APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kehancuran Reputasi Raelynn Harper

Kehancuran Reputasi Raelynn Harper

Kyle Blackwood kabur dari pernikahan, menghancurkan reputasi Raelynn Harper. Demi membalas rasa sakit hati, Raelynn nekat mengancam kakak Kyle, Tristan Blackwood, seorang direktur hiburan yang sangat berkuasa. Namun, rencana itu berbalik arah. Tristan yang kaya raya justru memanfaatkan celah ini untuk memaksa Raelynn menikahinya. Kini, Raelynn terjebak dalam pernikahan penuh ambisi dengan Tristan, sosok yang siap menghancurkan harga dirinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pernikahan mereka terjadi begitu cepat, lebih cepat dari yang bisa Raelynn perkirakan. Beberapa hari setelah percakapan itu, dia berdiri di depan altar, mengenakan gaun pengantin putih yang terasa begitu asing baginya, seperti sebuah kostum yang dipaksakan, bukan sebuah simbol cinta yang seharusnya. Di sekelilingnya, orang-orang yang tak dikenalnya memandang dengan senyum yang seolah penuh selamat datang, namun di dalam hatinya, Raelynn hanya merasakan kehampaan yang begitu dalam, lebih dalam dari apapun yang pernah ia rasakan sebelumnya.

Tatapan tajam Tristan yang duduk di hadapan altar itu tak pernah lepas darinya. Seolah dia bisa melihat langsung ke dalam jiwanya, melihat ketakutan dan kebingungannya. Tapi Raelynn menahan diri, tidak membiarkan dirinya goyah, meskipun hatinya berdebar kencang.

"Raelynn Harper," suara pendeta itu memecah keheningan, membawa segala ketegangan yang membebani udara ke dalam momen yang seolah terhenti. "Apakah kamu bersedia menerima Tristan Blackwood sebagai suamimu, dalam suka dan duka, untuk saling mencintai dan menghormati, sampai maut memisahkan kalian?"

Raelynn menatap Tristan, wajahnya yang begitu tampan, namun penuh dengan perhitungan, seakan-akan dia adalah predator dan dia hanya mangsa. Semua yang ada dalam dirinya ingin lari, ingin menjerit, ingin membebaskan dirinya dari cengkraman ini. Tapi dia tahu, jika dia mundur sekarang, semuanya akan berakhir lebih buruk lagi. Kyle masih bebas, masih jauh di luar jangkauan hukum, dan dia-Raelynn-telah terperangkap dalam permainan yang lebih besar dari yang dia kira.

"Ya," jawab Raelynn dengan suara serak, suaranya hampir tak terdengar, namun cukup untuk membuat semuanya terasa nyata. Kata itu, satu kata yang tidak bisa diubah lagi, telah terucap dan menggema di antara mereka berdua. Kata itu adalah langkah pertama dalam dunia baru yang telah dia pilih, dunia yang kini dipenuhi oleh Tristan dan segala kebencian yang ia bawa.

Pendeta melanjutkan upacara dengan langkah yang penuh ritus, namun bagi Raelynn, semuanya terasa seperti sebuah permainan yang jauh dari kenyataan. Saat Tristan menggenggam tangannya, sebuah aliran dingin menjalar di seluruh tubuhnya. Tangan pria itu kuat, penuh dominasi, seperti cengkeraman tak kasat mata yang akan terus membelitnya tanpa ampun. Ketika Tristan menariknya dalam pelukan setelah mereka mengucapkan janji suci, Raelynn bisa merasakan aroma tubuhnya, dan meskipun dia berusaha menahan diri, tubuhnya bereaksi dengan cara yang tidak dia inginkan.

Tristan Blackwood adalah pria yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan segala hal-termasuk dirinya. Dan ketika dia menatap Raelynn dengan senyuman yang tidak bisa disembunyikan, Raelynn tahu bahwa ini adalah awal dari sebuah perjalanan yang tidak akan pernah bisa dia mundurkan.

Malam pernikahan itu, setelah tamu-tamu pulang dan kekosongan melanda rumah besar yang kini menjadi rumah mereka, Raelynn merasakan dirinya terjepit dalam ruangan yang terasa semakin sempit. Cahaya bulan yang menyusup lewat tirai jendela menyinari wajahnya, menambah kesan dingin yang mengelilinginya. Suara langkah kaki Tristan terdengar mendekat, dan sebelum Raelynn bisa berbalik, tubuhnya sudah didekati dengan cara yang membuat napasnya terhenti.

"Raelynn," suara Tristan terdengar dalam, berbisik di telinganya, mengirimkan getaran yang mengganggu ketenangannya. "Kamu tahu bahwa pernikahan ini bukanlah tentang cinta, kan?"

Raelynn menegakkan punggungnya, berusaha sekuat tenaga untuk tidak menunjukkan kelemahan. "Aku tahu," jawabnya dengan keteguhan, meskipun hatinya terasa hancur. "Ini bukan tentang cinta. Ini tentang balas dendam."

Tristan mengangguk pelan, seolah memahami, namun di matanya, ada kilatan yang menyiratkan sesuatu yang lebih gelap dari yang Raelynn duga. "Jadi kamu pikir dengan ini, kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan?" tanyanya, suara itu terkesan menggoda, namun ada penekanan yang membuatnya terasa seperti ancaman.

Raelynn menatapnya dengan tajam, mencoba menahan gejolak yang datang dalam dirinya. "Aku tidak tahu," jawabnya, suaranya keras, berusaha menegaskan dirinya. "Aku hanya tahu, ini satu-satunya cara untuk menghentikan semua ini."

"Dan bagaimana menurutmu jika cara itu malah menghancurkanmu?" suara Tristan semakin dekat, tubuhnya kini hanya beberapa inci di belakangnya. Raelynn bisa merasakan kehangatan tubuhnya yang menghangatkan punggungnya, namun dia tidak bisa menghindari perasaan bahwa dia berada dalam perangkap yang semakin mengikatnya.

Raelynn berbalik, menatap wajahnya yang hampir sempurna itu, namun kali ini ada sesuatu yang lebih tajam, lebih gelap di balik matanya. "Aku sudah tidak peduli," katanya dengan tegas, meskipun hatinya terasa tercekik. "Aku hanya ingin menghancurkan semua yang ada dalam hidupku-termasuk Kyle, termasuk hidupmu, jika perlu."

Tristan tersenyum tipis, senyuman itu seperti sebuah senjata yang disembunyikan dengan rapi. "Kamu tahu, Raelynn... aku bisa membantumu mendapatkan apa yang kamu inginkan. Tapi ada harga yang harus dibayar."

Raelynn mengerutkan kening, bingung dengan kata-kata itu. "Harga apa?" tanyanya, walaupun dia merasa sudah cukup membayar dengan keputusan besar yang dia buat.

Tristan mendekat, wajahnya hanya beberapa inci dari wajah Raelynn. "Kamu tidak akan pernah bisa keluar dari permainan ini begitu saja," katanya, nadanya penuh dengan ancaman yang terbungkus dalam kelembutan yang tidak bisa disangkal. "Aku akan memastikan bahwa kamu tidak hanya terikat pada aku, tapi pada dunia ini-dunia yang bisa mengubahmu, menghancurkanmu, dan memperbaiki segalanya hanya jika kamu mau mengikuti aturan."

Raelynn merasa ada sesuatu yang tak terungkapkan dalam kata-kata itu, sebuah peringatan yang menggetarkan jiwa. Namun, dia menahan diri. "Aku akan bertahan. Apa pun yang terjadi."

Tristan tertawa pelan, namun tawanya itu terasa lebih seperti sebuah janji yang dipenuhi dengan kegelapan. "Kamu sudah terjebak dalam permainan ini, Raelynn. Tidak ada jalan keluar lagi."

Perasaan takut yang selama ini coba dia sembunyikan mulai menguasai dirinya. Tapi Raelynn tahu, dia tidak bisa mundur lagi. Terlalu banyak yang dipertaruhkan, terlalu banyak yang telah hilang. Dalam pernikahan ini, dia mungkin telah kehilangan segalanya, tetapi dia tidak akan menyerah.

Malam itu, saat Tristan meninggalkan kamar, Raelynn berdiri sendiri di jendela, menatap bulan yang terpantul di permukaan laut yang tenang. Namun di dalam hatinya, ada badai yang bergemuruh. Dia telah membuat pilihan-sebuah pilihan yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A MAN IN A TUXEDO
9.7
Psikiater muda bernama Auristela Indira menghadapi tantangan besar saat merawat Vincent Oliver. CEO penyiaran ini menderita Anterograde Amnesia akibat kecelakaan tragis. Demi tugasnya, Stela menyamar sebagai sekretaris sekaligus pengawal pribadi. Situasi rumit saat ia diminta menikahi Vincent, pria yang ingatannya hanya bertahan satu hari. Di sisi lain, misteri kecelakaan Vincent dan hilangnya sang calon tunangan sebelum pernikahan masih menjadi teka-teki besar.
Sampul Novel Balas Dendam Manis Sang Ratu Miliarder
9.0
Setelah diusir, Helen baru menyadari identitas aslinya yang bukan bagian dari keluarga tersebut. Rumor menyebut ia kembali ke pelukan keluarga miskin yang akan mengeksploitasinya, namun fakta justru berbanding terbalik. Ayah kandung Helen rupanya seorang miliarder yang siap memanjakannya. Helen sendiri memegang paten desain bernilai fantastis dan menjadi mentor astronomi nasional. Di saat publik menantikan kejatuhannya, ia melesat menjadi sosok legendaris dan memikat pria misterius yang sangat berkuasa.
Sampul Novel Bukan Cinta Biasa
9.7
Demi melunasi utang ayah angkatnya, Maya, gadis berusia 22 tahun, rela melepas masa depan dan kariernya. Ia terpaksa menjadi istri ketiga seorang CEO dingin di Negara A, pengusaha ternama yang dikenal gemar berganti pasangan. Menjalani pernikahan penuh rintangan dan misteri, Maya terus bertahan dan menjaga ketulusannya meski kerap dipandang rendah. Sanggupkah ia bertahan dalam kehidupan rumah tangga yang penuh tekanan ini?
Sampul Novel Di Ranjang Majikanku
8.3
Binar baru memulai pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga di kediaman keluarga kaya raya. Namun, ia justru tidak sengaja menyaksikan sang tuan sedang memuaskan diri di kamar. Ketegangan meningkat saat Binar kembali tertangkap basah menguping pertengkaran sang majikan dengan istrinya. Kemarahan pria itu memicu serangkaian kebetulan yang tak terduga. Binar pun kini semakin terjerat dalam pusaran hubungan terlarang yang melibatkan dirinya dan sang majikan.
Sampul Novel Gairah Istri yang Tersembunyi
8.9
Demi wasiat kakeknya, Abigail Putri terjebak dalam pernikahan paksa. Di balik penampilan biasanya, ia merahasiakan karier profesional yang sangat bergairah. Sang suami, seorang CEO penerbitan dan psikolog berkarakter dingin, justru sangat terobsesi dengan penulis misterius yang sebenarnya adalah Abigail sendiri. Begitu rahasia besarnya terancam tersingkap, ia terpaksa bernegosiasi dengan suaminya, meski perlindungan itu menuntut tebusan yang sangat mahal.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Penguasa
8.7
Demi melunasi utang judi sang ayah tiri, Aurora Safitri terpaksa menyetujui pernikahan sebagai istri kedua Alvaro Ricolas. Alvaro sendiri merupakan miliarder menawan yang kesepian lantaran istri pertamanya lebih fokus mengejar karier di luar negeri. Di balik kekayaannya, ia sangat mendambakan kehadiran seorang pendamping. Kini, Aurora harus menjalani kehidupan baru di sisi pria berkuasa tersebut. Akankah pernikahan ini menumbuhkan cinta, atau justru membawa kepedihan?