APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Pernikahan tiga tahun Calista Lisano diwarnai kebencian dari suaminya, Kayden Farista. Begitu Nadia Farista kembali, Kayden berencana memalsukan kematiannya demi melepas status pewaris dan kawin lari. Setelah tidak sengaja mendengar rencana tersebut di ruang operasi, Calista mengambil keputusan besar. Ia segera menghubungi pengacara untuk mengurus perceraian dan bersiap menyusul kakaknya ke luar negeri. Calista akhirnya menyerah mempertahankan hubungan sepihak ini demi kedamaian hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Suara Kayden terdengar sangat rendah.

Senyuman di wajah Calista pun segera sirna. Dia tidak ingin kakaknya mendengar percakapan mereka dan merasa khawatir. Jadi, dia pun mencari alasan dan buru-buru memutuskan sambungan telepon.

Begitu sambungan telepon terputus, Kayden langsung bertanya dengan nada menyalahkan, “Calista, kenapa kamu lapor polisi? Nadia cuma salah kasih obat. Kamu nggak perlu lanjut permasalahkan masalah ini, ‘kan? Bisa-bisanya kamu langsung lapor polisi! Kamu tahu nggak? Dia sudah nangis saking takutnya!”

Ekspresi Kayden menegang, tatapannya yang biasanya dingin kini dipenuhi amarah. Dia bersikap seolah-olah Calista sudah melakukan kesalahan besar.

Setelah mendengar pertanyaan itu, Calista pun tersenyum sinis. “Nggak perlu? Kemarin, aku dilarikan ke UGD. Kapan baru perlu? Habis aku mati?”

Calista mengalami syok hingga nyaris meninggal. Meskipun dia telah diopname satu malam di rumah sakit, Kayden sama sekali tidak perhatian padanya. Begitu tahu dia melapor polisi, reaksi pertama Kayden adalah menyalahkannya. Setelah tahu Nadia menukar obat, reaksi pertama Kayden adalah membelanya.

Kayden benar-benar pilih kasih.

Begitu mendengar jawaban itu, Kayden terlebih dahulu tertegun. Setelah tersadar kembali, ada kilatan jengkel yang melintasi matanya. Dia mengernyit dengan tidak sabar.

“Dalam urusan tukar obat, memang dia yang terlalu gegabah. Tapi, aku sudah nasihati dia. Kamu jangan lanjutkan lagi masalah ini. Lagian, bukannya sekarang kamu baik-baik saja? Kalau kamu masih marah, aku akan tinggal di sini untuk jagain kamu. Sudah puas, ‘kan?”

Kayden masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi ponselnya tiba-tiba berdering. Melihat yang menelepon adalah Nadia, keningnya yang berkerut pun kembali santai.

“Nggak apa-apa, nggak usah khawatir. Mereka nggak akan bisa bawa kamu pergi. Jangan nangis lagi. Luka gores di tanganmu sakit nggak?”

Sambil menjawab telepon, Kayden melangkah keluar secara perlahan.

Calista menatap punggung Kayden dan merasa semua ini sangat absurd. Dia sudah tidak lagi menaruh harapan pada Kayden, tetapi masih merasa semua ini sangat ironis.

Calista sudah nyaris kehilangan nyawanya, tetapi akhirnya hanya diberi sedikit pesan. Sementara itu, tangan Nadia hanya tergores ringan, tetapi Kayden malah begitu khawatir.

Hati Calista terasa sakit. Dia tiba-tiba tidak memiliki tenaga untuk bertengkar lagi. Kayden mengatakan ingin menemaninya, tetapi Nadia tidak mengizinkannya. Setiap baru masuk ke kamar rawat inap, Kayden akan menerima berita mendesak dari Nadia.

“Kayden, aku takut sendirian di rumah. Kamu pulang temani aku, ya?”

“Waktu tidur, aku sering tidur berjalan. Aku nggak bisa tidur nyenyak kalau nggak ada kamu. Pulanglah.”

“Aku bosan banget hari ini! Kalau kamu masih nggak pulang temani aku, aku bakal pergi ke luar negeri bareng temanku dan main di sana selama setengah atau satu tahun, lho.”

Setiap pesan dan telepon itu akan langsung menarik semua perhatian Kayden. Kemudian, Kayden hanya akan melontarkan kata “istirahat yang baik” sebelum pergi.

Melihat Kayden yang datang dan pergi, Calista terlihat tenang. Mungkin karena sudah tidak menaruh harapan padanya, ketika menyaksikan kasih sayangnya terhadap Nadia, Calista pun berangsur-angsur mati rasa.

Calista hanya berharap dirinya bisa cepat sembuh, lalu meninggalkan tempat ini selamanya. Dia tidak ingin bertemu dengan Kayden lagi.

Di hari Calista keluar dari rumah sakit, dia hanya sendiri. Pada minggu terakhir, dia menerima undangan untuk menonton pertandingan tinju yang diselenggarakan mitra perusahaan. Dia diundang untuk hadir bersama Kayden dan bersiap untuk hadir sesuai undangan.

Kayden berdiri di samping mobil. Dia mengenakan setelan jas berwarna gelap yang rapi dan membuatnya terlihat mengesankan. Pada saat ini, dia sedang melindungi kepala Nadia dan mempersilakannya naik ke kursi penumpang depan.

Nadia mengenakan gaun merah muda tanpa lengan. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai, riasannya terlihat simpel, tetapi cantik. Ketika menatap Kayden, matanya terlihat bagaikan bintang yang berkelap-kelip.

Calista menyaksikan kemesraan dua insan tersebut dan langkahnya pun terhenti. Namun, dia segera menekan perasaan aneh tersebut. Dia berjalan ke kursi belakang dengan ekspresi datar.

Sepanjang perjalanan, Calista hanya duduk diam sambil memandang pemandangan di luar jendela. Tidak peduli seberapa seru pun percakapan Kayden dan Nadia, dia tetap tidak menunjukkan reaksi apa pun. Seiring berjalannya waktu, mereka malah tidak mengobrol lagi.

Di bawah suasana yang hening, Calista merasa ada tatapan tajam seseorang yang sesekali tertuju padanya. Dia menoleh dan kebetulan bertemu pandang dengan tatapan aneh Kayden. Namun, Kayden segera memalingkan wajahnya.

Di lokasi acara, tamu yang hadir sangat banyak.

Kayden dan Nadia berjalan memasuki aula dengan bergandengan tangan. Kayden sengaja meninggalkan Calista di belakang dan melindungi Nadia dengan hati-hati. Dia memperkenalkan Nadia kepada temannya, menarik kursi untuk Nadia dan duduk di sebelahnya sambil menjelaskan jalannya pertandingan.

“Sepertinya, rumor di internet itu benar. Pak Kayden nggak suka banget sama istrinya. Sejak tiba di sini, dia sama sekali nggak melirik istrinya.”

“Siapa pun yang punya mata bisa menilai bahwa sikap Pak Kayden terhadap Nadia nggak biasa. Meski Nadia ada di sampingnya, dia tetap mengawasi Nadia dengan baik. Sepertinya, dia akan segera bercerai dengan Calista.”

Calista yang mendengar gosip-gosip ini merasa agak sakit hati. Dia mengepalkan tangannya dan tetap mempertahankan ekspresi tenang.

Saat ini, pertarungan di dalam ring sedang sengit-sengitnya. Calista tidak mampu menyaksikan pemandangan berdarah seperti ini. Dia pun diam-diam pergi dari belakang.

Tepat pada saat ini, Nadia tiba-tiba bangkit dan mencari barang dengan panik. “Kalungku hilang! Kalungku hilang!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Dunia Alisha runtuh akibat perselingkuhan Rama, suaminya, dengan seorang aktris terkenal. Tanpa ada penyesalan dari Rama, Alisha memilih pergi dan bekerja sebagai pengasuh anak seorang CEO muda bernama Damar. Kelembutan hati Alisha perlahan memikat sang bos. Namun, saat hubungan mereka mulai dekat, Rama mendadak kembali dan memohon untuk rujuk. Alisha kini terjebak dalam dilema antara ketulusan Damar atau penyesalan mantan suaminya.
Sampul Novel Canda Cinta Kirana
8.2
Hidup teratur Kirana hancur seketika saat Zayn menyebut wanita lain sebagai belahan jiwanya di hari pernikahan mereka. Kisah ini membawa kita kembali ke masa sekolah, momen di mana Kirana yang pintar bertemu Zayn, si penerima beasiswa usil dengan luka batin mendalam. Di tengah canda dan rahasia, dua dunia mereka saling bertaut. Ketika perpisahan datang, mampukah kepercayaan kembali tumbuh, ataukah perbedaan besar akan memisahkan mereka selamanya dalam duka?
Sampul Novel Love Escape
8.4
Impian Ghena untuk dilamar di hari jadi mereka pupus seketika saat Bastian mengakhiri hubungan 15 tahun mereka demi menuruti perjodohan keluarga. Demi menata hidup baru, Ghena memilih pindah ke Singapura dan bekerja sebagai pemandu wisata. Namun, setahun berlalu, Bastian tiba-tiba hadir kembali bersama tunangannya dan menyatakan cinta pada Ghena. Kini, Ghena dihadapkan pada pilihan sulit: tetap kuat menolak mantan kekasihnya atau goyah dan menjadi orang ketiga.
Sampul Novel Membalas Perselingkuhan Suamiku
7.8
Dikhianati Mark karena masalah fisik dan keturunan, Leona hancur. Di tengah keputusasaan, West Taylor datang menawarkan bantuan untuk membalas dendam. Melalui transformasi fisik drastis dan identitas baru sebagai Tatiana Clark, rencana matang untuk menjatuhkan suaminya pun dimulai. Mark sama sekali tidak menyadari bahwa wanita mempesona di hadapannya adalah istri yang ia campakkan demi perempuan lain. Akankah pembalasan dendam ini berjalan tuntas?
Sampul Novel Mencintai dia
8.6
Mencari pasangan hidup sejati bukan sekadar tentang rupa yang menawan. Kisah romansa modern ini memberikan sudut pandang mendalam bahwa keindahan fisik tidak menjamin kebahagiaan sebuah keluarga di masa depan. Seorang pria dituntut menyadari bahwa anak-anaknya kelak membutuhkan figur ibu yang bijaksana, bukan sekadar cantik. Fokus utama dalam hubungan ini adalah menemukan sosok wanita yang mampu mendidik generasi penerus dengan limpahan kasih sayang tulus serta nilai moral yang kuat.
Sampul Novel Please, Jangan Panggil Ibu
9.5
Pernikahan masa lalu antara Tanika dan Faris berawal dari sebuah pertolongan saat Tanika masih mengajar di SMA. Walau berbeda usia sepuluh tahun, cinta sempat tumbuh sebelum akhirnya keadaan memaksa mereka berpisah. Lima tahun berselang, takdir mempertemukan mereka lagi dalam kondisi berbeda. Faris sangat terkejut saat mengetahui mantan istrinya itu kini telah bersuami. Akankah cinta lama mereka kembali membara, atau justru harus terkubur untuk selamanya?