APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jasper dan Misteri Sang Raja Kerajaan Almekia

Jasper dan Misteri Sang Raja Kerajaan Almekia

Di Almekia, kerajaan futuristik yang dikuasai seorang ratu, Pangeran Jasper menyimpan rasa penasaran mendalam tentang mendiang ayahnya. Identitas sang raja sengaja dirahasiakan rapat oleh pihak istana. Demi mengungkap kebenaran, Jasper bersama Diamond, Zircon, dan Opal nekat melanggar hukum kerajaan. Meski kini berstatus buronan dan menghadapi berbagai bahaya, mereka terus berjuang menembus misteri besar yang menyelimuti Almekia.
Bab
Bagikan

Bab 2

Jasper penasaran karena sepertinya Agatha mengetahui sesuatu yang tidak pernah dia ketahui. Tentang saat-saat terakhir dalam kehidupan mendiang ayahnya. Misteri terbesar Kerajaan Almekia tentang segala sesuatu mengenai mendiang Paduka Raja.

"Bibi Agatha? Bibi tahu sesuatu tentang mendiang ayahanda raja?" Jasper balik bertanya kepada Agatha. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa memperoleh informasi guna mengungkap misteri sang raja.

Agata terdiam dan tertegun tanpa menjawab pertanyaan dari Jasper.

"Bagaimana kejadiannya sampai ayahanda raja wafat, Bi?" Jasper semakin mendesak pertanyaan, menuntut jawaban dari mulut Agatha.

Lagi-lagi Agatha hanya terdiam sambil memberikan tatapan nanar kebingungan kepada Jasper.

"Tolong ceritakan kepadaku, Bi ... Kumohon jawablah pertanyaanku!" Pinta Jasper sekali lagi dengan penuh harap kepada Agatha.

Seolah baru tersadar bahwa merupakan hal yang tabu untuk membicarakan tentang mendiang Raja di hadapan Jasper, Agatha buru-buru mengubah sikapnya. Dia menarik kedua tangan dari bahu Jasper, serta mengambil jarak untuk menjauh beberapa langkah.

"Tentu, Jez ... Tentu saja Bibi tahu tentang ayahmu. Beliau adalah raja yang sangat agung. Pahlawan besar kerajaan ini." Agatha menjawab dengan nada cepat dan kegugupan yang jelas-jelas tidak dapat ditutupi.

"Bagaimana Ayahanda bisa meninggal dunia, Bi?" Jasper tak mau kalah untuk terus bertanya menyelidik.

Tanpa menjawab pertanyaan itu, Agatha membalikkan tubuhnya dari hadapan Jasper. Dan tanpa dapat dicegah lagi, beranjak pergi meninggalkan ruang makan begitu saja.

Kini tinggallah Jasper dan Saphir yang masih kebingungan, duduk berhadapan di sana. Keduanya hanya bisa saling bertukar tatapan mata, dengan berbagai pertanyaan yang berkelebat di dalam benak masing-masing.

"Apakah aku tidak berhak mengetahui tentang Ayahku sendiri, Saphir?" Jasper bertanya frustasi kepada gadis itu. Sambil menghempaskan tubuh kembali di atas kursi yang tadi dia duduki.

Saphir yang biasanya selalu saja bisa menghibur sahabatnya itu, kali ini tak sanggup memberikan jawaban, dia seperti kehilangan kata-kata. Yang bisa dia lakukan hanya meraih sebelah tangan Jasper dan menggenggamnya dengan erat. Mencoba untuk sedikit memberikan dorongan dan kehangatan kepada pria itu dengan genggaman dari tangannya sendiri.

"Terima kasih ..." Jasper mencoba tersenyum untuk menghargai tindakan yang diberikan Saphir.

Saphir menjawab dengan senyuman dan anggukan untuknya.

"Sebaiknya kita lanjutkan makan siangnya." Kemudian dia mengajak untuk melanjutkan acara makan siang yang sempat tertunda.

Jasper hanya mengangguk sebagai jawaban, berusaha keras untuk melanjutkan menikmati hidangan yang telah susah payah disajikan oleh Agata untuk mereka dengan tanpa bersemangat.

Nafsu makan Jasper telah hilang entah kemana perginya. Meskipun perutnya masih lapar, namun entah mengapa mulutnya jadi susah untuk mau menelan makanan lezat itu.

***

Suasana malam hari ini sangat cerah, membuat Jasper terpanggil untuk berdiri di balkon kamarnya, yang berada di lantai tiga istana. Langit nun jauh di sana nampak gelap dan pekat, sang rembulan hanya menampakkan sebagian kecil cahaya yang berbentuk seperti sabit. Seolah memberi kesempatan pada ribuan bintang untuk ikut memamerkan kilauan cahaya mereka.

Suasana syahdu itu mampu membuat Jasper merenungi segala hal yang telah terjadi. Meruntut segala keanehan dan kejanggalan yang telah terjadi. Dan semua hal selalu berujung kepada suatu misteri besar kerajaan. Misteri tentang mendiang paduka raja Kerajaan Almekia.

"Selamat malam, Jasper." Sebuah sapaan bernada halus dan lembut menyadarkan Jasper dari lamunannya.

Jasper mengalihkan pandangan mata ke arah datangnya suara. Dan dia mendapati seorang wanita yang sangat cantik bagaikan dewi baru turun dari langit di sana. Wanita itu tampak bersinar dengan gaun sutra berwarna putih dan selendang merah yang dia kenakan. Warna yang sangat kontras dengan latar belakang, gelapnya langit malam bertabur bintang.

Anggun dan agung adalah kesan pertama yang diberikan dari kharisma wanita itu. Sehingga mampu membuat siapapun yang melihatnya untuk menahan napas sejenak. Wanita itu adalah Nefrit, Paduka Ratu yang agung dari Almekia Kingdom.

Nefrit adalah wanita tangguh yang telah membesarkan Jasper seorang diri, tanpa sosok dan figur seorang suami. Di tengah kesibukannya sebagai seorang ratu yang memimpin kerajaan, Nefrit mampu mencurahkan segala cinta dan perhatiannya yang tak terhingga kepada putra semata wayangnya.

“Selamat malam, Ibunda Ratu.” Jasper membungkukkan badan sedikit, untuk memberikan penghormatan kepada sang ratu walau sedikit terlambat.

Nefrit tersenyum simpul sebagai sambutan penghormatan itu. Kemudian mengambil tempat berdiri tepat di sebelah Jasper, ikut memandangi langit malam di kejauhan.

"Bulan dan bintang indah berkilauan, tapi mereka juga akan mati tak berdaya tanpa secercah cahaya dari sang surya." Nefrit tiba-tiba berkata sambil menerawang jauh ke arah langit malam. Seolah sedang berkata pada dirinya sendiri, bukan kepada Jasper.

Kalimat itu terdengar sangat puitis namun sama sekali tak dapat Jasper pahami maksudnya. Dia memang sudah mendapatkan pelajaran sastra ataupun ilmu pengetahuan alam, akan tetapi tetap saja bingung untuk menafsirkan perkataan beliau. Karena setahu Jasper bintang bahkan bisa bersinar sendiri tanpa matahari. Hanya bulan yang membutuhkan cahaya dari matahari untuk bisa bersinar.

Tanpa bisa memberikan jawaban, Jasper memandangi wajah ibundanya. Wajah yang terlihat sendu dan letih dibalik paras cantiknya.

"Apa ibunda ratu bahagia?" Jasper membatin tidak tega melihat ibundanya sendiri.

Banyak pihak yang menyayangkan keputusan Nefrit yang memilih hidup menjanda. Padahal dengan segala yang terdapat pada dirinya, tidak sedikit raja atau pangeran dari berbagai kerajaan lain yang berniat meminangnya sebagai istri. Namun Nefrit selalu menolak semuanya, beliau begitu setia kepada mendiang paduka raja yang sangat misterius.

Sangat misterius sampai-sampai Jasper, putra kandungnya tidak tahu segala tentang dirinya. Bagaimana wajah, nama, dan segala sesuatu tentang beliau. Serta bagaimana kejadian yang sampai bisa membuatnya meninggal dunia.

"Kejadian besar seperti apa yang bisa menyebabkan wafatnya seorang raja dari suatu kerajaan?"

Satu hal yang Jasper tahu hanyalah bahwa mendiang ayahandanya adalah seorang raja yang agung dan sangat hebat, pahlawan kerajaan Almekia. Semua orang di negeri ini berkata begitu. Tapi sehebat apakah beliau? Apa saja yang telah beliau lakukan? Bagaimana sepak terjang semasa hidupnya? Semua masih tetap menjadi sebuah misteri besar.

"Jasper, usiamu kini sudah hampir dua puluh tahun. Sudah waktunya bagimu untuk bisa mengemban tanggung jawab. Jangan terlalu banyak bermain-main dan melakukan kegiatan yang tidak perlu." Kali ini perkataan Nefrit jelas sekali ditujukan kepada Jasper. Dengan nada bicara yang sangat halus tanpa terkesan menuduh. Bahkan lebih jauh, melemparkan sebuah senyuman penuh kasih sayang kepadanya.

Mendapati teguran bernada lemah lembut seperti itu malah membuat Jasper semakin merasa bersalah. Merasa malu kepada dirinya sendiri yang sering bertindak tidak bertanggung jawab dan suka seenaknya. Dengan sering kabur dan menghindari pelajaran-pelajaran yang telah dipersipkan untuknya.

"Ibunda rasa sudah saatnya untuk kamu mendapatkan seorang mentor. Agar bisa dengan khusus mengawasi segala aktivitas serta jalannya pendidikan kamu agar lebih terarah."

Kedua bola Jasper melebar demi mendengar ucapan ibundanya kali ini.

‘Mentor? Artinya orang yang akan membimbing, dan semua kegiatan serta perasaan pribadiku dalam kegiatan setiap hari?’

'Yang benar saja!’

"Beberapa hari yang lalu paman Kunzite sempat menawarkan dirinya untuk bisa menjadi mentormu. Bagaimana menurutmu, Jez? Apa kau setuju?" Nefrit lanjut bertanya beberapa saat kemudian, karena

Jasper tak kunjung memberikan jawaban.

‘Apa? Paman Kunzite? Benar-benar gila!’

‘Bagaimana mungkin Paman Kunzite, seorang perdana menteri kerajaan sampai mau turun tangan sendiri untuk menjadi mentorku? Kalau sudah seperti ini tentunya aku tak punya pilihan untuk dapat menolaknya bukan?’ Jasper membatin dengan semakin dilema

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dikhianati Sahabat Kecil, Aku Menikahi CEO Mandul
8.9
Setelah tewas mengenaskan akibat dikhianati oleh kakaknya sendiri dan ditinggalkan oleh pria yang ia cintai, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia terbangun di hari penentuan pernikahan mereka kembali. Alih-alih memperebutkan Zony yang ternyata diam-diam mencintai kakaknya, ia memutuskan untuk mengambil langkah berbeda. Tanpa ragu, ia menerima lamaran Gunawan, seorang CEO yang dikenal tidak bisa memiliki keturunan. Keputusan ini mengubah segalanya, hingga membuat mantan kekasihnya bersujud memohon penyesalan.
Sampul Novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
9.4
Wasiat terakhir sang guru setelah wafat membuat Zhao Erhu terkejut. Ia diutus turun gunung untuk mencari tujuh kakak seperguruan dengan misi yang tidak biasa. Demi menyelamatkan nyawa mereka dari bahaya besar yang mengancam, Erhu harus meniduri ketujuh wanita tersebut. Meski instruksi aneh ini terdengar sangat membingungkan bagi semua orang, sang guru menegaskan bahwa hubungan intim itu adalah satu-satunya jalan keluar untuk bertahan hidup.
Sampul Novel Mr. Devil
8.1
Hidup Ellena hancur setelah ayah kandungnya sendiri tega menjualnya demi ambisi bisnis yang kotor. Kini, ia menjadi tawanan di mansion megah milik Hogue, sosok vampir kejam dengan hasrat menyimpang yang kerap menyiksa fisiknya. Diperlakukan layaknya budak tanpa harga diri di bawah kekuasaan pria sadis tersebut, Ellena terjebak dalam penderitaan yang tiada akhir. Mampukah ia bertahan hidup menghadapi segala kekejaman Hogue?
Sampul Novel Suami Dari Alam Lain
8.5
Tiga sahabat, termasuk Indri, terjerat dilema cinta yang rumit setelah terpikat oleh ketampanan seorang pria asal Uwentira. Kota gaib terbesar di Indonesia tersebut menyimpan daya tarik mistis yang begitu kuat. Kini, mereka dihadapkan pada keputusan besar yang akan menentukan takdir hidup mereka. Haruskah mereka bertahan di dunia nyata, atau justru memilih tinggal selamanya di alam gaib demi mengejar cinta? Kisah fantasi penuh misteri romantis.
Sampul Novel Sumpah Dalam Kubur
8.0
Hana merenggang nyawa secara tragis, dikubur hidup-hidup oleh mertua dan iparnya saat sang suami, Hadi, sedang pergi. Fitnah kejam pun disebar bahwa ia melarikan diri dengan pria lain, hingga membuat Hadi sakit parah akibat duka mendalam. Di tengah keserakahan keluarga yang memanfaatkan keadaan ini, arwah Hana menolak tenang. Ia bersiap bangkit dari kubur demi menuntut balas pada para pengkhianat. Kisah horor mencekam tentang dendam yang menembus batas kematian.
Sampul Novel Terjerat Pesona Vampir Tampan
8.2
Setiap malam, Shada didatangi sesosok vampir tampan bermata merah yang memberi sentuhan sensual dan kasih sayang mendalam di alam mimpi. Meski statusnya sudah bertunangan, pesona makhluk abadi itu terus mengusik kesetiaannya. Dilema batin pun mulai menyiksa Shada akibat gairah terlarang yang begitu nyata tersebut. Kini, ia berada di persimpangan jalan dan harus segera memilih antara komitmen di dunia nyata atau godaan fantasi sang vampir.