APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KEJUTAN UNTUK SUAMIKU

KEJUTAN UNTUK SUAMIKU

Divonis menderita kista ovarium membuat Ulfa pesimis bisa memiliki keturunan. Namun, setelah enam tahun menanti bersama sang suami yang tampak tulus menerima keadaannya, keajaiban hamil itu akhirnya datang. Sayangnya, kebahagiaan Ulfa seketika hancur saat ia mengetahui rahasia besar bahwa suaminya telah berpoligami secara diam-diam. Kini, di tengah kebimbangan, Ulfa harus memilih antara bertahan demi calon bayinya atau menyudahi pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

KEJUTAN UNTUK SUAMIKU 3

"Apa maksudmu bilang mau pisah sama aku? Katakan apa salahku?" Mas Rey berlutut di kakiku. Hampir saja aku meneteskan air mata melihat lelaki yang selama ini kucintai dan kubanggakan tega berbuat seperti itu.

"Ya Allah, Mas, masih saja bilang apa salahmu? Sudah jelas kamu mengkhianatiku dengan menikah diam-diam masih saja mempertanyakan di mana salahmu. Astagfirullah." Aku mengurut dada perlahan.

Kupandangi Mas Rey yang masih bersimpuh di kakiku dengan air mata yang terus membasahi pipinya. Tangan yang hendak terulur untuk menyekanya, kuurungkan lagi.

"Itu bukan aku, Sayang. Mungkin saja hanya wajahnya yang mirip." Mas Rey tetap bersikukuh tidak mau mengakui foto yang ada di ponselku.

"Ya Allah, Mas. Tidak ada orang yang benar-benar mirip seratus persen. Orang kembar saja masih ada perbedaaannya. Apa lagi jelas-jelas ini nama kamu." Aku menunjuk foto sebuah karangan bunga yang bertuliskan Reyhan Pratama.

"Em." Mas Rey menggaruk kepalanya.

"Kamu tidak bisa mengelak lagi, kan kalau yang ada di pelaminan ini memang kamu, wahai Reyhan Pratama." Bibirku bergetar saat memanggi namanya. Ini untuk pertama kalinya aku memanggilnya tanpa embel-embel atau langsung menyebut nama saja.

Almarhumah ibuku selalu mengajarkan untuk menghormati siapapun. Salah satunya dengan tidak menyebut langsung pada orang. Apalagi saat aku berada di pesantren, terbiasa menyebut 'mbak' pada teman-teman. Di sana tidak ada yang langsung memanggil nama saja, pasti memanggilnya dengan sebutan mbak meskipun dengan adik kelas.

Sejak pertama kali bertemu dengan Mas Rey, aku langsung memanggilnya Mas, selain untuk menghormati juga karena usianya lebih tua dariku.

"I--iya. Aku mengaku memang itu aku." Lelaki yang menikahiku enam tahun lalu itu menunduk.

Ada rasa nyeri di hati ini saat akhirnya ia mengakui kalau itu memang dia. Bulir bening ini lolos tanpa permisi dari sudut mata ini. Aku sudah berusaha untuk tegar, tetapi aku hanya wanita biasa yang tidak mempunyai hati sekuat baja.

"Kenapa kamu tega, Mas? Apa kamu lupa dengan janjimu dulu?" ucapku lirih. Aku menjauhinya. Aku mendongak untuk menahan air mata ini agar tidak keluar terlalu banyak.

"Aku hanya menikah siri dengannya, Dek." Mata Mas Rey berkaca-kaca.

"Mau nikah siri atau resmi sama saja tetap menorehkan luka di hatiku. Sakit rasanya, Mas," ucapku lirih.

Aku mengurut dada untuk meredam rasa salit yang kian membuncah di hati ini. Sungguh, ini adalah rasa sakit yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.

"Aku hanya nikah siri karena tidak mau kehilangan kamu. Ini semua atas permintaan ibu dan demi kebaikan kita juga. Kebaikan kamu, Dek. Demi keutuhan rumah tangga kita."

"Maksudmu apa bilang demi kita? Demi aku? Jelas-jelas aku tersakiti dengan pernikahanmu yang diam-diam itu." Aku mendongak dan menatap matanya yang sembab.

"Aku mohon kamu mau menerima Anisa sebagai madumu. Aku pulang sebenarnya juga mau minta izin untuk membawanya ke sini untuk tinggal bersama. Semoga kalian bisa akur sebagai madu," ucap Mas Rey.

Permintaan macam apa ini? Mana ada seorang istri yang mau dimadu. Itu hanya ada dalam dongeng dan tidak akan pernah terjadi di dunia nyata.

"Anisa? Oh, jadi wanita itu bernama Anisa?" Aku manggut-manggut.

"Jadi kamu setuju menjadikan dia sebagai adik madumu? Aku janji akan berlaku adil pada kalian berdua." Mas Rey mengusap pundakku dengan lembut.

"Aku tidak pernah membayangkan akan memiliki madu, Mas. Aku tidak mau!" Aku melengos dan tidak sanggup lagi menatap wajahnya.

"Aku mohon, Dek. Aku yakin kalian pasti bisa akur. Maaf, sebenarnya aku mau minta izin dulu sama kamu sebelum pernikahan ini terjadi, tetapi ibu melarang, katanya lebih baik izinnya setelah nikah saja. Aku pikir kamu akan menerimanya karena istri yang mau dimadu itu akan mendapat pahala, kan?"

"Aku tahu, Mas, tetapi mencari pahala tidak harus rela dimadu," ucapku dengan tangan bersedekap.

Entah apa yang ada di dalam otaknya sehingga bisa punya pemikiran seperti itu. Rela dimadu untuk mendapatkan pahala sama artinya dengan menyiiksa diri sendiri.

"Terus mau kamu apa sekarang?"

"Lebih baik aku mundur dari pada harus dimadu," ucapku mantap

Semoga keputusanku ini benar meskipun alu belum bisa membayangkan jika harus hidup tanpa lelaki yang dulu sempat kuanggap sebagai cinta sejati itu.

"Maksudnya?" tanya Mas Rey dengan dahi mengernyit.

"Aku mau kita pisah, Mas."

"Aku tidak mau pisah dengamu karena aku mencintaimu. Aku tidak bisa membayangkan jika harus hidup tanpamu," ucap Mas Rey.

"Kalau kamu mencintaiku kenapa tega, Mas. Apa itu yang namanya cinta? Sengaja membuat orang yang dicintai terluka?" tanyaku dengan nada tinggi.

"Sayang, dengarkan dulu penjelasanku," ucap Mas Rey.

Lelaki yang dulu kupuja itu mengulurkan tangan dan hendak meraihku, tetapi dengan cepat aku menepisnya.

"Tidak ada yang perlu dijelaskan, Mas. Aku tetap mau pisah sama aku,"

"Aku menikahi Anisa atas permintaan Ibu agar aku punya keturunan karena sepertinya kamu sudah tidak punya harapan untuk hamil." Mas Rey menunduk.

"Siapa bilang aku tidak punya harapan untuk hamil dan punya anak. Bukankah dokter sudah bilang kalau aku masih memiliki peluang untuk punya anak?"

"Buktinya enam tahun kita menikah belum juga ada tanda-tanda kamu hamil. Aku tidak bisa menunggu lama lagi."

Tak kusangka pikirannya bisa berubah secepat itu. Dulu ia bilang tidak masalah aku tidak punya anak, tetapi sekarang bilang seperti itu. Apakah semua lelaki plin-plan?

"Tapi, sekarang aku sedang hamil, Mas." Aku mengusap perutku yang masih rata.

"Itu pasti hanya halusinasimu saja. Seperti biasanya kan? Kamu selalu berkhayal kalau hamil padahal tidak." Mas Rey tersenyum sinis.

Wajar saja Mas Rey bilang seperti itu karena memang sudah sering aku bilang hamil dan ternyata tidak.

Aku sering mengalami tanda-tanda hamil seperti mual, muntah, dan masuk angin serta terlambat datang bulan.

Semua anggota keluarga sudah bahagia ketika aku terlambat datang bulan disertai dengan mual dan muntah, apalagi aku juga mendadak ingin makan yang seger-seger seperti orang ngidam. Kami menyangka Allah mengabulkan permohonan kami.

"Yey, akhirnya aku akan punya cucu juga." Mama mertua bersorak kegirangan.

Semua bersuka cita menyambut kehamilanku, bahkan pernah juga diadakan sukuran. Aku dimanja dan diperlakukan bak seorang ratu yang selalu dituruti keinginannya.

Akan tetapi, kami harus kecewa, seminggu setelah syukuran aku datang bulan lagi. Tidak bisa dibayangkan betapa kecewanya ibu mertua dan Mas Rey karena memang begitu mendambakan seorang anak.

"Sebenarnya kamu ini perempuan tulen nggak sih? Kok nggak bisa punya anak juga?" tanya mama waktu itu. Sebuah pertanyaan yang sangat menyakitkan.

Kejadian seperti itu tidak hanya terjadi sekali atau dua kali. Setiap kali aku terlambat menstruasi, mereka selalu berharap ada janin dalam rahimku. Padahal semenjak dokter menyatakan ada kista di rahimku, aku memang mengalami menstruasi yang tidak teratur.

Entah sudah berapa banyak aku melakukan test kehamilan, terlambat satu hari langsung test, hingga test pack itu sudah menumpuk dan hasilnya sama, garis satu atau negative.

Sekarang di saat aku benar-bebar hamil dan sudah dibuktikan dengan USG malah seperti ini keadaannya.

Bagaimana ini? Apakah aku harus bertahan? Bukankah kehamilan ini yang selalu ditunggu ibu mertua dan Mas Rey?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Melintasi Waktu
9.5
Sepuluh tahun pernikahan Lestari dipenuhi kebencian Atmaja yang berduka atas kematian cinta pertamanya. Namun, saat kebakaran melanda, Atmaja justru mengorbankan nyawa demi menyelamatkannya. Diiringi penyesalan mendalam dan tuduhan dari mertuanya yang berharap Atmaja menikahi Intan, Lestari memilih mengakhiri hidup dengan melompat dari Menara Bintang. Keajaiban membawanya kembali ke sepuluh tahun lalu. Kini, ia bertekad melepaskan Atmaja dan mengubah takdir mereka selamanya.
Sampul Novel Gairah Liar Sang Dokter
8.7
Akibat obsesinya pada Sakha, Jena nekat menjebak dokter tampan itu ke dalam pernikahan siri yang membara. Namun, nasib buruk menimpa Jena saat ia dituduh membunuh kakak iparnya hingga harus mendekam di penjara dalam keadaan mengandung. Waktu berlalu, dan kasih sayang Jena kini telah menguap menjadi kebencian mendalam. Pertemuan tak terduga kembali terjadi di sebuah hotel VVIP tempat Jena kini menyambung hidup sebagai penari. Akankah dendam berkuasa, ataukah rasa lama kembali hadir?
Sampul Novel Istriku Sibuk, Hatiku Kosong
8.2
Rumah tangga Damien terasa hampa sejak Nadine Larasati naik jabatan. Nadine kini jarang pulang dan kerap menolak suaminya karena lelah bekerja. Sebagai pria berpenghasilan lebih rendah, Damien pun terpaksa mengurus rumah sepenuhnya. Namun, kecurigaan mulai muncul saat istrinya tiba-tiba membawa seorang asisten rumah tangga muda ke rumah mereka. Kehadiran gadis misterius tersebut membawa firasat buruk yang membuat hati Damien kian gelisah dan sesak.
Sampul Novel Ketika Rencana Jahatmu Kembali Kepadamu
8.7
Hidup Maura Laksmi berubah kelam setelah menjadi korban pelampiasan amarah Ravel Santoso yang dikhianati tunangannya. Mengalami trauma berat, pelayan polos berusia 21 tahun ini memilih kabur ke rumah sang kakek demi menenangkan diri. Namun, keadaan kian rumit ketika Maura mendapati dirinya sedang hamil. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: menuntut pertanggungjawaban dari Ravel atau menanggung semua kepedihan ini seorang diri.
Sampul Novel Ketua Jurusan vs Cewek Kampungan
8.2
Demi menjalankan wasiat terakhir sang ayah, Mutiara Embun Pagi harus pindah ke Jakarta. Kehidupannya terusik oleh Leon Bhaskara Granada, cowok kaya nan angkuh penyandang gelar King of School yang selalu menghinanya sebagai gadis desa. Enggan direndahkan, Embun bertekad merebut gelar Queen of School demi membuktikan harga dirinya. Di tengah intimidasi Leon, sanggupkah Embun bertahan, mengalahkan rivalnya, dan justru memikat hati sang playboy?
Sampul Novel Sangkar Emas Pernikahan
9.4
Kehidupan Kayla yang menawan terasa hampa dan terkekang. Meski bersuamikan Bryan, seorang pria kaya dan terpandang, sifat pelit sang suami justru menyiksa batinnya. Di tengah perjuangan untuk melepaskan diri dari pernikahan yang menyengsarakan tersebut, takdir mempertemukannya dengan Kenan. Pemuda tampan dan bergelimang harta ini jatuh hati serta sangat memuja Kayla, membawa secercah harapan baru bagi kebebasannya dari sangkar emas tersebut.