APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kebersamaan Tanpa Cinta

Kebersamaan Tanpa Cinta

Sepuluh tahun bertahan tanpa cinta di sisi Arga membuat Amanda menyerah. Setelah masa kesepakatan mereka berakhir, ia bertekad membawa putrinya, Adele, pergi jauh. Hubungan dingin ini sempat menghasilkan kehamilan setelah satu malam Arga mabuk dan kehilangan kendali. Walau difasilitasi sebuah vila untuk melahirkan, Amanda harus menerima syarat kejam: anaknya dilarang memanggil Arga sebagai ayah. Arga tetap berlagak lajang di depan publik dan menegaskan tidak akan pernah mengakui keberadaan darah dagingnya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 7

Helen tersenyum manis tampak tidak berbahaya, tetapi sorot matanya jelas terlihat menantang. Amanda segera menolak dengan tenang, "Nggak usah, kami sudah ada rencana lain."

Helen berpura-pura kecewa dan mengentakkan kakinya ringan, lalu berkata dengan nada seolah tersinggung, "Kamu jadi dendam ya karena insiden waktu itu antara Adele dan Fiona? Sebenarnya waktu itu memang Fiona yang salah. Aku mewakili dia minta maaf. Kenapa harus perhitungan sama anak kecil?"

Kemudian, dia menoleh ke Arga dan berbicara seolah menyalahkan diri sendiri. "Salahku juga, sih. Aku pulang terlalu mendadak. Fiona belum terbiasa, jadi gampang bentrok sama teman-teman."

Arga langsung menarik Helen ke dalam pelukannya dengan penuh kasih sayang dan berusaha menenangkannya. Kemudian, dia menatap Amanda dengan dingin. "Ulang tahun mereka di hari yang sama. Kenapa nggak rayakan bareng saja? Apa salahnya?"

Amanda ingin menjawab bahwa dua hal itu sangat berbeda, tapi Adele sudah lebih dulu menarik ujung bajunya. Dengan mata masih memerah, Adele berbisik, "Nggak apa-apa, Ma."

Adele juga ingin tahu ... seperti apa anak yang disukai papanya.

Di usia lima tahun, Adele belum bisa memahami arti pilih kasih. Dia hanya mengira, dirinya kurang baik, kurang pintar, dan kurang pantas. Oleh karena itu, ayahnya tidak pernah menyukainya.

Mereka pun tiba di ruang pesta.

Dekorasinya megah seperti dunia dongeng. Dinding-dinding dipenuhi warna pastel dan lampu gantung berbentuk kristal. Semua orang yang datang, memuji betapa meriahnya pesta ulang tahun Fiona.

Fiona berjalan di depan dengan penuh kebanggaan dan menerima semua pujian bak putri kecil. Sementara Adele hanya berdiri di belakang menahan tangisan dan menatap sekeliling dengan hati yang pedih.

Tiba-tiba, Helen melangkah ke sisi Amanda. Dia mendekat ke telinganya, lalu berbisik, "Aku tahu hubunganmu dengan Arga."

Langkah Amanda terhenti seketika.

Sebenarnya, dia tidak terlalu terkejut. Sejak pertama kali bertemu Helen di taman kanak-kanak, Amanda sudah curiga wanita itu tahu siapa dirinya. Reaksi Helen barusan makin menguatkan keyakinan itu.

Namun, Amanda tetap tidak tahu apa tujuan sebenarnya. Dia menatap Helen dan bertanya datar, "Apa maksudmu?"

Helen tersenyum sambil menggoyang-goyangkan gelas di tangannya. Suaranya terdengar ringan dan penuh sindiran. "Aku cuma penasaran, apa hebatnya wanita yang bisa menggantikan posisiku selama sepuluh tahun?"

"Sekarang setelah kulihat langsung, ternyata kamu nggak ada apa-apanya. Arga bahkan nggak pernah menganggapmu ada."

Ucapan Helen terasa seperti jarum yang menusuk langsung ke dalam hati Amanda. Dia tersenyum getir. "Iya ... aku memang bukan siapa-siapa di hati Arga."

Karena itulah, dia tidak ingin lagi memperjuangkannya. Setelah hari ini, dia akan pergi membawa Adele jauh dari semua ini.

Mata Helen memancarkan kepuasan. Dia tiba-tiba melambai pada Arga, "Arga, musik untuk tarian kita sepertinya bermasalah. Katanya Bu Amanda pandai main piano, bagaimana kalau kita minta dia mengiringi?"

Amanda menoleh cepat menatap Helen dengan ekspresi tak percaya. Mereka berdua akan berdansa ... dan dia yang harus mengiringi dengan piano?

Sorot kemenangan kembali terlihat jelas di mata Helen, lalu dia melirik ke arah Arga. Arga tidak mengatakan sepatah kata pun, tapi diamnya itu sudah cukup menunjukkan sebagai persetujuan.

Amanda benar-benar tidak ingin menyaksikan mereka bermesraan di depan matanya. Dia hendak menolak tawaran itu, tetapi Helen malah menambahkan, "Kalau Bu Amanda nggak mau, mungkin Adele saja yang main. Kudengar dia juga jago bermain piano, suaranya sangat indah."

Hati Amanda terasa sesak.

Lalu, Arga pun menimpali, "Cuma main piano. Adele saja bisa melakukannya. Masa kamu nggak bisa?"

Amanda menatapnya, lalu tersenyum menyedihkan. "Baik. Aku yang akan main." Dia tidak akan membiarkan Adele menghadapi semua ini.

Amanda tidak akan membiarkan putrinya melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana ayahnya bermesraan dengan orang lain. Lebih baik dia yang menanggung semuanya.

Amanda pun berjalan menuruni tangga, menuju sudut aula tempat piano diletakkan. Dia duduk dan membuka penutup tuts piano.

Dengan wajah puas, Helen berdiri di samping Arga. Kemudian, dia berkata dengan senyum manis, "Silakan, Bu Amanda. Mainkan apa saja, kami nggak pilih-pilih."

Sambil berbicara, Helen mengulurkan tangannya untuk bersandar di tubuh Arga dengan alami. Hati Amanda sudah mati rasa karena terlalu sering disakiti. Dia melihat adegan di hadapannya sambil menyunggingkan senyuman.

Kalau mereka sebahagia itu, biarlah dia mempersembahkan sebuah lagu "Dream Wedding" kepada mereka.

Setelah tangannya diletakkan di atas tuts piano, alunan lagu mulai menggema. Gerakan Arga terhenti seketika.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cahaya Pelangi dari Surga
8.0
Penderitaan Rubby akibat kekejaman ibu tirinya mulai terobati sejak kehadiran Rain, sahabat setia yang mencintainya dengan tulus. Namun, saat perasaan mereka mulai berkembang, Rubby justru dipaksa menikahi Halilintar yang berniat buruk padanya. Di tengah ancaman tersebut, pesona Halilintar tetap berhasil memikat hati Rubby. Kini ia terjebak dilema besar, harus memilih antara kesetiaan Rain atau daya tarik Halilintar untuk sisa hidupnya.
Sampul Novel Cool vs Cold
8.4
Hidup Avril berubah total sejak kehadiran Jay yang tiba-tiba. Sosok pria itu perlahan membangkitkan kembali emosi yang sekian lama ia kubur dalam-dalam. Lewat ketulusan dan kasih sayang yang nyata, Jay mampu meruntuhkan pertahanan dingin di hati Avril. Momen ini menyadarkan Avril bahwa menerima cinta sejati menuntut keberanian besar untuk melangkah. Sebuah kisah hangat tentang bagaimana ketulusan mampu mencairkan kebekuan jiwa yang paling rapat.
Sampul Novel Hati Terjerat: Jatuh Cinta pada Istriku yang Jelek
8.5
Viona sengaja menyamar jadi perempuan berwajah buruk dan tidur dengan Daniel, paman tunangannya, demi membatalkan pernikahan dengan pria yang berselingkuh. Namun, setelah malam itu, Daniel yang sangat disegani justru enggan melepaskan Viona. Meski diterpa berbagai gosip miring tentang hubungan mereka, Daniel tetap menunjukkan kesetiaannya. Pria terpandang itu bahkan tak ragu berlutut untuk memakaikan sepatu Viona demi memperoleh kecupan manis dari sang istri.
Sampul Novel Since I Found You
8.5
Bagi Juan Keegan, cinta bukanlah takdir melainkan sebuah pilihan. Namun, asmaranya dengan Kirana Wakely kini terancam runtuh akibat restu keluarga yang terhalang dan kemunculan Dahlia Risma. Di satu sisi, Kirana berjuang keras menjaga Juan yang sangat berarti baginya. Di sisi lain, Dahlia merasa kehadiran Juan telah mengisi hatinya. Di tengah kekacauan ini, siapakah yang akhirnya mendampingi Juan? Temukan kelanjutan kisah rumit bagian kedua Trilogy of Love Chaser ini.
Sampul Novel Sugar Baby
9.0
Terdesak biaya kuliah, Vanya terpaksa mendaftar di situs kencan elite sebagai sugar baby. Takdir mempertemukannya dengan Erick, CEO berparas menawan yang tidak lagi memercayai ketulusan cinta. Hubungan mereka awalnya murni didasari kontrak bisnis yang sangat kaku. Namun, daya tarik kuat di antara keduanya tidak dapat dibendung. Kini, kesepakatan profesional itu perlahan beralih menjadi pergulatan emosi penuh risiko yang mengancam hati mereka.
Sampul Novel Sweet Divorce
9.3
Pravara Pranatha tak pernah mencintai Pandu Laksamana selama lima tahun pernikahan mereka, dan ia yakin suaminya pun demikian. Namun, saat ibu mertuanya meminta mereka bercerai, Pandu justru menolak keras. Prava sangat terkejut ketika suaminya tiba-tiba mengajak memperbaiki hubungan yang retak. Di tengah rasa muak yang mendalam, Prava mempertanyakan motif di balik perubahan sikap Pandu yang mendadak setelah sekian lama mengabaikan dirinya.