APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Karma Untuk Istri Durhaka

Karma Untuk Istri Durhaka

Demi mengamankan proyek besar, Melissa melakukan perjalanan bisnis selama setengah tahun. Namun saat pulang, ia justru menggandeng mesra klien utama mereka dalam kondisi hamil tiga bulan. Di hadapan sang suami, Edwin, klien tersebut menyombongkan pengorbanan Melissa sambil menyodorkan kontrak kerja sama. Melissa yang bangga dengan kehamilannya menuntut perceraian sebagai syarat tanda tangan. Tanpa ragu, Edwin merobek kontrak kotor itu dan menyetujui perceraian demi harga dirinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Melissa pun membanting pintu dan pergi.

Aku berbaring sendirian di ranjang rumah sakit, menutupi wajahku dan berpikir.

Memikirkan bagaimana cara membereskan kekacauan ini.

Lima tahun menikah, harus berakhir seperti ini.

Bohong jika kubilang aku tidak patah hati.

Akan tetapi, nasi sudah jadi bubur. Memikirkannya lebih jauh pun sudah tidak ada gunanya.

Yang perlu untuk segera diselesaikan saat ini adalah masalah operasional perusahaan.

Lima tahun lalu aku bersikeras menikahi Melissa meski orang tuaku tidak setuju.

Orang tuaku merasa Melissa tidak bisa diandalkan dan tidak setara dengan keluarga kami.

Pada saat itu, aku berpikir jika semua itu hanyalah prasangka orang tuaku saja.

Untuk membuktikan jika aku benar, aku pun menikahi Melissa.

Setelah menikah, aku jarang pulang ke rumah orang tuaku, juga jarang berinteraksi dengan mereka.

Aku bahkan menolak mewarisi bisnis keluarga dan memulai bisnisku sendiri dari nol.

Melissa tidak menyukai orang tuaku. Dia menganggap orang tuaku nggak berguna, acuh tak acuh dan tidak bisa banyak membantu.

Berhubung aku tidak punya niat untuk bergantung pada orang tuaku, aku pun tidak memberitahukan latar belakang keluargaku kepada Melissa.

Sekarang jika dipikir-pikir, penilaian ayah dan ibuku kepada orang lain, memang benar-benar tajam.

Melissa memang bukan orang yang bisa diandalkan.

Pada dua tahun pertama pernikahanku, aku sudah menduduki jabatan sebagai CEO sebuah perusahaan besar.

Akan tetapi, demi membantu mewujudkan keinginan Melissa untuk membuka perusahaan sendiri, aku berhenti dari pekerjaanku yang bagus dan menjanjikan tersebut.

Setelah itu, aku mengambil tabunganku yang sudah kukumpulkan selama bertahun-tahun, juga meminjam dari bank untuk membuka perusahaan periklanan.

Di bawah kendaliku, perusahaan tersebut berkembang dengan pesat.

Melissa sangat senang bekerja di bagian penjualan. Dia berani bekerja keras dan bernegosiasi dengan klien.

Setiap kali mendapatkan kontrak, entah itu kontrak besar ataupun kecil, Melissa akan merasa sangat senang.

Padahal sebenarnya, aku sudah mengumpulkan banyak koneksi di industri ini dari pekerjaanku sebelumnya, sehingga sama sekali tidak perlu mengkhawatirkan masalah kontrak.

Akan tetapi, demi memuaskan rasa pencapaian Melissa, aku pun menarik beberapa koneksiku sendiri.

Diam-diam, aku juga menyerahkan kontrak yang berhasil kunegosiasikan kepada Melissa.

Kemudian, aku mundur ke belakang layar untuk penyusunan konten dan program.

Bahkan, aku juga mencurahkan lebih banyak energi untuk keluarga.

Melihat Melissa sudah memasuki usia rentan untuk hamil dan masih disibukkan dengan kariernya ….

Aku pun menciptakan kesan jika perusahaan tengah bangkrut, agar Melissa punya waktu untuk kembali ke keluarga.

Akan tetapi, aku tidak menyangka Melissa akan mendekati bos perusahaan klien dengan alasan demi "mendapatkan kontrak besar".

Tepat di saat aku sedang melamun, ada yang mengetuk pintu ruang rawat inap.

Lusy masuk sambil membawa buket bunga.

Aku tersenyum getir kepadanya. "Semua orang di perusahaan sudah mengundurkan diri. Kamu nggak mengundurkan diri?"

Lusy pun tersenyum tak berdaya.

"Aku ini karyawan lama. Mana mungkin aku mengundurkan diri?"

"Lagi pula, aku percaya pada kemampuan Pak Edwin. Mana mungkin Pak Edwin membiarkan perusahaan ini bangkrut?"

"Selama dua tahun, perusahaan sudah berkembang pesat. Tapi, sejak tahun lalu, tiba-tiba saja Anda menghentikan banyak sekali pekerjaan. Anda juga sengaja memperkecil skala perusahaan."

"Meski aku nggak tahu niat Anda, tapi aku tahu selama Anda mau, Anda bisa membuat perusahaan ini kembali berkembang."

Aku mengangguk pada Lusy, mengagumi kecerdasannya.

"Analisis yang bagus. Rekrut banyak orang dan kembalikan perusahaan ke skala sebelumnya."

Lusy tampak terkejut.

Kemudian, dia menjadi bersimpati pada para karyawan yang sudah mengundurkan diri.

"Entah seberapa besar penyesalan mereka setelah melihat perusahaan berkembang."

Aku nggak mau orang-orang yang sudah pergi itu, kembali ke perusahaan. Oleh sebab itu, aku pun berkata, "Besok, aku akan mengganti nama perusahaan. Namanya berubah menjadi 'Era Baru'."

Aku kembali menggelontorkan aset untuk perusahaan dan membayar mahal untuk merekrut orang-orang yang berbakat.

Dalam waktu kurang dari seminggu, perusahaan yang awalnya hanya terdiri dari sepuluh orang, berkembang menjadi seratus orang.

Untuk beberapa posisi penting, aku sendiri yang menyeleksinya.

Misalnya untuk posisi eksekutif, seperti wakil CEO dan kepala bagian.

Pada hari ini, seorang wanita meneleponku dan mengatakan jika dirinya ingin melamar posisi eksekutif.

Wanita itu tidak sabar untuk bertemu denganku. Dia bahkan tidak bisa menunggu sampai aku keluar dari rumah sakit.

Akhirnya, kami pun terpaksa harus bertemu di rumah sakit.

Wanita itu berpakaian layaknya wanita kelas atas dan terlihat seperti tidak bisa bekerja.

Aku pun langsung menjadi marah. "Kamu nggak cocok. Jangan membuang-buang waktu satu sama lain."

Wanita itu dengan santainya melemparkan sebuah flashdisk kepadaku. "Cocok atau nggak, bukankah kamu baru akan tahu setelah melihat datanya?"

"Kamu pasti akan tertarik dengan data ini."

Aku mendengar ada sesuatu yang tersirat dari kata-kata yang diucapkan wanita itu. Kemudian, aku pun memasukkan flashdisk tersebut ke dalam komputer.

Saat mengklik video yang terdapat di dalam flashdisk tersebut, otakku pun langsung meledak!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Musim Semi
9.6
Kehidupan mapan Amara di kota seketika terguncang akibat surat masa lalu yang memaksanya pulang ke desa. Di sana, ia terjerat dalam misteri kelam sekaligus terjebak di antara dua pria: Rendra, cinta lamanya, dan Daffa, seorang fotografer penuh rahasia. Sembari mengurai teka-teki yang ada, Amara harus berhadapan dengan luka lama dan pengkhianatan perih. Akankah fakta yang terkuak nanti memulihkan batinnya, atau justru merusak sisa hidupnya?
Sampul Novel Istri Kedua
7.9
Indira begitu bersemangat memulai pekerjaan barunya sebagai sekretaris pengganti di sebuah perusahaan raksasa. Namun, situasi menjadi canggung ketika ia tidak sengaja memergoki sang bos, Edbert, sedang bermesraan dengan istrinya, Merry. Tak disangka, Merry tidak marah dan malah meminta Indira untuk menikah dengan Edbert. Usulan poligami ini tentu membuat Edbert terkejut setengah mati. Akankah Indira bersedia menerima tawaran gila tersebut dan menjadi istri kedua?
Sampul Novel Pertama dan Terakhir
9.4
Nafchi, seorang murid SMA biasa, terus dibayangi memori tentang gadis berambut abu-abu yang dulu menjadi teman sekelasnya semasa SMP. Akibat konflik internal, mereka terpaksa berpisah. Saat takdir mempertemukan mereka kembali di sekolah yang sama, gadis itu justru kehilangan ingatan tentang Nafchi. Kini, Nafchi bertekad berjuang demi mengembalikan memori manis masa lalu mereka. Sanggupkah perjuangan tulusnya memulihkan ingatan sang gadis?
Sampul Novel Suamiku Menuduhku Selingkuh
9.1
Pertemuan santai dengan sahabat mendadak berubah menjadi kekacauan brutal saat meja mereka dihantam hingga terbalik. Sekelompok orang asing tiba-tiba mengepung dan melontarkan tuduhan perselingkuhan keji sambil merekam kejadian tersebut. Ketika situasi memanas hingga temannya terluka akibat hantaman kursi, sang istri bertindak cepat untuk melindunginya. Ia segera menghubungi polisi serta pengacara guna memproses perceraian dengan suaminya, Ben, tanpa memberinya sepeser pun harta.
Sampul Novel Tersenyumlah, Aku Akan Membalasmu
8.3
Nasib Alya Nirmala berbalik sepenuhnya akibat kesalahpahaman yang menyeretnya ke pernikahan paksa dengan Rafly Pranata, miliarder tua rekan kakeknya. Walau hatinya milik pria lain, ia tak berdaya menolak. Setelah empat bulan menikah, Rafly meninggal dan meninggalkan warisan raksasa untuknya. Kini, sebagai janda kaya yang diperebutkan, sebuah peristiwa menjebak Alya dalam pernikahan kontrak dengan seorang pengusaha muda misterius berumur 32 tahun yang sangat memikat.
Sampul Novel Tingkat Nol Cinta, Bagian 2
9.7
Pelanggaran aturan sakral oleh Lucía Vega dan Bruno Ortega akhirnya terdeteksi sistem NCA. Hubungan terlarang mereka kini terancam oleh Julián Iriarte, analis yang mulai mengendus konspirasi emosional ini. Lucía dan Bruno tidak lagi tunduk, menjadikan cinta mereka senjata untuk mengancam stabilitas kekuasaan. Tanpa jalan kembali, mereka harus menghadapi perang terbuka saat semua topeng hancur dan masa lalu menghantui. Demi menang, mereka siap menghancurkan segalanya.