APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jatuh Cinta Pada Luka

Jatuh Cinta Pada Luka

Pascapengkhianatan perebutan wilayah yang nyaris merenggut nyawanya, bos mafia kejam Damian Verano hanyut di sungai selama tiga hari. Ia diselamatkan oleh Alira, gadis desa sederhana berusia delapan belas tahun. Walau bayang-bayang Sierra masih menghantui Damian, kepolosan Alira justru menumbuhkan benih cinta baru di hatinya. Mampukah sang penguasa dunia bawah tanah bersatu dengan gadis polos yang tidak tahu apa-apa tentang masa lalu kelamnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Senja menyelimuti desa dengan rona jingga yang lembut, menyapu lembah-lembah dan atap-atap jerami rumah penduduk yang sederhana. Udara segar menguar dari pepohonan, mengusir sisa-sisa dingin yang dibawa hujan tiga hari lalu. Namun di dalam pondok kecil di tepi sungai, suasana berbeda jauh.

Damian duduk terpaku di kursi kayu tua, menatap ke luar jendela yang berbingkai jerami. Pandangannya kosong, seolah terseret jauh ke masa lalu yang tak ingin ia kenang.

Alira masuk dengan dua cangkir teh hangat. Ia meletakkan satu cangkir di depan Damian dan duduk di seberangnya. Wajahnya lembut, tapi mata coklatnya menampilkan rasa penasaran yang tersimpan rapat.

"Kamu diam saja hari ini," kata Alira pelan.

Damian menghela napas panjang, menatap cangkir teh di tangannya. "Aku sudah lama tidak... merasa tenang seperti ini."

Alira tersenyum tipis, tapi ada kehangatan dalam senyum itu. "Mungkin karena kamu sekarang jauh dari semua kekacauan di kota."

Damian tertawa getir. "Jauh? Mungkin. Tapi bayang-bayang masa lalu selalu mengikuti, entah seberapa jauh aku pergi."

Malam tiba dengan cepat, membawa dingin yang menusuk. Damian terbaring di atas tikar anyaman di pojok pondok, matanya terpejam, namun pikirannya bergejolak.

Pertempuran itu. Pengkhianatan itu. Suara tembakan, jeritan, darah yang memercik. Semua terulang dalam pikirannya dengan detail yang menyakitkan.

Ia ingat bagaimana kepercayaannya dikhianati oleh orang yang selama ini dianggap saudara. Bagaimana peluru itu membakar kulitnya dan menyeretnya ke dalam sungai yang deras. Bagaimana ia hampir mati di sana, sendirian, tanpa harapan.

Dan ia juga ingat, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa... rapuh.

Pagi berikutnya, Alira sudah menyiapkan sarapan sederhana-nasi hangat dengan sayur dan ikan panggang. Damian bangun dengan rasa sakit yang masih menusuk, tapi lebih kuat dari sebelumnya.

Dia berjalan keluar pondok, menarik napas dalam-dalam. Desa ini sunyi. Penduduknya jarang terlihat kecuali di waktu tertentu. Semua terasa asing, tapi juga damai.

Saat berjalan menyusuri jalan tanah, Damian melihat anak-anak bermain di sawah. Tertawa riang, bebas tanpa beban. Ada sesuatu yang menggerakkan hatinya.

"Alira..." dia memanggil saat gadis itu muncul dari kebun di belakang pondok.

"Kamu ingin kemana?" tanya Alira.

"Aku harus tahu lebih banyak tentang tempat ini. Tentang kamu," jawab Damian jujur.

Alira menatapnya sejenak, lalu tersenyum. "Kalau begitu, ikut aku."

Mereka berjalan ke tengah desa, di mana terdapat sebuah balai kecil dan sumur tua. Penduduk desa berkumpul dengan hangat, menyapa satu sama lain. Tapi tatapan mereka saat melihat Damian lebih seperti waspada dan penuh pertanyaan.

Alira memegang tangan Damian erat. "Mereka belum tahu siapa kamu, jadi jangan kaget kalau ada yang menatapmu aneh."

Damian mengangguk, mencoba mengabaikan rasa tidak nyaman itu. Tapi ada satu pria tua yang menatapnya dengan tajam dari kejauhan. Wajahnya penuh keriput dan mata yang seperti menyimpan banyak rahasia.

"Siapa dia?" Damian bertanya.

"Itu Pak Rasim. Dia yang merawatmu. Orang paling bijaksana di sini," jawab Alira.

Hari-hari berlalu dengan perlahan. Damian berusaha berbaur, meski sulit. Tubuhnya yang besar dan bekas luka membuatnya berbeda dari penduduk desa. Tapi Alira selalu ada di sisinya, menjadi jembatan antara dunia lama dan dunia barunya.

Namun, di balik kedamaian itu, ada sesuatu yang mengusik ketenangan Damian.

Suatu malam, saat ia sedang berjalan menyusuri pinggir sungai sendirian, ia melihat cahaya api di kejauhan. Suara langkah kaki dan bisik-bisik terbawa angin. Sesuatu yang familiar tapi menakutkan.

"Ini... bahaya," pikirnya.

Ia menyembunyikan diri di balik semak, mengamati sekelompok pria bersenjata yang masuk ke desa. Wajah mereka tidak asing bagi Damian. Ini adalah orang-orang dari masa lalunya, yang pasti mencarinya.

Panik mulai menjalar. Damian bergegas kembali ke pondok, menatap Alira yang tengah menunggu dengan khawatir.

"Mereka datang," katanya pelan tapi tegas. "Orang-orang dari dunia lama. Aku harus pergi."

Alira menggenggam tangan Damian erat. "Tidak. Kamu tidak bisa pergi begitu saja. Aku akan membantu."

Damian menatapnya dengan campuran kekaguman dan keheranan. "Kenapa kamu peduli? Kamu bahkan tidak tahu siapa aku sebenarnya."

Alira tersenyum kecil, tapi matanya penuh keyakinan. "Karena aku tahu, siapa pun kamu, kamu bukan orang jahat. Aku bisa melihat itu."

Malam itu, mereka duduk bersama, membicarakan masa depan yang tidak pasti. Damian tahu, jika ia bertahan, hidup Alira dan seluruh desa akan dalam bahaya. Tapi jika ia pergi, ia akan kehilangan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Cinta.

Hari berikutnya, Damian mulai melatih diri kembali, memperbaiki bekas luka dan membangun kekuatan. Alira belajar menggunakan senjata sederhana dari Damian, bertekad melindungi desa dan pria yang kini ia cintai.

Mereka berjanji, apapun yang terjadi, mereka akan menghadapi bersama.

Namun, bayang-bayang pengkhianatan dan dendam masih mengintai. Dan saat malam turun, suara langkah kaki di kejauhan makin mendekat.

"Persiapkan diri, Alira," Damian menatap tajam. "Pertarungan kita belum selesai."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich
8.9
Hans, penerus takhta Adalrich yang terlihat sempurna, sebenarnya memendam trauma mendalam terhadap wanita. Untuk menyembunyikan rasa jijiknya, ia selalu berlagak sombong dan dingin. Namun, dinding pertahanannya runtuh sejak berjumpa Sashenka, anak dari musuh bebuyutan bisnisnya. Sosok gadis tersebut rupanya sanggup menyalakan kembali gairah Hans yang telah lama padam. Di tengah sengitnya konflik keluarga, Hans kini harus berjuang keras demi mendapatkan cinta Sashenka.
Sampul Novel Buku Harian TKW
8.6
Impian pernikahan indah Rendra Pradhana dan Maya Septa dibayangi masa lalu kelam. Tragedi kematian Lastri yang melibatkan ayah Rendra memicu kebencian mendalam dari keluarga Maya. Walau berhasil bersatu, badai ekonomi dan konflik tiada henti menguji kesetiaan mereka, hingga memaksa Maya mengadu nasib sebagai TKW di Malaysia. Apakah kutukan leluhur Mbah Karso yang menentang hubungan mereka benar-benar nyata? Mampukah kekuatan cinta mereka bertahan melawan takdir yang begitu kejam?
Sampul Novel Cinta Terhalang Restu Abi
8.2
Tujuh tahun berlalu sejak Aisyah Putri Rasyid terpaksa mengakhiri hubungannya dengan Malik Putra Narendra demi mematuhi sang ayah. Kenangan pahit di hari kelulusan SMA itu mendadak terkoyak saat tasbih yang dulu ia kembalikan kepada Malik tiba-tiba muncul di depan pintu rumahnya. Kehadiran benda tersebut membawa kembali sosok sang mantan kekasih ke dalam hidup Aisyah. Akankah takdir menyatukan kembali cinta lama mereka yang sempat terhalang restu?
Sampul Novel Ketagihan dengan anak tiri
8.2
Steiner Limson memutuskan menikahi seorang janda demi memulai hidup baru. Ia berkomitmen penuh untuk menyayangi istri serta anak tirinya dengan tulus. Namun, pernikahan mereka justru dilanda prahara hebat hingga berada di ambang kehancuran. Di tengah konflik rumah tangga yang kian retak, Steiner malah terjebak dalam dilema moral yang fatal. Ia jatuh cinta pada putri tirinya sendiri, memicu gejolak batin yang merusak batas hubungan keluarga.
Sampul Novel Masa Puber Naldo
9.4
Naldo, putra konglomerat yang kesepian, tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu. Ayahnya, Tuan Anggoro, adalah sosok yang sangat baik, namun kesibukan bisnis membuatnya jarang berada di rumah. Praktis, Naldo hanya dirawat oleh asisten rumah tangganya sejak bayi. Ketika sang ayah memintanya memilih ibu baru, Naldo justru teringat sosok wanita misterius dari mimpinya. Begitu takdir mempertemukan mereka di dunia nyata, Naldo bertekad mengejar cintanya meski terhalang perbedaan usia.
Sampul Novel Penyiksaan Cinta
8.8
Setelah bertahan melahirkan tanpa bius demi sang suami, Surya Ciptadi, wanita ini justru dikhianati secara kejam. Janji manis Surya sirna saat ia berselingkuh hingga memiliki putra dengan wanita lain. Lebih menyakitkan lagi, selingkuhan tersebut dibiarkan menyiksa putri kandung yang dilahirkannya dengan taruhan nyawa. Di balik penderitaan itu, sang istri menyembunyikan rahasia besar tentang penyakit kanker yang diderita Surya. Kini, saatnya ia membalas rasa sakit sang anak dengan nyawa suaminya sendiri.