APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kasih Ibu, Dosa Ibu

Kasih Ibu, Dosa Ibu

Sebagai influencer pengasuhan anak, istriku dikenal sangat keras mendidik putra kami. Namun, tindakan ekstremnya melampaui batas saat anak kami mendorong putri mantan pacarnya di sekolah. Demi menghukumnya, dia mengurung sang putra di balkon lantai 18, lalu pergi menemani anak dari cinta pertamanya. Di tengah kesendirian, tubuh kecil putra kami lolos dari jeruji pembatas hingga jatuh mengenaskan. Teriakan histerisnya meminta tolong diabaikan begitu saja oleh ibunya yang tidak pernah menoleh kembali.
Bab
Bagikan

Bab 1

Istriku adalah seorang influencer parenting biasa mendidik putra kami dengan tegas dan keras.

Hanya karena anaknya di taman kanak-kanak mendorong putri dari mantan pacarnya, dia mengurung anaknya di balkon.

Dia meninggalkan anaknya sendirian di balkon untuk merenungkan kesalahannya. Sementara dia pergi bermain bersama putri dari cinta pertamanya itu.

Tubuh mungil putranya menyusup jeruji pembatas balkon dan jatuh dari lantai 18, hancur berkeping-keping.

Saat terjatuh, dia berteriak kepada ibunya minta diselamatkan.

Tapi ibunya bahkan tidak menoleh padanya sama sekali.

Karena putranya mendorong putri dari cinta pertamanya di taman kanak-kanak, dia mengurung putranya itu sendirian di balkon. Sementara dia membawa putri cinta pertamanya pergi bermain di luar.

Tubuh mungil putranya menyusup jeruji pembatas balkon dan jatuh dari lantai 18, hancur berkeping-keping.

Saat terjatuh, dia berteriak kepada ibunya minta diselamatkan.

Tapi ibunya bahkan tidak menoleh padanya sama sekali.

Saat itu hari Kamis sebelum libur panjang. Aku pergi bekerja seperti biasa. Putraku yang berusia tiga tahun memelukku dan tidak mau lepas.

"Papa, Papa besok libur?"

"Ya, Papa besok libur tiga hari. Kita bisa piknik bersama di pedesaan nanti!"

"Beneran? Kalau gitu, Leo nggak jadi beli Transformer. Leo cuma mau tinggal sama Papa di rumah selamanya!"

Aku menggendong anakku di bahu, membuatnya kegirangan. Perasaanku menjadi lebih ringan.

Kukira aku bisa hidup bahagia seperti ini selamanya. Aku saat itu belum tahu bahwa ini akan menjadi kali terakhir aku melihat anakku.

Seluruh tubuhku membeku begitu menerima telepon dari pengelola apartemen.

"Pak Kinan, saya dapat laporan dari tetangga. Katanya ada anak yang memanjat pembatas balkon apartemen Bapak. Separuh badannya sudah keluar!"

"Kami sudah ketuk pintu lama sekali, tapi nggak ada jawaban. Kayaknya nggak ada orang lain di dalam. Kami sudah panggil pemadam kebakaran. Sekarang masih dalam perjalanan. Jadi kami mau minta izin Bapak untuk mendobrak pintu dan menyelamatkan anak itu!"

Pikiranku kosong. Aku mengatakan dengan suara gemetar bahwa pintunya boleh didobrak. Asalkan anakku selamat, menghancurkan seluruh rumahku pun aku rela.

Dalam perjalanan pulang, aku menghubungi nomor istriku berulang kali, tapi dia selalu menolak panggilan.

Rasa putus asa yang mendalam menyelimuti hatiku. Aku hanya ingin mobil ini bisa terbang, melaju lebih cepat!

Jalan masuk ke gedung apartemen penuh sesak dengan kerumunan orang.

Mobil polisi, mobil pemadam kebakaran, dan ambulans telah datang.

Perasaan tidak enak muncul di hatiku. Aku buru-buru mendesak maju di antara kerumunan.

Dua orang wanita tua melewatiku dengan wajah sedih dan mendesah.

"Duh, anak sekecil itu. Di mana orang tuanya? Anak tiga tahun dikurung di balkon sendirian! Sial sekali anak itu ...."

"Kalau ini sih sial yang disengaja. Pintu balkonnya katanya dikunci, jadi anak itu nggak bisa keluar. Makanya, dia akhirnya memanjat pembatas balkon. Anak muda zaman sekarang ...."

"Begitu, ya? Waktu pemadam kebakaran datang, anak itu pas jatuh dan menangis sangat keras. Menyedihkan!"

Kakiku sangat berat seperti terpatri di tanah. Aku berdoa dalam hati berulang kali, berharap anak yang mereka bicarakan itu bukanlah anakku.

Tapi saat aku melihat tangan kecil yang terjulur dari bawah kain putih, hatiku terasa seperti kejatuhan batu raksasa. Air mataku pecah saat itu juga.

Tangan anakku yang berlumuran darah sedang menggenggam robot Gundam yang baru kubelikan minggu lalu ....

Aku terjatuh ke tanah, menatap sosok kecil yang sendirian di sana. Hatiku seakan terkoyak dalam sekejap.

Manajer properti berlari kepadaku untuk membantuku berdiri. Suaranya penuh penyesalan.

"Maaf, Pak Kinan. Kami nggak bisa menyelamatkan anakmu. Dia ... jatuh tepat setelah kami telepon Pak Kina."

"Kami turut berduka cita ...."

Untuk sesaat, semua kebisingan menghilang dan sekelilingku melayangkan tatapan kasihan.

Aku membuka mulut, tapi tenggorokanku terasa seperti tersumbat, tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.

Dokter menggelengkan kepalanya dan mengatakan kepadaku bahwa anakku tidak mungkin bisa diselamatkan.

Aku melangkahkan kakiku dengan susah payah ke tempat anakku terbaring dan mengangkat kain putih yang menutupinya.

Sekilas saja, hatiku tertusuk-tusuk sembilu.

Tubuh mungil anakku meringkuk di sana, berantakan dan berlumuran darah.

Aku ingin memeluknya, tapi aku tidak tahu harus mulai dari mana. Jadi aku hanya bisa membungkuk di atas tubuhnya dan menangis.

"Leo, jangan takut. Papa di sini ...."

Anakku masih terasa hangat, tapi dia tidak bisa mendengar suaraku lagi.

Aku tiba-tiba teringat wajah polosnya saat aku pergi bekerja pagi tadi. Malaikat kecil yang tertawa ceria itu telah menghilang selamanya. Dadaku seolah ditembus pecahan kaca yang tak terhitung jumlahnya. Setiap tarikan napas yang kuambil terasa sangat menyakitkan.

Setelah polisi selesai mengumpulkan barang bukti, aku mengikuti mereka ke kantor polisi dengan kepala linglung untuk dimintai pernyataan.

Di bangku yang dingin, aku menunggu laporan autopsi anakku dengan sekujur tubuh lemas.

Berjam-jam lamanya, istriku masih tidak kunjung mengangkat telepon.

Hatiku serasa mati, dan aku tidak tahu apakah itu karena rasa pedih atau benci.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alia
8.7
Menikah muda setelah dilamar sang kekasih membuat Alia harus membagi waktu antara kuliah dan status barunya sebagai istri. Di bawah tekanan ibu mertua yang membencinya, ia terus berjuang. Bahkan, Alia hampir mengorbankan kehormatannya demi masa depan sang suami. Namun, kemunculan sosok penolong misterius menghadirkan perasaan terlarang di hatinya. Kini, Alia bimbang antara mempertahankan kesetiaan pernikahan atau menyerah pada godaan pengkhianatan.
Sampul Novel Bunga Kejahatan Dalam Pernikahan
9.5
Demi membalas penderitaan keluarganya, Layla berpura-pura mencintai seseorang dalam sebuah rencana balas dendam yang matang. Namun, ambisinya terancam saat perasaan tulus mulai tumbuh di tengah misinya. Kini ia terjebak dalam dilema besar antara menuntaskan dendam masa lalu atau menyerah pada cinta yang tak terduga. Akankah Layla tetap pada tujuannya, atau justru melepaskan segalanya demi perasaan itu? Ikuti kisah penuh intrik dalam Bunga Kejahatan Dalam Pernikahan.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan
9.7
Dua tahun berpisah, Cica yang kini berumur dua puluh tahun tak sengaja bersua kembali dengan Soleh, mantan pacarnya sewaktu SMA. Pertemuan ini terjadi secara konyol saat Cica terperosok ke selokan berlumpur akibat sibuk bermain ponsel. Bukannya segera membantu, Soleh malah menggoda Cica dengan rayuan receh yang menyebalkan. Karena kesal, Cica pun menarik tubuh Soleh hingga mereka berdua sama-sama basah kuyup dan kotor oleh lumpur yang berbau busuk tersebut.
Sampul Novel Madu Cinta Sang Ceo
8.9
CEO dingin Raja Adiwijaya harus menikahi gadis culun bernama Putri Cantika demi melunasi utang budi pada mendiang ayah Putri. Di tengah tumbuhnya rasa cinta di antara mereka, Tiara yang merupakan cinta pertama Raja mendadak kembali. Terjebak masa lalu, Raja berniat menduakan Putri meski ditentang keras. Terperangkap antara obsesi dan komitmen, Raja memaksa Putri bertahan. Akankah Putri bersedia dimadu dalam pernikahan ini?
Sampul Novel Madu Untuk Suamiku
8.4
Fransiska Damayanti dan Arya Praptama adalah pasangan kaya raya yang tampak sempurna di mata publik. Namun di balik kemewahan itu, sepuluh tahun pernikahan mereka belum juga dikaruniai seorang anak. Merasa tertekan dan ingin menyelamatkan rumah tangganya, Siska mengambil keputusan yang tak terduga: ia menjodohkan suaminya sendiri dengan Dinda Kinara, seorang gadis yatim piatu berusia 17 tahun yang hidup sederhana di desa bersama nenek dan adik lelakinya. Sejak usia sepuluh tahun, Dinda telah kehilangan kedua orang tuanya. Kini ia harus terjebak dalam perjanjian pernikahan yang rumit dengan pria yang jauh lebih tua darinya—sebuah pengorbanan yang akan mengubah hidup mereka bertiga selamanya.
Sampul Novel Setelah Meninggal, lbuku Menyebarkan Rumorku
9.4
Setelah empat puluh hari terbujur kaku di lemari pendingin, reputasiku hancur akibat penyebaran foto tanpa sensor di internet. Ironisnya, ibuku sendiri turut menyebarkan fitnah tersebut demi melindungi adikku. Ia menghasut adikku agar menjauhi industri hiburan yang dianggapnya kotor dan mendesaknya untuk merebut seluruh warisanku. Sang ibu tampaknya telah melupakan kenyataan pahit bahwa aku rela terjun ke dunia kelam itu demi membiayai pengobatan kanker yang diidapnya.