APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Demi menghilang tanpa jejak, Gina mengambil langkah ekstrem dengan mengajukan penghapusan seluruh informasi identitas pribadinya. Meski keputusan ini mengejutkan sang operator, Gina tetap teguh pada pendiriannya agar tidak ada satu orang pun yang dapat melacak keberadaannya di masa depan. Proses penghapusan data ini membutuhkan waktu selama dua minggu, memulai babak baru yang penuh misteri dalam hidup Gina yang bertekad untuk mengubur masa lalunya rapat-rapat.
Bab
Bagikan

Bab 8

Pada hari pertama, Maira mengirim foto Henry mengupaskan udang untuknya. Vina membakar semua fotonya bersama Henry di sebuah tungku kecil.

Pada hari kedua, Maira mengirimkan foto dirinya berciuman dengan Henry di bawah pohon jeruk, sedangkan Vina menyuruh pelayannya merobohkan pohon ceri di belakang rumah.

Pada hari ketiga, Maira mengirimkan kumpulan rekaman Henry menyatakan cinta padanya, Vina langsung mencari semua surat cinta yang ditulis Henry untuknya.

Semua surat cinta itu sudah menguning termakan oleh waktu, tetapi tulisannya masih terlihat jelas.

Vina menyentuh tulisan tangan pada surat itu, kemudian tanpa ragu memasukkan semua surat ke dalam mesin penghancur.

…

Tepat di hari kepergian Vina, dini hari.

Vina membuka mata, dia melihat sosok Henry yang sudah berhari-hari tidak pulang sekarang berdiri di depan ranjang.

Henry berdiri di depan ranjang. Pria itu memegang ponsel Vina, saat melihat Vina terbangun, wajah pria itu tampak serius.

"Vina, barusan ada pesan di ponselmu yang memberi tahu bahwa proses penghapusan berhasil. Kamu menghapus apa?"

Vina terkejut mendengarnya.

Dia buru-buru merebut ponselnya, lalu menyalakan layar ponsel.

Itu adalah pemberitahuan bahwa proses penghapusan identitasnya berhasil.

Untunglah, ponsel Vina menggunakan kata sandi sehingga Henry tidak membaca pesan secara keseluruhan.

Vina merasa lega, lalu menjawab, "Bukan hal penting. Ada akun media sosialku yang diretas. Setelah berhasil kudapatkan kembali, akun itu kuhapus karena merasa nggak aman."

Henry merasa lega. Setelah itu, dia memeluk Vina sambil berkata dengan tersenyum, "Aku belikan makanan kesukaanmu, coba tebak apa?"

Vina tertegun sejenak, lalu menjawab, "Klepon dari Kota Cendana."

"Kok kamu tahu?" Henry merasa heran.

Bagaimana mungkin Vina tidak tahu?

Saat masih pacaran, setiap kali Henry membuat Vina marah, Henry pergi ke Kota Cendana untuk membeli klepon sebagai permintaan maaf.

Rasa manis klepon membuat Vina luluh hatinya.

Vina tidak suka perhiasan maupun mobil mewah, melainkan makanan ini.

Saat itu, Henry tersenyum. "Vina, aku nggak perlu susah-susah dalam membujukmu."

Vina menepuk kening Henry sambil berkata, "Bukan, tapi karena aku masih mencintaimu. Jadi, aku bisa maafkan kesalahanmu."

"Kalau aku sudah nggak mencintaimu lagi, meskipun kamu mati di depanku, aku nggak akan memaafkanmu."

Kenangan itu pelan-pelan menghilang. Henry mengeluarkan kotak klepon dari belakang, sambil berkata dengan tersenyum penuh cinta, "Ternyata aku nggak bisa membohongimu."

Mendengar itu, Vina tertawa dan berkata, "Benar, kamu nggak bisa membohongiku."

Henry merasa terkejut dan bergumam, "Vina …."

Vina tidak mengatakan apa-apa lagi, dia turun dari kasur, lalu mandi.

Selesai mandi, Vina melihat Henry pergi terburu-buru.

Vina terhenyak sesaat, lalu mengikuti Henry keluar.

Sampai di depan pintu, Vina terkejut karena dia melihat ada Maira tidak jauh dari sana.

Kenapa wanita itu berani sekali datang ke rumah?

Yang terkejut bukan hanya Vina, tetapi juga Henry.

Henry segera menghampiri Maira. Pria itu memegang tangan Maira, berkata dengan serius, "Kamu gila, ya? Kenapa kamu datang ke sini? Sudah kubilang, saat ada Vina di rumah, kamu nggak boleh datang ke sini!"

Mendengar teriakan Henry, Maira terkejut dan matanya berkaca-kaca. Sambil menarik ujung baju Henry, Maira berkata dengan wajah sedih, "Aku nggak bisa jauh darimu, anakmu juga."

Sambil berbicara, Maira menarik tangan Henry untuk mengelus perutnya.

"Jangan buat onar di sini. Aku akan minta asistenku mengantarmu pulang. Beberapa hari lagi, aku akan temani kamu dan anak kita."

Maira tidak mau pergi. Wanita itu memegang tangan Henry sambil berkata dengan suara manja, "Nggak mau. Aku nggak mau pergi dengan asistenmu. Aku mau kamu yang temani aku."

Setelah itu, Maira berjinjit dan menarik dasi Henry, lalu mencium bibirnya.

Awalnya, Henry ingin mendorongnya menjauh. Namun, karena Maira terus menciumnya, akhirnya Henry menyambut ciumannya sambil memeluknya dengan erat.

Mereka berdua berciuman mesra di halaman.

Saat hampir lepas kendali, Henry segera berhenti dan mendorong Maira. "Kamu harus pergi."

Mata Maira terlihat berkaca-kaca. Dia memeluk Henry sambil membisikkan sesuatu di telinganya.

Ekspresi wajah Henry langsung berubah.

Akhirnya, Henry berkata, "Oke, aku temani kamu hari ini. Naiklah ke mobil dulu, nanti aku menyusul."

Maira gembira karena mendapatkan yang dia inginkan. Wanita itu naik mobil sambil mengelus perutnya.

Saat melihat Henry akan masuk rumah, Vina langsung berbalik.

Tidak lama kemudian, Henry masuk dan mengatakan.

"Vina, awalnya aku ingin menemanimu hari ini. Sayangnya, aku barusan terima telepon bahwa ada urusan penting di kantor, terpaksa aku harus ke kantor. Kamu tunggu di rumah, ya. Selesai kerja, aku akan menemanimu sepanjang hari."

Henry panik menunggu respons Vina, tetapi Vina hanya menatapnya.

Tatapan mata Vina membuat Henry terkejut.

Sejak kapan tatapan mata Vina kosong seperti ini?

Sambil menelan ludah, Henry memanggil nama istrinya. "Vina …."

Sebelum kata-katanya selesai, Vina berkata dengan suara pelan, "Pergilah, urus pekerjaanmu."

Suaranya masih lembut seperti biasanya, tidak terlihat ada keanehan.

Akhirnya, Henry merasa tenang.

Henry mengelus kepala Vina, kemudian pergi.

Tidak lama kemudian, terdengar suara mobil Henry yang melaju menjauh.

Senyuman Vina hilang, air mata mengalir di wajahnya.

Vina mengusap air matanya. Dia membuang klepon ke tong sampah. Dia membawa semua barang-barang keluar.

Vina memandang rumah ini untuk terakhir kalinya, lalu mengirimkan pesan terakhir kepada Henry.

"Waktu dua minggu tiba, kamu sudah boleh membuka hadiah ulang tahun pernikahan yang sudah kusiapkan sebelumnya untukmu."

Henry segera membalas pesannya.

"Sayang, aku akan segera pulang, nanti kita buka hadiah itu bersama."

Vina tertawa.

Buka bersama?'

Henry, kamu akan membukanya sendiri.'

Aku akan meninggalkanmu selamanya.'

Vina mengirimkan semua pesan dari Maira kepada Henry. Setelah itu, Vina mengeluarkan kartu ponselnya dan menghancurkannya.

Sesudah itu, Vina membawa barang-barangnya meninggalkan rumah.

Sinar matahari di luar sangat terik, hari yang indah.

Mulai sekarang, Vina akan menghilang selamanya ….

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B39299" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B39299
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Brondong Bucin
8.3
Kehilangan suami membuat dunia Aira hancur. Sebagai ibu tunggal, ia sempat tenggelam dalam kesedihan hingga mengabaikan ketiga anaknya. Sadar harus bertahan hidup, Aira berjuang bangkit demi masa depan buah hatinya. Di tengah badai kehidupan tersebut, takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda yang mencintainya dengan sangat ugal-ugalan. Namun, sanggupkah hubungan mereka bertahan ketika rintangan baru kembali datang menguji keteguhan hati Aira?
Sampul Novel Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin
8.5
Demi menghukum pasangannya atas insiden yang membuat Nelly, cinta pertamanya, terkunci di kantor, William Yuardi mengurung wanita itu di gudang pendingin tak terpakai dengan semangkuk air. Namun, mesin pembeku itu mendadak aktif setelah ia pergi. Korban berjuang meminta tolong hingga dindingnya dipenuhi bekas darah dari jarinya. Tujuh hari kemudian, saat William membuka pintu untuk menuntut permohonan maaf, ia hanya menemukan seonggok mayat yang telah membeku sepenuhnya.
Sampul Novel Goyangan Panas Ibu Mertua
9.6
Suatu malam, Rudi dikejutkan oleh sentuhan provokatif dari Nina, ibu mertuanya sendiri. Meski Nina beralasan hanya ingin minum, tindakan itu membuat Rudi tidak nyaman. Dengan tegas, ia mengingatkan Nina akan statusnya sebagai suami dari putri kandungnya. Namun, peringatan itu diabaikan. Nina yang sangat mendambakan perhatian justru semakin berambisi. Ia pun mulai merancang siasat licik demi memikat sang menantu malam ini, tanpa memedulikan segala risiko.
Sampul Novel Pernikahan Si Mungil
7.9
Hiram, seorang CEO tampan yang dingin, berencana menceraikan Rachel dalam waktu sebulan setelah dipaksa menjalani perjodohan kuno dari kakek mereka. Ia menganggap Rachel sebagai wanita yang kasar. Di sisi lain, Hiram memiliki masalah gairah terhadap lawan jenis, sementara Rachel selalu dituduh membawa kesialan bagi setiap pria dekatnya. Meski awalnya saling menolak karena perbedaan sifat yang kontras, takdir perlahan menyatukan mereka dalam pernikahan tak terduga.
Sampul Novel Putus Setelah Enam Tahun Berpacaran
8.8
Enam tahun mendampingi Soren, bos mafia Meksiko, hubungan ini berakhir sia-sia. Janji pernikahan di hari jadi mereka terlupakan karena Soren terlalu sibuk dengan wakil barunya, Thea. Puncaknya terjadi saat pesta Natal, ketika Soren memesan kue kacang kesukaan Thea, mengabaikan alergi parah pasangannya. Insiden gurauan teman-teman Soren membuat kue tersebut mengenai wajahnya hingga pingsan. Setelah tersadar, keputusan bulat diambil; ia menolak menikah dengan Soren dan memilih pulang bersama ibunya.
Sampul Novel Suamiku Karakter Game
8.3
Kehidupan monoton Arabella, gadis dua puluh tahun yang hanya mengenal cinta lewat gim simulasi, mendadak berubah drastis. Karakter pria dambaannya tiba-tiba terwujud di dunia nyata dengan sosok yang begitu sempurna. Ara sangat terkejut saat pria fiksi tersebut menyapanya sebagai istri. Di tengah kebingungan antara ilusi kesepian atau keajaiban nyata, Ara kini hanya berharap agar lelaki impiannya itu terus bertahan di sisinya dan tidak pernah kembali ke dunia gim.