APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore

Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore

Felix Salvatore didera dendam kesumat kepada Veronica Reager. Ia menuduh putri musuhnya itu sebagai dalang atas tewasnya sang ibu. Lewat ancaman mati, Felix memaksa Veronica untuk menikahinya. Meski berniat menyiksa sang istri, pertahanan Felix goyah saat perasaan cinta perlahan tumbuh di antara mereka. Akankah kebenaran tentang kesalahpahaman masa lalu terungkap sebelum amarah Felix telanjur menghancurkan segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Suara deru motor yang bergaung bergema sedang melaju kencang itu tiba-tiba terhenti mendadak. Jalanan sedikit menanjak pada bagian depannya di tutup oleh tiga buah mobil mewah. 

"Apa maunya kalian?!" Veronica mendengkuskan napas kesal seraya melepaskan help penutup kepalanya, bertanya pada sekelompok anak muda yang sebelumnya berpesta di The Grill. 

Ada tiga orang pemuda sedang duduk pada atas mobil yang dibiarkan melintang menghalangi jalan. Jarak mereka sekitar tiga meter dari posisi Veronica menghentikan laju motor sportnya. 

Lima orang pemuda muncul di belakang Veronica, mulai berjalan pelan mendekati wanita muda yang masih tetap duduk di jok motor sportnya tersebut. 

Beruntung tadi, Selena pulang bersama Keanu, suaminya menggunakan mobil di jalur lain. Jika tidak, adik perempuan Veronica tersebut akan lepas kontrol jika perjalanan pulangnya dihadang sekelompok pemuda mabuk. 

"Veronica!"

Salah satu pemuda berperawakan urakan dengan rambut panjang di ikat ke belakang kepalanya, meraih dagu Veronica yang ia jepit dengan jempol telunjuk. Sementara tangannya yang lain mengambil kunci motor yang lupa Veronica selamatkan. 

"Bukankah kau terlalu sombong, hem?" sambung sang pria menyeringaikan senyuman sinis dengan tatapan mata berkilat meneliti wajah cantik Veronica dibawah cahaya bulan yang sedang purnama. 

"Setiap malam, teman-temanku datang meramaikan restoranmu, tapi kau hanya memandang sinis tanpa pernah satu kalipun berterima kasih!" 

Veronica menyentakkan dagunya ke samping hingga jepitan jempol telunjuk sang pria terlepas, "Apa aku terlihat seperti pengemis di mata kalian? Sehingga aku harus mengucapkan terima kasih dimana kalian semua hanya pria rendahan menginginkan tubuh wanita secara gratis?!" 

Sang pria mengulum senyum dan membelai bibirnya sendiri menggunakan jempol, terus mengunci tatapan pada Veronica yang juga mengangkat dagu balas memandang menantang. 

Dari jauh di dalam mobilnya, Felix memindai semua orang yang sedang menghadang Veronica. Dia mengingat anak-anak muda yang duduk menonton di atas kap mobil depan Veronica juga mengelilinginya adalah para pemuda yang tadi berpesta di restoran wanita itu. 

"Ternyata bukan hanya aku yang menginginkan nyawamu ...eh tunggu, apa mereka menginginkan nyawanya?" Felix bergumam dengan pandangan lurus hampir tidak berkedip memperhatikan Veronica. "Kau tak boleh mati di tangan mereka! Hanya aku yang boleh menyiksamu dan kau harus mati di tanganku!"

Felix mengambil gulungan tali yang biasa ia gunakan untuk berlatih beladiri, disembunyikan dalam tas selempang sebelumnya. Tapi ia masih belum turun dari mobil, mengamati apa yang akan dilakukan oleh Veronica menghadapi gerombolan pemuda tengil di sekelilingnya. 

"Apa kau bilang? Gratis?!" pria di depan Veronica menyahut kencang, menoleh pada teman-temannya sembari tertawa terbahak. 

Sang pria kembali menoleh pada Veronica, menumpukan satu siku ke atas stang motor, "Teman-temanku makan dan minum di restoranmu, mereka semua membayar bukan gratis! Jadi wajar dong jika kami semua ingin mendapatkan imbalan berkenalan denganmu ..." 

"Katakan pada teman-temanmu, jangan datang lagi ke restoranku! Jika tidak, nanti akan ku suguhkan racun untuk mereka!" potong Veronica tanpa takut sedikitpun, meskipun ia dikelilingi para pemuda mabuk yang bisa berpikiran pendek menyerang atau membunuhnya. 

Veronica juga masih tetap santai duduk di atas jok motor sportnya dengan kedua telapak kaki menjejak ke aspal, meskipun kunci motornya diambil oleh pria berambut gondrong di depannya tersebut. 

Bisa saja para pemuda itu akan menggilirnya sampai puas sebelum membuang tubuhnya dari tebing tepi laut mediterania yang tidak jauh jaraknya dari mereka berada saat ini. 

Tidak, Veronica tidak diajarkan Ibunya untuk hidup dalam ketakutan. 

"Meracuni teman-temanku?" sang pria mendengkuskan tawa remeh, "Kau pikir masih bisa lepas dari kami, huh?" 

Usai menyebutkan kata-katanya dengan lantang, sang pria bergerak untuk mencekal lengan Veronica. Namun, belum sempat sang pria menyentuh lengannya, Veronica sudah lebih dulu meloncat turun dari motornya yang ia tendang hingga terjatuh ke atas jalanan. 

"Tangkap dia, bawa ke mobilku!" sang pria memberi perintah dengan geram pada teman-temannya seraya ia berlalu menuju mobil. 

Para pemuda mabuk yang sebelumnya duduk, bersandar juga berada di belakang sang pria ketika berbicara dengan Veronica, segera bergerak untuk menangkap Veronica yang masih berhasil berkelit menghindari satu dua tiga orang diantara mereka. 

Tetapi Veronica kalah jumlah. Dia juga hanya seorang wanita diantara tujuh orang para pemuda bengal yang memiliki tenaga luar biasa untuk mengeroyoknya sampai terdesak.

Salah satu diantara para pemuda itu yang masih waras, terlihat seperti tangan kanan sang pria berambut gondrong, melangkah maju, memelintir kedua lengan Veronica ke belakang punggung, kemudian mendorongnya menuju mobil sang pria yang, pemimpin mereka pemuda mabuk, telah duduk di depan setir kemudi. 

Srett ...srett ...srett!! 

Suara sabetan dari tali terdengar nyaring, menghentikan riuh gembira dari para pemuda yang berpikir mereka akan melanjutkan pesta menggilir tubuh Veronica setelah sang bos mencicipi terlebih dahulu. 

Felix terus menyabetkan tali di tangannya yang bisa berubah seolah seperti pedang lentur untuk membuat musuh tidak berkutik, apalagi terkena jarum-jarum halus bagaikan bulu pada bagian ujung tali. 

Tidak ada yang bisa bertahan hidup lebih dari sebulan jika terkena jarum-jarum halus di ujung tali milik Felix. Jarum-jarum yang bisa membuat tubuh mengalami peradangan dan demam jika berhasil menelusup ke dalam kulit. 

"S-siapa kau?" salah satu pemuda bertanya sebelum Felix mencekal leher dan membenturkan kening ke wajahnya dengan sangat cepat. 

"Asisten malaikat pencabut nyawamu!" desis Felix sembari melayangkan tali ke arah kaki pria yang mendorong tubuh Veronica ke arah mobil, dimana pintu bagian sisi penumpangnya telah terbuka lebar. 

"Aw!" pekik pemuda yang Felix benturkan keningnya, dia lemparkan ke atas jalanan, berbalas dengan teriakan Veronica. 

"Ao!" tubuh Veronica terjatuh keras di atas aspal, ditumpuk oleh tubuh pria yang mendorongnya dari belakang. 

Felix melangkah lebar, menarik rambut pria yang menumpuk Veronica, membawanya berdiri dan menghadiahi tinju bertenaga ke depan hidungnya yang langsung ia buat bengkok mimisan menyemburkan darah. 

"Cepat pergi dari sini!" tegas Felix pada Veronica yang sudah ia bantu berdiri dari terjatuhnya. 

Arkada, nama sang pria berambut gondrong, segera menghidupkan mesin mobil dan melajukan mundur meninggalkan rekan-rekannya yang jatuh bergelimpangan di atas aspal tanpa ada niat ingin memberikan bantuan sedikitpun. Arkada juga membawa kunci motor sport Veronica yang ia ambil sebelumnya, ada dalam kantung celananya. 

"Apa yang kau tunggu? Apa kau tuli?!" dengkus Felix melihat Veronica masih belum beranjak dari sisinya. 

Pria yang sebelumnya diberikan tinju oleh Felix pada wajahnya, menyeringaikan senyuman kejam, mengusap kasar hidungnya yang patah bengkok untuk menyingkirkan darah mimisan. Ia mengerahkan kemampuan beladirinya untuk mencekal pergelangan tangan Veronica ...

"Dasar pemabuk!" 

Felix merengkuh pinggang Veronica, menarik mundur seraya ia berputar dengan Veronica di pelukannya untuk memberikan tendangan pada sang pria hingga terjatuh berguling-guling ke jalanan yang menurun. 

Sementara itu, Felix juga melayangkan tali dengan sebelah tangan, menjatuhkan kembali semua anak buah Arkada yang hendak bangkit mengeroyok.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Another Word To Say I Love You
8.7
Dunia remaja Lisa mendadak kacau setelah bertemu Pramana, pria yang sempat mengambil novel dewasanya di toko buku. Siapa sangka, ia ternyata guru olahraga di sekolah barunya. Pramana sendiri didera kebimbangan karena Lisa mengingatkannya pada masa lalu. Sikap profesionalnya sebagai guru mulai goyah pasca sebuah insiden kelam. Di tengah keraguan, Pramana kini harus siap menanggung konsekuensi besar akibat pengakuannya yang memicu masalah rumit.
Sampul Novel Diatas Ranjang Papa Angkatku
9.5
Bianca tidak pernah tahu bahwa Emanuel Carlos, bos mafia kejam yang mengasuhnya sejak kecil, adalah pembunuh keluarga kandungnya. Meski Emanuel selalu bersikap dingin, Bianca yang tumbuh dewasa mengira pria itu adalah ayah aslinya. Begitu kebenaran terungkap bahwa ia hanya anak angkat, Bianca tidak pergi. Ia justru semakin terobsesi untuk memikat pria tampan itu. Di balik kekejaman Emanuel, Bianca bertekad mengubah status mereka dari ayah dan anak menjadi sepasang kekasih.
Sampul Novel Hasrat Terlarang Dalam Keluarga
9.1
Dalam kehangatan ikatan keluarga, tumbuh benih perasaan yang melanggar batas norma. Kisah romansa modern ini menyoroti pergulatan batin para tokoh saat menghadapi emosi terlarang yang menantang nurani. Terjebak di antara keinginan hati dan moralitas, mereka harus siap menghadapi segala konsekuensi dari cinta yang hadir di situasi yang tidak tepat. Sebuah narasi mendalam tentang konflik moral dan batas-batas perasaan manusia.
Sampul Novel Hati Seorang Ibu, Kebohongan Kejam
8.5
Kebahagiaanku bersama Gavin Suryadiningrat runtuh seketika saat bank membeberkan rahasia akta lahir anak kembar kami. Ternyata, Iliana yang merupakan cinta pertama suamiku adalah ibu sah mereka. Aku hanya ibu pengganti yang disewa karena kemiripan fisik. Tragisnya, anak-anak yang kurawat justru menghinaku hingga terluka parah. Saat aku sekarat bersimbah darah, mereka malah pergi menyambut kembalinya Iliana. Pengabdianku selama enam tahun kini berakhir dalam pengkhianatan kejam.
Sampul Novel Istri Muda
8.7
Elang dihadapkan pada pilihan sulit saat terpaksa menikahi Huri demi melunasi utang sang ibu kepada orang tua gadis tersebut. Padahal, ia telah memiliki istri sah bernama Kiya. Kehidupan Elang pun berubah total demi membagi keadilan bagi kedua istrinya. Mampukah ia menjaga keutuhan rumah tangga barunya dan menjadi suami yang bertanggung jawab bagi Kiya dan Huri sekaligus tanpa memicu kehancuran dalam pernikahan mereka?
Sampul Novel Revenge (Cinta dalam Dendam)
8.9
Pernikahan tak diinginkan dengan Dirga membawa Gendis ke jurang penderitaan kelam sebagai pemuas nafsu. Di tengah kehancuran hidup tersebut, ia dipertemukan dengan Steve, pria tampan berhati dingin yang perlahan mulai menyentuh lubuk hatinya. Kini, keduanya harus berjuang keras melewati jurang perbedaan demi mempertahankan perasaan mereka. Akankah cinta baru ini mampu bertahan dan selamat dari ancaman dendam serta bayang-bayang masa lalu yang begitu menyakitkan?