APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kehangatan selimut cinta

Kehangatan selimut cinta

Sophia, seorang wanita berparas unik dengan gairah asmara membara, tiba-tiba dihadapkan pada situasi menegangkan. Saat hendak melangkah keluar dari kamarnya, sebuah tangan misterius mencengkeram bahunya dengan kasar dari belakang. Tubuhnya seketika terdorong hingga terbentur dinding di dekat pintu. Sophia yang terkejut hampir saja berteriak histeris, namun sebuah tangan lain langsung membungkam mulutnya dengan paksa. Pertemuan tak terduga yang penuh desakan ini memicu ketegangan yang begitu mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Tumben jam segini udah pada pulang?"

Melihat dua jagoannya sudah berada di dalam rumah.

"Aku lapar Bu jadi pengen cepet-cepet pulang" Jawab Rizki Anak pertama yang sudah duduk di bangku kuliah semester tiga.

"Kalo aku gak ada kegiatan basket mah di sekolah. Besok baru ada kegiatan ekskulnya."

Jawab Azka apa adanya.

Azka dan Reno sedang kompak bermain video game bola kesukaannya.

Padahal mereka sebenarnya sudah sangat jarang bermain bersama.

Wanita bertubuh subur heran mendapati para putranya sudah pulang ke rumah jam segini. Biasanya mereka suka keluyuran kemana saja tidak langsung pulang.

Semenjak kedatangan pengasuh baru si adik bungsu, para lelaki dirumah mulai bertindak diluar kebiasaan.

Hampir setiap hari pulang tepat waktu.

Termasuk pak Bambang, bapak beristri satu memiliki tiga putra jadi jarang telat pulang dan jarang lembur di kantor.

"Assalamualaikum"

Menoleh ke pintu nampak sang suami bertubuh gempal baru datang.

"Waalaikumsalam" Jawab hampir serempak.

"Ini juga papah gak lembur? biasanya lembur hampir tiap hari."

"Oalah Buk, wong gak ada kerjaan lagi mau opo toh?"

''Hah alasan!"

Anak kecil berlari-lari menuju bapaknya yang baru pulang kerja.

"Ehh jagoan bapak, sini nak sini!" Pak Bambang memangku anak kecil yang datang ke arahnya.

Di buntuti seorang wanita bertubuh ramping berdada montok.

Lekuk tubuh persis gitar spanyol.

Waktu seakan berhenti sejenak, pandangan para lelaki fokus ke piring di dekat dada si pengasuh.

Mengejar si anak kecil di pangkuan bapaknya.

Menyodorkan sendok berisi makanan,

"Ayo sayang buka mulutnya! Aaaa?"

Malah pak Bambang memejam lalu membuka mulut menunggu makanan masuk. Tapi Sopie mendaratkan pesawat makanan ke mulut mungil putra bungsu.

"Hihi" Tawanya geli melihat tingkah majikan.

Pak Bambang baru tersadar seakan ia terbawa suasana, di hadapkan gadis cantik dengan bodynya yang menakjubkan hendak menyuapi makanan sambil tersenyum teramat manis.

"Eh ma- maaf!"

Kedua putra menertawakan tingkah sang bapak. Sedangkan Bu Tinah wajahnya terlihat merah padam.

Cemburu buta pada sang pemimpin rumah tangga.

"Bapak! ayo masuk!" Mendekati sang suami merebut si putra bungsu lalu menyerahkan kepada si pengasuh.

"Nih! Mandikan anakku!" Suruh nyonya Tinah.

Sopie kerepotan saat menerima si bungsu, sebelah tangan masih memegang piring satunya memegang badan anak kecil.

Tubuh kehilangan keseimbangan saat si bungsu bergerak-gerak di pangkuan sebelah tangan.

Spontan menyelipkan piring di himpit dada dan tubuh si anak kecil.

Alhasil tubuh Sopie terkena tumpahan nasi, juga mengenai tubuh si putra bungsu.

"Hah gitu aja gak becus!" Umpat Bu Tinah sembari menarik sang suami ke kamarnya.

Dua putra langsung berdiri menolong si perempuan cantik dadanya membusung terkena remahan nasi.

"Yaa ampun Mbak Sophie, Sini biar aku bantu."

Mengambil sang adik dari gendongan.

Sopie membersihkan remah-remah yang menempel di baju.

Membuat bagian tercetak terkena kuah bercampur nasi.

Kedua kakak beradik melongo tak berkedip, melihat pemandangan indah menyembul tercetak di balik baju putih.

Azka membawakan tisu untuk membantu membersihkan, tisu berada di depan tubuh. Sopie membulatkan mata kurang nyaman dengan perlakuan Azka hendak ikut membersihkan.

Gegas merebut tisu dari tangan sebelum menyentuhnya.

"Biar aku saja tuan" Menunduk wajahnya memerah.

"Eh kamu mau ngapain Ka?" Tanya kakaknya, kurang beruntung hanya mendapatkan si bungsu. Sedangkan Azka hendak mendapatkan momen indah jika bisa ikut membersihkan noda-noda yang menempel.

Azka terpaku padahal sudah diminta Sophie menyerahkan tisu, matanya tak bisa berpaling pada remah-remah dan kuah. Hingga Shopie merebut dari tangannya.

"Ma- Maaf tuan tak usah repot-repot, aku bisa sendiri."

Sophie mengerjakan sendiri mengelap noda-noda di pakaian menggunakan tisu. Kedua mata si lelaki masih asyik melihat aksinya saat menyeka noda yang menempel.

Setelah nodanya bersih nampak kedua anak majikan menelan saliva.

Merebut pelan anak di gendongan Rizki.

"Ehh mau dibawa kemana adikku?" Tanya Rizki pria tegap berparas putih.

"Mau memandikannya tuan muda."

Memeluk si bungsu

"Ohh, aku juga ingin!" Celetuk Azka.

Sophie menohok mendengar putra kedua majikan ingin dimandikan olehnya pula.

Dengan tenang Sophie menjawab.

"Tuan muda kan sudah besar, masa harus aku yang memandikan?"

"Maksudku ikut memandikan adik kecilku"

"Ups maaf, aku pikir . ya sudah kalau mau liat aku memandikan adik kalian?" Memiringkan kepala heran mendengar perkataan anak kedua majikan.

"Hey Azka! Dasar curang! Aku ikut" Teriak Rizki melihat sang adik pergi bersama di perempuan yang seolah menjadi primadona baru di rumah.

"Haha! Urus aja tuh si Cika! Aku mau memandikan adik kecilku tercinta!" Seru Azka meninggalkan sang kakak yang hanya bisa diam

Sambil berjalan ke kamar mandi menggendong si bungsu mereka terus ngobrol.

"Tuan muda Rizki sudah punya pacar ya?"

"Kak Rizki udah bertunangan kak enam bulan yang lalu."

"Oh begitu, pantas saja di orang tampan seperti dia pasti sudah punya pasangan."

"Baru tunangan" Jawab Azka cepat.

"Tuan Azka sendiri? sudah punya pacar?"

"Pacar? aduh gimana ya? ada yang lagi daket sih. tapi. Oh ya kalo mbak Sophie gimana?"

"Aku? Aku janda tuan anak satu. Terpaksa kerja dirumah anda untuk menghidupi anak dan keluarga di kampung."

"Ohh pantesan."

"Pantesan kenapa tuan?"

"Mbak manggilnya mas atau adek juga gak apa-apa, asal jangan tuan aja ya. aku kurang nyaman kalau di panggil tuan."

"Ma- maaf tu- eh Mas, Mas Azka"

Mereka sama-sama tersenyum, terlihat senyuman indah menawan dengan lesung Pipit di kedua pipi si janda anak satu. Senyuman yang akan terus terukir di hati sanubari si remaja yang mulai beranjak dewasa.

Mereka pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan si bungsu.

Tubuh si bungsu nampak basah kuyup, saat dimandikan oleh gadis cantik pembawa perubahan suasana dirumah.

Memakaikan sabun mandi penuh busa di tangan.

Tangan mungil basah tak sengaja menyentuh bagian depan Sophie.

Bagian depan sang wanita kembali tercetak, menampilkan suatu pemandangan yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Sophie memperhatikan si bungsu menyirami badannya yang kecil di tahan oleh mas Azka.

Sedangkan Azka terpukau dengan bekas sentuhan adiknya yang membasahi bagian depan.

"Huhh, enak banget sih dek jadi kamu. dimandiin wanita cantik, kadang di peluk juga" Lamunannya menerawang jauh entah kemana, menghayal dirinya dapat membenamkan wajah tepat di bagian depan si wanita cantik.

"Mas! Mas!" Panggil Sophie agak kencang.

"Eh, iya mbak."

"Hayo ngelamunin apa? di panggil kok telat banget jawabnya."

"Ah, anu aku cuma heran saja. Kok bisa-bisanya sih wanita secantik kamu jadi seorang janda?"

Sophie termenung sejenak di tanya seperti itu.

"Suamiku meninggal saat kecelakaan yang merenggut nyawanya mas"

"Ya ampun! Maaf ya Mbak, aku gak maksud."

Azka merasa gak enak hati setelah lancang bertanya seperti itu.

Sophie hanya tersenyum basi mendengar kata maaf dari anak majikan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 12 Wasiat Dari Ayah
8.6
Dira menjalani hidup yang berat bersama ibunya, seorang wanita penghibur dengan gangguan mental. Hubungan toksik itu memicu kebencian mendalam, membuat Dira merindukan ayahnya yang lama pergi. Saat kabar kematian sang ayah tiba, ia justru mendapati fakta pilu bahwa mereka tidak sedarah. Kini, berbekal buku merah berisi dua belas wasiat peninggalan almarhum, Dira harus menyelesaikan misi terakhirnya. Akankah petunjuk ini memulihkan hubungannya dengan sang ibu, atau malah membuka tabir misteri baru?
Sampul Novel Aku Meninggalkan Suamiku Karena Mantan Kekasihnya
7.8
Kebahagiaanku di hari ulang tahun ke-60 sirna seketika. Suami dan anak-anakku justru mengabaikanku demi menyambut Nina Sanders, sang mantan kekasih yang baru kembali dalam kondisi menderita Alzheimer. Pengorbananku selama empat puluh tahun seolah sia-sia saat mereka memperlakukanku bagai musuh di depan wanita itu. Menyadari posisiku telah digantikan, aku pun memilih mundur. Dengan hati hancur, aku menyebut diriku orang asing lalu pergi meninggalkan mereka selamanya.
Sampul Novel Dendamnya, Cinta Abadinya
9.5
Karier hancur dan harta keluarga ludes akibat jebakan kejam Darma Wijoyo serta Jihan Prameswari. Demi biaya berobat ibu, aku terpaksa menuruti ancaman Darma untuk mengakui kesalahan yang tak pernah kulakukan. Namun, janji bosku itu dusta belaka, dan aku hanya diperalat tanpa harga diri. Di tengah kehancuran dan kepahitan pengkhianatan ini, aku bangkit. Rasa sakit kini menjelma menjadi tekad membara untuk membalas dendam pada mereka yang merampas segalanya.
Sampul Novel Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
8.3
Kiana terkejut saat mengetahui pernikahan tiga tahunnya dengan Yovan palsu, dan sahabatnya adalah istri sah yang sebenarnya. Pengkhianatan ini terjadi setelah Kiana mandul akibat menyelamatkan Yovan. Menolak diperdaya, Kiana membalas dendam dengan menikahi tuan muda miliarder yang menjadikannya pihak berkuasa atas proyek mereka. Pernikahan mewahnya menggemparkan kota, dan ia berhasil melahirkan anak kembar. Saat Kiana berniat mundur demi cinta sejati suaminya, sang tuan muda justru memohon agar ia tetap tinggal.
Sampul Novel Mutiara Istri Yang Dijual
8.5
Hidup Tiara hancur setelah Andre, sang suami, tega menjual dirinya kepada pengusaha kaya bernama Dewa untuk melunasi utang. Di tengah kepahitan itu, benih cinta perlahan tumbuh di antara Tiara dan Dewa. Namun, Dewa justru mengusirnya saat sedang hamil demi kembali pada sang mantan kekasih. Bertekad membesarkan bayinya sendiri, Tiara pun menata hidup baru. Saat kandungannya berusia tujuh bulan, Dewa datang memohon untuk kembali, tetapi Tiara tidak akan menyerah begitu saja.
Sampul Novel Perawatan Khusus untuk Ibu Hamil
9.4
Terjebak dalam pelukan hangat seorang pria misterius, protagonis wanita dalam novel modern ini tidak berani bergerak sedikit pun saat sentuhan intim mulai membakar gairahnya. Di saat yang sama, majikannya dan sang kekasih sedang bermesraan di kamar sebelah. Suara bisikan menggoda di telinganya memicu hasrat terlarang yang sulit dikendalikan. Di tengah situasi yang menegangkan ini, ia mulai mempertanyakan kewarasannya saat keinginan serupa mulai tumbuh dalam dirinya.