APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jangan Rubah Takdirku

Jangan Rubah Takdirku

Pernikahan muda Azalea dan Erik hancur saat Erik bertugas ke perbatasan. Delapan tahun menghilang, Azalea berjuang bangkit dari keterpurukan sebagai yatim piatu. Berkat sang paman, ia sukses menjadi dokter. Takdir lalu mempertemukannya lagi dengan Erik yang kini bersikap dingin, meski tatapannya tetap penuh cinta. Di tengah luka lama dan rintangan keluarga, mereka berjuang menyatukan kembali asmara yang sempat padam demi kebahagiaan sejati.
Bab
Bagikan

Bab 1

Dokter Azalea duduk di kursi kerjanya, tekun menyelesaikan catatan pada rekam medis pasien yang baru saja dia periksa.

“Pasien selanjutnya.” Suara dokter Azalea memberikan perintah.

Seorang perawat yang menjadi asisten dokter Azalea sore ini mendekatinya tanpa membawa rekam medis. Ini berarti tidak ada pasien yang tersisa untuk sore ini, tugasnya selesai. Dokter Azalea segera menolak kursinya ke belakang dan bersiap untuk bangkit. Perawat Tia segera menghentikannya, dia heran kenapa dokter Azalea terlihat buru-buru. Bahkan Tia belum memberitahukan apa yang ingin disampaikannya kepada dokter cantik di hadapannya itu.

“Tunggu dokter, dokter mau kemana?” Tangan perawat Tia sudah siap berjaga di hadapan dokter Azalea. Takut jika wanita di hadapannya itu akan meninggalkannya begitu saja.

“Apa lagi? Tidak ada pasien lagi kan? Aku ingin cepat pulang.” Raut wajah Dokter Azalea yang sudah mulai lelah itu terlihat bersemangat untuk pulang.

“Kenapa buru-buru pulang? Tidakkah anda ingin bersama kami lebih lama? Teman-teman sudah menyiapkan pesta perpisahan untuk Dokter.” Tia mengingatkan kembali, dia khawatir jika dokter Azalea melupakannya.

“Tidak perlu kalian melakukan semua itu, Aku tahu jika kalian begitu sibuk. Apalagi setelah aku meninggalkan tempatku ini.”

“Tapi dokter?”

“Sudah, lanjutkan saja tugasmu. Aku mau pulang, bye.” Seulas senyum merekah di wajah cantik dokter Azalea. Dokter cantik itu berjalan keluar dari ruang prakteknya dengan langkah anggun. Sepatu bertumit tinggi dan runcing itu menambah indah gerak langkah kakinya.

Azalea menuju ruang pribadinya sebelum memutuskan untuk keluar dari rumah sakit tersebut untuk waktu yang lama. Bukan karena Azalea membuat kesalahan tapi karena prestasi kerjanya yang bagus serta ada tempat kosong di Rumah Sakit cabang, tepatnya di kota Krisan.

Azalea sangat menyukai tempat kerjanya saat ini tapi tawaran di tempat baru membuatnya lebih bersemangat. Azalea selalu memberikan jawaban yang sama, alasanya menerima tawaran tersebut karena ingin merasakan suasana kerja dan pengalaman di tempat baru. Azalea menyembunyikan alasan sebenarnya.

Teman-teman kerja Azalea terkejut, selama ini dokter cantik itu tidak pernah menerima tawaran penempatan di rumah sakit yang lebih bagus karena Azalea sangat menyukai Rumah sakit di ibu kota ini. Keputusannya kali ini membuat semua orang terdekatnya penasaran. Tapi apapun keputusan Azalea, mereka akan mendukungnya karena Azalea merupakan dokter kesayangan mereka. Sikapnya yang baik dan setia kawan membuat orang disekitarnya menyukainya.

Azalea membuka pintu ruangannya, nafasnya tertahan sesaat karena melihat ruangnya telah berubah. Saat ini lebih tepat jika ruangan tersebut bernama gudang hadiah. Banyak sekali kotak kado serta buket bunga, semua berisi ucapan selamat serta doa terbaik untuk Dokter Azalea. Tidak mungkin jika Azalea tidak tersentuh dengan kejutan tersebut, betapa dia merasa sangat dihargai di lingkungan hidupnya saat ini. Semuanya berbanding terbalik dengan kehidupannya delapan tahun lalu.

“Terharu?” Suara lembut dari arah belakang mengejutkan Azalea. Orang tersebut kemudian memeluk Azalea dari belakang. “Aku akan merindukanmu. Andaikan saja Aku bisa ikut denganmu.” Keluhannya membuat Azalea berat untuk meninggalkannya.

Azalea buru–buru menyeka air mata yang sempat berseluncur indah melewati pipinya. Dia perlahan membalikkan tubuhnya lalu menatap sahabatnya itu dengan tegar.

“Cengeng.” celetup Azalea membuat wanita di hadapannya itu seketika menghentikan tangisnya.

“Kau mengejekku? Seharusnya kau terharu, karena aku jarang menangis untuk siapapun. Bahkan suamiku sekalipun.” Bibirnya yang tipis sudah membentuk kerucut, wajah murungnya membuat Azalea sedikit tidak tega.

Dokter Bella adalah sahabat terbaiknya, mereka saling mengenal saat masih di fakultas kedokteran, hanya saja spesialis mereka berbeda, Azalea mengambil spesialis bedah sedangkan Bella spesialis anak. Mereka sudah seperti saudara, suami Bella juga akrab dengan Azalea. Saat sepasang suami istri itu ada acara maka Azalea harus bersiap untuk menjadi babysitter dadakan anak mereka. Azalea sama sekali tidak keberatan karena dia memang menyukai anak-anak.

Bella seringkali menggoda Azalea untuk menikah lagi agar memiliki anak kecil sendiri. Azalea tidak pernah menanggapinya, dia akan tiba-tiba diam dan mengunci seribu kalimatnya rapat-rapat dalam pikirannya jika Bela menyinggung tentang rumah tangga. Pernikahan Azalea telah meninggalkan trauma yang cukup dalam di hatinya. Bahkan kehidupan rumah tangganya itu bagaikan benang kusut yang tiada penyelesaian hingga sekarang. Azalea seperti tergantung tanpa tali.

“Jangan membuatku bimbang, rayuanmu takkan mampu menghentikanku.” Azalea menarik tisu yang ada di atas meja dekat pintu, lalu mengarahkannya ke wajah Bella. “Berhenti menangis, malulah dengan umur. Kita tidak pantas melakukan hal ini lagi.” Azalea menyeka air mata Bella yang sudah membanjiri wajahnya yang mungil itu.

“Apa yang salah dengan umur kita? Sudah berkepala tiga bukanlah hal yang memalukan, kenapa jika kita sudah tidak muda lagi? Apakah air mata hanya milik anak remaja?” Bujukan Azalea selalu berujung ocehan Bella. Dia memang berhenti menangis, tapi Azalea harus mendengar omelan panjang sahabatnya itu.

“Dasar keras kepala. Sudah hentikan, untuk kali ini saja aku sedang tidak ingin mendengarkan ceramahmu. Lebih baik kau bantu aku untuk membereskan barang-barangku. Ayo mulai bekerja, agar aku bisa pulang cepat.” Azalea telah berbalik dan menatap semua hadiah yang berada dalam ruangannya tersebut. Menghela nafas sesaat sebelum akhirnya dia mulai melihat hadiah tersebut satu persatu.

“Hei! untuk apa pulang cepat? Kita masih ada pesta perpisahan dengan teman-teman sampai malam. Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja.” Protes Bella.

Azalea tidak mempedulikannya lagi, dia sibuk merapikan barang-barangnya. Azalea juga sudah menelpon salah satu office boy untuk membantunya membawa hadiah-hadiah yang memenuhi ruangannya ke mobilnya. Tidak mungkin semuanya bisa dibawa, dia hanya mengambil beberapa saja dan membiarkan yang lainnya untuk tetap menghuni ruangan tersebut. Lagipula dia tidak pergi untuk selamanya. Tugasnya kali ini hanya sementara waktu, tiga bulan untuknya berada di tempat baru dan coba menyelesaikan masa lalunya yang tertunda.

“Hei! Azalea Jovanka! Aku membencimu!” Teriak Bella yang telah ditinggal pergi oleh Azalea. Dokter cantik itu berjalan menjauh sambil membawa buket bunga tulip putih dan empat paper bag berisi hadiah dari teman dekatnya.

“Aku menyayangimu.” Balas Azalea tanpa membalikkan badan.

***

Mobil Azalea memasuki rumah dengan pagar tinggi yang mengelilinginya, dia sudah melewati gerbang dengan penjagaan yang ketat. Dua Satpam bertubuh tinggi besar dengan badan yang kekar membuat penampilan mereka ditakuti, tapi tidak untuk Azalea. Orang-orang di rumah tersebut sangat menghormatinya.

Dua orang pelayan langsung menghampirinya begitu mobil berwarna merah yang dikendarainya terparkir di halaman rumah. Pelayan perempuan menuju bagasi mobil untuk membawa barang-barang Azalea dan seorang lagi pelayan pria masuk ke dalam mobil setelah Azalea keluar, pria tersebut bertugas memarkir mobil ke dalam garasi.

Azalea sudah menikmati kehidupan mewah ini sejak tujuh tahun lalu, dia tidak lagi menderita seperti saat tinggal di rumah mertuanya. Kehidupan Azalea berubah tiga ratus delapan puluh derajat setelah bertemu dengan Tuan David Fredrikson.

Bukan hanya kemewahan yang Azalea dapatkan tapi juga berita tak sedap tentangnya. Azalea tidak peduli dengan semua itu. Dia sudah terbiasa dengan pandangan buruk orang lain.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bos Terkutuk: Jauhi Aku!
8.6
Lima tahun Valerie mengabdi sebagai sekretaris Edwin, tetapi ia justru didepak ke kantor cabang. Siapa sangka, pengasingan ini membawa berkah. Di tengah kehadiran pria baru dan warisan miliarder dari sang ayah, Valerie menyadari betapa kelam masa lalunya. Saat Edwin dengan angkuh menuduhnya belum bisa move on di sebuah pesta, Valerie langsung membalas ejekan mantan bosnya itu. Kini situasi telah berbalik, dan Valerie yang memegang kendali.
Sampul Novel (Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten
8.0
Hancur akibat rumor impoten yang membuat kekasihnya pergi, Liam Benjamin menyelamatkan Sheeta, wanita hamil mantan PSK yang berniat mengakhiri hidup di laut. Di tengah keputusasaan, Liam justru menawarkan pernikahan kontrak padanya. Padahal, Liam sebenarnya pria perkasa yang hanya terbelenggu kutukan masa lalu. Di balik ikatan perjanjian penuh misteri dan rahasia ini, mampukah benih-benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Cinta Buta Gadis Mafia
7.9
Bagaimana jika takdir memaksa Anda tinggal serumah dengan wanita yang telah menghancurkan pernikahan Anda sendiri? Hidup seorang pria seketika berbalik arah saat kehadiran gadis dari dunia mafia mengacaukan masa depannya secara brutal. Di tengah badai dendam dan kebingungan, ikatan rumit justru mulai terjalin di antara mereka. Akankah kebencian ini berujung pada cinta, atau malah menjadi awal kehancuran yang jauh lebih kelam bagi keduanya dalam romansa mafia ini?
Sampul Novel Cinta yang Hilang di Tengah Fitnah
8.7
Batal menikah secara sepihak, Aleyna Seraphina malah dijebak adik sepupunya hingga terjebak satu malam bersama lelaki asing. Demi menghindari fitnah keji yang merusak nama baiknya, ia pun nekat pergi jauh. Empat tahun kemudian, Aleyna kembali dan bekerja untuk Rowan Sinclair, seorang miliarder misterius berlatar belakang kelam. Siapa sangka, atasan barunya itu ternyata adalah sosok pria yang pernah menghabiskan malam skandal bersamanya dahulu.
Sampul Novel Ganti Rugi Nyawa Putriku
9.6
Setelah tewas terbakar akibat aksi balas dendam suaminya yang murka atas kematian sang mantan kekasih dalam kecelakaan pesawat, seorang ibu mendapat kesempatan kedua. Ia terbangun tepat di hari putri mereka mengalami serangan jantung. Namun kali ini, sang suami yang bekerja di menara kontrol bandara sengaja memutus komunikasi dengannya. Ketika pria itu menyadari keputusan egoisnya justru merenggut nyawa putri kandung mereka sendiri, penyesalan mendalam mulai menghancurkan akal sehatnya.
Sampul Novel Ijinkan Aku Mencintaimu
7.8
Masa kontrak pernikahan Sheeree dan Arvid kini telah berakhir. Namun, Sheeree enggan menyerah begitu saja. Ia pun mengajukan kesepakatan baru demi memikat hati sang suami dalam waktu satu bulan. Jika usahanya gagal, ia siap pergi dengan tangan kosong. Di balik keputusan nekat ini, tersimpan sebuah rahasia besar yang ia jaga rapat-rapat. Demi peluang terakhir ini, Sheeree rela mempertaruhkan segalanya. Sanggupkah ia meluluhkan Arvid, atau rahasia itu justru mengubah takdir mereka?