APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Demi menghilang tanpa jejak, Gina mengambil langkah ekstrem dengan mengajukan penghapusan seluruh informasi identitas pribadinya. Meski keputusan ini mengejutkan sang operator, Gina tetap teguh pada pendiriannya agar tidak ada satu orang pun yang dapat melacak keberadaannya di masa depan. Proses penghapusan data ini membutuhkan waktu selama dua minggu, memulai babak baru yang penuh misteri dalam hidup Gina yang bertekad untuk mengubur masa lalunya rapat-rapat.
Bab
Bagikan

Bab 6

Sesampainya di rumah, Vina demam tinggi.

Henry pulang dalam kondisi mabuk. Saat melihat Vina pingsan, Henry langsung merasa panik.

Henry buru-buru membopong Vina dan mengantarnya ke rumah sakit.

Ketika sudah sadar, Vina berusaha membuka matanya yang terasa berat.

Melihat Vina sudah sadar, perawat terlihat gembira. "Nyonya Vina, akhirnya Anda sadarkan diri. Anda sudah mengalami demam semalaman, Tuan Henry sangat mengkhawatirkan kondisi Anda. Tuan Henry terus menjaga di samping Anda. Baru saja dia pergi setelah menerima telepon. Apa mau saya hubungi Tuan Henry? Dia pasti senang mendengar Anda sudah sadar."

Vina menggelengkan kepala dan menjawab dengan suara serak, "Nggak perlu."

Perawat itu tidak berkomentar, dia membantu Vina mengganti obat sebelum pergi.

Suasana bangsal yang luas tiba-tiba menjadi sunyi hingga Vina bisa mendengar suara Henry sedang telepon di luar.

Henry biasanya tampak tenang, dia hanya kehilangan kendali jika berhubungan dengan Vina.

Namun, sekarang suara Henry terdengar bahagia dan antusias.

Tidak lama kemudian, Vina mendengar suara langkah Henry yang makin menjauh. Henry sudah pergi.

Vina berusaha turun dari ranjang, dia perlahan berjalan keluar dari kamar.

Setelah turun ke bawah, Vina kebetulan melihat Henry sedang memapah Maira keluar dari ruangan ginekologi.

Wajah mereka tambah bahagia.

Saat melihat Vina, Maira sengaja berteriak dengan wajah terkejut, "Nyonya Vina juga ada di rumah sakit?"

Mendengar itu, Henry mendongak. Henry bertatap muka dengan Vina yang berada tidak jauh darinya.

Henry terkejut dan langsung melepas tangan yang memegang Maira.

"Vina, aku turun ke bawah untuk mengambilkan obatmu. Secara kebetulan, aku bertemu dengan Maira. Dia sedang hamil, aku memapahnya karena takut dia jatuh."

Henry menjelaskan dengan panik, dia takut Vina salah paham.

Vina melirik ke perut Maira, rasanya dadanya terasa sesak.

Vina memejamkan mata. Tidak lama kemudian, Vina bertanya, "Nona Maira, kapan … kapan kamu hamil? Di mana ayahnya?"

Maira mengelus perutnya dengan wajah bahagia. Maira berkata dengan tersenyum, "Aku barusan periksa, usia kandunganku satu bulan. Meskipun ayahnya nggak bisa datang karena sibuk, ayahnya bahagia setelah mendengar aku hamil. Ayahnya membelikanku beberapa vila dan uang sebesar 200 miliar. Malam ini, dia juga akan menyalakan kembang api demi merayakan kehamilanku."

Maira sangat bangga memamerkan kehamilannya, sementara Vina hanya menatapnya cukup lama. Setelah itu, Vina berkata dengan memaksakan tersenyum, "Benarkah?"

Sambil tertawa, Maira berkata dengan angkuh, "Nyonya Vina, kebetulan hari ini senggang, bagaimana kalau kita makan bersama? Aku akan panggilkan ayah dari bayiku untuk makan bersama."

Mendengar itu, ekspresi Henry langsung berubah. Pria itu menatap Maira dengan wajah muram, lalu berkata, "Nggak perlu, Vina sedang sibuk."

Setelah mengatakan itu, Henry memeluk Vina dan membujuknya.

"Vina, kondisimu belum stabil, jangan pergi ke mana-mana."

"Dia hanyalah duta merek, jangan diambil hati."

Saat mendengar nada meremehkan dari Henry, wajah Maira menjadi pucat.

Lalu, Maira menunduk. Maira berkata dengan mata berkaca-kaca, "Ya, aku memang nggak tahu diri. Aku lupa bahwa diriku nggak pantas makan bersama Nyonya Vina."

Maira menyeka air mata dan berbalik dengan wajah kesal.

Ekspresi wajah Henry berubah dan ingin menyusul Maira. Namun, saat melihat Vina berdiri di samping sambil menatapnya, Henry mengurungkan niatnya.

Selesai ambil obat, Vina pulang ke rumah.

Habis memarahi Maira, Henry menjadi tidak fokus di sepanjang perjalanan. Usai mengantar Vina pulang, dia mengunci diri di ruang kerja dengan dalih ada urusan kantor yang belum selesai dia kerjakan.

Namun, di kamar, Vina mendapat kiriman pesan berupa gambar dari Maira.

Foto USG.

Selain itu, wanita itu juga memberikan pesan provokatif.

"Vina, aku tahu kamu sudah tahu yang sebenarnya. Anak ini adalah anak Henry. Jangan mengira Henry benar-benar mencintaimu. Kalau dia tulus mencintaimu, buat apa dia berselingkuh denganku?"

"Tahukah kamu betapa dia mencintaiku? Setiap ulang tahunmu maupun perayaan ulang tahun pernikahan kalian, dia pasti menyuruhmu lekas tidur agar dia bisa menemuiku. Dia sangat bergairah berhubungan denganku sampai aku sendiri merasa kelelahan keesokan paginya."

"Kami pernah bercinta di mobil Maybach miliknya, di ruangan kantornya, bahkan pernah di kamar kalian. Orang-orang mengatakan bahwa cinta dan seks adalah dua hal yang nggak terpisahkan. Apa dia juga bersikap sama terhadapmu?"

Vina menarik napas dalam-dalam saat membaca pesan yang provokatif ini. Dia menahan emosi yang bergejolak di hatinya.

Saat mematikan ponsel, Henry memeluknya dari belakang.

"Sayang, kamu baca apa?"

Henry menempelkan dagunya di leher Vina. Yang dilihat Henry hanyalah layar ponsel Vina yang sudah dimatikan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Brondong Bucin
8.3
Kehilangan suami membuat dunia Aira hancur. Sebagai ibu tunggal, ia sempat tenggelam dalam kesedihan hingga mengabaikan ketiga anaknya. Sadar harus bertahan hidup, Aira berjuang bangkit demi masa depan buah hatinya. Di tengah badai kehidupan tersebut, takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda yang mencintainya dengan sangat ugal-ugalan. Namun, sanggupkah hubungan mereka bertahan ketika rintangan baru kembali datang menguji keteguhan hati Aira?
Sampul Novel Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin
8.5
Demi menghukum pasangannya atas insiden yang membuat Nelly, cinta pertamanya, terkunci di kantor, William Yuardi mengurung wanita itu di gudang pendingin tak terpakai dengan semangkuk air. Namun, mesin pembeku itu mendadak aktif setelah ia pergi. Korban berjuang meminta tolong hingga dindingnya dipenuhi bekas darah dari jarinya. Tujuh hari kemudian, saat William membuka pintu untuk menuntut permohonan maaf, ia hanya menemukan seonggok mayat yang telah membeku sepenuhnya.
Sampul Novel Goyangan Panas Ibu Mertua
9.6
Suatu malam, Rudi dikejutkan oleh sentuhan provokatif dari Nina, ibu mertuanya sendiri. Meski Nina beralasan hanya ingin minum, tindakan itu membuat Rudi tidak nyaman. Dengan tegas, ia mengingatkan Nina akan statusnya sebagai suami dari putri kandungnya. Namun, peringatan itu diabaikan. Nina yang sangat mendambakan perhatian justru semakin berambisi. Ia pun mulai merancang siasat licik demi memikat sang menantu malam ini, tanpa memedulikan segala risiko.
Sampul Novel Pernikahan Si Mungil
7.9
Hiram, seorang CEO tampan yang dingin, berencana menceraikan Rachel dalam waktu sebulan setelah dipaksa menjalani perjodohan kuno dari kakek mereka. Ia menganggap Rachel sebagai wanita yang kasar. Di sisi lain, Hiram memiliki masalah gairah terhadap lawan jenis, sementara Rachel selalu dituduh membawa kesialan bagi setiap pria dekatnya. Meski awalnya saling menolak karena perbedaan sifat yang kontras, takdir perlahan menyatukan mereka dalam pernikahan tak terduga.
Sampul Novel Putus Setelah Enam Tahun Berpacaran
8.8
Enam tahun mendampingi Soren, bos mafia Meksiko, hubungan ini berakhir sia-sia. Janji pernikahan di hari jadi mereka terlupakan karena Soren terlalu sibuk dengan wakil barunya, Thea. Puncaknya terjadi saat pesta Natal, ketika Soren memesan kue kacang kesukaan Thea, mengabaikan alergi parah pasangannya. Insiden gurauan teman-teman Soren membuat kue tersebut mengenai wajahnya hingga pingsan. Setelah tersadar, keputusan bulat diambil; ia menolak menikah dengan Soren dan memilih pulang bersama ibunya.
Sampul Novel Suamiku Karakter Game
8.3
Kehidupan monoton Arabella, gadis dua puluh tahun yang hanya mengenal cinta lewat gim simulasi, mendadak berubah drastis. Karakter pria dambaannya tiba-tiba terwujud di dunia nyata dengan sosok yang begitu sempurna. Ara sangat terkejut saat pria fiksi tersebut menyapanya sebagai istri. Di tengah kebingungan antara ilusi kesepian atau keajaiban nyata, Ara kini hanya berharap agar lelaki impiannya itu terus bertahan di sisinya dan tidak pernah kembali ke dunia gim.