APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kehormatan Yang ternoda

Kehormatan Yang ternoda

Nasib malang menimpa Salmah, gadis desa miskin yang harus merawat Ayuna sendirian akibat diperkosa. Tiga tahun kemudian, Jhondra Mahardika sang pelaku datang lagi demi merebut anak itu. Langkah ini ia ambil lantaran istrinya, Dinda Kirana, mandul setelah rahimnya diangkat. Agar hak asuh sang putri tidak hilang, Salmah terpaksa menerima tawaran menjadi istri kedua Jhondra. Sayangnya, keputusan tersebut justru menyeretnya ke dalam kehidupan pernikahan yang penuh siksaan batin.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Assalamu'alaikum, Nek."

Salmah mengetuk daun pintu mewah di hadapannya. Hingga beberapa kali barulah muncul si pemilik rumah yang dipanggil Salmah dengan sebutan Nenek.

"Wa'alaikum salam. Siapa?" daun pintu pun dibuka.

Wajah wanita tua itu terlihat tidak senang dengan kehadiran Salmah. Tanpa basa-basi ia langsung ingin menutup kembali pintu. Akan tetapi Salmah berusaha menahannya agar tetap pada kondisi terbuka.

"Tunggu, Nek! aku mohon!" wajah Salmah mengiba pada wanita tua itu.

"Apa lagi? pasti ingin menyusahkan lagi," ketus Wanita tua itu yang tidak lain adalah Nenek kandung Salmah.

"Ibu sedang sakit Nek, tolong pinjam uang untuk bawa ibu berobat!"

"Sudah Kuduga," sinis tatapan sang Nenek. Lalu ia melanjutkan ucapannya, "Tidak ada yang namanya pinjaman! Itu resikonya kalau durhaka kepada orang tua. Dibilang jangan menikah dengan Ayahmu itu.

Hidupnya miskin melarat, mana bisa membahagiakan Ibumu. Sekarang jalani saja! Toh itu pilihannya sendiri. Sudah sana kamu pulang!"

Pintu ditutup dengan keras hingga membuat Salmah terkejut.

Ini bukan yang pertama kali, namun tidak membuat Salmah jera. Kepada siapa lagi ia akan meminta bantuan kalau tidak kepada keluarga sendiri. Namun yang dianggap keluarga, tidak pernah sedikitpun peduli.

Begitu juga dengan Bibi dan Pamannya yang lain. Mereka semua sama saja, selalu menghina Ayah dan Ibu Salmah.

Menurut mereka, Ibu Salmah tidak ada lagi hubungan keluarga antara mereka semenjak Ibu Salmah memilih menikahi Ayah Salmah.

Menurut mereka, Ayah Salmah tidak sederajat dengan mereka.

Sepanjang perjalanan menuju pulang, uraian air mata berlinang di pipi Salmah.

Ia tidak habis pikir mengapa ada keluarga seperti itu?

Mungkin bisa dibenarkan semua sikap mereka karena rasa kecewa terhadap anak mereka. Namun adakah hati orang tua sekeras itu, membiarkan anaknya sendiri dalam kesusahan?

Salmah berdiri lesu di ambang pintu rumahnya yang reot. Terlihat Sang Ayah sedang menuntun ibunya keluar dari rumah reot mereka itu.

"Salmah, dari mana saja kamu nak?" ujar Pak Zainal melihat pada wajah putri bungsunya.

"Dari rumah Nenek Ayah."

Winda langsung menegakkan kepalanya. Menatap Salmah penuh marah.

"Apa yang kau harapkan di rumah itu, Salmah? sudah berapa kali Ibu melarangmu? lupakan mereka! anggap kita tidak punya keluarga di sini."

"Tapi, Bu. Ibu sedang membutuhkan biaya untuk berobat."

"Salmah, apa kamu tidak mencintai Ayahmu? apa kamu akan melukai hatinya dan pergi merendahkan harga dirinya di depan keluarga yang tidak menyukai Ayahmu ini?"

Air mata Winda berlinang. Ia terkulai lemah dalam dekapan suami yang selama ini sudah menjadi nahkoda dalam mengarungi samudera rumah tangga.

Meskipun Zainal tidak kaya seperti yang diharapkan orang tua Winda. Meskipun hidupnya dalam garis kemiskinan, namun Winda tidak pernah menyesal menikah dengan Zainal.

Bahkan ia sangat bahagia, karena Zainal selalu memperlakukan dia dengan baik dan lemah lembut.

"Sudah, Buk. Jangan marah, kamu lagi tidak sehat."

Zainal mencoba meredam amarah sang istri. Meskipun ia selalu tersakiti oleh keluarga Winda, tidak sedikit pun ia ingin menaruh dendam di hati. Menurutnya itu hanya akan membuat dirinya sendiri tidak tenang. Ia hanya mencoba mengikhlaskan semuanya kepada Sang maha kuasa.

"Maafkan Salmah, Ibu! Salmah hanya sangat khawatir dengan kondisi Ibu." Salmah meremas jari-jari tangannya dan menundukkan kepalanya, ada penyesalan di dalam hatinya saat ini.

"Ya sudah, kita bawa Ibumu ke puskesmas sekarang!"

Zainal menggendong Winda hati-hati. Berjalan setapak demi setapak menuju puskesmas terdekat. Salmah pun mengekori langkah sang Ayah dari belakang.

Setibanya di puskesmas, Winda langsung diperiksa.

Seorang Dokter muda lagi tampan yang kini memeriksa Winda saat ini. Di sampingnya pun terdapat beberapa orang Dokter muda juga.

"Apa keluhannya, Ibu?" tanya sang Dokter.

"Badan saya lemas sekali Dokter, terus dada saya sakit sekali." jawab Winda sambil terbatuk-batuk.

"Mari silahkan, Ibu berbaring dulu ya!"

Stetoskop ditempelkan pada bagian dada Winda. Tensimeter pun juga di tangannya.

"Banyak bawa istirahat ya, Bu! dan ini obatnya. Bila setelah ini belum ada perubahan, bawa kembali ke sini." ucap sang Dokter muda dengan tersenyum ramah.

*****

Sore hari yang begitu indah. Rona langit mengukir bagaikan curahan tinta sang seniman.

Angin sepoi-sepoi menambah suasana nyaman saat ini.

Jhondra Mahardika, seorang Dokter muda, berparas tampan nan menggoda siapa saja lawan jenisnya yang menatap.

Dia dan dua temannya yang lain sedang menjalani internship selama sembilan bulan di sebuah desa.

Bertugas di sebuah puskesmas sebelum ia benar-benar dilepas untuk melakukan tugas Dokternya tanpa pengawasan dari Dokter senior.

Sore ini Jhondra sedang memetik tali gitarnya. Melantunkan lagu-lagu bersama kedua temannya.

Salmah lewat dengan menundukkan kepalanya karena merasa sungkan melewati rumah kost Jhondra.

Evan yang mengenakan kaos dan celana pendek sedang menepuk pahanya sendiri, mengikuti alunan suara gitar Jhondra langsung menghentikan aktivitasnya.

"Sore, Neng," sapa Evan ramah terhadap Salmah.

Sekilas Salmah melirik arah suara itu dan tersenyum kaku lalu menundukkan kepalanya kembali seraya melangkah menuju masjid. Ia sangat pemalu terlebih lagi kurang percaya diri. Bullying yang kerap ia terima dari teman-temannya juga keluarganya sendiri membuat rasa percaya diri itu memudar. Ia seakan tidak pantas bergaul, atau pun memiliki kehidupan.

Seburuk itulah dampak bullying bagi Salmah.

Salmah mengisi harinya selalu menyendiri tanpa merasakan perasaan seperti yang dirasakan oleh remaja lazimnya.

Untuk mengisi kekosongan harinya itu, setiap sore sebelum masuk waktu magrib, Salmah mengajari anak-anak desa mengaji dengan tanpa imbalan. Karena ia sangat senang melakukannya.

"Shodaqollahul Adzim"

Salmah menyudahi mengaji sore ini, karena waktu magrib telah tiba.

Anak-anak berhamburan berlarian keluar masjid untuk mengambil wudhu. Begitu pula dengan Salmah.

"Eh, Neng, yang tadi bukan?" sapa Evan saat berpapasan dengan Salmah di depan tempat berwudhu.

Salmah hanya tersenyum kaku dan menganggukkan sedikit kepalanya.

"Neng, Ibunya yang berobat kemarin bukan?" tanya Evan lagi.

"Iya,"

Kali ini Salmah menatap serius pada Evan.

"Kenalkan saya Dokter Evan, dan ini Dokter Jhondra dan yang ini Dokter Gavin." Evan menunjukkan kedua temannya dan memperkenalkan mereka kepada Salmah.

"Bagaimana keadaan Ibunya? sudah mendingan?" tanya Evan lagi.

Salmah kemudian tersadar selama itu Evan berbicara, selama itu pula ia memperhatikannya.

Lalu buru-buru ia kembali menunduk.

"Alhamdulillah sudah mendingan, Dokter," jawab Salmah.

"Alhamdulillah. Rumah Neng yang sebelum rumah kost itu kan?"

"Iya, Dokter."

"Wah, berarti kita bertetangga."

Suara adzan pun berkumandang Salmah permisi dari sana untuk mengambil wudhu yang sempat tertunda.

Saat mereka sedang berwudhu, Jhondra mengatakan kepada Evan, jangan kegenitan. Harus menjaga wibawa karena mereka adalah Dokter.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Because That Night
8.0
Menyesali hidupnya, Ariel Anata nekat menyerahkan kesucian kepada Sean Rinadi di kelab malam. Meski berjanji berpisah selamanya, takdir justru mempertemukan mereka kembali saat Sean hadir sebagai calon tunangan Vania, kakak Ariel. Sean memanfaatkan situasi ini demi mengejar cinta Ariel. Sebaliknya, Ariel yang selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya memilih memanfaatkan Sean sebagai alat balas dendam kepada keluarganya sendiri.
Sampul Novel Crazy Playboy - Gairah dan Obsesi Aktor Tampan
9.7
Akibat memilih tantangan berani dalam permainan Truth or Dare, hidup Syila berubah sepenuhnya. Ia ditantang mencium lelaki pertama yang dijumpainya di area toilet. Takdir menuntunnya pada Jaguar Adytama, aktor rupawan yang dikenal penuh skandal dengan berbagai perempuan. Kejadian tak terduga ini menjadikan Jake pria pertama bagi Syila. Kini, ia harus menghadapi konsekuensi besar setelah terlibat dengan sang playboy yang dipenuhi gairah serta obsesi.
Sampul Novel Head Over Heels
8.7
Kehadiran Miko sebagai rival terberat selalu memicu emosi yang tak terduga. Di balik persaingan sengit mereka, tumbuh getaran hebat yang perlahan mengacaukan logika dan perasaan. Hubungan benci tapi rindu ini membawa badai emosional yang rumit, mengubah musuh bebuyutan menjadi sosok yang paling memengaruhi jiwa. Ikuti perjalanan mendalam dua hati yang terjebak dalam pusaran konflik dan asmara modern yang membingungkan.
Sampul Novel Perempuan Bersuami Tiga
8.1
Kegagalan pernikahan pertama akibat benturan kepribadian membawa Maya ke pelarian ekstrem. Ia nekat menikahi tiga lelaki berbeda secara rahasia. Namun, kebohongan rumit ini mulai goyah saat para suaminya mencium kejanggalan. Begitu kedoknya terbuka, Maya harus bersiap menerima konsekuensi fatal atas pengkhianatan tersebut. Di tengah hancurnya rasa percaya, ia kini dipaksa menentukan jalan hidup dan mempertanggungjawabkan semua tindakannya.
Sampul Novel Sepenggal Harapan
8.5
Tumbuh dekat sejak SMA karena rumah yang bersebelahan, hubungan Bima dan Vika mendapat restu penuh dari orang tua mereka. Namun, Vika yang bertekad menjadi wanita karier memilih kuliah di luar negeri. Kepergian putri tunggal dari keluarga kaya ini menjadi ujian berat bagi Bima. Di tengah jarak yang memisahkan, mampukah Bima bertahan menjaga cintanya selama bertahun-tahun? Apakah kesetiaan dan penantian panjang ini akan berakhir dengan kebahagiaan?
Sampul Novel Walau Tak Seindah Mantanmu (Sentuh Hatiku, Hubby!)
9.2
Pernikahan Dinar dan Inder terjalin murni karena kesepakatan timbal balik. Inder mengincar warisan bisnis sang ayah, sedangkan Dinar memerlukan dana untuk studi kebidanannya. Lambat laun, benih cinta tumbuh di hati Dinar, tetapi sang suami yang bersikap dingin masih terbayang-bayang pesona mantan kekasihnya. Ketika Dinar yang lelah berniat mengajukan perceraian, ia justru menemukan sebuah rahasia besar masa lalu Inder yang membuat hubungan pernikahan mereka kian rumit untuk diakhiri.