APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kau Rebut Ayahku, Aku Rebut Suamimu

Kau Rebut Ayahku, Aku Rebut Suamimu

Hidup Arlena hancur setelah seorang wanita merebut ayahnya, memicu duka mendalam yang merenggut nyawa ibunya. Didorong amarah, ia merancang aksi balas dendam yang tak biasa. Kesempatan emas muncul saat Arlena tahu bahwa perusak keluarganya adalah istri dari Rafael Vallenzo, bosnya yang berkuasa. Arlena bertekad memikat Rafael demi menuntut keadilan, tetapi rencana nekat ini justru menjerat perasaannya sendiri dalam risiko yang berbahaya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Arlena duduk di meja kerjanya, tangan terlipat di depan wajah, menatap layar komputer dengan tatapan kosong. Tidak ada yang bisa ia kerjakan hari itu-tidak ada yang penting selain satu hal: balas dendam. Semua yang telah terjadi, yang menyebabkan keruntuhan rumah tangga orang tuanya, kini telah membawanya pada satu titik di mana perasaan marah dan sakit hati menjadi bahan bakar utama bagi setiap tindakannya.

Nadia, wanita yang dulu tampak begitu sempurna di mata semua orang, kini menjadi musuh utama dalam hidup Arlena. Tentu saja, tidak ada yang tahu betapa dalam luka yang ditinggalkan oleh pengkhianatan itu. Arlena memejamkan mata sejenak, berusaha menenangkan pikirannya.

"Aku harus berhati-hati," gumamnya pelan, berbicara pada dirinya sendiri. "Setiap langkahku harus tepat."

Pikirannya kembali melayang pada percakapan yang baru saja terjadi dengan Rafael. Pria itu-meskipun tidak sepenuhnya bersalah-tetap saja memiliki hubungan dengan keluarga yang telah menghancurkan hidupnya. Ia adalah bagian dari cerita yang tak akan pernah bisa dilupakan. Namun, Arlena tahu, bahkan dengan semua amarah yang membakar hatinya, ia harus berpikir lebih jernih.

Sebuah ketukan di pintu mengalihkan perhatiannya.

"Masuk," serunya, suara tegas terdengar lebih kuat dari yang ia rasakan.

Seorang rekan kerjanya, Bastian, masuk ke ruangan dengan senyuman lebar di wajahnya. Bastian adalah seorang pria muda yang penuh semangat dan cukup cerdas, meskipun sering kali terlalu ceria untuk situasi yang tengah dihadapi Arlena.

"Arlena, ada kabar bagus!" katanya, melangkah lebih dekat dengan semangat yang tak terbendung.

Arlena menatapnya dengan pandangan kosong. "Kabar bagus?"

Bastian mengangguk, meletakkan sebuah berkas di atas meja Arlena. "Kita baru saja mendapat proyek besar. Proyek yang akan memberikan kita keuntungan besar. Ini bisa mengubah segala sesuatu."

Arlena melihat berkas yang tergeletak di depannya. Pikirannya teralihkan untuk sesaat, namun kemudian kembali ke fokus utamanya. "Proyek besar? Apakah itu lebih penting daripada apa yang sedang aku hadapi saat ini?"

Bastian sedikit terkejut dengan nada Arlena yang tidak seperti biasanya. "Apa maksudmu? Kita bisa merayakan pencapaian ini bersama. Lupakan dulu semua masalah pribadi. Ini kesempatan emas!"

Arlena menatap Bastian dengan tatapan dingin. "Maksudmu, aku harus melupakan segalanya hanya demi proyek ini? Kalau aku bisa, aku akan melupakan semuanya. Tapi tidak, Bastian, tidak hari ini."

Bastian terdiam sejenak, mencoba membaca ekspresi Arlena. "Ada yang salah? Kamu tidak terlihat seperti biasanya."

"Begitulah," jawab Arlena dengan nada datar. "Tapi ada hal-hal yang lebih besar daripada proyek ini, Bastian. Proyek yang tak akan pernah bisa kamu pahami."

Bastian, yang mulai merasa cemas, mundur sedikit. "Oke... kalau begitu, kalau kamu butuh waktu, aku akan pergi dulu."

"Terima kasih," jawab Arlena tanpa banyak bicara.

Setelah Bastian pergi, Arlena kembali menatap layar komputer. Rencana yang telah ia susun perlahan mulai terlihat jelas di benaknya. Tidak ada yang akan menghentikannya. Nadia, sang perusak kebahagiaan keluarganya, akan membayar harga yang setimpal. Namun, untuk itu, Arlena membutuhkan lebih dari sekadar amarah. Ia membutuhkan informasi, pemahaman yang mendalam tentang kelemahan Nadia.

Lama-kelamaan, ia tahu, cara terbaik untuk mengalahkan seseorang adalah dengan mengetahui segalanya tentang mereka.

Keesokan harinya, Arlena berdiri di depan cermin, menata dirinya dengan rapi. Pakaian yang dipilihnya hari itu sangat berbeda dari biasanya-bukan untuk gaya, tetapi untuk tujuan. Ia membutuhkan kekuatan yang lebih, dan penampilannya hari itu adalah bagian dari rencana yang lebih besar.

Setelah memastikan segalanya, Arlena melangkah keluar dari apartemennya menuju pertemuan yang telah dijadwalkan dengan Rafael. Ia tahu, kali ini, ia harus bermain cerdas. Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan.

Namun, saat ia tiba di restoran yang telah ditentukan, ia merasakan ketegangan di udara. Rafael sudah duduk di meja, menunggunya dengan ekspresi yang tidak bisa terbaca. Ketika Arlena duduk di hadapannya, ia langsung merasakan tekanan dari mata pria itu.

"Arlena," Rafael memulai dengan suara dalam, "aku tahu kau masih marah padaku... padanya."

Arlena tersenyum sinis. "Marah? Itu bahkan belum dekat dengan apa yang kurasakan."

Rafael menghela napas, seolah tahu bahwa kata-katanya kali ini tidak akan mudah diterima. "Apa yang kau rencanakan, Arlena? Aku tahu kau sedang merencanakan sesuatu."

Arlena menatapnya tanpa mengalihkan pandangan. "Dan apa yang kau pikirkan? Bahwa aku akan duduk dan meratap selamanya?"

Rafael terdiam, matanya merenung. "Kau sangat marah... terlalu marah."

"Dan kau terlalu bodoh untuk menyadarinya," jawab Arlena tajam. "Tapi kau akan belajar. Semua akan terjadi lebih cepat dari yang kau kira."

Rafael menyandarkan punggungnya ke kursi, menatapnya dalam diam. Ia tahu Arlena bukanlah wanita yang mudah dipahami. Meskipun ia bisa merasa simpati pada rasa sakit yang dirasakannya, ia juga tahu bahwa ini bukanlah hal yang bisa dihindari.

"Jadi, apa yang kau inginkan dariku?" tanya Rafael akhirnya, suaranya penuh dengan ketegangan yang tak bisa disembunyikan.

Arlena tersenyum tipis. "Aku ingin kau berhenti melindungi wanita itu. Aku ingin dia merasakan apa yang telah dia lakukan pada keluargaku."

Rafael menatapnya intens. "Dan jika aku tidak bisa melakukan itu?"

"Jika kau tidak bisa, Rafael," suara Arlena rendah namun penuh ancaman, "maka kau akan menjadi bagian dari masalah, bukan solusi."

Rafael hanya bisa menatapnya, sebuah pertanyaan besar tergantung di antara mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bagaikan Debu Bertemu Mercusuar
8.2
Pernikahan Velia dan Chris Dirja yang baru berjalan dua tahun diuji oleh sikap kejam sang suami. Chris sengaja membawa perempuan lain ke rumah mereka demi menyiksa perasaan Velia. Dia bahkan menantang istrinya untuk mencoba menjalin hubungan dengan pemuda lain yang lebih berenergi. Namun, permainan mental ini menjadi bumerang ketika Velia benar-benar membuka hatinya untuk pria lain. Saat Chris menyadari luka cakaran baru di pinggang pemuda selingkuhan Velia, kemarahan dan kecemburuannya pun meledak.
Sampul Novel Balas Dendam Dalam Cinta
9.5
Kimbeerly Libason awalnya hanya alat balas dendam bagi Alexander, sebelum pria itu benar-benar jatuh cinta padanya. Demi menyembuhkan luka batinnya, Alexander memilih pergi dan meninggalkan Kimbeerly yang tengah mengandung. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, hati Kimbeerly hancur saat melihat Alexander bersama wanita dan anak lain, sementara buah hati mereka terus menanyakan ayahnya. Apakah mereka akan bersatu atau berpisah selamanya?
Sampul Novel CRAZY FOR LOVE
9.3
Pertemuan kembali dengan Panji, pria temperamental namun lembut dari masa lalunya, mengacaukan hati Kirana yang unik dan galak. Meski kini sudah memiliki kekasih baru, Kirana tidak bisa mengabaikan kehadiran sosok yang dulu sempat hilang tanpa jejak tersebut. Demi menjerat Panji yang sangat menghindari komitmen, Kirana nekat mengajukan rencana tinggal bersama hingga ingin mengandung anaknya. Akankah taktik berani ini berhasil mengikat Panji, atau justru membuatnya patah hati lagi?
Sampul Novel Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati
8.5
Pernikahan perjodohan selama enam bulan menjadi neraka bagiku. Dito, suamiku, terang-terangan berselingkuh dengan mantan kekasihnya, Luna. Kehadiranku diabaikan, ia enggan menyentuhku dan selalu muak. Saat pengkhianatannya kian menjadi, kesabaranku habis. Karena ia tidak bisa adil, aku memutuskan mundur. Di tengah rasa sakit, takdir mempertemukanku dengan Arya Pratama, pria yang sangat dingin.
Sampul Novel SENANDUNG RINDU
8.2
Setelah sembuh dari depresi, Anika Larasati harus menghadapi rasa rindu yang berat kepada anak serta lelaki impiannya. Sementara itu, Gafi Beryl mengambil langkah berani menentang kehendak keluarganya demi mengejar cinta yang sempat hilang. Di sudut lain, Citra Larasati memutuskan untuk menyembunyikan anaknya dari sang suami yang telah berkhianat. Bersama ambisi Noah Berto yang ingin merebut kembali cintanya, takdir membawa mereka dalam pencarian pengampunan yang tulus.
Sampul Novel Suara Hati Sang CEO
8.3
Raihana Calistya Zianisa dikaruniai kemampuan membaca pikiran melalui tatapan mata, sebuah bakat yang justru membuatnya sulit menemukan cinta sejati karena banyak pria hanya memanfaatkan kariernya. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang lelaki sederhana berhati tulus. Siapa sangka, pria tersebut sebenarnya adalah CEO di perusahaannya yang sedang menyamar demi mencari ketulusan. Akankah pertemuan dua insan yang jenuh dengan kepalsuan ini mampu melahirkan cinta yang tulus?