APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Demi menghilang tanpa jejak, Gina mengambil langkah ekstrem dengan mengajukan penghapusan seluruh informasi identitas pribadinya. Meski keputusan ini mengejutkan sang operator, Gina tetap teguh pada pendiriannya agar tidak ada satu orang pun yang dapat melacak keberadaannya di masa depan. Proses penghapusan data ini membutuhkan waktu selama dua minggu, memulai babak baru yang penuh misteri dalam hidup Gina yang bertekad untuk mengubur masa lalunya rapat-rapat.
Bab
Bagikan

Bab 3

Vina merasa sakit luar biasa. Tangannya mengepal erat di dada, untuk sesaat dia merasa sulit bernapas.

Akhirnya, Henry menyadari ada yang tidak beres. Henry segera menghampirinya sambil bertanya, "Ada apa, Vina?"

Henry tampak benar-benar mengkhawatirkannya. Seolah-olah jika terjadi sesuatu pada Vina, Henry rela mengorbankan segalanya demi menyelamatkannya.

Namun, pria yang kelihatan sangat menyayanginya ini ternyata menyembunyikan banyak hal darinya.

Vina berusaha menahan emosinya. "Nggak apa-apa … aku hanya merasa dadaku agak sesak."

Henry membantu Vina menekan dada. Setelah memastikan Vina baik-baik saja, dia segera mengantar Vina pulang.

Di perjalanan pulang, Henry berusaha menghibur Vina agar suasana hatinya membaik.

Namun, meskipun Henry sudah berusaha menghibur Vina, Vina masih tidak terlihat gembira.

Vina menyandarkan kepala di jendela mobil, menatap ke pemandangan di luar yang terus bergerak sambil melamun.

"Vina, apa aku melakukan kesalahan padamu?" tanya Henry dengan hati-hati.

"Nggak." Akhirnya, Vina menjawabnya, "Aku hanya sedang mengingat drama yang kutonton hari ini."

Henry merasa lega, lalu bertanya dengan tersenyum, "Drama apa?"

Mendengar itu, Vina menoleh dan menatap Henry.

"Tokoh utama pria dulunya sangat mencintai tokoh utama wanita, tapi kemudian hatinya mendua dan diam-diam menyembunyikannya dari sang wanita ...."

Vina diam-diam melirik Henry dan memperhatikan perubahan mimik wajah suaminya. Vina berkata dengan santai, "Henry, kalau suatu saat kamu mendua hati …."

"Nggak akan!"

Sebelum selesai bicara, Henry langsung menyela, seolah-olah dia menjamin hal itu tidak akan terjadi. "Vina, hanya kamu yang kucintai. Meskipun semua pria di dunia selingkuh, aku nggak akan melakukannya. Aku nggak bisa hidup tanpamu."

Hati Vina makin terasa sakit.

Henry mengatakan tidak bisa hidup tanpanya, tetapi pria itu masih berani berselingkuh dengan wanita lain.

Sebelum Vina sempat mengatakan sesuatu, ponsel Henry berbunyi.

Henry merasa ragu sejenak dan berniat tidak mau mengangkat telepon, tetapi Vina justru mendorongnya. "Angkat saja."

Henry mengangkat telepon itu. Entah apa yang dikatakan oleh si penelepon itu, ekspresi wajah Henry langsung berubah.

Henry menelan ludah, lalu menutup telepon dan menatap Vina.

"Vina, ada urusan mendesak di kantor, aku harus segera ke sana. Bagaimana kalau aku pesankan taksi untukmu?"

Vina tidak berkomentar apa-apa, selain mengangguk.

Setelah melihat mobil Maybach milik Henry sudah pergi menjauh, Vina naik taksi. Namun, Vina tidak mau kembali ke vila.

Vina berkata, "Tolong ikuti mobil itu."

Sopir taksi mengikuti dari belakang sesuai perintah Vina.

Mobil pria itu berhenti di depan sebuah vila.

Tidak jauh dari sana, ada seorang gadis dengan mengenakan kostum kelinci membuka pintu. Saat melihat pria itu turun dari mobil, gadis itu bergegas menghampiri pria itu, lalu memeluknya dengan wajah gembira.

Gadis itu adalah Maira, sedangkan pria itu adalah Henry.

Belum lama berpelukan, mereka berdua berciuman.

Mereka berciuman sangat lama. Setelah itu, Maira menjauhkan bibirnya dan menarik dasi Henry sambil tersenyum. "Tuan, kelinci kecil sudah menyiapkan hadiah untukmu. Mau lihat, nggak?"

Sambil berbicara, Maira menyentuh jakunnya.

Jakun Henry bergerak beberapa kali. Sambil menggenggam tangan Maira dengan erat, Henry berkata dengan tatapan penuh gairah, "Perjalanan yang seharusnya ditempuh dalam waktu 30 menit, aku bisa sampai ke sini dalam waktu 15 menit. Menurutmu, aku mau lihat atau nggak?"

Maira tertawa. Gadis itu memegang jari Henry yang ramping dan mengajaknya masuk ke mobil. "Lihat sendiri di dalam mobil."

Tidak lama setelah mereka berdua masuk, mobil itu mulai bergoyang.

Selanjutnya, goyangan mobil itu makin lama makin cepat, makin lama makin cepat ….

Tanpa sepengetahuan mereka, Vina menyaksikan hal ini tidak jauh dari sana.

Jelas-jelas sudah tidak mengharapkan cinta dari Henry lagi. Namun, ketika menyaksikan kejadian ini, hati Vina terasa sakit.

Bagai ada sebilah pisau yang menusuk jantungnya, membuatnya sulit bernapas dan menitikkan air mata.

Waktu masih pacaran, Henry selalu menghargai Vina, pria itu bahkan bisa mengendalikan diri untuk tidak menyentuh Vina.

Pria itu mengatakan bahwa menjaga kesucian wanita sangat penting agar menjadi momen yang indah saat malam pertama.

Pria itu berjuang mendapatkan hati Vina selama tiga tahun, mereka pacaran selama tiga tahun, baru akhirnya mereka menikah.

Henry yang biasanya tangguh di dunia bisnis, justru kelihatan gugup saat malam pertama. Baru membuka pakaian Vina, telinga pria itu sudah memerah.

Pria itu sangat menghargai Vina, setiap sentuhan selalu memperhatikan perasaan Vina. Saat akhirnya memilikinya, Henry merasa terharu hingga meneteskan air mata.

Henry berbisik berulang kali di telinganya, "Vina, akhirnya kamu menjadi milikku. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu selamanya."

Saat itu, Vina merasa sangat dicintai. Di pikiran Vina waktu itu, mungkin satu-satunya pria yang tulus mencintainya adalah Henry.

Henry mencintai Vina.

Henry sendiri yang mengatakannya.

Namun, sekarang pria itu mengingkari janjinya.

Sopir taksi melihat Vina menangis, dia merasa iba, lalu memberikan tisu kepada Vina.

"Semua pria memang suka berselingkuh, termasuk suamiku. Gara-gara punya anak, aku nggak bisa bercerai dengannya …."

Ketika membahas masalah rumah tangganya, suara sopir taksi itu terisak-isak. Sopir taksi itu berhenti sejenak, lalu berkata lagi.

"Dik, jangan sedih. Karena kalian sudah menikah, biarkan saja dia, anggap nggak terjadi apa-apa."

Vina memegang tisu dengan erat, lalu menjawab dengan suara serak dan tegas.

"Nggak, aku nggak akan memaafkannya."

Aku nggak akan memaafkan Henry!' pikir Vina.

Sesampainya di rumah, Vina membongkar barang-barangnya dan mengeluarkan semua hadiah dari Henry.

Termasuk perhiasan "Lovina" yang bernilai tinggi.

Vina menghubungi seseorang.

"Apa benar ini agen properti? Aku mau menjual semua asetku? Semua hasil penjualan akan kusumbangkan ke yayasan untuk semua korban wanita yang ingin bercerai, tapi nggak bisa bercerai karena nggak punya uang maupun karena memiliki anak."

Dalam waktu satu jam, Vina menjual semua aset berharganya.

Lalu, Vina mengemasi barang-barangnya.

Setelah mengemasi barang selama setengah jam, Henry tiba-tiba pulang.

Henry masuk dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan. Dia tidak pergi ganti baju, melainkan buru-buru menghampiri Vina dengan gugup dan suara bergetar.

"Vina, kenapa kamu menjual perhiasan "Lovina"?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Brondong Bucin
8.3
Kehilangan suami membuat dunia Aira hancur. Sebagai ibu tunggal, ia sempat tenggelam dalam kesedihan hingga mengabaikan ketiga anaknya. Sadar harus bertahan hidup, Aira berjuang bangkit demi masa depan buah hatinya. Di tengah badai kehidupan tersebut, takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda yang mencintainya dengan sangat ugal-ugalan. Namun, sanggupkah hubungan mereka bertahan ketika rintangan baru kembali datang menguji keteguhan hati Aira?
Sampul Novel Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin
8.5
Demi menghukum pasangannya atas insiden yang membuat Nelly, cinta pertamanya, terkunci di kantor, William Yuardi mengurung wanita itu di gudang pendingin tak terpakai dengan semangkuk air. Namun, mesin pembeku itu mendadak aktif setelah ia pergi. Korban berjuang meminta tolong hingga dindingnya dipenuhi bekas darah dari jarinya. Tujuh hari kemudian, saat William membuka pintu untuk menuntut permohonan maaf, ia hanya menemukan seonggok mayat yang telah membeku sepenuhnya.
Sampul Novel Goyangan Panas Ibu Mertua
9.6
Suatu malam, Rudi dikejutkan oleh sentuhan provokatif dari Nina, ibu mertuanya sendiri. Meski Nina beralasan hanya ingin minum, tindakan itu membuat Rudi tidak nyaman. Dengan tegas, ia mengingatkan Nina akan statusnya sebagai suami dari putri kandungnya. Namun, peringatan itu diabaikan. Nina yang sangat mendambakan perhatian justru semakin berambisi. Ia pun mulai merancang siasat licik demi memikat sang menantu malam ini, tanpa memedulikan segala risiko.
Sampul Novel Pernikahan Si Mungil
7.9
Hiram, seorang CEO tampan yang dingin, berencana menceraikan Rachel dalam waktu sebulan setelah dipaksa menjalani perjodohan kuno dari kakek mereka. Ia menganggap Rachel sebagai wanita yang kasar. Di sisi lain, Hiram memiliki masalah gairah terhadap lawan jenis, sementara Rachel selalu dituduh membawa kesialan bagi setiap pria dekatnya. Meski awalnya saling menolak karena perbedaan sifat yang kontras, takdir perlahan menyatukan mereka dalam pernikahan tak terduga.
Sampul Novel Putus Setelah Enam Tahun Berpacaran
8.8
Enam tahun mendampingi Soren, bos mafia Meksiko, hubungan ini berakhir sia-sia. Janji pernikahan di hari jadi mereka terlupakan karena Soren terlalu sibuk dengan wakil barunya, Thea. Puncaknya terjadi saat pesta Natal, ketika Soren memesan kue kacang kesukaan Thea, mengabaikan alergi parah pasangannya. Insiden gurauan teman-teman Soren membuat kue tersebut mengenai wajahnya hingga pingsan. Setelah tersadar, keputusan bulat diambil; ia menolak menikah dengan Soren dan memilih pulang bersama ibunya.
Sampul Novel Suamiku Karakter Game
8.3
Kehidupan monoton Arabella, gadis dua puluh tahun yang hanya mengenal cinta lewat gim simulasi, mendadak berubah drastis. Karakter pria dambaannya tiba-tiba terwujud di dunia nyata dengan sosok yang begitu sempurna. Ara sangat terkejut saat pria fiksi tersebut menyapanya sebagai istri. Di tengah kebingungan antara ilusi kesepian atau keajaiban nyata, Ara kini hanya berharap agar lelaki impiannya itu terus bertahan di sisinya dan tidak pernah kembali ke dunia gim.