APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KARMA_Memeluk Cinta Yang Terluka/ Penyesalan Mantan Suami

KARMA_Memeluk Cinta Yang Terluka/ Penyesalan Mantan Suami

Kirani harus menghadapi kenyataan pahit setelah dikhianati oleh Danu demi kesenangan sesaat. Namun, tindakan curang tersebut justru menjadi bumerang yang merusak kehidupan Danu sendiri, menyisakan kepedihan mendalam yang terus menghantuinya. Waktu terus berjalan, tetapi konsekuensi dari kesalahan masa lalu kini kembali menuntut keadilan. Akankah Danu mampu bertahan saat karma buruk mulai menghampiri dan membalas semua luka yang pernah ia goreskan pada Kirani?
Bab
Bagikan

Bab 2

Netra hitam pria itu menatap lurus, jauh ke depan. Menatap kerumunan padi yang mulai menguning, menandakan sebentar lagi masa panen akan tiba.

Netra itu, meski sudah tak setajam dulu, namun pemiliknya masih orang yang sama. Meski kerut di dahi sudah nampak namun ingatannya akan seorang wanita di masa lalunya tak pernah pudar.

Ada rasa sesal di dada yang bergumpal-gumpal, saat mengingat bagaimana ia menciptakan genangan air mata di pipi mulus itu.

Ada rasa sesal saat mengingat bagaimana dulu ia tega bermain api. Ia menyangka api itu akan padam. Ya memang padam, namun ada debu dan puing yang tercipta setelahnya.

Danu menghela nafas panjang. Gurat lelah nampak di wajahnya yang semakin dewasa. Mungkin sudah tujuh atau delapan tahun berlalu, namun ia tak pernah bosan berkunjung ke desa ini. Melihat hamparan sawah yang begitu luas, juga menatap rumah yang nampak terpisah sendiri dari rumah penduduk lainnya. Selain terpisah sendiri, rumah itu juga terlihat kumuh sendiri di antara rumah-rumah yang lain.

Setiap akhir pekan, kadang juga tak perlu menunggu akhir pekan datang. Danu akan melarikan diri ke desa ini. Menatap sawah-sawah yang berganti tanamannya setiap empat bulan sekali, juga menatap lama, rumah semi batu berwarna putih di sebelah kiri. Tepat di belakang pohon mangga yang rimbun daun dan buahnya.

Sengaja berlama-berlama, menanti sang pemilik rumah keluar atau beraktivitas di luar rumah itu.

Sesekali ingin rasanya ia mendekat, sekadar menyapa atau bertanya kabar. Namun, meski wanita itu betah menyendiri, tapi waktu tak lagi sama. Waktu tak lagi bisa membuatnya bebas mendekati wanita itu. Waktu tak lagi bisa membuatnya minta dilayani, waktu tak lagi bisa membuatnya menyentuh helai rambut legam yang sekarang lebih sering tertutup kain jilbab.

Memang benar api yang dulu Danu nyalakan akhirnya padam, seiring dengan kepergian Kirani dan juga kehamilan kekasih gelapnya.

"Mas mohon ampun. Tetaplah bertahan denganku, Sayang."

Danu menekuk lutut, membuang egonya sebagai pemimpin di depan Kirani yang sedang sibuk memindahkan beberapa helai pakaiannya dari lemari putih besar itu kedalam koper hitam.

"Jangan begini, Mas."

Air mata itu luruh, cintanya pada pria berkulit coklat ini begitu besar, namun luka pengkhianatan itu juga jelas terjejas.

Kehilangan anak yang dinanti-nanti bersamaan dengan hadirnya wanita lain dalam rumah tangga mereka, sungguh adalah rasa sakit yang paling nyata yanng Kirani rasakan saat itu.

Ia menangisi berhari-hari kepergian buah hatinya, juga menangisi cintanya di tiap-tiap malam menjelang tidur.

Meski Danu mengatakan benar-benar menyesali semuanya dan telah selesai dengan perempuan itu, namun pesan-pesan rindu wanita itu pada suaminya, sangat mengganggu batin wanita sabar ini.

Setelahnya rumah tangga mereka kembali dingin, seiring dengan seringnya sang suami lembur dan keluar kota.

"Mengapa, kau menyerah dengan pernikahan kita, Kiran?"

Danu berdiri dengan setelah pas badan. Menampilkan tubuh terjaga pria itu.

"Aku, tak bisa menahan sakit ini, Mas. Aku hanya ingin menjadi satu-satunya." Pelan Kirani mengucap itu, menatap lekat suaminya yang nampak berbeda penampilannya hari ini.

"Aku mencintaimu, Kirani. Hanya ada namamu di hatiku."

Kali ini tak ada tatapan romantis dari lelakinya itu. Prianya itu seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

Lalu firasat Kirani terbukti, dengan gambar-gambar di kamar hotel yang dikirimkan dari nomor tak dikenal ke ponsel Kirani di siang yang mendung itu.

Gambar yang cukup menjelaskan bagaimana Kirani sudah tak diinginkan menjadi ratu di rumah suaminya.

Gambar yang pada akhirnya, membuat Kirani nekat meninggalkan rumah suaminya, hanya dengan beberapa helai pakaian dan sedikit tabungan yang ia miliki.

Kirani nekat, pergi jauh membawa harga dirinya yang terluka dibawah guyuran hujan yang mengamuk bumi hari itu.

Kepergian yang akhirnya menimbulkan penyesalan yang terdalam pada seorang Danu Adiwilaga.

"Bundaaa!"

Suara anak kecil perempuan mengalihkan perhatian Danu yang baru saja ingin menyalakan mesin roda empat itu.

Oh, rupanya anak kecil yang beberapa kali Danu lihat menyambangi rumah mantan istrinya.

"Hei, Sayang...dari mana, Nak?"

Suara lembut itu, kembali mengalihkan perhatian Danu, bukan hanya mengalihkan perhatiannya, namun juga membuat jantungnya dua kali lipat bertalu dengan cepat.

Wajah itu, semakin cantik dengan aura keibuan di usianya yang hampir tiga puluh tiga tahun.

Umur dua puluh tiga Danu menikahinya, umur Dua puluh lima, Kirani menjandakan dirinya karna tak sanggup di duakan.

Satu hal fatal yang Danu buat dalam hidupnya, hingga membuatnya kehilangan wanita berwajah teduh ini.

"Tadi baru pulang sekolah, Bunda. Fia sama papa kebetulan lewat sini," jelas bocah lima tahun itu dengan wajah sumringah.

Di depannya terlihat seorang pria berumur kira-kira empat puluh tahun, rambut cepak dan tubuh cukup berisi namun tidak gemuk.

Terlihat Kirani mengangguk hormat dan sopan pada ayah murid mengajinya itu, kemudian di balas dengan anggukan dan senyum dari pria bersahaja itu.

Tiba-tiba, ada rasa tak suka yang timbul di hati Danu, melihat interaksi yang biasa itu.

Pantas kah? Mungkin tak pantas lagi baginya cemburu, namun rasa itu hadir tanpa di undang.

"Bunda mau kemana?" tanya Sofia.

"Mau ke pasar, Sayang." Kirani menjawil pipi dan merapikan rambut anak kecil itu yang berantakan.

"Ayo, papa sama Fia, antar, Bunda," tawar anak itu penuh harap.

"Nggak usah, Sayang. Bunda, sudah janjian sama bunda Fatma."

Kirani menolak secara halus. Penolakan yang sedikit menimbulkan rasa kecewa di wajah Sofia dan di hati ayah anak itu.

---

"Dari mana kamu, Mas?"

Tatapan sinis dan suara kemarahan menggema di ruang tamu rumah besar itu. Hal yang beberapa tahun ini Danu dapatkan sebagai sambutan dari wanita yang berhasil memisahkan dirinya dan Kirani.

Dicemburui, dikekang, tak dilayani dengan baik hingga tak dihargai. Perlakuan itu, semua Danu dapatkan dari Herda. Tak ada lagi suara manja yang menawan hatinya, tak ada lagi belaian dan rayuan maut untuk dirinya. Semua berubah, seiring aset dan rumah berubah kepemilikan atas nama perempuan pesolek itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dikorbankan Demi Keselamatan Cintanya
8.7
Ketika penculikan melanda diriku dan Elowyn, mantan kekasih suamiku, dia yang berprofesi sebagai ahli negosiasi segera datang menyelamatkan. Namun, saat diberi pilihan membebaskan satu sandera, suamiku justru memilih menyelamatkan Elowyn. Dia tega mendorongku ke arah penculik demi menjaga kesucian mantan kekasihnya, menganggapku yang sudah menikah bisa menanggung kepahitan itu. Dia tidak tahu saat itu aku tengah mengandung anaknya yang berusia tiga bulan.
Sampul Novel Gairah Jantan Mafia Kampus
8.3
Kisah romansa modern ini dirancang bagi pembaca yang pernah menjalin asmara dengan lawan jenis. Meski demikian, mereka yang menyukai hubungan sesama jenis juga tetap dapat menikmati alurnya. Siapa tahu, narasi di dalamnya mampu menghadirkan perspektif baru atau bahkan mengubah ketertarikan Anda pada lawan jenis. Mari selami jalinan kasih penuh gairah yang menantang dan memikat di tengah kerasnya dunia mafia kampus.
Sampul Novel Hasrat Dilema Dalam Gairah
9.0
Dalam keintiman yang kian memanas, Aslan perlahan menyingkap helai pakaian terakhir yang membalut tubuh Endah. Kepasrahan Endah menjadi bukti nyata betapa dirinya telah hanyut dalam gejolak asmara yang membara. Sentuhan fisik Aslan mengeksplorasi kepekaan sang wanita, di mana keharuman tubuh dan sensasi memikat kian membakar gairah lelakinya. Ketegangan romansa modern ini mencapai puncaknya saat belaian lembut Aslan melahirkan desahan napas, menjebak keduanya dalam pusaran dilema hasrat mendalam.
Sampul Novel Istri Nomor Dua
8.8
Menjadi istri kedua di usia muda demi bakti adalah takdir pahit yang terpaksa kujalani. Aku harus masuk ke pernikahan pasangan yang sudah kuanggap seperti kakak sendiri. Kini, aku hanya bisa meratapi nasib karena terus diabaikan oleh suamiku. Di tengah situasi yang rumit ini, aku dihadapkan pada pilihan sulit. Haruskah aku tetap bertahan dalam penderitaan ini, atau memilih pergi demi mengejar kebahagiaan sejatiku?
Sampul Novel Nathan & Aubree
9.3
Sejak pertama kali bertemu, Aubree telah menyerahkan seluruh hatinya kepada Nathan. Sayangnya, Nathan masih tenggelam dalam kepedihan masa lalu dan rasa patah hati yang belum pulih. Walau kasih sayangnya tidak terbalas dan kerap menerima penolakan yang menyakitkan, Aubree tetap bertahan. Ia bertekad untuk terus berjuang mencairkan kebekuan hati pria itu. Akankah keteguhan Aubree berhasil merobohkan tembok pertahanan Nathan, atau ia akan selamanya tersisih dalam kisah yang rumit ini?
Sampul Novel Pernikahan Piutang Berujung Cinta
9.1
Hidup Acasha hancur setelah memergoki kekasihnya berselingkuh di tengah jeratan utang miliaran rupiah sang ibu. Demi melunasi beban itu, ia terpaksa bekerja sebagai LC dan menjalani realita kelam hingga berulang kali menggugurkan kandungan. Titik balik muncul saat Lucas menawarkan bantuan pelunasan utang dengan satu syarat berat. Namun, di tengah perjuangan barunya, Deryl kembali hadir dan terkejut melihat perubahan drastis pada diri Aca yang kini telah sangat berbeda.