APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KEHIDUPAN SETELAH MENIKAH

KEHIDUPAN SETELAH MENIKAH

Kanaya terpaksa menikahi Bisma demi berbakti pada orang tuanya, walau cintanya masih milik Hamdan. Pernikahan mereka diuji saat Bisma menghamili pacarnya, Vilia. Dengan ketegaran hati, Kanaya malah membantu pernikahan kedua suaminya. Namun saat Bisma mulai mencintainya, Hamdan datang kembali untuk melamar Kanaya. Kini, ia terjebak dalam dilema cinta yang sangat rumit.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kanaya memang sudah berumur 25 tahun. Namum, pikirannya masih takut memulai pernikahan ini. Wanita itu mulai berpikiran aneh-aneh.

'Apa yang akan aku lakukan nanti? Hanya tinggal setengah jam lagi aku akan menjadi seorang istri. Secepat itukah?' pikir Kanaya.

Kanaya melihat wajahnya di depan cermin sembari berputar-putar dengan gaun pengantin, kepalanya ditutupi jilbab berwarna putih.

"Wah... Sahabatku cantik sekali," puji Ara yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Kanaya.

"Akhirnya kamu datang, Ara. Aku sekarang gelisah dan grogi," kata Kanaya.

Ara memegang tangan Kanaya, tangannya dingin. Kanaya memang benar-benar gugup. Ara pun membantu Kanaya untuk menenangkan diri Kanaya. Meskipun Ara belum pernah merasakan menikah. Tetap saja, Kanaya masih grogi dan juga kepikiran dengan apa yang akan terjadi nanti setelah dia menjadi istri.

"Kalau sudah punya suami, aku harus menurutinya. Benar begitu, 'kan?" tanya Kanaya.

"Iya."

"Sepertinya, hidup ku akan berbanding terbalik. Semoga saja Bisma tidak akan melarangku untuk mengajar. Semoga dia mengerti," ucap Kanaya penuh harap.

"Kanaya!? Sudah waktunya akad dimulai!" panggil Sinta.

"Iya, Bu."

Kanaya keluar dari kamarnya, dan bergegas ke ruang tamu. Dekorasi yang indah dan sederhana sudah menghiasi ruangan itu. Bunga-bunga juga sudah menghiasi setiap sudut ruangan. Para tamu undangan juga sudah duduk di karpet merah yang sudah tergelar di lantai. Pak penghulu juga sudah menunggu. Mempelai pria juga sudah duduk berhadapan dengan ayah Kanaya. Pria itu gagah dan kekar, benar kata Kanaya, Bisma memang gaul. Tidak ada wajah yang menandakan kalau Bisma seperti ustadz. Kanaya duduk di sebelah Bisma dengan tangan yang masih bergetar.

"Kamu tidak usah gugup, Kanaya. Aku yakin, kamu pasti akan bahagia bersama Bisma," bisik Ara yang mengantarkan Kanaya duduk.

Proses akad pun dimulai.

"Saya terima nikahnya dan kawinnya Kanaya Aulia Rahman binti Abdul Rahman dengan maskawin seperangkat alat sholat dan emas sepuluh gram dibayar tunai.” Bisma mengucapkan janji suci ini dengan satu tarikan nafas.

"Bagaimana para saksi, sah?" tanya pak penghulu yang bernama Pardi.

"Sah...." Para tamu undangan serentak menjawab.

Doa kebaikan pun banyak diucapkan untuk Kanaya dan Bisma. Kini Kanaya sudah tidak sendirian lagi, dia memiliki imam untuk dunia dan akhiratnya. Kanaya memegang tangan Bisma dan menciumnya. Bisma mengecup kening Kanaya. Kebahagiaan itu tidak hanya dirasakan oleh Kanaya dan juga Bisma. Tapi, seluruh para tamu undangan. Lain halnya dengan Hamdan yang diam-diam datang dan melihat dari kejauhan. Pria itu tidak tahu, apa yang sebenarnya kali ini dia rasakan. Sepertinya dadanya mulai sesak melihat wanita yang dicintainya tidak bisa dia miliki. Bagaimanapun dia harus belajar mengiklaskan semuanya, dia harus kuat dan tidak boleh menampakkan kesedihan atas kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah Kanaya.

"Kalau sudah tiada, baru terasa. Ternyata aku sudah kehilangan hal paling berharga dalam hidupku," ujar Hamdan dengan perasaan haru. Tidak terasa air matanya menetes dengan perlahan ke pipi kanannya. Pria itu ada perasaan menyesal dan juga bersalah atas apa yang pernah mereka lalui bersama.

"Andai aku bisa mengulang waktu, mungkin aku tidak akan merasakan perih di dada ini," ujarnya lagi. Hamdan tidak berani untuk mendekat, dia tidak ingin mengacaukan semuanya. Setelah itu, Hamdan pun pergi ke rumahnya.

"Selamat ya, Kanaya." Ara memeluk Kanaya.

"Terimakasih."

Pernikahan akhirnya selesai, para tamu undangan satu persatu pulang ke rumah mereka masing-masing setelah selesai foto-foto dan juga makan. Ruangan itu mendadak sepi, dan Kanaya pun mengganti pakaiannya, dia membersikan sisa-sisa makeupnya. Bisma juga ikut masuk ke dalam kamar Kanaya yang sudah dirias sebagaimana kamar pengantin.

'Kenapa rasanya aneh, ya?' gumam Kanaya.

Bisma merebahkan tubuhnya di atas kasur.

"Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan menyentuhmu. Aku belum siap menerima perjodohan ini," kata Bisma.

Kanaya kaget dengan perkataan Bisma. Kanaya kira, hanya dia yang belum bisa menerima perjodohan itu.

"Kalau memang kamu belum bisa menerima, kenapa kamu mau?" tanya Kanaya.

"Aku hanya ingin menghormati ke dua orang tuaku."

Kanaya terdiam, dia mengira kalau laki-laki seperti Bisma tidak akan menghormati ke dua orang tuanya.

"Baguslah kalau begitu," ucap Kanaya.

Wanita itu bisa bernafas lega sekarang, dia tidak perlu repot-repot untuk menolak ajakan suaminya. Bisma dan Kanaya tidur dengan saling membelakangi, sebab di kamar Kanaya hanya ada satu tempat tidur saja. Di tengah-tengah mereka sudah diberikan pembatas, pembatas berupa guling. Tidak ada yang boleh melewati pembatas itu, apapun alasannya.

"Kamu kenapa mau dijodohkan?" tanya Bisma.

"Alasanku sama dengan kamu," jawab Kanaya.

Kanaya dan Bisma kembali terdiam, tidak ada lagi pembicaraan mereka selanjutnya. Kanaya sudah tidak sabar menunggu pagi hari, baginya malam ini sangat lama. Tidak terasa, perut Kanaya keroncongan, begitu juga dengan Bisma.

"Kamu lapar?" tanya Kanaya.

"Iya, bolehkah kalau kita makan dulu? Aku rasa kamu juga lapar," kata Bisma.

Tanpa banyak berbicara lagi, Kanaya akhirnya menyiapkan makanan untuk Bisma. Kanaya mengerti, kalau Bisma adalah orang asing yang ada dalam rumahnya. Kanaya harus membuat Bisma merasa lebih nyaman. Wanita itu berusaha untuk bersikap baik kepada Bisma. Kanaya meminta Bisma untuk bersabar dan menunggunya sebentar saja. Bisma tidak keberatan dengan hal itu.

"Kanaya, kamu lagi apa?" tanya Sinta.

"Aku dan Bisma lapar, Bu," jawab Kanaya.

"Kenapa kamu tidak ajak Bisma juga," ucap Sinta.

"Bisma masih perlu waktu untuk beradaptasi, Bu. Jadi, biarkan saja Kanaya yang akan membawakan makanan ke kamar," ujar Kanaya.

Sinta pun memberikan nasihat kepada Kanaya, Kanaya harus menghormati Bisma. Bisma yang merupakan suaminya sekarang. Sinta juga berharap agar Kanaya dan Bisma bisa menjalin hubungan pernikahan hingga tua nanti. Hingga mereka terpisahkan oleh kematian, itulah yang orang tua Kanaya harapkan.

"Kamu harus mengikuti semua keinginan Bisma, ridho Allah ada di dalam ridho suami mu," kata Sinta.

"Iya, Bu." Kanaya tidak berani berbicara banyak, dia tidak ingin tahu Sinta tahu kebenarannya. Kanaya menutupi semuanya.

"Ibu sudah tidak sabar ingin menimang cucu, semoga pernikahan kalian berdua berkah dan segera dikaruniai seorang anak, Aamiin."

Wajah Sinta penuh dengan harapan dan do'a. Apalagi yang akan ditunggu oleh Sinta, kalau bukan seorang cucu penerus keluarga. Kanaya hanya bisa memberikan seulas senyum kepada ibunya.

"Kamu buatkan kopi juga untuk Bisma," ucap Sinta.

"Iya, Bu."

Kanaya mengantarkan makanan dan segelas kopi kepada Bisma yang sudah menunggunya di kamar. Wanita itu melangkahkan kakinya dengan perlahan, pikirannya melamun. Dia memikirkan semua perkataan Sinta. Perkataan yang juga merupakan nasihat untuk Kanaya.

"Apa mungkin aku bisa mempertahankan pernikahan ini? Pernikahan tanpa cinta?" pikir Kanaya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersinar Setelah Menjanda
9.0
Amira sempat dipandang sebelah mata oleh Irfan yang mengira mantan istrinya itu tak akan mampu bertahan sendirian. Namun keadaan kini berbalik total. Saat Amira berhasil membuktikan kemandiriannya hingga meraih puncak kesuksesan, hidup Irfan justru hancur berantakan. Di tengah penyesalannya, Irfan datang lagi berusaha mendekati dan memikat Amira kembali. Apakah Amira akan luluh pada rayuan masa lalu, atau membiarkan sang mantan suami meratapi nasibnya?
Sampul Novel Ceo itu ayah anakku
9.1
Queen Azalea berjuang keras menghapus Sean Alexander dari ingatannya. Dulu, CEO dominan itu menolak putri mereka demi menghindari tanggung jawab. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali. Saat Sean berjumpa dengan Lilly, ikatan batin yang kuat langsung terjalin di antara mereka. Di tengah upaya Sean mendekat, sebuah kenyataan pahit terungkap bahwa Lilly menderita kanker darah. Sean pun memohon kesempatan menebus dosa masa lalunya demi menjadi ayah seutuhnya bagi sang putri.
Sampul Novel Demi Selingkuh, Suamiku Meracuni Anakku
8.6
Pernikahan tujuh tahun hancur seketika saat seorang suami tega mencampur obat tidur ke susu anaknya demi berkencan dengan sang asisten, Nelly, di malam Natal. Saat sang istri melarikan anak mereka yang demam tinggi ke rumah sakit, ia justru memergoki suaminya sedang menggendong Nelly yang mengaku kakinya terkilir. Di tengah ketidakpedulian suaminya terhadap kondisi kritis sang anak di ruang gawat darurat, sang istri yang menggenggam tiket lotre di sakunya kini mantap untuk bercerai.
Sampul Novel Duda Pilihan Papa
9.6
Anwar Mahendra terhimpit utang besar hingga nyaris kehilangan putri tunggalnya, Ashiqa, yang diincar rentenir. Demi menyelamatkan sang anak, Anwar meminta Rama, seorang duda kaya yang berutang budi padanya, untuk menikahi Ashiqa. Ashiqa terpaksa menerima pernikahan mendadak ini. Di sisi lain, Rama kini terjebak dalam dilema besar: mencoba mencintai istri mudanya atau justru merelakan Ashiqa pergi demi mengejar kebahagiaan sejati wanita itu sendiri.
Sampul Novel Fatal Attraction: Jatuh Cinta dengan Target
9.6
Sebelum genap 26 tahun, aku hidup sebagai penipu ulung tanpa belas kasih yang memanfaatkan pria demi materi. Namun, Dylan Hewitt mengubah segalanya saat pesonaku gagal menjeratnya, hingga merusak reputasiku. Di tengah keputusasaan, Dylan justru mengungkap rahasia dan perasaan aslinya. Terjebak dalam situasi tak terduga ini, aku kehilangan kendali atas taktikku sendiri. Kehadiran Dylan benar-benar membalikkan takdir dan meluluhkan hatiku.
Sampul Novel FINDING MOM
9.1
Seorang gadis nekat menjadi buruh migran di luar negeri demi melacak keberadaan ibu kandungnya. Di tanah rantau, pesonanya memikat beberapa pria, tanpa menyadari salah satu di antaranya adalah kekasih sang ibu. Di sisi lain, ibunya telah lama membuang masa lalu demi kebebasan. Takdir menjadi rumit saat sang gadis dilamar oleh kekasih ibunya tersebut, memicu pergolakan batin hebat di tengah pencarian jati diri dan cinta.