APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Keangkuhan dan Kesombongan

Keangkuhan dan Kesombongan

Di Jawa abad ke-19, Anisa yang cerdas berhadapan dengan Raditya, pemuda kota yang penuh keangkuhan. Pertemuan awal mereka dipenuhi prasangka; Raditya meremehkan Anisa, sedangkan Anisa menilai Raditya sangat sombong. Namun, di balik jerat perjodohan keluarga dan jurang status sosial, perasaan cinta perlahan tumbuh. Kini, keduanya harus berjuang meruntuhkan ego besar dan tradisi yang mengekang demi bersatu dalam ketulusan cinta tanpa sekat kasta.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ketika sebuah kereta mewah tiba di desa mereka, kedatangan seorang pria tampan bernama Raditya mengundang decak kagum dari penduduk desa. Anisa, yang sedang pulang dari sungai setelah mencuci pakaian, melihat keramaian di jalan desa dan memperhatikan sosok yang berdiri di depan kereta itu dengan penuh kekaguman. Namun, kekaguman itu segera berubah menjadi keragu-raguan saat Raditya melangkah keluar dari kereta dengan sikap angkuh yang terasa asing bagi Anisa.

Pertemuan pertama antara Anisa dan Raditya penuh dengan ketidaknyamanan. Anisa merasa canggung saat mereka saling berhadapan di tengah jalan desa yang ramai. "Selamat datang di desa kami, Pak," ucap Anisa dengan suara gemetar, mencoba menunjukkan sikap sopan dalam situasi yang tak terduga. Namun, sikap dingin dan angkuh Raditya membuat suasana semakin tegang.

Raditya melihat Anisa dengan pandangan seolah-olah merendahkan, membuat Anisa merasa tersinggung dan tidak nyaman. "Terima kasih, tetapi saya pikir Anda tidak perlu mengganggu," jawab Raditya dengan nada acuh, membuat Anisa semakin terkejut dan terdiam sejenak. Pertukaran kata-kata singkat itu meninggalkan kesan yang tidak menyenangkan di hati Anisa, membuatnya bertanya-tanya tentang pria itu dan apa maksud sebenarnya di balik sikapnya.

Meskipun mencoba menyembunyikan rasa tidak nyamannya, Anisa merasa terganggu oleh pertemuan singkat itu. Ia merenungkan sikap sombong Raditya dan bertanya-tanya tentang kehidupan di luar desanya yang tampak begitu berbeda. Pertemuan itu meninggalkan bekas yang dalam di benak Anisa, membuatnya semakin penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang pria misterius itu yang baru saja tiba di desa mereka.

Anisa menatap Raditya dengan mata yang mencoba memahami. "Maaf jika saya mengganggu, Pak. Kami hanya ingin menyambut kedatangan Anda dengan baik," ucapnya dengan suara yang agak bergetar, mencoba menjaga kesopanan di tengah ketegangan yang terasa.

Raditya menatap Anisa dengan tatapan dingin, seolah-olah menilainya dengan cepat. "Tidak perlu repot-repot," jawabnya singkat, tanpa sepatah pun rasa hormat pada keramaian yang sedang menyambutnya. Suara dan tatapannya membuat Anisa merasa tak nyaman, namun ia tetap berusaha menjaga sikap sopan.

Anisa merasa kesal dengan sikap sombong Raditya, namun ia mencoba menahan diri agar tidak menunjukkan emosinya. "Baiklah, kalau begitu, selamat tinggal, Pak," ucapnya dengan nada rendah, berusaha menutup pertemuan yang tidak menyenangkan itu secepat mungkin.

"Selamat tinggal," jawab Raditya singkat, sebelum memalingkan pandangannya dan berjalan menjauh, meninggalkan Anisa dengan perasaan campur aduk di hatinya. Pertemuan singkat itu meninggalkan kesan yang tidak menyenangkan pada Anisa, membuatnya semakin ingin mengetahui lebih banyak tentang pria misterius itu dan apa yang mungkin membentuk karakternya yang begitu dingin dan angkuh.

Anisa menatap Raditya dengan mata yang mencoba memahami. "Maaf jika saya mengganggu, Pak. Kami hanya ingin menyambut kedatangan Anda dengan baik," ucapnya dengan suara yang agak bergetar, mencoba menjaga kesopanan di tengah ketegangan yang terasa.

Raditya menatap Anisa dengan tatapan dingin, seolah-olah menilainya dengan cepat. "Tidak perlu repot-repot," jawabnya singkat, tanpa sepatah pun rasa hormat pada keramaian yang sedang menyambutnya. Suara dan tatapannya membuat Anisa merasa tak nyaman, namun ia tetap berusaha menjaga sikap sopan.

Anisa merasa kesal dengan sikap sombong Raditya, namun ia mencoba menahan diri agar tidak menunjukkan emosinya. "Baiklah, kalau begitu, selamat tinggal, Pak," ucapnya dengan nada rendah, berusaha menutup pertemuan yang tidak menyenangkan itu secepat mungkin.

"Selamat tinggal," jawab Raditya singkat, sebelum memalingkan pandangannya dan berjalan menjauh, meninggalkan Anisa dengan perasaan campur aduk di hatinya. Pertemuan singkat itu meninggalkan kesan yang tidak menyenangkan pada Anisa, membuatnya semakin ingin mengetahui lebih banyak tentang pria misterius itu dan apa yang mungkin membentuk karakternya yang begitu dingin dan angkuh.

Sementara Anisa menyaksikan langkah Raditya menjauh, ia merenung dalam-dalam. "Apa yang membuatnya begitu angkuh?" pikirnya sambil menggaruk kepalanya yang penuh tanda tanya. Ketidaknyamanan dari pertemuan itu masih membekas dalam pikirannya, mendorongnya untuk mencari jawaban atas perilaku pria itu.

Ketika Anisa kembali ke rumahnya, ibunya, Ibu Ratna, melihat ekspresi wajahnya yang kacau. "Ada yang salah, Nak?" tanya Ibu Ratna dengan penuh kepedulian. Anisa menggelengkan kepala sambil mencoba tersenyum, namun senyumnya terasa kaku. "Hanya sedikit kejadian di jalan desa tadi, Bu. Tidak apa-apa," jawabnya dengan berusaha menjaga rahasia perasaannya.

Namun, Ibu Ratna dengan cepat melihat melalui senyum palsu Anisa. "Anakku, aku tahu ada sesuatu yang mengganggumu. Katakan padaku," desak Ibu Ratna dengan lembut, merangkul Anisa dengan penuh kehangatan. Anisa merasakan dukungan yang hangat dari ibunya, dan akhirnya ia melepaskan diri dari tekanan yang ia rasakan.

"Dua kata pertama yang keluar dari mulutnya adalah 'terima kasih', Bu," kata Anisa dengan suara terbata-bata. Ibu Ratna mendengarkan dengan seksama, membiarkan Anisa menceritakan kejadian di jalan desa tadi. Setelah mendengarkan cerita Anisa, Ibu Ratna mengusap lembut punggungnya. "Anakku, mungkin itu adalah sikapnya yang terlalu cepat menilai. Kita tidak pernah tahu apa yang ada di baliknya," ujarnya dengan bijak.

Anisa mengangguk, merasa lega karena telah berbagi beban pikirannya dengan ibunya. Namun, pertemuan singkat itu masih meninggalkan pertanyaan yang mengganggunya. "Aku akan mencoba memahaminya lebih baik," gumamnya dalam hati, bersumpah untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang pria misterius yang baru saja tiba di desa mereka.

Anisa melihat Raditya pergi dengan langkah yang mantap, meninggalkan desa yang kini terasa lebih sunyi setelah kedatangannya. Ia merasakan getaran ketegangan dari pertemuan singkat tersebut masih terasa di udara, dan pikirannya dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan tentang pria itu.

Setelah Raditya pergi, Anisa kembali ke rumahnya dengan perasaan campur aduk. Ia menceritakan pertemuan singkat itu kepada ibunya, Ibu Ratna, yang mendengarkan dengan serius. "Anakku, jangan terlalu terpengaruh oleh pandangan orang lain. Setiap orang memiliki cerita masing-masing," kata Ibu Ratna dengan lembut, mencoba menenangkan hati Anisa yang gelisah.

Namun, Anisa tetap merasa penasaran dengan sosok Raditya dan apa yang mungkin menyebabkan sikap dinginnya. Ia merenungkan kata-kata ibunya, mencoba untuk tidak membuat kesimpulan terburu-buru tentang pria itu. Namun, keingintahuannya akan dunia luar desanya dan keinginan untuk memahami lebih dalam tentang Raditya tidak bisa dihindarkan.

Pertemuan singkat itu menjadi awal dari perjalanan Anisa yang penuh dengan kebingungan dan ketertarikan terhadap pria misterius itu. Ia tidak tahu bahwa pertemuan itu akan membawa banyak perubahan dalam hidupnya dan akan membawanya pada sebuah jalan yang penuh dengan tantangan dan rahasia yang belum terungkap.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku open BO mas...!
9.0
Kehilangan ibu angkat akibat kanker membuat Shahsya putus sekolah dan bekerja di kafe. Tergiur kemudahan mencari uang, ia terjerumus ke dunia prostitusi demi membuktikan kesuksesannya pada keluarga yang mengadopsinya. Obsesi pada kekayaan membutakan nuraninya, hingga sebuah pertemuan tak terduga mengubah segalanya. Seorang pria tunanetra yang tampan datang ke dalam hidupnya, bukan untuk menyewa jasanya, melainkan memintanya menjadi istri.
Sampul Novel Amnesia Palsu, Tapi Melepaskannya Sungguh-sungguh
9.5
Niat awal berpura-pura amnesia setelah kecelakaan demi menggoda suami dan anaknya justru berujung pada kenyataan pahit bagi wanita ini. Saat ia melontarkan pertanyaan tentang identitas mereka, sang putra justru tampak gembira. Bocah itu segera membawa masuk seorang wanita asing yang menunggu di luar ruang perawatan, lalu memperkenalkannya sebagai bagian dari keluarga yang datang menjenguk. Sang suami hanya berdiri membisu, membiarkan kebohongan kejam itu terjadi di depan matanya.
Sampul Novel Bangkitnya Ahli Waris Tersembunyi
7.9
Pasca mengakhiri hidup akibat perundungan, tubuh mahasiswa bernama Adit justru dirasuki jiwa Hito Aswatama yang tewas dalam kecelakaan maut. Dengan raga baru ini, Hito bergerak menyelidiki dalang di balik pembunuhan dirinya. Ia pun harus bersaing memperebutkan takhta ahli waris keluarga Aswatama melawan paman serta sepupunya. Perseteruan ini perlahan membongkar misteri kelam kematian orang tua Hito. Mampukah ia memenangkan takhta di tengah pusaran intrik tersebut?
Sampul Novel Hubungan Gelap Sekretaris dan Suami Pembawa Petaka
8.4
Sebuah foto viral menyeret Charlie ke dalam rumor perselingkuhan dengan sekretarisnya. Alih-alih menjelaskan, Charlie malah memarahi istrinya lalu memblokir kontaknya. Tragedi terjadi saat sang istri menemukan putra mereka tewas dengan jasad mendingin, menggenggam kartu identitas sekretaris itu. Di tengah duka, Charlie justru menuntut sang anak datang demi bisnis mereka. Sang istri pun bertekad menghancurkan karier dan masa depan suaminya sebagai pembalasan atas kematian tragis sang putra.
Sampul Novel Istri Lugu Presdir Dingin
8.4
Dunia Nia runtuh saat kehamilannya diketahui publik. Di tengah keputusasaan, seorang wanita yang pernah ditolongnya menawarkan pernikahan dengan Dion, seorang duda beranak satu. Nia menerima demi menyelamatkan masa depannya. Namun, takdir berkata lain ketika ia menyadari bahwa keluarga suami barunya ternyata berhubungan erat dengan pria yang telah menghamilinya. Kini, Nia terjebak dalam dilema besar mengenai kejujuran dan penerimaan sang suami terhadap janin di rahimnya.
Sampul Novel Istri Sah Hanya Dianggap Pembantu
9.2
Aluna Maheswari menderita akibat sikap dingin Renandio serta pengkhianatan keluarga besarnya. Usai menggugat cerai, ia bertemu Dion Ardianata, duda kaya yang membesarkan putranya, Elvano, sendirian. Hubungan mereka bermula saat Aluna menyelamatkan Elvano dari kecelakaan. Bocah yang merindukan kasih sayang ibu itu pun mulai melekat padanya. Meski benih cinta tumbuh, masa lalu yang kelam dan orang-orang yang iri menjadi penghalang besar bagi kebahagiaan baru mereka.