APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kalau Jodoh Takkan Kemana

Kalau Jodoh Takkan Kemana

Asmitha Nindiva hancur setelah Saga Anggara, sang tunangan, memilih bersama Marcella Anggita. Saat terpuruk, hadirlah Fahri Mahendra yang menemani dan membantunya memulihkan diri. Namun, ketika Asmitha mulai bangkit, hubungan Saga dan Cella justru berakhir. Saga pun datang lagi untuk merebut kembali hati Asmitha. Kini, Asmitha dihadapkan pada kebimbangan besar: kembali ke pelukan masa lalunya bersama Saga, atau membuka lembaran baru dengan Fahri yang tulus mencintainya.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Anteeuuu…”

Samar-samar terdengar suara anak kecil dari luar. “Anteeuuu….”

Teriaknya beberapa kali. Membuat seorang wanita yang sedang tertidur pulas merasa terganggu dengan suara itu.

Asmitha Nindiva, seorang gadis berusia 23 tahun. Berwajah manis dengan perawakan tinggi semampai, kulit kuning langsat, dan rambutnya yang panjang. Ia merupakan anak bungsu dari 2 bersaudara. Ayahnya bernama Yusuf Saputra dan Ibunya bernama Nining Nuraini. Mereka tinggal bertiga dalam rumah sederhana. Sedangkan Niar Anindita, kakaknya Mitha sudah menikah dan tinggal di luar kota bersama suaminya.

‘BRAKKK’

Pintu kamar Mitha terbuka lebar.

“Anteeeeuuuu…”

Seorang anak kecil berlari menghampiri Mitha yang masih meringkuk pulas dengan selimut berwarna biru yang membalut tubuhnya.

“Anteu ayo bangun… bangun anteeuu…"

Anak itu mengguncang-guncang tubuh Mitha, membuat ia terpaksa mengangkat kelopak matanya yang terasa begitu berat.

“Dio?” ucap Mitha dengan suara berat.

Mata Mitha menyipit. Sesekali berkedip karena rasa ngantuk yang membuat lengket matanya.

Fernandio Pratama, anak pertama Niar sekaligus keponakan Mitha.

Mitha pun perlahan membangunkan tubuhnya dan mengambil posisi duduk.

“Anteu ayo bangun! Ayo main sama aku.” Pinta Dio.

“Kamu kenapa pagi-pagi udah ada di sini? Bunda mana?” Tanya Mitha pada keponakannya itu.

Belum sempat Dio menjawab, tiba-tiba…

“Apa nya yang masih pagi? Ini tuh udah hampir siang tauuu,” sahut Kak Niar dari ambang pintu kamar, lalu berjalan berlenggok memasuki kamar Mitha.

Seketika Mitha melirik jam bekernya di atas meja yang kini menunjukkan pukul 10:30.

‘Hah? Setengah 11?’ batinnya.

“Kak Niar sejak kapan disini?” tanya Mitha dengan wajah bingung.

“Sejak semalam,” jawab Niar sambil menjatuhkan bokongnya di pinggir kasur.

“Semalam? Kok aku gak tau?“ ujar Mitha sambil menggaruk kepala dengan rambutnya yang berantakan.

“Kakak sampai sini jam 11-an. Kamu nya udah tidur.” Jelas Niar.

“Oooh… pantesan.” Balas Mitha singkat, mungkin karena ia masih dalam proses pengumpulan nyawa.

Dio yang sejak tadi ribut membangunkan Mitha, sekarang malah asyik mainan sendiri.

“Semalam kamu pasti habis nangis, ya kan?” tanya Niar sambil menelisik wajah adiknya.

“Nggak kok, siapa juga yang nangis?” Mitha berkilah.

“Nggak usah bohooong, tuh mata kamu sembab.” Ujar Niar lagi sambil menunjuk mata Mitha dengan dagunya.

Sontak Mitha langsung mengusap-usap matanya yang masih terasa lengket juga perih.

Tangisan semalam membuat matanya bengkak. Itu karena ia sedang mengalami patah hati ditinggal tunangan oleh kekasihnya yang bernama Saga Anggara. Mitha dan Saga sudah menjalin hubungan selama 5 tahun lamanya. Mereka juga sudah berencana untuk menikah bulan depan. Namun sayang, rencana itu gagal karena penghianatan yang dilakukan oleh Saga.

“Kata Ibu, kamu lagi ada masalah ya?” tanya Niar dibarengi suara berisik Dio yang sedang bermain dengan mainannya.

Mitha menghela nafas, menundukan kepala dan terdiam. Dia yakin, tanpa menjawab pun, Niar pasti sudah tau masalah apa yang sedang dihadapinya.

Niar yang sejak kecil begitu menyayangi Mitha pun tampak kasihan melihat adiknya itu sedang bersedih. Ia pun berusaha membuat Mitha semangat lagi.

“Udaaah… gak usah sedih lagi. Mending sekarang kamu mandi biar seger, terus sarapan. Sana!” titah Niar.

“Males ah… aku masih ngantuk, mau tidur aja.”

Mitha menarik lagi selimutnya dan menjatuhkan tubuhnya.

“Eiiittss… Gak bisa! Anak perawan mana boleh bangun siang? Cepetan… mandi!”

Niar menarik tangan Mitha hingga ia berada dalam posisi duduk lagi.

Entah kenapa mendengar kata-kata Niar barusan, hati Mitha merasa tak nyaman.

‘Perawan?’ batinnya.

“Anteu ayo cepetan mandi. Terus temenin aku main. Ayo anteeeuuu…” Rengek Dio sambil mengguncang tubuh tantenya lagi.

Mitha yang merasa terganggu berusaha melepaskan diri, “iya iya… Anteu mandiii. Bawel!”

Ia pun melepaskan selimut dari tubuhnya, lalu bangkit bergegas menuju kamar mandi.

***

“Kakak gak nyangka Saga bisa setega itu sama kamu, Tha.”

Niar melipat kedua tangannya sambil menyandarkan tubuhnya di bangku.

Mitha mengukir senyum datar.

“Apa lagi aku, Kak. Lebih gak nyangka lagi.” Balasnya dengan wajah melas sambil memeluk kedua lutut kakinya.

“Kamu yang sabar ya, Tha. Mungkin memang dia bukan jodoh kamu. Kakak do’akan semoga kamu dapetin jodoh yang jauuuh lebih baik dari Saga. Jangan sampe kamu bernasib yang sama kayak Kakak.” Pandangan Niar terlihat menerawang.

Mendengar ucapan Niar, Mitha mengernyitkan alisnya, “Loh…emangnya Kakak kenapa?” tanya Mitha penasaran.

Seakan tidak sadar dengan ucapannya barusan, sikap Niar jadi salah tingkah.

“Eh…nggak kok, Kakak gak kenapa-napa. Tadi asal ngomong aja.” Balasnya.

“Yakiiin? Mas Reza baik kan sama Kakak? Atau selama ini ada yang Kakak sembunyiin dari aku?” tanya Mitha lagi.

Ia pun mulai menelisik wajah Kakaknya seperti seorang penyidik. Hal itu membuat Niar semakin gelagapan.

“Nggak… Kakak beneran gak kenapa-napa kok.” Niar mencoba meyakinkan.

‘Bohong! Kak Niar pasti nyembunyiin sesuatu dari aku.’ Gumam Mitha dalam hati.

“Pokoknya…kamu jangan lama-lama ya galau nya. Kasian Ayah sama Ibu pasti kawatir sama kamu.”

Niar mengalihkan pembicaraan. Ia tidak ingin Mitha semakin melontarkan pertanyaan atas ucapannya tadi.

“Iya… aku juga lagi berusaha move on kok.” Mitha menekuk wajahnya lagi.

“Besok bisa kan masuk kerja lagi? Jangan sampai kamu dipecat gara-gara kelamaan gak masuk kerja. Kalau kamu gak punya pekerjaan, nanti gimana nasib Ayah sama Ibu? Cuma kamu yang Kakak harapkan bisa jagain Ayah sama Ibu, Tha.”

Bibir Niar bergetar, seperti ada sesuatu yang ingin ia ungkapkan namun selalu ia tahan.

Mitha pun jadi semakin penasaran. Sa’at menatap wajah Niar, ia baru sadar jika wajah kakaknya itu terlihat lebih tirus. Tubuhnya pun terlihat lebih kurus dari sebelumnya.

“Kak… Kak Niar beneran baik-baik aja kan?” tanya Mitha kawatir.

Niar malah mengulas senyum, “Kakak gak apa-apa kok. Kakak baik-baik aja. Kakak masuk dulu ya, mau bantuin Ibu di dalem.”

Niar pun beranjak dari duduknya. Kemudian berjalan masuk meninggalkan Mitha yang masih bergulat dengan rasa penasarannya.

***

“Mas Fahri… gimana kemarin? Udah ketemu Mitha?” Tanya Vina.

Fahri dan Vina adalah teman sekantor Asmitha. Sudah 2 hari Mitha tidak masuk kantor tanpa kabar. Sejak batal menikah dengan Saga, hati Mitha memang begitu hancur. Ia hanya menghabiskan waktunya dengan berdiam diri di rumah. Jangankan untuk pergi ke kantor, untuk sekedar beraktifitas di rumah saja ia tidak bergairah.

Penghianatan yang dilakukan Saga, mengubah kepribadian Asmitha yang tadinya periang menjadi pendiam dan pemurung. Membuat kedua orang tuanya merasa sedih juga kawatir.

“Belum.” Jawab Fahri singkat sambil tetap fokus mengerjakan pekerjaannya.

“Loh kenapa? Alamat nya gak ketemu?” tanya Vina lagi.

“Kemarin ada urusan mendadak. Jadi belum sempat kesana.”

“Yaaach… padahal aku udah gak sabar pengen tau kabar dia. Sampai sekarang chat sama telpon aku belum dibalas juga.” Vina terlihat kecewa.

“Mana Asmitha? Belum masuk juga?” Tanya Bu Mega, atasan mereka yang tiba-tiba datang mengejutkan Fahri dan Vina.

“Be…belum, Bu.” Jawab Vina gugup.

“Kemana dia? Sudah dua hari tidak masuk kerja.” Bu Mega mulai memasang wajah judesnya.

“Ma’af, Bu. Saya juga kurang tau, soalnya Asmitha tidak memberi kabar apapun kepada saya.”

Bu Mega melipat kedua tangannya di dada, “kalau besok dia masuk, suruh menghadap ke ruangan saya.” Titah Bu Mega yang langsung pergi tanpa menunggu jawaban Vina.

‘Fiuhh…’

Vina menghembuskan nafasnya lega, “kenapa kalau ada orang itu suasana jadi horror sih? Ampun dah.” Ujarnya yang terlihat lega karena atasannya sudah pergi.

Tidak ada jawaban dari Fahri. Ia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

“Kira-kira ada masalah apa ya sama Mitha? Gak biasanya loh dia begini.” Ucap Vina lagi, melanjutkan obrolannya dengan Fahri. “Atau jangan-jangan dia lagi patah hati?”

Mendengar ucapan Vina, membuat Fahri menghentikan aktifitasnya. Ia pun terdiam, teringat dengan kejadian di malam hari sa’at ia hampir menabrak seorang perempuan.

***

Bersambung…

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ah! Mantap Mas Ramli
8.4
Demi menghidupi tiga anaknya, Ramli bekerja pada pasangan CEO kaya yang belum dikaruniai keturunan setelah lima tahun menikah. Demi uang, duda asal desa ini terpaksa menerima tawaran gila sang majikan pria untuk menghamili istrinya, Vina. Namun, kerja sama ini berubah menjadi hubungan rumit saat Vina mulai nyaman dengannya, terlebih setelah perselingkuhan suaminya terbongkar. Di balik statusnya yang tampak sederhana, Ramli ternyata menyimpan rahasia besar tentang identitas aslinya.
Sampul Novel Aku Dipaksa Memberi Keturunan
8.1
Risa terpaksa menikahi Dhimas demi melunasi biaya medis ayahnya. Namun, pernikahan ini menjadi mimpi buruk saat ia menemukan kepribadian ganda suaminya yang tersembunyi dari sang ibu, serta kehadiran wanita lain. Di bawah tekanan mertua yang menuntut ahli waris, Risa terjebak dalam misteri dan pengkhianatan. Akankah ia berhasil bertahan hidup dan menemukan kebahagiaannya sendiri?
Sampul Novel Bukan Wanita Biasa
8.6
Madina kembali dipertemukan dengan Adnan, mantan suaminya yang dahulu mengusirnya akibat tuduhan selingkuh. Tiga tahun lamanya Madina berjuang sebagai kuli kasar lantaran ijazahnya dihancurkan. Kini, Adnan tiba-tiba mengajaknya rujuk. Pria itu berambisi merebut kembali putra mereka demi memperebutkan harta warisan. Di tengah luka masa lalu dan hadirnya sosok pria baru yang tulus, Adnan mencoba memulihkan nama baik Madina. Akankah Madina kembali atau memilih jalan barunya?
Sampul Novel Ciuman Pengkhianat
8.4
Sebuah unggahan video memperlihatkan Arkan, suami yang sangat kupercayai, berciuman mesra dengan Lidya saat bermain kartu. Alih-alih merasa bersalah, Arkan justru membentak dan menuduhku terlalu sensitif saat aku memberikan ucapan selamat di unggahan tersebut. Pengkhianatan ini menyadarkan diriku bahwa pernikahan dan hubungan yang kami bina selama tujuh tahun kini tidak lagi memiliki arti. Sudah saatnya bagiku untuk melangkah pergi meninggalkan segalanya.
Sampul Novel DIARY_LIANA
8.4
Liana Salsabila, mahasiswi pintar asal Medan, harus kehilangan rahimnya akibat dipaksa keguguran dengan minuman beracun oleh kekasihnya. Trauma mendalam ini kian berat karena hubungan asmara rahasia tersebut dijalani tanpa restu dari orang tuanya, Arbi dan Fitri, yang merupakan pengusaha saham terpandang. Kini, setelah ditinggalkan begitu saja dalam kondisi terpuruk, Liana harus bersiap menghadapi kemarahan besar keluarganya saat rahasia kelam ini akhirnya terbongkar.
Sampul Novel Dibuang, Bangkit, Menang!
8.1
Tiga tahun mengabdi sebagai istri, Cindy justru diceraikan demi perempuan lain dan menjadi bahan cemoohan sekota. Namun, ia bangkit membuktikan bakat terpendamnya hingga mencapai kesuksesan luar biasa. Saat sang mantan menyesal dan memohon untuk rujuk, Cindy menolaknya dengan dingin. Di saat bersamaan, suami barunya yang tampan datang melindungi Cindy dan memperingatkan sang mantan agar tidak berani mengusik kehidupan mereka lagi.