APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KASIH UNTUK FAITH

KASIH UNTUK FAITH

Faith Hoewar, pengusaha dingin yang antipati pada wanita, terpaksa menikahi dokter Kasih Alayah demi mewujudkan wasiat terakhir Oma Meri yang sakit. Kasih pun tak bisa menolak karena utang budi keluarganya pada sang Oma. Tanpa cinta, pernikahan mereka dilingkupi badai emosi yang berat. Sanggupkah ketulusan Kasih melunakkan hati beku Faith yang dipenuhi kebencian, ataukah perpisahan menjadi akhir dari segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ti ... tidak kok, Oma. Hanya saja saat ini Faith sedang fokus menangani sebuah proyek besar di sana." Sergah Daddy Heru, mencoba menjelaskan semuanya kepada sang ibu.

"Memangnya tidak ada orang lain yang bisa kamu percayai untuk menangani proyek itu, Heru?" Ketus, Oma Meri.

"A ... ada sih, Oma. Tapi kan Faith lebih unggul dari yang lainnya. Apalagi dia seorang CEO yang sangat handal dibidangnya." Tuan Heru terus berbicara mengenai proyek itu dan menjelaskan peran besar sang putra, dalam keberhasilan proyek itu.

Sang istri, Nyonya Rara terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya. Melihat tingkah suaminya yang lebih mementingkan pekerjaan di perusahaan dibandingkan dengan kesehatan ibu kandungnya sendiri. 

Sementara Oma Meri menatap tajam ke arah putranya.

"Oh jadi kamu lebih mementingkan urusan perusahaan, Heru? Apakah kamu masih kekurangan uang?" Sindir, Oma Meri.

"Bu ... bukan begitu, Oma."

"Jadi, apa? Atau kamu menunggu ibumu ini tidak ada lagi di dunia ini, baru kamu merasa lega?" Isak tangis Oma Meri, mulai terdengar di ruangan itu.

Seketika hati Tuan Heru diliputi rasa bersalah. Dia merasa jika dirinya saat ini terlalu egois.

"Apakah salah jika aku meminta untuk menemui cucu-cucuku untuk terakhir kalinya?" Sedihnya, semakin menyayat.

"Lovlyta sejak kuliah di London. Tidak pernah sekali pun menginjakkan kaki di Jakarta. Apalagi Faith, sejak menetap di New York, sudah sepuluh tahun lamanya. Dia juga tidak pernah kembali ke Indonesia! Heru ... sebenarnya apa yang kamu inginkan dari anak-anakmu? Apakah masih kurang kekayaan yang ayah mu wariskan, yang begitu berlimpah-limpah. Bahkan dapat membiayai hidup tujuh keturunan mu berikutnya! Apakah itu masih kurang?" Oma Meri, menjadi sangat sedih saat ini.

Nyonya Rara juga ikut-ikutan menjadi sedih. Melihat ibu mertuanya yang sedang menangis. Tak terasa air matanya, ikut jatuh di pelupuk matanya.

Nyonya Rara baru menyadari jika apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya itu, ada benarnya. Kedua anaknya, sebagai cucu sang oma. Faith dan Lovlyta, tidak pernah sekalipun menjenguk nenek mereka.

Pantas saja Oma Meri merasa sangat kesepian. Belum lagi kesibukan dari sang suami dan dirinya dalam mengurusi perusahaan. Membuat Oma Meri dirawat oleh keluarga Pak Danu.

Nyonya Rara pun bertekad, akan mempertemukan kedua cucu sang Oma, dengan Beliau. Bagaimana pun caranya. Walau bagaimana pun Faith dan Lovlyta adalah cucu-cucu kesayangan, Oma Meri. 

Nyonya Rara mencoba menguatkan ibu mertuanya, sambil menepuk-nepuk punggungnya dengan pelan. Sembari berkata,

"Oma, jangan bersedih hati begitu. Oma berhenti ya, menangis? Aku pastikan, baik Faith maupun Lovlyta akan pulang ke Indonesia dengan segera." Janjinya, kepada ibu mertuanya.

"Mommy ... sebaiknya kita bicarakan ini lebih dulu." Ternyata Tuan Heru, masih mempertimbangkannya lagi. 

Oma Meri seketika menatap tajam ke arah putranya yang terlalu berambisi itu. 

Sang menantu, Nyonya Rara. Sudah dapat ditaklukkan oleh Oma Meri. Buktinya, dia menyetujui kepulangan Faith dan Lovlyta ke Indonesia. 

Sedangkan putranya sendiri, masih saja berkeras kepala. Sang Oma pun terlihat menekan salah satu tombol di ponselnya.Sambil terus dalam mode menangis. Seraya menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Daddy! Apalagi yang harus dibicarakan, sih? Apakah kamu nggak kasihan melihat kondisi Oma? Beliau hanya merindukan kedua cucunya. Apakah hal itu sangat susah untuk diwujudkan saat ini?" Ketus sang istri, tetap bersikeras.

"Mommy, kamu juga harus mempertimbangkan, Lovlyta akan segera menyelesaikan gelar masternya. Sementara Faith sangat sibuk di perusahaan. Ada baiknya, kita atur lagi jadwal kepulangan mereka." Tukas Daddy Heru, kepada istrinya.

Kedua suami istri itu terus saja berdebat. Membuat kepala Oma Meri yang mendengarnya semakin pusing saja.

"Aduh! Nggak Rara! Nggak Heru! Tetap saja berdebat tiada akhir. Kedua orang ini, tidak pernah berubah! Dari dulu sampai sekarang tetap saja adu argumen! Bisa-bisa kepalaku menjadi pecah mendengar ocehan mereka." Gumam Oma Meri, dalam hatinya.

Oma Meri pun kembali mengutak-atik ponsel pintarnya, dia sedikit gelisah. Kenapa para tim dokter tidak juga datang ke ruangannya. Padahal rumah sakit ini adalah salah satu aset pribadinya.

"Kenapa para dokter tidak datang juga? Aku ingin kedua orang ini segera disingkirkan dari hadapanku!" Ketusnya, dalam hati.

Telinga Oma Meri semakin panas mendengar perdebatan tiada akhir dari kedua pasangan suami istri itu. Tuan Heru dan Nyoya Rara.

Bahkan kadang kala Oma Meri tak habis pikir dengan anak dan menantunya itu. Selalu saja memperdebatkan apa pun. Pikiran mereka tak pernah sejalan dalam hal apa pun. Akan tetapi pernikahan keduanya, tetap saja langgeng sampai saat ini. 

"Mungkin ini yang dinamakan dengan kekuatan cinta." Pikir, sang oma.

Tak berapa lama, tim dokter pun datang ke ruang rawatan Oma Meri yang mewah itu.

Semua para dokter spesialis berkumpul di ruangan itu. Mereka dipimpin oleh dokter Roland sebagai kepala rumah sakit.

"Selamat pagi, Tuan dan Nyonya Hoewar. Maaf menggangu pagi Anda, berdua." Ucap dokter Roland, mengawali pembicaraan.

"Tidak masalah, dok. Kami sedang tidak sibuk, kok. Hanya saja, kami sedang mendiskusikan sesuatu." Ternyata, Tuan Heru merasa terganggu dengan datangnya banyak dokter di ruangan itu. 

Sehingga perdebatan sengitnya dengan sang istri. Mau tidak mau, terpaksa harus dihentikan dulu. 

Sang ibu, Oma Meri. Lagi-lagi menatap tajam ke arah putranya. Karena menyiratkan ketidaksukannya dengan kedatangan para dokter itu.

"Cepat katakan, ada apa dokter? Kenapa semua orang menjadi datang ke sini? Apakah ada sesuatu hal darurat yang sedang terjadi?" Tukas, Tuan Heru kepada dokter Roland.

Melihat Tuan Heru yang terlihat keberatan, karena banyak orang yang ada di ruangan itu. Dokter Roland segera mengutarakan apa yang ingin dirinya katakan.

"Begini, Tuan Heru." Sang dokter pun mulai menjelaskan penyakit Oma Meri. Kedua suami istri itu, terlihat terdiam dan terus mendengarkan setiap penjelasan dari sang dokter. 

Sementara Oma Meri mulai terlihat lemah dan pura-pura tidur untuk lebih mendramatisir keadaan.

"Apa?" Kaget, kedua suami istri itu. Mendengar penjelasan dokter Roland.

Tuan Heru ingin menyela perkataan dokter Roland, namun sang dokter segera berkata,

"Penjelasan saya masih belum selesai, Tuan Hoewar." Sela, dokter Roland.

"Baik, dokter. Silakan lanjutkan." Tutur, Tuan Heru.

"Jadi dengan kondisi Oma Meri sekarang ini. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Bisa saja sesuatu hal yang tidak diinginkan semua orang dapat terjadi."

"Apa?" Lagi-lagi, kedua suami istri itu dibuat terkaget-kaget dengan diagnosa dari dokter Roland. Seorang dokter senior dan sangat disegani di rumah sakit itu.

Tak terasa air mata Nyonya Rara kembali mengalir. Dia menatap sendu ke arah sang ibu mertua yang sedang tertidur itu.

"Dokter, apa yang harus kami lakukan saat ini. Agar kesehatan Oma Meri, cepat pulihnya?" Lirih, Nyonya Rara sedih.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikah, Tapi Bukan Untuk Dicintai
9.6
Demi melunasi utang, Lana bersedia menjalankan misi dari Valerie untuk memikat ayahnya sendiri, Cedric Vellani. Rencana ini dibuat demi menggagalkan pernikahan pria kaya raya tersebut dengan wanita oportunis. Namun, menaklukkan Cedric yang berhati dingin tidaklah mudah. Lana justru terbuai oleh pesona sang target hingga kesepakatan rahasia mereka berubah menjadi cinta terlarang. Kini, di tengah rasa dikhianati yang dirasakan Valerie, Lana terjebak dilema antara uang atau cinta palsu.
Sampul Novel Musuh Bebuyutanku yang Berdarah Dingin Tiba-tiba Terobsesi Denganku
9.4
Tujuh tahun kebersamaan Daniela sirna seketika saat ia memergoki perselingkuhan Yosua menjelang pernikahan mereka. Di hari sakral tersebut, Daniela mantap membatalkan pernikahan dan membuang cincinnya. Saat keluarga Clark menghina tindakannya, tiga kakak laki-laki Daniela dari keluarga Stewart hadir membela. Mereka bertekad meruntuhkan dinasti Clark demi adik mereka. Di tengah kekacauan itu, Daniela justru menemukan dekapan hangat dari pria tak terduga yang mengajaknya pulang.
Sampul Novel Gairah Isteri Kedua
8.4
Demi sebuah alasan besar, Ellea terpaksa mengambil keputusan berat untuk menjadi istri kedua Anderson. Menikah dengan CEO muda yang sangat berkuasa itu menyeret Ellea ke dalam rumah tangga yang penuh misteri. Apa yang sebenarnya mendasari kesediaannya menerima peran tersebut? Ikuti kisah cinta penuh konflik ini saat Ellea berjuang menghadapi kenyataan pahit di balik statusnya sebagai wanita kedua dalam kehidupan sang konglomerat kaya raya.
Sampul Novel Tidak Pernah Melihat Kembali: Hati Menginginkan Apa yang Diinginkannya
8.0
Lorenzo tega mendonorkan jantung putri mereka demi wanita lain, membuat Gracie sangat kecewa. Ia pun menuntut cerai dan bekerja sama dengan Waylon, paman Lorenzo, untuk menuntut balas. Rencana mereka berhasil menghancurkan hidup Lorenzo hingga pria itu memohon ampun. Namun, setelah dendamnya terbalaskan, Gracie justru tidak bisa pergi begitu saja. Waylon menolak melepaskannya, membuat Gracie kini terjebak dalam jerat dominasi sang paman mantan suaminya.
Sampul Novel Mantan Jadi Bos
9.4
Nasib buruk menimpa Alula yang dipecat tanpa pesangon akibat menolak dimadu oleh atasannya. Sebagai penopang hidup ibu dan adiknya, ia harus segera mendapat pekerjaan baru. Beruntung seorang kawan membantunya diterima di sebuah perusahaan. Namun, Alula terkejut karena CEO barunya adalah mantan pacar yang dulu ia campakkan begitu saja. Sang bos kini berniat membalas dendam padanya. Di tengah perlakuan buruk itu, cinta lama Alula justru bersemi kembali. Mampukah ia bertahan?
Sampul Novel Pengasuh Cantik CEO Duda
9.5
Agatha yang dirundung kemalangan memutuskan kabur ke bar demi melepas penat. Malang, segelas bir gratis pemberian bartender justru membuatnya tak sadarkan diri. Di tengah ancaman bahaya tersebut, ia tak menyadari bahwa ada sepasang mata yang mengawasinya sejak awal. Seorang CEO duda bergelimang harta yang memperhatikannya langsung bertindak untuk menolongnya secara senyap. Kejadian tak terduga itu pun menjadi awal baru yang mengubah jalan hidup Agatha.