APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Karma Dibalik Kematian Palsu Suamiku

Karma Dibalik Kematian Palsu Suamiku

Setelah melahirkan prematur akibat syok mendengar suami dan ibu mertuanya tewas jatuh ke jurang, kehidupan seorang wanita hancur total. Setahun kemudian, saat sekarat akibat keracunan herbisida, kebenaran pahit terungkap di depan matanya. Suami dan mertuanya yang dikira tewas ternyata masih hidup dan sengaja memalsukan kematian demi menyingkirkannya. Mereka kembali bersama Jane, anak tetangga yang kini menjadi istri baru, siap merebut uang ganti rugi lahan secara sah.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Suami dan ibu mertuaku baru saja pergi tadi pagi, ini baru lewat dua jam lebih. Bagaimana mungkin serigala sudah memakan mereka sampai habis?"

Melihat aku bersikeras ingin mencari mereka, Junanti dan Jane saling bertukar pandang, lalu segera meninggalkan tempat itu.

Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi. Aku menceritakan semua yang terjadi dan pencarian pun dimulai.

Sekitar satu jam kemudian, tiba-tiba Jane berteriak.

Semua orang berkumpul dan menemukan Josua, suamiku dan ibu mertuaku terbaring di belakang sebuah batu besar. Tubuh mereka penuh bercak darah dan terlihat seperti sudah tak bernyawa.

Kami segera membawa mereka ke rumah sakit. Saat proses penyelamatan berlangsung, Jane langsung menghalangiku untuk masuk ke ruang gawat darurat.

"Keluarga harap menunggu di luar, kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan mereka," ujar Jane, sebagai dokter di rumah sakit itu.

Melihat aku sedih, Junanti berpura-pura menghiburku,

"Jangan khawatir, putriku adalah dokter terbaik di rumah sakit ini. Dia pasti akan berusaha semampunya."

Beberapa saat kemudian, Jane keluar sambil menangis, mengatakan aku harus menemui mereka untuk terakhir kali.

Ibu mertua dan Josua telah dinyatakan meninggal. Keduanya ditutupi kain putih dan didorong keluar dari ruang gawat darurat.

Saat aku mendekat untuk melihat mereka, Jane membuka kain putih, hanya memperlihatkan wajah mereka. Wajah keduanya tampak pucat seperti orang mati.

Mereka benar-benar pandai berakting. Untuk berpura-pura mati, mereka bahkan bekerja sama dengan Jane.

Kalau begitu, aku akan membiarkan mereka terus bermain peran. Kalau tidak mati, setidaknya mereka akan merasakan penderitaan seumur hidup.

Aku mengangkat tangan dan menampar wajah ibu mertuaku dan Josua, masing-masing satu kali.

Kemudian, aku menangis keras dan berkata,

"Aaa! Dasar nggak punya hati! Bahkan sudah mati juga membawa ibu sekaligus. Bagaimana hidupku ke depannya."

Usai bicara, aku mengepalkan tangan dan menghantam dada Josua dua kali dengan keras.

Setelah itu, aku beralih ke ibu mertuaku dan melakukan hal yang sama.

"Tak mungkin! Aku tak percaya kalian benar-benar pergi. Bangunlah! Bangun! Huhuhu ... "

Tiba-tiba, aku melihat ekspresi wajah ibu mertuaku sedikit mengernyit. Meski sudah dibius dengan obat penenang dan anestesi, rasa sakit tetap bisa dirasakan.

Dokter dan Jane yang melihat aksiku segera menghentikanku.

"Orang yang sudah meninggal tak bisa hidup lagi. Jangan terlalu sedih, nanti berpengaruh pada kehamilanmu."

Aku pun berpura-pura tenang dan menangis lebih menyedihkan.

"Aku mau menghabiskan waktu sebentar bersama ibu mertua dan suamiku. Hanya sebentar saja. Setelah ini, aku nggak akan pernah bisa bertemu mereka lagi."

Jane dan yang lainnya tampak ragu, tetapi akhirnya mengabulkan permintaanku.

Begitu pintu kamar jenazah tertutup, aku menatap wajah suami dan ibu mertuaku dengan tajam, lalu mengeluarkan jarum yang sudah kupersiapkan.

"Selamat jalan ibu, selamat jalan Josua. Kenapa hanya aku yang harus merasakan rasa sakit yang mencabik hari ini?"

Usai bicara, aku menusukkan jarum ke jari-jari tangan dan kaki Josua satu per satu.

Lalu, aku melakukan hal yang sama pada ibu mertuaku. Aku bisa merasakan tubuh mereka sedikit gemetar. Meski sedang tidak sadar, rasa sakit tetap terasa.

Kemudian, aku mencukur habis rambut dan alis mereka, merias wajah mereka dengan riasan khas jenazah dan mengenakan pakaian pemakaman kepada mereka. Barulah aku merasa puas.

Mungkin karena khawatir aku melakukan sesuatu, tak lama kemudian, Jane dan dokter itu masuk tanpa izin.

Melihat apa yang sudah kulakukan, wajah mereka tampak menegang meski berusaha menyembunyikannya.

Aku tersenyum kecil dan tiba-tiba teringat sesuatu.

"Dokter, bukankah biasanya orang yang sudah meninggal perlu ditutup semua lubang tubuhnya?"

Dokter itu menggaruk hidungnya dengan canggung, lalu melirik Jane di sebelahnya.

Jane yang menyadari sinyal itu, langsung maju dan meraih tanganku.

"Mina, kamu tahu banyak juga, ya. Memang ada prosedur seperti itu, tapi tadi kami nggak sempat. Aku hanya ingin kamu bisa melihat ibu mertuamu dan suamimu dulu."

Aku berpura-pura mengusap air mata, lalu mengangguk pelan.

"Jane, kamu benar-benar pengertian. Aku nggak boleh egois. Aku nggak mau ibu mertua dan suamiku pergi tanpa kehormatan. Jadi, kita lakukan saja prosedur yang seharusnya."

Saat Jane hendak berbicara lagi, aku buru-buru menambahkan,

"Aku mau mengantar mereka untuk yang terakhir kali. Biarkan aku di sini saja, melihat mereka untuk terakhir kalinya. Kalian lakukan saja prosedurnya."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Pengantin Sempurna Sang CEO: Kesepakatan dengan Iblis yang Menyamar
8.1
Leyla kerap dituduh sebagai penggoda licik yang ambisius. Namun, sebuah pernikahan mendadak dengan Colton, miliarder playboy yang baru dikenalnya, menggemparkan publik. Hubungan yang semula dikira murni transaksi bisnis tanpa cinta ini mulai berubah saat Colton memperlihatkan sisi rapuhnya di sebuah pesta. Leyla pun tersadar bahwa seluruh pertemuan hingga pernikahan mereka sebenarnya adalah skenario matang yang telah dirancang Colton sejak awal.
Sampul Novel Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal
9.6
Pernikahan tanpa cinta membuat sang istri harus membesarkan putranya tanpa kasih sayang dari suaminya yang dingin. Pria itu bahkan enggan melihat anaknya sejak lahir. Namun, kepulangan wanita masa lalu sang suami mengubah segalanya. Saat pria itu mabuk dan memeluk sang anak, bocah itu justru memanggilnya paman karena tidak mengenalinya. Sadar posisi mereka, sang ibu memutuskan membawa putranya pergi dan berhenti mengganggu kehidupan suaminya.
Sampul Novel Gairah Sang Dosen
8.8
Kehidupan pernikahan Ryan, seorang dosen muda kaya, dan Tania mulai diguncang prahara. Kehadiran Maya, rekan kerja Ryan yang tidak bahagia bersama suaminya, Joko, serta intrik Rani, mahasiswi yang memanipulasi kebaikan Ryan, menjadi ujian berat. Masalah kian rumit saat Tania bertemu kembali dengan Robi, mantan kekasihnya yang kini memimpin bisnis pinjol ilegal. Di tengah pusaran pengkhianatan dan konspirasi ini, Ryan dan Tania harus berjuang keras demi menyelamatkan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Kakak Beradik 
8.0
Kematian tragis sang protagonis terjadi tepat di hari ulang tahunnya bersama saudara kembarannya. Di tengah duka yang palsu, sang kembaran justru menangis dalam pelukan kekasih protagonis. Sementara itu, kemarahan keluarga memuncak; sang ibu terus menelepon tanpa henti, sang ayah mencaci maki dirinya sebagai anak tidak tahu berterima kasih, dan kembarannya mengirim pesan kejam yang menuduhnya egois. Namun, di balik semua tuduhan dan kebencian tersebut, rasa sakit di dada sang protagonis akhirnya benar-benar lenyap untuk selamanya.
Sampul Novel Salah Target
8.6
Demi membalas dendam pada Dicky Prasetyo, Andrey memimpin sindikatnya untuk menculik Flamboyan Prasetyo demi tebusan. Sialnya, mereka salah sasaran; Flamboyan hanyalah anak asisten rumah tangga Dicky, sementara target asli, Kirana yang difabel, sedang pergi. Ketika Dicky mendadak lenyap misterius, Bramastyo Hartawan harus berjuang sendirian. Ia mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan kekasih sekaligus calon mertuanya dari ancaman kematian yang kian nyata.
Sampul Novel Terjerat Cinta Duda Dingin
8.9
Sejak remaja hingga berumur hampir kepala tiga, Kinara Larissa Putri hanya mencintai satu pria. Impiannya terwujud saat ia dinikahi Arka, duda menawan dambaannya. Sayangnya, pernikahan itu hambar. Arka yang kaku dan egois ternyata menikahinya cuma demi sang anak, tanpa rasa cinta. Di tengah dinginnya sikap sang suami, sesosok pria lain hadir menawarkan kasih sayang yang tulus. Kinara kini bimbang, sanggupkah ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta saat godaan baru mulai datang?