APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel IZINKANLAH AKU MENCINTAIMU

IZINKANLAH AKU MENCINTAIMU

Tepat di malam pertama, Gaza mengusir dan menceraikan Rania akibat fitnah video syur yang dituduhkan padanya. Di tengah keputusasaan Rania, Azka hadir untuk menikahinya. Berbeda dari Gaza yang kaya, Azka hanyalah saudara kembar Gaza yang hidup sederhana dan kerap dipandang rendah oleh keluarganya sendiri. Meski pernikahan ini diragukan oleh ibu mereka karena perbedaan status sosial, Rania memilih bertahan. Namun, kesetiaannya diuji saat Gaza kembali dan memohon maaf.
Bab
Bagikan

Bab 3

Kubuka mata perlahan. Tampak orang-orang yang begitu kusayang berjejer di tepi ranjang. Ranjang yang seharusnya menjadi ranjang kenangan indah bersama pasangan, kini hanya menanggalkan sesak dan luka terdalam.

Mas Gaza masih sibuk bicara dengan ibu dan umi di sudut ruangan. Mungkin membicarakan video yang tadi kulihat di ponselnya. Hanya beberapa detik karena aku tak sanggup melanjutkan untuk menonton lebih lama.

Video yang mengerikan dengan wajahku di sana. Aku yakin itu tak benar dan sebatas editan, tapi sekilas memang tak tampak jika itu sebuah editan. Seperti nyata, begitu sempurna rekayasanya.

Tapi bagaimana caraku untuk membuktikan bahwa itu hanya sekadar rekayasa? Jika Mas Gaza tak berniat untuk menyelidikinya lebih lanjut, dengan alasan dia tak ingin mengumbar aib keluarga?

"Mas, tolong jelaskan padaku. Kamu dapat darimana video itu?" tanyaku lirih. Mas Gaza menoleh ke arahku. Uni dan ibu pun memandangku dengan tatapan iba, tak ada kecewa di wajah mereka. Mungkin mereka juga yakin kalau aku tak mungkin melakukan hal seburuk itu.

"Aku dapatkan dari orang yang terpercaya, Ran. Mereka tak mungkin membohongiku, aku kenal sudah lama dengan mereka bahkan bertahun-tahun," jawab Mas Gaza kemudian.

"Iya tapi siapa?" tanyaku setengah memaksa. Aku berusaha untuk duduk, bersandar dengan bantal di atas ranjang.

"Kamu nggak perlu tahu soal itu, Ran. Yang harus kamu jelaskan, kenapa kamu bisa melakukan ini?" tanya Mas Gaza lagi. Kutatap tajam kedua matanya yang masih diliputi kecewa dan emosi.

"Apa kamu percaya jika aku bilang bahwa dalam video itu bukan aku?" tanyaku lagi.

"Berarti kamu menuduh pengirim video itu membohongiku?" tanyanya balik.

"Aku tak menuduhnya. Aku hanya tanya apa kamu percaya ucapanku jika aku bilang bahwa dalam video itu bukan aku?" tanyaku lagi.

"Jadi maksud kamu apa, Ran? Perempuan bug*l dalam video itu bukan kamu, begitu?" tanyanya lagi.

"Iya. Itu bukan aku, Mas. Bahkan melepas hijab di teras rumah saja aku nggak pernah. Bagaimana mungkin aku melakukan hal sebodoh itu?"

"Apa aku harus lebih percaya sama kamu yang baru kukenal beberapa bulan dibanding pengirim video itu? Mereka yang sudah kukenal bertahun-tahun?" Mas Gaza kembali bertanya.

"Tapi aku nggak pernah melakukan itu. Terserah kamu percaya atau tidak, Mas," ucapku lagi. Tangisku kembali pecah. Tega-teganya suami sendiri meragukan ucapan istrinya. Lantas bagaimana nasib rumah tanggaku nanti jika dia jauh lebih mempercayai orang lain dibandingkan istrinya sendiri?

"Abah antar ke orang yang lebih paham dalam hal ini, Za. Kita buktikan yang sebenarnya. Kamu jangan percaya begitu saja apalagi ini bukan perkara biasa. Bagaimana jika Rania yang benar sedangkan kamu yang salah?" Abah kembali memberi saran namun lagi-lagi Mas Gaza menolak.

"Nggak perlu, Bah. Aku nggak mau menyebarkan aib keluarga sendiri. Aku sudah lihat video itu beberapa detik sampai kulihat ada jam tangan dan gamis yang tergeletak di ranjang, sama persis seperti gamis yang pernah dipakai Rania kala itu. Apa itu belum cukup bukti jika video itu memang dia?"

"Istighfar, Gaza! Umi yakin itu bukan Rania. Umi kenal betul siapa ibunya," ucap umi membela.

"Iya umi memang kenal ibunya sejak lama tapi umi nggak begitu kenal anaknya."

Mas Gaza masih saja bersikukuh dengan opininya. Dia tetap tak ingin rujuk, bahkan terang-terangan bilang akan segera mengurus perceraian kami. Ah, teganya dia!

"Tega kamu, Mas. Kamu lebih mempercayai orang lain dibandingkan aku, istrimu sendiri," ucapku lagi. Kupeluk ibu dan menangis di pangkuannya. Ibu pun mengusap kepalaku perlahan.

Aku yakin detik ini tak hanya aku yang sakit hati, tapi umi, abah, mas Alif dan keluarga besar ini pun mengalami sakit yang sama kecuali Mas Gaza yang dirasuki entah apa.

"Kamu baru sehari menjadi istriku, Ran. Sedangkan pengirim video ini, aku sudah mengenalnya bertahun-tahun. Kamu dengar itu, kan? Dari dulu mereka tak pernah membohongiku. Aku mengenalnya bahkan keluarganya," ucap Mas Gaza begitu yakin.

"Ajak dia ke sini. Biar aku sendiri yang tanya kenapa dia bisa mendapatkan video itu. Darimana dan kapan dia mendapatkannya," ucapku lagi. Aku tak terima difitnah begitu saja, apalagi dengan fitnah yang menjijikkan seperti itu.

"Kenapa? Kamu nggak mau mengajak mereka ke sini?" tanyaku lagi.

"Aku sudah berjanji untuk tak membocorkan identitas pengirim ini, Ran. Aku tak mungkin melanggar janjiku sendiri," ucap Mas Gaza lagi. Dia tetap menolak permintaanku untuk menghadirkan pengirim video itu.

"Tapi kamu juga sudah melanggar janjimu di hadapanNya, Mas. Janjimu untuk menjadi pemimpin yang adil. Nyatanya baru tadi pagi kamu berjanji, detik ini kamu sudah mengingkari."

Mas Gaza mendongak cepat, menatap kedua mataku lekat.

"Aku nggak mungkin melanjutkan pernikahan dengan perempuan yang mengumbar auratnya bahkan bug*l di hadapan laki-laki lain, Rania. Aku malu jika ibu dari anak-anakku memiliki sikap seburuk itu. Aku malu. Aku malu!"

"Terserah apa maumu, Mas. Tapi yang jelas, dalam video itu bukan aku!"

"Ibu juga bisa pastikan kalau itu bukan Rania, Za. Ibu mendidiknya sedari kecil untuk menutup aurat bahkan jika keluar rumah, kedua kakinya pun tertutup rapat. Mana mungkin Rania melakukan hal bod*h seperti itu. Buat apa? Soal uang dia tak pernah kekurangan meski hidup kami pas-pas an. Alif juga sosok pengganti bapak yang baik untuk keluarga. Dia kakak yang tanggungjawab. Tak pernah membiarkan adiknya kenal laki-laki sembarangan."

Ibu tergugu di sampingku, lalu berpelukan dengan umi.

"Maafkan anakku, Er. Maafkan dia," ucap umi berulang kali. Mereka masih saja berpelukan dalam tangis.

"Aku tak akan memaafkanmu begitu saja, Za. Kamu sudah merendahkan adikku!" Bentak Mas Alif kemudian. Kedua tangannya mengepal hendak menonjok Mas Gaza namun abah memintanya untuk kembali istighfar.

"Maafkan aku, Bah, Mi. Pikiranku kacau. Aku malu. Sekali lagi maaf, aku nggak bisa melanjutkan pernikahan ini," ucap Mas Gaza lagi. Dia pergi begitu saja meninggalkan kami di kamar yang cukup luas ini.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ketika Suamiku Tak Mencintaiku Lagi
8.2
Pasca kecelakaan tragis yang membutakannya selama empat tahun, Bella akhirnya menjalani operasi pembukaan perban mata. Di usianya yang menginjak dua puluh tujuh tahun, ia sangat mendambakan untuk kembali melihat dunia, terutama wajah Galas, sang suami tercinta. Namun, kebahagiaan Bella langsung sirna dan berganti menjadi kebingungan yang mendalam. Tepat ketika penglihatannya telah kembali pulih, sosok suaminya justru lenyap secara misterius tanpa jejak.
Sampul Novel Pacar baru untuk jutawan
9.1
Setelah dikhianati istrinya yang berselingkuh dengan pria lebih muda, David larut dalam rasa sakit yang tak berkesudahan. Ia memutuskan mengambil Hanna—perempuan yang 14 tahun lebih muda—untuk menjadi sugarbaby kontrak. Tugasnya sederhana: berpura-pura menjadi pacar David demi membuat mantan istrinya cemburu dan kembali bertobat dalam pelukannya. Hubungan mereka semata bisnis, terlarang, dan hanya di atas kertas. Namun seiring waktu, tembok itu runtuh. David justru jatuh cinta pada Hanna, dan rupanya perasaan itu berbalas. Romansa yang lazim pun tumbuh di tengah larangan. Tapi kebahagiaan mereka harus diuji oleh jurang perbedaan usia, ledakan kecemburuan, rentetan kebohongan, hingga kemarahan mantan istri yang bertekad merebut kembali semua yang hilang.
Sampul Novel Pernikahan Tanpa Cinta 21+
9.7
Keheningan makan malam terusik ketika Tasya mengungkap rahasia besar kepada suaminya. Dengan gemetar, ia mengaku telah hamil dua bulan. Namun, kabar itu tidak membawa kebahagiaan, melainkan ketegangan yang mencekam. Radit yang biasanya bersikap dingin seketika tertegun dalam keraguan yang mendalam. Suasana semakin memanas saat Radit melontarkan pertanyaan tajam yang meragukan siapa sebenarnya ayah dari anak di kandungan istrinya tersebut.
Sampul Novel Skandal anak Sekolah
8.6
Kehidupan SMA Rani yang awalnya indah berubah menjadi mimpi buruk akibat kesalahan fatal. Terbawa oleh gelora cinta pertama bersama Alan, ia harus menghadapi kenyataan pahit saat alat tes kehamilan menunjukkan hasil positif. Di usianya yang masih sangat muda dan berstatus sebagai pelajar, Rani kini terjebak dalam konsekuensi besar. Sanggupkah ia bertahan menjalani hari-harinya setelah skandal kehamilan ini terbongkar ke publik?
Sampul Novel Terjebak Malam Panas dengan Billionaire
8.2
Hans berniat menguasai kekayaan Alina lewat skandal palsu. Di hari jadi mereka, ia memberi Alina obat bius lalu meninggalkannya di hotel. Tanpa diduga, kunci kamar Alina tertukar dengan milik miliarder tampan, Dariel Kyle. Insiden itu menjebak keduanya dalam malam intim yang tak terencana. Pasca-kejadian tersebut, Dariel bertekad mengejar cinta Alina. Namun, bayang-bayang kelicikan Hans masih mengancam masa depan hubungan mereka.
Sampul Novel TERJEBAK PESONA CEO
8.5
Akibat pengaruh alkohol, insiden satu malam di kelab malam memaksa Arion dan Quin menikah tanpa rasa cinta. Perbedaan kepribadian yang sangat kontras memicu pertikaian tanpa henti, membuat Arion frustrasi menghadapi keras kepalanya sang istri. Di tengah konflik yang terus memanas, mampukah mereka meredam ego masing-masing demi kedamaian? Perjuangan berat untuk membuka hati yang beku pun dimulai dalam kehidupan pernikahan yang sarat akan tekanan ini.