APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel JANDA, MARRY ME!

JANDA, MARRY ME!

Menyandang status janda bukanlah aib yang pantas dihakimi. Namun, saat stigma sosial mulai menyudutkannya, kepada siapa kesalahan harus ditimpakan? Apakah pada takdir Tuhan, ataukah pada pria yang tega pergi meninggalkannya sendirian? Kisah emosional ini menyoroti perjuangan keras seorang wanita dalam menghadapi penolakan publik dan luka hati yang mendalam, demi menemukan kembali kebahagiaan yang kini terasa sangat sulit untuk ia raih.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Apa?!!”

“Janda?”

Ucapannya yang begitu keras dan melengking membuat suasana yang awalnya hangat menjadi hening. Alisnya terangkat dengan wajah sangat terkejut. Bukan hanya itu, tawa mengejek juga keluar dari bibirnya. Mengejek pada dirinya, ibunya dan juga pemilik rumah.

Tak peduli jika ada hati yang berdarah karena ucapannya. Dirinya hanya melampiaskan rasa marah, tidak percaya sekaligus kesal. Sangat tidak percaya dengan pilihan dan pemikiran ibunya itu. Dari semua status di dunia ini, kenapa status itu yang menjadi pilihan ibunya. Sungguh, ia tak habis pikir.

Ia pikir ada kejadian apa sehingga sang Mama menyuruhnya kesini dengan cepat dan tergesa-gesa. Bahkan pikiran buruk terus menghantui saat perjalanan. Terus berdoa supaya yang diatas melindungi wanita yang dicintainya ini. Namun, saat sampai disini, orang yang dikhawatirkan malah tertawa tanpa dosa. Lalu dengan entengnya bicara tentang perjodohan dan pernikahan.

Dua hal yang tak terlihat tapi menentukan kehidupan sepanjang masa. Memenjara secara tak kasat mata. Membebani kehidupan dan pikirannya. Tindakan yang tak bisa diambil terburu-buru.  Harus dipikirkan secara matang dengan kemantapan hati tanpa keraguan sedikitpun. Harus dengan pertimbangan yang begitu teliti karena menyangkut masa depan. Pengorbanannya pun tak main main, ada dua hati, dua jiwa dan dua keluarga yang dipertaruhkan. Namun Mamanya dengan ringan mengatakan tentang itu seolah sedang memilih minuman jus alpukat atau jus jambu favoritnya.

Apa Mamanya tak tahu kalau kegagalan dalam rumah tangga itu akan berakibat pada kehancuran mental dan fisik? Dan Rendra sungguh tak habis pikir Mamanya sanggup melihat hidupnya hancur karena kesalahan besar tanpa pertimbangan ini.

Di hatinya sudah ada satu wanita dan dia yang akan menjadi tujuan hidup Rendra. Bukan malah wanita janda seperti di hadapannya saat ini. Jangankan menikah dengan janda, memikirkannya saja tak pernah terbesit di otak Rendra. Tak pernah ada rencana itu dalam buku kehidupannya.

“Iya. Memangnya kenapa? Tidak ada yang salah dengan status itu.” Yuanita, Mama sang pria yang menolak perjodohan dengan janda menjelaskan dengan tenang bak air dalam galon. Tanpa tahu bahwa dalam diri putranya sudah seperti air ombak yang siap menerjang apapun di lautan.

“Tidak ada yang salah?” Rendra menatap Mamanya tidak percaya. Apa katanya? Tidak salah? Justru ini adalah kesalahan terbesar yang akan sangat ia sesali seumur hidup. Kesalahan yang takkan pernah dilupakan. Menikah dengan janda.

Rendra tertawa mengejek pada ucapan Mamanya. Tertawa seperti orang kesurupan. “Justru kesalahan terbesar adalah menikahinya, Ma,” ucapnya menusuk. Menunjuk wanita yang kini tengah menunduk dengan meremas kedua sisi dressnya.

“Ma, Rendra bisa mendatangkan seribu! Oh tidak, satu juta gadis perawan di hadapan Mama besok pagi jika Mama ingin. Kenapa harus janda?” Matanya menyipit, memberikan penawaran pada Mamanya. “Atau kalau Mama tidak sabar, sekarang kita pulang dan aku pastikan semua gadis perawan di kota ini ada di rumah kita.”

“Rendra!” panggil Mamanya penuh penekanan. Tidak percaya putra kesayangannya mampu berkata sekejam itu. Dirinya ikut sakit dengan ucapan pria yang dibesarkan penuh kasih sayang itu. Apalagi wanita yang memiliki status itu, kini hanya mampu diam. Nyonya Yuanita merasa sangat bersalah pada calon menantu dan juga sahabatnya, sang calon besan. “Jaga ucapanmu!”

“Ucapanku tidak ada yang salah. Tapi pilihan Mama!”

“Rendra!”

“Ma, aku itu kaya, tampan, berwibawa, sukses dan dipuja banyak wanita. Aku bisa menikah dengan wanita manapun yang aku mau!” Rendra mulai menyombongkan diri supaya Mamanya sadar siapa dirinya. Menyadarkan perbedaan

“Asal Mama tahu, di setiap sudut kota ini banyak wanita yang antri meski hanya minum teh denganku. Mereka bahkan rela memberikan keperawanannya padaku hanya untuk bisa jalan ke mall denganku. Lalu kenapa Mama bisa berpikiran sesempit ini untuk menikahkanku dengan seorang janda?” Rendra berkali-kali menyugar rambutnya frustrasi.

“Ma, dia itu janda. Mama tahu kan artinya janda? Apa mama tidak salah?”

Rendra menyugar rambutnya. Mengusap wajahnya kasar. Frustrasi dengan pemilihan ibunya. Sungguh dia tidak habis pikir dengan wanita paruh baya di hadapannya. Apa perlu bukti betapa ia disanjung dan dipuja oleh semua wanita dan juga gadis? Jadi, kenapa harus dengan seorang janda? Ini janda yang artinya ia pernah menikah dan gagal. Bukan hanya perkara ranjang, tapi pernikahan pertamanya saja batal. Bagaimana dengan pernikahan selanjutnya? Sebesar apa jaminan yang diberikan bahwa pernikahan ini akan utuh?

Jangankan satu, seribu wanita pun akan datang sekarang juga. Cukup menulis di sosial media bahwa ia mencari wanita yang mau melamarnya sekarang juga. Tidak hanya itu, ia yakin seribu persen bahwa mahar yang diberikan pun akan sangat menggiurkan. See, mahar pun yang membawa pihak perempuan bukan dia. Jadi, jika ia bisa mendapatkan mahar kenapa harus memberi?

“Tapi Mama sangat menyukainya. Mama yakin hanya dia yang bisa membuat kamu bahagia, Ren.”

“Bahagia?” Rendra tertawa sangsi. Kini tawanya meledak sepeerti seorang komedian. “Mama tahu definisi bahagia?”

“Tentu ….”

“Dan bahagia ku bukan dia! Bukan seorang janda!”

Setelah mengucapkan itu Rendra berjalan ke pintu utama dari rumah bergaya metropolis itu.  Namun langkahnya kembali terhenti karena cekalan di tangannya. Sang ibu sebagai pelaku, memperlihatkan sorot mata penuh permintaan dan pemahaman.

“Rendra, coba kamu kenalan dulu dengan dia,” pinta ibunya. “Setidaknya kamu bisa memutuskan setelah mengenalnya lebih dekat.” Selain harga diri, ada hubungan berharga tak kasat mata yang dipertaruhkan.

Sungguh tidak mengenal putus asa wanita paruh baya itu. Terbesit rasa kagum. Di usianya yang menginjak setengah abad ia masih cantik dan energik. Lagipula zaman sekarang ada berbagai macam perawatan yang bisa membuat wajah menjadi lebih muda dan cantik. Bukan hanya lebih glowing, wajah akan menjadi bercahaya dan kerutan hilang.

Sebenarnya ia sangat bangga pada anaknya.  Tak pernah sekalipun ia mendengarkan anaknya mengeluh tentang pekerjaan kantor. Bukan dia tidak khawatir, namanya saja anak. Rasa itu pasti menyelinap datang. Terkadang setiap orang punya alasan berusaha kuat meskipun dirinya sudah lelah.

“Apalagi, Ma?”

“Setidaknya kenalan dengannya dulu,” pinta Yuanita tulus.

Apalah arti status yang melekat. Terdengar horor dan rasa kasihan. Namun, baginya kebaikan hati mengalahkan segalanya. Definisi dari kesempurnaan seorang wanita hanya mampu ia temukan pada seorang Melda Ranggaswangi. Itu yang kini berada di pikiran seorang Yuanita Sterella.

Yuanita tahu cinta tak bisa dipaksa, tapi cinta akan datang karena terbiasa. Dan dirinya yakin Rendra serta Melda akan hidup bahagia dengan pepatah itu. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Maka dari itu ia berusaha membujuk putranya.

“Mama mohon, kenalan dengannya dahulu.”

Membetulkan posisi, menatap kedua mata tua ibunya dengan memegang pundak tua itu, Rendra berkata, mencoba memberi penjelasan secara rinci, “Ma, apapun yang terjadi, Mama tetap prioritas Rendra. Apapun yang Mama inginkan akan dengan cepat aku kabulkan. Kenapa? Karena Mama lebih berharga dari apapun.

Tapi maaf, untuk satu permintaan ini Rendra tidak dapat mengabulkannya. Rendra mencintai orang lain dan hanya dia yang akan menjadi pendamping hidupku.”

“Mama tidak suka dia,” tolak Mamanya. Memalingkan wajahnya ke samping. Ada beberapa hal yang sudah diketahui kejelekan pilihan putranya itu, tapi Rendra sama sekali tak percaya.

“Kenapa? Dia lebih baik beribu kali dibanding Janda itu, Ma.” Tanpa berpikir Rendra bisa mengingat semua kebaikan Niken. Hanya dia yang Rendra cintai dan itu takkan terganti.

“Ayolah, Ma. Sekali saja, turuti Rendra. Urungkan rencana perjodohan ini."

Dengan berat hati ia memohon pada ibunya untuk membatalkan perjodohan ini. Selain tak ada cinta, status Melda membuatnya enggan berpikir berkali lipat.

Janda?!

Apa kata dunia?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Sudah Hilang
8.1
Sejak kehamilanku, suamiku selalu pergi lari malam. Namun hari ini, dia terburu-buru pergi hingga meninggalkan ponselnya dan hanya memakai jam tangan pintar. Saat itulah aku tidak sengaja membaca pesan-pesan intim yang dia kirimkan kepada seorang rekan wanita, menawarkan dirinya untuk "dimakan". Rasa mual langsung bergejolak di perutku mengingat sup ayam yang baru saja dia suapkan padaku. Yang membuatku semakin terguncang, wanita selingkuhannya itu adalah orang yang baru saja dia kenalkan kepada adikku.
Sampul Novel Dirka & Viona
8.2
Dirka menjalani hidup yang serbawanita namun hampa tanpa kehadiran orang tua. Di tengah kekhawatiran para pelayan setianya akan kelangsungan warisannya, sebuah perjalanan ke tempat penuh memori masa kecil mempertemukannya dengan seorang gadis misterius yang hendak bunuh diri. Kejadian tersebut mengorek kembali trauma masa lalu Dirka. Walau gadis itu memilih bungkam, Dirka tidak sanggup mengabaikannya dan memilih membawanya pergi guna menyelamatkannya dari keputusasaan.
Sampul Novel GALERI CERPEN PANAS 21+
9.3
Buku ini menghadirkan kumpulan kisah romansa modern yang dirancang khusus untuk pembaca dewasa. Setiap cerita pendek di dalamnya siap menemani malam Anda, mengusir sepi melalui narasi yang intens dan penuh gairah. Nikmati setiap bab yang menyajikan pelarian sempurna dengan alur memikat dan memuaskan. Koleksi ini menawarkan pengalaman membaca yang mendalam serta berani bagi Anda yang mendambakan kehangatan cinta yang membara.
Sampul Novel Godaan Sang Mantan
8.2
Tujuh tahun setelah ditinggalkan Willem Roberto, Marina masih dirundung luka mendalam. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali hingga ia kembali terjerat pesona sang mantan. Meski dibayangi trauma masa lalu, kenangan indah menyeret keduanya dalam momen intim yang tak terhindarkan di hotel. Kini Marina didera kebimbangan besar: haruskah ia menyerah pada kerinduan hatinya, atau bangkit demi kebahagiaan mandiri di tengah ketidakpastian hubungan mereka?
Sampul Novel Pengantin Mafia: Terlahir Kembali dalam Penghinaan
9.2
Diana Dixson tewas tragis di tangan Sophia Visconti dalam kejamnya dunia mafia. Bukannya membela, Vincent Rossi, suamiku, malah merekayasa bukti dan menuduh Diana gila demi melindungi Sophia. Aku pun dipaksa menandatangani surat maaf yang menginjak-injak harga diriku hanya demi menjaga peninggalan terakhir kakakku. Di balik paksaan keji itu, dendam membara dalam sukmaku. Aku bersumpah akan membalas dendam atas kematian Diana yang telah direnggut paksa.
Sampul Novel Pudarnya Pesona Janji
8.5
Kehidupan Iman berubah total setelah dilamar oleh Haji Junaedi untuk menikahi putrinya, Intan. Rupanya, Intan sudah lama mengagumi Iman sejak mereka masih di bangku SMP. Walaupun jarak usia keduanya terpaut jauh dengan Iman yang lima tahun lebih tua, pernikahan mereka tetap dilangsungkan. Bagaimana kelanjutan biduk rumah tangga Iman setelah menerima lamaran mengejutkan dari sang juragan? Inilah kisah cinta penuh ujian tentang janji yang mulai memudar.