APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KALIAN SIAPA?

KALIAN SIAPA?

Amelia, pewaris kaya raya, mengalami guncangan mental hebat setelah dikhianati oleh keluarga palsunya dalam sebuah kebohongan besar. Sementara itu, Bima juga terpuruk akibat pengkhianatan sang istri. Di tengah krisis identitas yang dialami Amelia dalam mencari jati diri dan ketulusan, mampukah takdir mempertemukan kedua jiwa yang terluka ini? Bersama-sama, mereka harus mengungkap kebenaran, menyembuhkan luka masa lalu, dan membangun ikatan cinta sejati.
Bab
Bagikan

Bab 1

Jam 12 siang sudah menunjukkan waktu istirahat. Seorang gadis berwajah lembut membersihkan mejanya terlebih dahulu. Setelah itu, ia keluar dari ruangannya.

Amelia nama gadis itu. Ia berjalan pelan sambil menikmati suasana damai di dalam kantor. Ia memasuki lift yang kosong. Tak lupa juga ia mengecek seluruh jadwal untuk bos besarnya.

"Bukankah hari ini Bu Martha pulang dari Paris ya?" Amelia membaca jadwal sang bos untuk menjemput istrinya.

Amelia keluar dari kantor untuk menuju ke area parkir. Ia menyapa teman-temannya dengan sangat ramah. Sesampainya di area kantor, ia tidak sengaja melihat Santi. Hatinya sudah deg-degan. Ia tahu apa yang akan terjadi.

Amelia sengaja membalikkan badannya. Ia mengirim jadwal penjemputan ke sang bosnya. Lalu Santi? Santi tidak sengaja melihat Amelia. Entah kenapa, ia memiliki pikiran licik ke Amelia. Ia tersenyum sinis dan mendekatinya.

"Woy, Amel! Lu kerja di sini?" Santi berteriak kencang sambil melihat nama perusahaan.

Santi sangat terpukau dengan papan nama tersebut. BS Star Company nama perusahaan itu. BS Star Company adalah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor. Nama perusahaan itu sangat diperhitungkan di dunia bisnis.

Perusahaan BS Star Company tidak hanya berdiri di Indonesia. Mereka memiliki banyak cabang di beberapa benua. Seperti Asia, Eropa, Amerika, dan Australia. Tidak hanya itu, mereka juga berkontribusi untuk negara. Bahkan perusahaan itu sering didaulat mengirimkan makanan ke daerah konflik.

Amelia bingung harus menjawab apa? Hingga akhirnya ia memulai suatu kebohongan. Ia tidak mau Santi tahu. Jika sampai tahu, maka bisa dipastikan akan terjadi sesuatu.

"Enggak. Aku enggak kerja di sini." Amelia menjawab dengan santai.

"Halah, jangan bohong! Kalau lu enggak kerja di situ, ngapain harus takut?" Santi menatapnya dengan tajam.

Amelia menarik napasnya dengan pelan. Ia ingin memaki Santi dan mengusirnya. Tapi ia sadar betul, jika ia mengusirnya, akan ada badai besar.

"Aku hanya singgah di tempat ini," jawab Amelia asal.

Amelia mulai tidak menyukai Santi yang menatapnya tajam. Ia tahu Santi suka sekali mengintimidasinya. Amelia mencium ada yang tidak beres.

"Hanya singgah?" Santi tertawa sinis. "Bagaimana lu bisa singgah?"

"Suka-suka aku mau singgah di mana? Kenapa kamu mengurusku?" Amelia tetap tenang meski suasana yang tidak mengenakkan.

Santi menertawakan Amelia. Santi mengejek kalau Amelia adalah gadis bodoh. Dengan sinisnya Santi mengatakan, kalau mau nongkrong harus di kafe mewah.

"Ah, lu... bodoh atau gimana sih?" Santi mengejek Amelia.

Kata bodoh membuat Amelia terluka. Hampir setiap hari ia selalu mendengarnya. Kalau tidak bodoh ya oon. Dua kata itu sering membuat Amelia terluka secara mental.

Mau marah percuma. Di belakang Santi ada sang. Ibunya selalu membela Santi jika sudah menindas seperti ini. Ditambah sang ibu malah tertawa.

"Terserah apa katamu!" Amelia sudah muak dengan perkataannya.

"Gue mau kuliah! Gue butuh uang jajan lima ratus ribu!" Santi langsung ke inti pembicaraannya.

Mendengar permintaan Santi, Amelia semakin muak. Bukankah Santi sudah bisa menghasilkan uang sendiri? Mengapa ia meminta kepada dirinya?

"Bukankah kamu sudah memiliki penghasilan sendiri?" Amelia berbicara blak-blakan.

Ketika Santi meminta uang, ada sebuah mobil mewah SUV memasuki area parkir. Amelia menyuruh Santi pergi. Ia tidak mau terjadi perdebatan di tempat umum.

"Pulang sana. Minta sama ibu!" Amelia menyuruh Santi pergi.

"Oh, sekarang lu ngusir gue ya?" Santi mulai memainkan drama.

"Aku tidak mengusirmu. Aku malu jika hanya uang diperdebatkan di tempat umum." Amelia menahan emosinya agar tidak ikut drama.

"Gue minta ke lu! Bukan ke ibu!" Santi membentak Amelia.

Seketika para karyawan yang sedang lewat terkejut. Mereka bingung dan menoleh ke arah Amelia. Orang yang berada di dalam mobil itu tersentak. Ia sebenarnya melihat interaksi kedua gadis itu.

"Ada apa dengan Amelia? Lalu siapa gadis itu meminta uang dengan nada kasar?" Bima berkata dalam hati.

Bima Santoso nama pemilik mobil SUV mewah itu, sekaligus pemilik perusahaan BS Star Company. Ia membuka pintu mobil dan keluar. Ia mengambil tasnya dan masih melihat interaksi mereka.

"Gue minta uang ke lu! Bukan ke ibu!" Santi berteriak seakan-akan dirinya memiliki beban.

"Aku tidak memiliki uang." Amelia berkata jujur.

Bima mendekati Amelia sambil memberikan tasnya. Ia menyuruh Amelia untuk segera ke kantornya. Santi yang melihat Bima seakan-akan mendapat angin segar.

Mata Santi langsung terbuka ketika melihat ketampanan Bima. Badan kekarnya membuat Santi bernafsu untuk mendapatkannya. Bahkan dirinya ingin menyentuh tubuh kekar itu.

"Tolong bawakan tas aku. Sekalian kamu ke ruangan aku!" Bima memberikan sebuah perintah.

Amelia meraih tas itu dan membalikkan badannya. Bima segera pergi meninggalkan tempat itu. Amelia pun mengikuti Bima.

"Woy, mana uangnya!" Santi berteriak hingga terdengar ke telinga Bima.

Wajah Amelia memerah. Ia tidak tahu harus berbuat apalagi. Tidak seharusnya Santi berteriak meminta uang di lingkungan pekerjaannya. Ditambah lagi tatapan Santi ke Bima yang sangat menggelikan.

Ketika masuk ke lift, Santi sudah masuk ke dalam ruangan resepsionis. Namun sang resepsionis menahannya agar tidak terjadi keributan. Security yang berjaga langsung menyuruhnya pergi.

"Awas saja lu pulang ke rumah! Gue bilangin ke ibu kalau lu pelit!" Santi mengancam Amelia dengan nada tinggi.

Amelia menekan tombol lift. Pintu lift tertutup. Ia merasakan keadaan yang tidak enak. Ditambah lagi dengan kondisi Bima yang tidak baik-baik saja.

Amelia tidak akan membahas masalah ini. Karena masalah tersebut adalah masalah pribadi. Namun di sisi lain, Bima sangat penasaran sekali. Apa yang terjadi selama ini dengan sang sekretarisnya itu?

Pintu lift terbuka. Bima keluar dari lift. Ia segera menuju ke ruangannya. Amelia mengikutinya dari belakang. Dari lift menuju ke ruangan Bima tidaklah jauh. Tempat ini memang dikhususkan buat para petinggi perusahaan.

"Amel, apa yang terjadi padamu?" Bima masuk ke dalam dan duduk di kursi kebesarannya.

Amelia menaruh tas itu di atas meja. Ia menarik napasnya. Bima menunggu jawaban Amelia.

"Sebenarnya masalah keluarga, Pak," jawab Amelia.

"Lalu, kenapa dia memaksa meminta uang kamu?" Bima bertanya serius. "Apalagi dengan caranya dia berteriak."

"Maaf, Pak, saya tidak bisa menjawabnya sekarang." Amelia sengaja tidak ingin membahas masalah ini.

Bima menghormati keputusannya. Ia ingin membuat Amelia nyaman bekerja. Bima menatap Amelia secara intens.

"Apa jadwalku siang ini?" Bima bertanya serius.

"Bukannya Bapak siang ini menjemput Ibu Martha?" Amelia mengingatkan jadwal penting.

"Biarkan pulang sendiri!" Bima meminta jadwal itu dihapus. "Hapus jadwal yang berhubungan dengan Martha!"

Mata Amelia membulat. Ada apa dengan sang bos? Sesibuk-sibuknya bos besar, Bima mengutamakan sang istri. Namun keadaannya berubah drastis.

"Baik, Pak. Jika begitu Bapak tidak memiliki jadwal tetap untuk hari ini," ucap Amelia.

"Tolong kamu carikan aku apartemen kecil yang dekat dengan kantor!" Bima memberikan perintah.

"Ada lagi?" Amelia mencatat keperluan Bima.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Sang Kakak Ipar
9.7
Demi mengatasi masalah keuangan, Gavin memboyong istrinya, Aura, untuk menetap di kediaman sang kakak. Namun, keputusan ini justru menjerumuskan Aura ke dalam pusaran obsesi Adrian Mahendra. Sebagai konglomerat berhati dingin yang sangat berpengaruh, Adrian diam-diam mendamba adik iparnya tersebut. Lewat pengaruh dan taktik liciknya, Adrian mulai menyudutkan Aura, memaksanya goyah di antara komitmen pernikahan dan jerat pesona sang ipar yang kian sulit dihindari.
Sampul Novel Bingkai Suami, Keadilan Sengit Istri
9.7
Kupikir jaksa Baskara Aditama adalah penyelamat, tetapi dia justru menjebloskanku ke Lapas Cipinang demi melindungi Valerie. Tiga tahun menderita di penjara, aku bebas hanya untuk dipermalukan di pesta mereka hingga hampir mati akibat pendarahan internal. Baskara bahkan tega memalsukan rekam medis demi menutupi aksi kejinya. Kini, harapanku telah musnah dan berganti menjadi ambisi balas dendam membara. Aku bersumpah akan menghancurkan karier, reputasi, serta semua hal yang dia cintai.
Sampul Novel Cinta yang Hilang
7.9
Seorang orang tua tunggal yang terluka oleh masa lalu mendadak menemukan harapan cinta baru dari sebuah pertemuan tidak sengaja. Sesaat setelah merasakan kebahagiaan, dunianya runtuh akibat kesalahan fatal yang ia perbuat sendiri. Kasih sayang yang mulai tumbuh kini lenyap tak bersisa, menyeretnya kembali ke dalam penyesalan mendalam. Kini, ia harus berjuang menghadapi kenyataan pahit bahwa sosok yang dicintainya telah pergi menjauh.
Sampul Novel Cintaku Bersemi Di Sekolah
9.7
Dodo, pemuda asal pinggiran Garut, merasa dirinya jauh lebih menawan dibanding aktor terkenal meski namanya serupa. Sebagai remaja, ia mendambakan kisah cinta sekolah yang indah layaknya lirik lagu legendaris. Fokus utamanya adalah memenangkan hati Mitha. Meski sadar wajahnya tak setampan Donnie dan tergolong biasa saja, Dodo tetap membulatkan tekad. Ia siap menempuh segala cara demi menjalin kenangan romantis bersama gadis pujaannya tersebut.
Sampul Novel Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua
8.1
Keputusan menampung ipar dan mertua tiri yang baru kembali dari luar negeri membawa petaka besar bagi rumah tanggaku. Alih-alih sekadar menambah beban finansial, kehadiran mereka justru memicu konflik baru saat mereka menuntut jatah yang seharusnya menjadi hak mutlak istriku. Di tengah kekacauan itu, batasan antara kepercayaan dan kecurigaan kian buram ketika sebuah pesan misterius masuk ke ponselku, menampilkan foto sosok mirip istriku yang sedang bersama pria lain.
Sampul Novel Nona Hujan, Cobalah Diriku!
8.4
Kekeringan parah melanda Kerajaan Meng selama puluhan tahun akibat dosa masa lalu. Demi menolong rakyatnya, Putra Mahkota Li Yun Zhu berusaha mencari solusi hingga menemukan harapan pada Su Yu Er, anggota Suku Chang'o yang memiliki kemampuan memanggil hujan. Namun, Yun Zhu menghadapi dilema berat karena ia harus meminta bantuan kepada keturunan dari bangsa yang dahulu dibantai oleh keluarganya sendiri. Akankah dendam masa lalu ini menghancurkan peluang keselamatan kerajaannya?