APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jodohku Seorang Janda Kaya Raya

Jodohku Seorang Janda Kaya Raya

Kisah cinta tumbuh di antara Lintar, pemuda yang ulet, dan Dewi, seorang janda yang sukses menjabat sebagai CEO. Walau awalnya terasa canggung, perasaan tulus mulai menyatukan mereka. Rintangan besar menghadang saat paman Lintar menentang keras hubungan ini. Demi mempertahankan cintanya pada janda kaya tersebut, Lintar berjuang keras meyakinkan orang tuanya. Simak perjuangan emosional Lintar dalam meraih kesuksesan sekaligus kebahagiaan sejati bersama wanita dambaannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Rasti menudingkan jari telunjuknya ke arah Lintar sambil melotot tajam. "Saya pegang ucapan kamu! Kalau kamu bohong, saya tidak akan segan-segan untuk melaporkan kamu kepada pihak kepolisian!" kata Rasti melontarkan ancaman.

"Iya, Bu. Saya akan segera mencari anak Ibu," jawab Lintar.

"Harus kamu ketahui! Bahwa kedatangan saya ke rumah ini, bukan untuk meminta kamu agar menerima cinta anak saya. Karena saya tidak sudi punya menantu miskin seperti kamu!" pungkasnya langsung berlalu dari hadapan Lintar tanpa mengucapkan salam.

Semua kalimat yang terlontar dari mulut wanita paruh baya itu, sungguh menyakiti perasaan Lintar. Secara tidak langsung, Rasti pun sudah mempermalukan Lintar di hadapan para tetangganya yang saat itu mengetahui kedatangan orang kaya angkuh itu. Bahkan, kemarahan yang ditunjukkan oleh Rasti menjadi sebuah tontonan warga yang ada di sekitaran rumah Lintar.

Warga sekitar merasa iba melihat pemandangan seperti itu, bahkan mereka pun turut berkomentar atas sikap Rasti.

"Urusan cinta ditolak mau bawa-bawa pihak kepolisian," gerutu salah seorang tetangga dekatnya Lintar.

"Sekalian aja lapor ke presiden!" sahut yang lainnya geram terhadap sikap wanita paruh baya itu.

Para tetangga dekatnya sangat prihatin melihat Lintar yang hidup sebatang kara, dicaci-maki oleh Rasti. Mereka sangat mengenal siapa itu Lintar? Dia adalah seorang pemuda yang baik dan sopan terhadap sesama.

"Kejam banget ya, Bu Rasti? Kasihan si Lintar, baru bangun tidur sudah dimaki-maki," desis Rika yang merupakan tetangga dekatnya Lintar.

"Biasanya kalau orang sering dihina, akan diangkat derajatnya oleh Allah. Begitu pun sebaliknya, bagi orang yang suka menghina. Maka, hidupnya akan cepat hancur," sahut seorang pria paruh baya yang tengah duduk santai menikmati segelas kopi hitam di beranda warung tersebut.

"Memang benar, Pak Giman. Ibarat kata pepatah, api yang cepat menyala akan cepat padam, begitu pun dengan kesombongan. Sudah barang tentu, kesombongan Bu Rasti akan mencelakai dirinya sendiri," tandas Rika berpaling ke arah Giman.

"Saya juga kemarin ketemu Bu Rasti di minimarket. Disapa sopan-sopan sama saya, eh malah buang muka. Jadi malu sendiri saya," sahut seorang ibu yang sebaya dengan Rika.

"Lagian, Ibu gak ada kerjaan menyapa orang sombong seperti itu," kata sang pemilik warung.

* * *

Pukul empat sore, Lintar sudah bersiap untuk segera berangkat mencari Eva. Ia tetap berusaha untuk bertanggung jawab atas kaburnya Eva, meskipun itu bukan sepenuhnya kesalahan dirinya.

"Kalau tahu persoalannya akan seperti ini, mungkin dari dulu aku tidak akan mendekati si Eva," gerutu Lintar sambil menutup pintu dan langsung melangkah menghampiri motor matic tua kesayangannya yang warna bodinya sudah usang tidak mengkilap lagi.

"Lintar!" teriak seorang pria paruh baya langsung melangkah menghampiri Lintar yang sudah bersiap hendak berangkat mencari Eva.

Lintar berpaling ke arah pria paruh baya itu. Lantas, ia menjawab, "Iya, Pak. Ada apa?" tanya Lintar lirih.

"Kamu mau ke mana, Tar?" tanya pria paruh baya itu, berdiri di hadapan Lintar.

"Mau mencari Eva, Pak Giman," jawab Lintar dengan sikap ramah.

"Ya, Allah! Lintar. Biarkan saja, itu, 'kan bukan kesalahan kamu. Kenapa harus repot-repot menuruti perintah Bu Rasti?"

"Tidak apa-apa, Pak. Walau bagaimanapun, Eva adalah sahabat baik saya. Jadi, saya juga harus bertanggung jawab, saya takut terjadi apa-apa dengan Eva."

Giman menghela napas panjang, ia tersenyum lebar menatap wajah pemuda tampan itu. "Kamu sangat baik dan bersikap bijaksana. Ya, sudah. Semoga kamu dapat secepatnya menemukan Eva," ucap Giman lirih.

"Iya, Pak," kata Lintar balas tersenyum. Setelah itu Lintar langsung pamit, dan langsung menjalankan motornya berlalu dari hadapan pria paruh baya itu.

Saat itu Lintar langsung menuju ke rumah Devia dengan mengendarai motor matic warisan almarhum ayahnya. Lintar sangat yakin bahwa Eva pasti ada di rumah Devia.

"Semoga saja, Eva ada di rumah Devia. Ya, Allah! Tolonglah hamba!" desis Lintar sambil terus melajukan motornya menyusuri jalan utama desa yang tembus hingga ke sebuah kompleks perumahan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari desa tempat tinggalnya.

Perjalanan menuju ke kediaman Devia hanya memakan waktu sekitar 10 menit saja. Ketika sudah tiba di depan rumah Devia yang berdiri kokoh di antara deretan rumah-rumah megah yang ada di kompleks perumahan tersebut. Lintar langsung menepikan motornya tepat di bahu jalan dekat pintu gerbang rumah itu.

Seorang pria paruh baya tersenyum lebar menyambut kedatangan Lintar. Ia langsung melangkah menghampiri Lintar yang baru saja turun dari motornya.

"Selamat sore, Nak Lintar," ucap pria paruh baya itu.

"Iya, Pak Edi. Selamat sore juga," jawab Lintar tersenyum lebar sedikit membungkukkan badan.

"Kenapa motornya tidak sekalian dimasukkan saja, Nak Lintar?!" tanya Edi meluruskan pandangannya ke wajah Lintar.

"Tidak apa-apa, Pak. Di sini saja, saya tidak lama kok," jawab Lintar lirih. "Ngomong-ngomong, Devianya ada, Pak?" sambung Lintar bertanya.

"Ada, tadi saya lihat Non Devia sedang ngobrol dengan Non Eva," jawab pria paruh baya itu.

Lintar tampak semringah setelah mendengar bahwa Eva ada di rumah tersebut. "Jadi, Eva sedang bersama Devia, Pak?" tanya Lintar lagi.

"Iya, ada. Non Eva sudah dua malam menginap di sini."

"Alhamdulillah! Ya, Allah!" ucap Lintar tampak senang mendengar jawaban dari petugas keamanan itu.

Dengan demikian, Lintar langsung pamit kepada Edi dan segera melangkah menuju beranda rumah tersebut. Memang benar apa yang dikatakan oleh Edi, Devia saat itu tengah berbincang santai dengan Eva di teras rumahnya. Gadis cantik berkulit putih itu tampak senang ketika melihat kedatangan Lintar.

"Ya, Allah! Lintar! Akhirnya datang juga," desis Devia tersenyum lebar meluruskan pandangannya ke arah Lintar.

Lintar hanya tersenyum sambil melangkah menuju ke arah beranda rumah sahabatnya itu, kemudian mengucapkan salam, "Assalamualaikum."

"Waalaikum salam," jawab Devia dan Eva.

Devia langsung bangkit dan segera mempersilahkan Lintar untuk duduk, "Silahkan duduk, Tar!"

"Iya, Dev. Terima kasih." Lintar pun segera melangkah, kemudian duduk di sebuah kursi bersebelahan dengan Eva.

"Kamu pasti mau menjemput Eva. Iya, 'kan?" tanya Devia tersenyum-senyum menatap wajah Lintar.

Lintar balas tersenyum dan sedikit menganggukkan kepala. Kemudian berpaling ke arah Eva yang tampak biasa-biasa saja.

Sikap Eva tampak dingin tidak sebahagia Devia dalam menyambut kedatangan Lintar, Eva tidak mempedulikan adanya Lintar di sebelahnya. Terpancar jelas dari raut wajahnya, ada sebuah perasaan kesal dan benci terhadap Lintar yang sudah menolak mentah-mentah cinta dan kasih sayangnya.

Sebagai seorang tuan rumah, tentu Devia merasa tidak nyaman melihat sikap Eva seperti itu. Lantas, ia pun berkata, "Eva, kamu tidak boleh bersikap seperti ini! Kasihan Lintar yang sudah datang menemui kita di sini." Devia memandang lekat wajah sahabat baiknya itu.

"Maafkan aku, Va. Kita ini sudah lama bersahabat, aku tidak mau karena persoalan kecil kita jadi bermusuhan," kata Lintar mulai angkat bicara.

"Percuma saja kita bersahabat. Kamu tidak menghargai perasaanku." Eva menyahut tanpa menoleh sedikit pun ke arah Lintar, ia terus buang muka. Seakan-akan tidak mau melihat wajah Lintar.

"Eva! Lintar, 'kan sudah minta maaf," timpal Devia.

* * *

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sang Lady Killer
9.8
Daniel Millard, CEO berkuasa dari Millard Corporation, dikenal sebagai penakluk wanita ulung. Namun, takdirnya berubah drastis setelah ia bertemu dengan Anya. Sosok Anya membangkitkan sisi lain diri Daniel yang selama ini tersembunyi, terutama saat ia menyadari bahwa perempuan itu terikat dengan masa lalunya yang kelam. Daniel pun bertekad untuk terus menggenggam Anya, sosok istimewa yang sangat berbeda dari wanita mana pun di hidupnya.
Sampul Novel Dinikahi Sang Penguasa : Suami Kontrakku Memberi Segalanya
9.0
Dikhianati oleh tunangannya membuat Lily melampiaskan sakit hati dengan mabuk. Saat terbangun, ia mendapati dirinya bersama pria asing bernama Arsen. Tersinggung karena dianggap wanita sewaan, Lily langsung menamparnya. Dua hari kemudian, mereka bertemu lagi di sebuah pesta, dan terungkap bahwa Arsen dekat dengan sang mantan tunangan. Secara tak terduga, Arsen justru menawarkan pernikahan kontrak padanya, menantang Lily dengan alasan dialah pria pertama yang telah menidurinya.
Sampul Novel Dosen ku
9.8
Zahra, gadis sederhana berusia 22 tahun, bertekad hidup mandiri tanpa membebani ayahnya yang kaya dengan bekerja di perusahaan Alvino Daffa Haidar. Penampilan anggun Zahra yang syar'i dan natural sukses memikat perhatian. Sementara itu, Alvino dikenal sebagai pewaris dingin dari keluarga terkaya di Indonesia. Tanpa disangka, ayah Alvino telah merencanakan perjodohan dirinya dengan putri dari sahabat lamanya. Siapakah sosok wanita yang akan mendampingi takdir Alvino?
Sampul Novel Gawat, Pak Bos Ada Maksud Lain
8.6
Setelah melahirkan anaknya, Linda langsung mendapatkan pekerjaan baru sebagai sekretaris pribadi untuk pimpinan tertinggi di Grup Jarvis. Namun, profesionalisme kerja yang ia bayangkan seketika sirna pada hari pertamanya bekerja. Jonathan Jarvis, sang CEO tampan sekaligus bos barunya, justru memandang Linda dengan tatapan yang penuh gairah tidak biasa. Pertanyaan provokatif dari Jonathan, "Bu Linda, bagaimana bisa minum kopi tanpa susu?", menandai awal dari hubungan kerja yang berbahaya.
Sampul Novel Istri Cacat CEO
9.6
Christian Oliver, CEO sukses berusia 29 tahun, hidup dalam kekangan aturan ayahnya. Ia dilarang menjalin hubungan asmara karena telah terikat pernikahan sejak masa remaja dengan Olivia, anak dari sahabat sang ayah. Meski Christian telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencari keberadaan sang istri, usahanya selalu nihil. Ironisnya, tanpa pernah ia sadari, sosok Olivia yang dicarinya selama ini sebenarnya selalu berada sangat dekat di dekatnya.
Sampul Novel Menikahi Asistenku
8.4
Di balik kesuksesan besar Anton Pratama sebagai pengusaha cerdas dan tegas di kota metropolitan, tersimpan sebuah rahasia kehidupan yang tak terendus publik. Kisah baru dimulai saat Alya diterima bekerja sebagai asisten di perusahaannya. Menghadapi kesempatan emas ini, Alya dirundung rasa gugup sekaligus antusias. Ketegangan yang nyata begitu menyelimuti dirinya setiap kali ia memandang meja kerja sang bos dari kejauhan.