APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta

Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta

Rencana pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi panggung pembalasan. Adele mengambil keputusan ekstrem untuk tetap melaksanakan upacara pernikahan dalam waktu setengah bulan, namun dengan mengganti sosok pengantin pria. Tanpa melibatkan Darren yang dianggapnya terlalu sibuk, Adele mengurus semua perubahan dokumen secara sepihak. Langkah berani ini dipersiapkan sebagai sebuah kejutan tak terlupakan sekaligus hadiah terakhir dari Adele untuk membalas pengkhianatan cinta Darren tepat di hari pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 8

Beberapa hari ketidakhadiran Darren di rumah itu justru menjadi kesempatan yang sangat berguna bagi Adele. Dia mulai membereskan semua barang miliknya di rumah itu.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, Adele telah membeli sebuah apartemen kecil di Kota Jarkos sebagai tempat sementara untuk menyimpan semua barang-barangnya. Sedikit demi sedikit, semua kenangan tentang dirinya dan Darren di rumah itu pun menghilang.

Malam sebelum hari pernikahan, Darren tiba-tiba pulang ke rumah. Di tangannya, dia membawa sebuah foto yang tampak familier. Saat itu Adele sedang membereskan barang terakhir miliknya.

Melihat rumah yang sudah tampak jauh lebih kosong, Darren nyaris mengira kalau dirinya masuk ke rumah yang salah. Namun saat melihat Adele di ruang tamu dengan wajah berdebu, Darren justru merasa lega.

"Kamu kenapa sampai kotor begitu? Kenapa barang-barang di rumah ini jadi banyak yang hilang?"

Adele tidak menyangka Darren akan pulang tiba-tiba. Dia sempat terpaku ketika mendengar pertanyaan Darren. Namun untunglah, selama beberapa hari terakhir ini, Adele sudah cukup terlatih untuk tetap tenang dan pandai berbohong.

"Aku cuma bersih-bersih, buang barang-barang yang sudah nggak dipakai. Nanti setelah pernikahan, baru beli yang baru."

Darren jelas salah mengartikan ucapan Adele, tapi Adele tidak merasa perlu meluruskan apa pun.

Darren tersenyum lembut, lalu menarik Adele duduk di sampingnya. Dia menyerahkan foto di tangannya kepada Adele. "Aku minta tukang restorasi untuk perbaiki foto pertama kita setelah resmi jadian. Lihat deh, kelihatan persis seperti yang dulu, 'kan?"

Adele menerima foto yang kini tampak baru itu.

Di bawah pohon bunga pir yang tengah bermekaran, dirinya tampak tersenyum lembut ke arah kamera, sementara Darren menatapnya dari samping. Itulah foto pertama mereka setelah Adele setuju menjalin hubungan dengan Darren.

Namun belum lama ini, foto itu yang dulunya dipajang di kantor Darren, telah dicabik-cabik oleh anjing peliharaan Susanti. Berhubung foto aslinya sudah lama hilang, bahkan untuk mencetak ulang foto itu pun tidak memungkinkan lagi.

Tentu saja, semua ini bukan Darren yang memberitahunya. Adele mengetahui insiden foto itu dari Susanti saat dia sengaja memamerkan perlakuan manja Darren padanya.

Kini, foto tersebut sudah dibawa Darren untuk direstorasi. Meskipun foto bisa diperbaiki, perasaan di antara mereka sudah tidak mungkin kembali seperti dulu.

Dengan nada datar, Adele berkata, "Tiba-tiba aku pengen makan mi buatanmu sendiri. Malam ini temani aku makan malam, ya?"

Setelah diselamatkan waktu itu, Adele yang sudah kelaparan selama beberapa hari, pernah melahap dua mangkuk mi sekaligus tanpa sisa.

Demi membuat Adele bisa makan mi favoritnya kapan pun, Darren bahkan rela belajar selama sebulan di warung kecil hanya untuk bisa meniru rasa masakan itu dengan sempurna. Kali ini, anggap saja sebagai titik akhir dari semua kenangan mereka.

Darren tersenyum dan mengangkat tangannya untuk mengusap kepala Adele, lalu langsung mengangguk tanpa ragu. Namun, baru saja dua mangkuk mi diletakkan di atas meja, ponsel Darren berdering.

Ekspresi santainya seketika berubah tegang. Setelah menutup telepon, dia menatap Adele dengan mata penuh rasa bersalah dan kebingungan. Dia belum mengucapkan sepatah kata pun, tapi Adele sudah tahu jawaban yang akan keluar dari mulutnya.

"Adele, ada urusan mendadak dari kantor ...."

Adele menunduk sambil mengaduk-aduk mi di mangkuknya dengan sumpit. Dia mencoba tersenyum, tapi bibirnya terasa kaku. "Kalau itu urusan penting, ya pergi saja. Masih banyak waktu ke depannya, 'kan?"

Darren memeluknya erat. "Adele, terima kasih sudah bisa ngerti aku."

Adele tersenyum, tetapi senyumannya itu tidak tulus sama sekali.

"Adele, sepertinya malam ini aku bakal sibuk sampai larut. Kamu nggak perlu tungguin aku. Aku benar-benar nggak sabar melihatmu besok memakai gaun pengantin."

Dalam pelukannya, Adele menjawab pelan, "Aku juga nggak sabar ...."

Tidak sabar ingin melihat ekspresi Darren saat tahu mempelai wanitanya bukanlah dirinya. Begitu Darren pergi, Adele langsung menerima pesan dari Susanti.

[ Adele, bahkan di malam sebelum pernikahanmu saja Darren masih bersamaku. Kamu pikir kamu pantas bersaing denganku? Kamu pikir kamu bisa menang dari aku? ]

Susanti sama sekali tidak heran jika Adele tidak membalas pesannya. Namun tetap saja, dia terus mengirimkan pesan yang menyakitkan itu.

Adele mematikan ponselnya. Dia menatap dua mangkuk mi yang tampak lezat itu di hadapannya, tetapi tidak merasa berselera sedikit pun.

Ternyata bukan hanya perasaan yang bisa berubah. Kebiasaan, bahkan selera pun bisa dengan mudah ikut berubah.

Dia mengambil foto yang tadi dibawa pulang oleh Darren, lalu merobeknya tepat di tengah untuk memisahkan bagian dirinya dan Darren. Dia hanya menyisakan separuh yang memperlihatkan wajah Darren seorang diri.

Setelah itu, Adele mandi air hangat yang nyaman, lalu berbaring di tempat tidur dan tak lama kemudian terlelap.

Malam itu dia tidur sangat nyenyak. Keesokan paginya, bahkan sebelum pukul tujuh, Adele sudah terbangun.

Melihat notifikasi di ponselnya tentang jadwal kereta dan status paket kiriman yang sedang dalam perjalanan, suasana hati Adele membaik. Dia pun mulai membereskan barang-barang terakhir yang masih tersisa.

Sebetulnya, hampir semua barang miliknya telah dia kirimkan beberapa hari yang lalu. Yang tersisa hanyalah perlengkapan yang masih akan dia gunakan dalam waktu dekat.

Setelah semuanya siap, Adele meninggalkan tempat yang pernah dianggapnya sebagai rumah itu dengan tanpa menoleh sama sekali.

....

Sementara itu, Darren mendadak terbangun dari tidur di ranjang Susanti. Tubuhnya terguncang dan dia menekan dadanya yang terasa tidak tenang. Perasaan cemas yang aneh semakin lama semakin membesar.

Melihat waktu di ponsel, Darren segera bangkit dan mengenakan pakaian.

Semalam, dia menerima telepon dari Susanti. Dalam telepon, Susanti menangis dan berkata bahwa dia terpeleset dan perutnya terasa sakit. Namun saat Darren tiba, barulah dia sadar bahwa itu semua hanyalah trik Susanti untuk menarik perhatiannya.

Namun karena terus digoda, Darren yang kehilangan kendali akhirnya memilih untuk tinggal.

Kini saat meninggalkan tempat Susanti, Darren teringat bahwa hari ini adalah hari pernikahannya dengan Adele. Wajahnya pun dihiasi senyum bahagia.

Tak bisa menahan kegembiraannya, dia pun mengirim pesan ke Adele.

[ Adele, aku benar-benar sudah nggak sabar ingin segera melihatmu. ]

Tak lama kemudian, balasan pun datang dari seberang.

[ Aku juga. Semoga saat pembukaan pernikahan nanti, kamu suka kejutan yang sudah kusiapkan untukmu. ]

Detik demi detik berlalu. Di lokasi pernikahan, tamu-tamu yang datang memberikan restu telah memenuhi setiap kursi yang tersedia. Darren berdiri di atas panggung, wajahnya dipenuhi kebahagiaan saat menceritakan kisah cinta dirinya dan Adele.

Di saat yang sama, musik romantis mulai mengalun. Balon-balon berwarna-warni terlepas dan melayang ke langit, menciptakan suasana meriah.

Kini sang pengantin wanita berjalan perlahan menuju panggung di tengah tatapan iri dan kagum dari para tamu undangan.

Darren menatapnya penuh cinta, lalu berkata lantang, "Adele, aku ingin menggunakan seumur hidupku untuk membuktikan bahwa aku akan selalu menyayangimu dan mencintaimu. Maukah kamu menemaniku seumur hidup?"

Di bawah tatapan semua orang, pengantin wanita yang masih tertutup kerudung tipis itu mengangguk kuat.

Darren yang diliputi kebahagiaan pun tersenyum lebar dan mengulurkan tangan untuk membuka kerudung wajah pengantinnya.

Namun, saat dia melihat jelas siapa yang berdiri di hadapannya, senyuman di wajahnya langsung membeku. Sebab, yang berdiri di sana ... adalah Susanti.

Dalam sekejap, tubuh Darren mematung. Perasaan panik dan ketakutan yang amat kuat menyapu seluruh tubuhnya dalam sekejap.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B34992" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B34992
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AYO, Kawin Kontrak!
8.2
Chilla sukses dalam karier namun skeptis terhadap cinta akibat trauma kegagalan pernikahan kakaknya. Meski pesimis, ia sangat mendambakan anak. Demi mewujudkan impian tersebut, ia pun mencari pria berkualitas untuk menjalani pernikahan kontrak. Namun, rencana yang awalnya murni demi keturunan ini menjadi rumit saat hasrat dan perasaan cinta mulai tumbuh di antara mereka, menyeret Chilla ke dalam pusaran emosi tak terduga yang menguji hidupnya.
Sampul Novel December to January
7.9
Kepergian seseorang di bulan Desember menyisakan luka mendalam yang tak kunjung sembuh. Begitu lembaran kalender berganti ke Januari, memori masa lalu tersebut tetap membayangi dan menjungkirbalikkan seluruh kehidupan yang dijalani. Cerita ini mengikuti perjalanan emosional yang penuh dilema, memperlihatkan bagaimana kepedihan di akhir tahun terus mengikuti langkah demi langkah di lembaran baru, hingga sangat sulit untuk dilepaskan.
Sampul Novel Dinikahi Sang Penguasa : Suami Kontrakku Memberi Segalanya
9.0
Dikhianati oleh tunangannya membuat Lily melampiaskan sakit hati dengan mabuk. Saat terbangun, ia mendapati dirinya bersama pria asing bernama Arsen. Tersinggung karena dianggap wanita sewaan, Lily langsung menamparnya. Dua hari kemudian, mereka bertemu lagi di sebuah pesta, dan terungkap bahwa Arsen dekat dengan sang mantan tunangan. Secara tak terduga, Arsen justru menawarkan pernikahan kontrak padanya, menantang Lily dengan alasan dialah pria pertama yang telah menidurinya.
Sampul Novel Nafsu Sesaat Dibayar Penyesalan
9.1
Ashley mengorbankan keselamatan dirinya demi menyelamatkan Noah tepat sebelum pernikahan mereka, yang mengakibatkan tubuhnya mengalami patah tulang parah dan wajahnya rusak akibat kecelakaan tragis. Noah tetap menikahi Ashley dan memperlakukannya dengan sangat penuh kasih sayang, membuat semua orang percaya cinta mereka tidak memandang fisik. Namun, keyakinan Ashley hancur seketika saat ia memergoki suaminya berselingkuh dengan pembantu rumah tangga mereka sendiri sejak setengah bulan yang lalu.
Sampul Novel Takdir Memaksa Mereka Bersatu
9.2
Akibat kesalahpahaman, Raiden Valen terpaksa menikahi Elara Maylen demi menjaga nama baik keluarga serta rumah sakitnya. Raiden yang berkarakter dingin dan kaku sebenarnya pernah merasakan cinta di masa muda, sebelum akhirnya dikhianati oleh sahabat dekatnya sendiri. Namun, sosok Elara yang liar dan sulit diatur kini hadir mengacaukan keteraturan hidup Raiden. Di tengah pernikahan yang tak terduga ini, ia terjebak dalam pusaran konflik yang menguji nalar serta perasaannya.
Sampul Novel UNPERFECT MARRIED
9.2
Keberhasilan Kaira sebagai istri membuat Sunny merasa terasing dan tertekan. Demi melepaskan beban tersebut, ia berselingkuh dengan Diva, murid menulisnya sendiri. Saat Kaira mengetahui perselingkuhan ini, tidak ada amarah yang meledak-ledak. Alih-alih melabrak suaminya, ia memilih menuangkan segalanya ke dalam karya tulis terbaru. Lewat untaian kalimat yang ia susun secara perlahan, Kaira tengah merancang sebuah pembalasan yang sangat menyiksa bagi Sunny.