APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Pernikahan tiga tahun Calista Lisano diwarnai kebencian dari suaminya, Kayden Farista. Begitu Nadia Farista kembali, Kayden berencana memalsukan kematiannya demi melepas status pewaris dan kawin lari. Setelah tidak sengaja mendengar rencana tersebut di ruang operasi, Calista mengambil keputusan besar. Ia segera menghubungi pengacara untuk mengurus perceraian dan bersiap menyusul kakaknya ke luar negeri. Calista akhirnya menyerah mempertahankan hubungan sepihak ini demi kedamaian hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 8

Calista melonggarkan genggamannya dan ponselnya pun jatuh ke lantai. Darah dalam sekujur tubuhnya terasa mendidih dan menerjang ke otak. Dia dapat merasakan sensasi seperti tersayat lagi, rasa sakit itu bagaikan tubuhnya tercabik-cabik dari dalam.

Jadi, ternyata Kayden yang mempekerjakan orang itu untuk membalaskan dendam Nadia. Mata Calista mulai bergetar dan dadanya terasa bagaikan diremas. Rasa sakit itu nyaris membuatnya tidak dapat bernapas.

Setelah kelelahan menangis, Calista pun tertidur. Entah berapa lama waktu yang telah berlalu, dia dibangunkan oleh suara Nadia.

“Kayden, bukannya kamu sudah janji mau bantu aku balas dendam? Kenapa kamu malah marah? Semalam, kamu sudah tinggalkan aku di aula pesta demi dia. Sekarang, kamu pakai nada yang begitu galak lagi waktu ngomong sama aku. Kamu sudah nggak cinta sama aku!”

Kayden lagi-lagi menghiburnya dengan lembut, “Aku memang sudah setuju untuk balaskan dendammu, tapi aku nggak bilang mau membunuhnya. Kamu nggak tahu kenapa aku marah? Itu kan karena kamu suruh sopir untuk tabrak Calista sampai mati!”

Kayden teringat tampang pucat Calista yang tergeletak di atas lumpur. Mobil yang melaju ke arahnya secara perlahan sudah nyaris menabrak dan menghabisinya. Pada saat itu, dia merasa jantungnya nyaris berhenti berdetak.

Kayden pun buru-buru menggendong dan membawa Calista ke rumah sakit. Dia menyaksikan bagaimana Calista yang sekujur tubuhnya berlumuran darah dilarikan ke UGD. Detak jantungnya sangat pelan, sedangkan wajahnya benar-benar sudah seputih kertas. Calista terlihat seperti tidak akan bangun untuk mengganggunya lagi selamanya.

Pada momen itu, Kayden merasa sangat panik. Dia berjaga di luar UGD dengan benak kosong.

Nadia memandang Kayden dengan tidak rela. Melihat perasaan campur aduk yang tersembunyi di balik matanya, dia merasa sangat marah. Perasaan seperti ini terlalu rumit. Dia tidak berani berpikir kejauhan, hanya tahu bahwa dirinya harus segera bertindak.

“Iya, iya. Aku tahu aku salah. Aku yang terlalu gegabah. Dengar-dengar, pengawal Calista lagi selidiki kejadian semalam. Jangan-jangan, dia tahu aku yang ....”

Begitu melihat Nadia telah menunduk, amarah Kayden juga sirna. Sebelum Nadia menyelesaikan ucapannya yang penuh kekhawatiran itu, dia terlebih dahulu menyela, “Nggak. Selama ada aku, dia nggak akan menemukan apa pun.”

Kali ini, Nadia baru tersenyum tulus.

“Kalau begitu, jangan bahas masalah ini. Kayden, bukannya kamu bilang kamu mau palsukan kematianmu dan bawa aku pergi? Rencananya sudah matang?”

“Mayatnya sudah diangkut kemari. Seminggu lagi adalah hari ulang tahun Calista. Kita akan pergi pada hari itu.”

Ucapan Kayden membuat Nadia tenang dan dia pun berhenti menangis. Kemudian, dia memeluk Kayden dan berkata dengan manja bahwa dirinya ingin pergi ke sebuah kuil di Kota Arlinda supaya bisa mendoakan kelancaran rencana mereka.

Kayden melirik ke arah kamar rawat inap dengan ragu. Akan tetapi, begitu Nadia mendengus, dia langsung menyetujuinya dan membawa Nadia pergi.

Di sisi lain dinding, mata Calista dipenuhi emosi. Dia mengatupkan bibir dan menelepon sekretarisnya.

“Percepat penanganan masalah di perusahaan. Kesampingkan dulu bagian yang nggak bisa ditangani. Bantu aku pesankan tiket pesawat untuk lima hari lagi.”

Seusai memutuskan sambungan telepon, Calista memejamkan matanya dan berusaha menekan gejolak emosi dalam hatinya.

Meskipun sudah merencanakan semuanya dengan matang, Kayden tetap saja melupakan sebuah variabel yang tak terkendali, yaitu Calista. Berhubung Kayden sudah diam-diam menyiapkan sebuah “kejutan” untuknya, dia hanya perlu pergi lebih cepat. Dia tidak ingin menangani kekacauan yang ditinggalkan mereka untuknya.

Calista diopname di rumah sakit selama lima hari. Di hari dia keluar dari rumah sakit, dia akhirnya menerima dua kabar baik. Yang satu adalah, kantor pusat perusahaannya telah berhasil dipindahkan. Yang kedua adalah, prosedur imigrasinya telah selesai. Dia sudah bisa meninggalkan tempat ini.

Ketika mendengar suara kakaknya yang penuh semangat di ujung telepon, Calista pun berlinang air mata. Dia menyeka air matanya, lalu tidak sengaja menangkap cincin nikah di jari manisnya. Tatapannya menjadi kelam. Setelah tertegun sejenak, dia melepas cincin itu dan membuangnya ke parit.

Semuanya sudah berakhir.

Di bandara, Calista mengeluarkan tiket pesawatnya dan berjalan perlahan menuju pintu keberangkatan.

Ketika mendongak, Calista kebetulan melihat Kayden yang berjalan keluar dengan menggandeng tangan Nadia. Kedua orang itu mengenakan mantel berwarna gelap yang sangat serasi. Pria tampan dan wanita cantik yang berjalan berdampingan itu segera menarik perhatian para pejalan kaki.

Calista hanya memandang sosok mereka dengan tenang, sampai sosok mereka sepenuhnya menghilang dari pandangannya. Kemudian, dia memblokir semua informasi kontak Kayden tanpa ragu dan membuang kartu SIM-nya sebelum berbalik dan naik ke pesawat.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B10688" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B10688
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Dunia Alisha runtuh akibat perselingkuhan Rama, suaminya, dengan seorang aktris terkenal. Tanpa ada penyesalan dari Rama, Alisha memilih pergi dan bekerja sebagai pengasuh anak seorang CEO muda bernama Damar. Kelembutan hati Alisha perlahan memikat sang bos. Namun, saat hubungan mereka mulai dekat, Rama mendadak kembali dan memohon untuk rujuk. Alisha kini terjebak dalam dilema antara ketulusan Damar atau penyesalan mantan suaminya.
Sampul Novel Canda Cinta Kirana
8.2
Hidup teratur Kirana hancur seketika saat Zayn menyebut wanita lain sebagai belahan jiwanya di hari pernikahan mereka. Kisah ini membawa kita kembali ke masa sekolah, momen di mana Kirana yang pintar bertemu Zayn, si penerima beasiswa usil dengan luka batin mendalam. Di tengah canda dan rahasia, dua dunia mereka saling bertaut. Ketika perpisahan datang, mampukah kepercayaan kembali tumbuh, ataukah perbedaan besar akan memisahkan mereka selamanya dalam duka?
Sampul Novel Love Escape
8.4
Impian Ghena untuk dilamar di hari jadi mereka pupus seketika saat Bastian mengakhiri hubungan 15 tahun mereka demi menuruti perjodohan keluarga. Demi menata hidup baru, Ghena memilih pindah ke Singapura dan bekerja sebagai pemandu wisata. Namun, setahun berlalu, Bastian tiba-tiba hadir kembali bersama tunangannya dan menyatakan cinta pada Ghena. Kini, Ghena dihadapkan pada pilihan sulit: tetap kuat menolak mantan kekasihnya atau goyah dan menjadi orang ketiga.
Sampul Novel Membalas Perselingkuhan Suamiku
7.8
Dikhianati Mark karena masalah fisik dan keturunan, Leona hancur. Di tengah keputusasaan, West Taylor datang menawarkan bantuan untuk membalas dendam. Melalui transformasi fisik drastis dan identitas baru sebagai Tatiana Clark, rencana matang untuk menjatuhkan suaminya pun dimulai. Mark sama sekali tidak menyadari bahwa wanita mempesona di hadapannya adalah istri yang ia campakkan demi perempuan lain. Akankah pembalasan dendam ini berjalan tuntas?
Sampul Novel Mencintai dia
8.6
Mencari pasangan hidup sejati bukan sekadar tentang rupa yang menawan. Kisah romansa modern ini memberikan sudut pandang mendalam bahwa keindahan fisik tidak menjamin kebahagiaan sebuah keluarga di masa depan. Seorang pria dituntut menyadari bahwa anak-anaknya kelak membutuhkan figur ibu yang bijaksana, bukan sekadar cantik. Fokus utama dalam hubungan ini adalah menemukan sosok wanita yang mampu mendidik generasi penerus dengan limpahan kasih sayang tulus serta nilai moral yang kuat.
Sampul Novel Please, Jangan Panggil Ibu
9.5
Pernikahan masa lalu antara Tanika dan Faris berawal dari sebuah pertolongan saat Tanika masih mengajar di SMA. Walau berbeda usia sepuluh tahun, cinta sempat tumbuh sebelum akhirnya keadaan memaksa mereka berpisah. Lima tahun berselang, takdir mempertemukan mereka lagi dalam kondisi berbeda. Faris sangat terkejut saat mengetahui mantan istrinya itu kini telah bersuami. Akankah cinta lama mereka kembali membara, atau justru harus terkubur untuk selamanya?