta hilangnya hak mandiri dalam pernikahan, mampukah cinta mereka bertahan? Ikuti perjuangan mempertahankan ikatan pernikahan di tengah bayang-bayang kendali sang mertua.
Sampul Novel Menjadi Ibu Bukanlah Hal Mudah
9.2
Kehadiran sistem misterius 'Kamu Hebat, Kamu Maju' menantang siapa saja untuk membuktikan diri lebih baik dari orang lain demi imbalan besar. Di bawah aturan ini, seorang ibu dikhianati oleh ibu kandung, suami, dan putranya sendiri. Mereka menyeretnya ke pengadilan sistem demi merebut posisinya dan mengincar bonus puluhan miliar. Jika kalah, ia akan musnah dan menjadi budak mereka selamanya. Namun, alih-alih hancur, sang protagonis justru berhasil membalikkan keadaan dan meraup keuntungan hingga 60 miliar.
Sampul Novel Obat Posesif Untuk Ratu Es
8.4
Sebagai Ratu Es, aku memendam rahasia kelainan PGAD yang menyiksa. Ketika menghadiri gathering di Puncak tanpa membawa obat penekan hormon, aku justru terjebak dalam kamar sempit bersama bosku yang kaku, Dhimas Pakpahan. Di tengah gairahku yang mendadak tak terkendali, Dhimas hadir memberikan sentuhan intim serta menghajar rekan mesum yang nyaris melecehkanku. Namun kini, ketakutan baru melandaku saat Dhimas dengan posesif mengklaim bahwa hanya dirinyalah satu-satunya obat bagi tubuhku.