APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jerat Hasrat Tetangga Tampan

Jerat Hasrat Tetangga Tampan

Pernikahan Andini yang terasa dingin dan tanpa gairah seketika terguncang sejak kedatangan Andreas. Tetangga baru yang rupawan dan berusia lebih muda itu berhasil memantik kembali hasrat membara yang telah lama mati di dalam diri Andini. Walau sadar dirinya telah terikat komitmen pernikahan, bayang-bayang keintiman dengan Andreas terus mengusik benaknya. Kini, ia berada di persimpangan jalan, bimbang antara menjaga kesetiaan atau menyerah pada godaan memikat sang brondong.
Bab
Bagikan

Bab 3

Kepalaku mendadak pusing sementara desahan Miyem semakin menggila dari dalam sana. 

"Ssst! Jangan, keras-keras. Nanti ada yang denger. Gawat kan kalau sampai ketahuan." Pria itu menghentikan gerakan pinggulnya. Rautnya nampak cemas.

Miyem lantas mengerang kesal. "Tenang, Om. Jam segini Nyonya belum pulang. Ayo, Om, lanjut."

"Beneran? Baiklah, kalau gitu."

Pria itu menampar bokong Miyem dan lenguhan mereka kembali bersahutan.

Aku bergidik jijik menyaksikan semua ini. Miyem, ART-ku yang baru berumur dua puluh tahun, bercinta dengan Rudi, tetangga depan rumahku yang notabene adalah pria setengah baya berkepala lima!

Yang aku tahu, Risa–istrinya Rudi–beberapa bulan lalu memang terkena serangan jantung ringan. Dan sejak saat itu kondisi kesehatannya menurun.

Tapi itu tidak bisa dijadikan alasan bagi Rudi untuk berselingkuh, apalagi dengan Miyem, ART-ku!

Kedua tanganku mengepal erat dan napasku pun memburu. Rasanya kepalaku mengepul panas karena dipenuhi amarah. Aku punya trauma tersendiri dengan yang namanya perselingkuhan.

Perlahan, aku mengambil ponsel yang ada di saku celana.

Aku harus memberi pelajaran pada mereka berdua! Dari celah pintu, aku mulai membidik adegan perselingkuhan ini dengan ponselku.

"Om, Miyem mau sampe..." desahnya.

"Aku juga. Kita bareng ya, Om?"

Dengan napas berat, Rudi mempercepat goyangan pinggulnya.

Aku menelan ludah dalam-dalam. Entah kenapa bulu-bulu di tengkukku terasa meremang sementara jantungku jadi berdegup cepat menyaksikan semua ini.

Mata Miyem mulai terpejam. Sepertinya dia akan mencapai puncaknya.

Tiba-tiba aku merasa iri. Miyem bisa merasakan kenikmatan yang belum pernah aku rasakan bersama suamiku sendiri.

Tanganku gemetar menyaksikan mereka akan mencapai puncak. Lalu tanpa kuduga ponselku berdering kencang. Muncul nomor yang tidak dikenal di layar.

Sontak aku memekik dan ponselku meluncur ke lantai.

Sial! Aku kepergok mengintip mereka! Tapi tunggu, kenapa aku mesti panik? Seharusnya mereka berdualah yang panik!

Maka, secepat kilat aku mengayun kaki kananku dan mendobrak pintu gudang agar membuka lebar. Kami bertiga pun saling berteriak kencang.

Miyem dan Rudi panik akan kehadiranku sementara aku panik karena melihat milik Rudi yang menggantung.

*

Akhirnya, terjadi perang dunia ketiga di rumahku. Aku memberi tahu Risa, wanita malang itu, soal perselingkuhan suaminya saat itu juga. Risa datang ke rumahku dan melabrak habis-habisan suaminya serta Miyem.

Terus terang, aku merasa bersalah karena bagaimana pun juga Miyem adalah tanggung jawabku. Aku minta maaf pada Risa dan memulangkan Miyem di hari itu ke kampung halaman dengan bis–tentu saja aku memberinya uang pesangon.

Malamnya, aku memberi tahu Pras soal kehebohan yang terjadi tadi siang, sampai-sampai aku telat menjemput kedua putraku.

"Gila kan? Siapa yang sangka Rudi bermain api dengan ART kita, Mas?!" Aku melempar kedua tangan ke atas dengan geram.

"Yah, namanya juga lelaki, Ndin," jawab Pras sambil memperhatikan ponselnya.

"Maksud Mas, kalau laki-laki wajar selingkuh?" tanyaku sewot dari depan meja rias.

"Laki-laki itu kan butuh menyalurkan nafsunya dan kalau enggak salah istrinya itu sedang sakit kan?"

"Astaga, Mas! Tapi bukan berarti si Rudi itu harus selingkuh!"

"Ya, ya, aku tahu tindakan Rudi itu salah. Tapi sudahlah, toh itu bukan urusan kita."

Aku naik ke atas ranjang. "Iya, tapi Miyem bekas ART kita, Mas."

"Miyem sudah kamu pecat. Beres." Lantas, Pras tiba-tiba memiringkan posisi badannya, menatapku. "Ndin, apa yang bakal kamu lakukan kalau aku selingkuh?"

"Cerai," jawabku cepat. "Dan apa yang akan Mas lakukan kalau aku selingkuh?" tanyaku penasaran.

Pras mengetuk-ngetukkan ujung ponselnya di dagu sambil berpikir. "Hm, kurasa aku akan membunuhmu."

"A-apa?"

Seketika tawa Pras pecah. "Astaga, kamu nampak ketakutan, Ndin! Aku hanya bercanda."

Aku mendengus kesal sambil mengerucutkan bibirku. "Bercandaanmu itu enggak lucu, Mas!"

Pras kemudian berbaring dan menatap langit-langit. "Yah, yang pasti aku enggak akan membiarkanmu mengkhianatiku. Aku enggak akan melepasmu, Ndin. Kamu akan jadi milikku selamanya. Apapun yang terjadi."

Pram menoleh dan menyeringai dalam cahaya kamar yang remang. Oh, aku tidak suka senyumannya itu. Maka aku segera menarik selimut dan tidur memunggunginya.

*

Sekarang sudah tiga minggu sejak kejadian menggemparkan itu berlalu dan rumah depan itu masih kosong.

Plang yang bertuliskan 'rumah dijual' masih menggantung di gerbang rumah.

Risa menjual rumah miliknya. Ya, selama ini Rudi memang menumpang hidup dengan Risa. Pria brengsek itu mendapatkan jabatan sebagai direktur di perusahaan tekstil juga karena perusahaan itu milik keluarganya Risa.

Pernikahan dua puluh lima tahun mereka pun kandas dan Risa memilih pergi ke Amerika menyusul kedua anak mereka.

Kupikir kehidupan Risa dan Rudi sempurna, tapi nyatanya tidak. Sama seperti hidupku. Kita memang tidak bisa melihat segala sesuatu dari sampulnya saja.

Aku menghela napas pelan setelah memandangi rumah itu dan tragedinya. Lalu aku menutup pagar rumahku dan bersiap untuk melanjutkan aktivitas setelah mengantar kedua putraku ke sekolah.

*

Hap! Aku mengangkat keranjang kotor pakaian anggota rumah ini dan membawanya ke mesin cuci.

Sampai saat ini aku memang belum memiliki ART lagi. Pras sudah mendesakku untuk mencari pengganti Miyem. Dia tidak ingin aku kecapekan. Tapi aku masih trauma dengan kejadian itu.

Kali ini aku mau lebih selektif mencari ART baru. Tapi ya itu, sampai sekarang aku belum menemukan ART yang terpercaya.

Namun, tidak jadi masalah sih. Sebenarnya dari dulu aku terbiasa mandiri, mengerjakan tugas rumah sendiri. Jadi, menyapu, mengepel dan lain sebagainya bukan masalah besar bagiku. Tanganku juga tidak anti dengan deterjen. Tapi sejak menikah dengan Pras, dia memang tidak membiarkanku melakukannya.

Aku malah senang tidak ada ART karena aku bisa menenggelamkan diri dengan berbagai pekerjaan rumah tangga. Kadang capek sih, tapi kunikmati saja. Toh, nanti juga aku akan dapat pengganti Miyem.

Air di mesin cuci itu berputar, menggiling pakaian hingga bersih. Lantas, aku kembali ke dapur. Setelah menggelung rambutku yang panjang, aku menenteng kantong plastik hitam berisi sampah.

Udara di luar yang cukup terik membuatku menjatuhkan pilihan pada kaos coklat muda yang tipis yang melekat ketat di tubuhku, serta celana pendek hitam yang memamerkan kakiku yang jenjang.

Toh, tidak ada yang melihatku berpakaian minim seperti ini. Area komplek perumahanku memang sepi kalau siang-siang begini.

Aku menutup kembali bak sampah dan saat memutar tubuh, aku menyadari ada mobil SUV hitam yang terparkir di depan rumah kosong itu.

Hm, apa ada calon pembeli yang datang melihat?

Saat aku sedang berpikir, gerbang pintu rumah itu bergeser. Seorang yang berpakaian formal keluar sambil membawa semacam map, diikuti oleh seorang pria jangkung yang menawan.

Entah bagaimana, pandangan kami beradu–aku dan pria menawan itu–yang seketika menyebabkan degup jantungku jadi bertalu cepat.

Oh, sial! Mana pakaianku minim seperti ini lagi?!

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Orang Kaya yang Hidup Miskin
7.9
Nia terbiasa ditinggalkan sendirian oleh orang tuanya demi uang lembur, bahkan menjelang tahun baru. Enggan kesepian, ia membawa Siomay untuk menyusul mereka. Namun, Nia justru menyaksikan kenyataan pahit saat melihat kedua orang tuanya turun dari mobil mewah dan memasuki hotel bintang lima bersama seorang pemuda sebayanya. Mendengar percakapan yang meremehkan dirinya, Nia sadar bahwa kemiskinan keluarganya hanyalah kebohongan belaka. Kecewa dengan kepura-puraan mereka, ia pun memilih pergi.
Sampul Novel Cinta Dalam Perjodohan
9.4
Sayyidah terpaksa menjalani pernikahan yang tidak pernah ia inginkan karena perjodohan dari orang tuanya. Sang suami, Abbas, sangat jauh dari kriteria pria idamannya. Abbas hanyalah seorang yatim piatu yang sangat pendiam, selalu berpenampilan sederhana dengan gamis, dan kondisi keuangannya pun biasa saja. Di tengah jurang perbedaan ini, mampukah perasaan cinta akhirnya tumbuh di hati Sayyidah untuk sang suami? Saksikan perjuangan emosional mereka dalam menghadapi ikatan pernikahan ini.
Sampul Novel Cinta Sejatimu Kembali
8.7
Pernikahan empat tahun dan kehadiran buah hati tak mampu membuat Lina memiliki hati Rian sepenuhnya. Sang suami masih dibayangi kenangan masa lalu yang belum usai. Luka hati Lina kian mendalam ketika cinta pertama Rian tiba-tiba hadir kembali. Sadar bahwa ketulusannya selama ini tidak pernah berbalas cinta, Lina kini harus mengambil keputusan tersulit. Ia dihadapkan pada pilihan pahit untuk merelakan Rian pergi demi mengejar kebahagiaannya sendiri.
Sampul Novel Cinta Untuk Farisa
8.1
Farisa memutuskan pergi ke kota demi memenuhi pesan terakhir sang ibu untuk melacak keberadaan ayahnya. Dalam perjalanannya, ia diselamatkan oleh seorang lelaki yang tulus membantunya. Namun, saat sang ayah berhasil ditemukan, Farisa mendapati kenyataan pahit bahwa posisinya telah diambil alih oleh sosok lain yang mengaku sebagai anak kandung. Di tengah situasi rumit ini, Farisa dihadapkan pada pilihan sulit: merelakan semuanya atau berjuang merebut kembali hak serta pengakuan yang menjadi miliknya.
Sampul Novel Cinta Yang Sengsara
8.6
Dalam keadaan hamil, Naraya diusir dan dicampakkan oleh suaminya, Alvano. Badai fitnah kejam yang disebarkan oleh perempuan asing bernama Vanya sukses meruntuhkan pernikahan mereka. Tanpa ada satu pun orang yang membantu, Naraya terpaksa berjuang sendirian demi melahirkan serta mengasuh anaknya. Sementara itu, Alvano sama sekali tidak tahu bahwa anak yang dibuangnya adalah darah dagingnya sendiri. Akankah semua kebohongan ini terbongkar dan membawa penyesalan mendalam bagi Alvano?
Sampul Novel Hasrat Liar Polwan
7.9
Kebutuhan biologis adalah hal manusiawi yang tidak bisa diabaikan oleh siapa pun. Tanpa memandang status sosial, jabatan, kasta, ataupun kekayaan, kepuasan batiniah tetap menjadi aspek penting bagi setiap individu. Kisah romansa modern ini menyoroti sisi terdalam manusia di balik seragam profesi. Hasrat dan nafsu yang membara membuktikan bahwa kebutuhan batin tidak akan pernah bisa dibatasi oleh aturan serta hierarki duniawi.