APKDock Logo
Sampul Novel Istriku selingkuh

Istriku selingkuh

9.5 / 10.0
Bagaimana jadinya saat wanita yang paling kucintai justru mengkhianati pernikahan kami? Kenyataan pahit bahwa istriku telah berselingkuh seketika meruntuhkan seluruh kepercayaan yang selama ini kurawat dengan sepenuh hati. Kini, di tengah luka batin yang teramat perih dan gejolak emosi yang membara, aku dituntut untuk mengambil keputusan besar. Aku harus segera menentukan arah dan masa depan rumah tangga kami yang kini tengah berada di ambang kehancuran.

Istriku selingkuh Bab 1

ISTRIKU SELINGKUH

BAB 1

Malam merayap perlahan, seperti hewan liar yang tak terlihat namun terasa kehadirannya. Di kabinku yang sempit, hanya ada cahaya lampu kecil menggantung di sudut atap, bergoyang pelan mengikuti getaran mesin kapal. Suara mesin diesel yang konstan itu bagai detak jantung raksasa yang menemani setiap perjalanan kami-menenangkan bagi sebagian orang, namun malam ini terasa menekan.

Aku duduk di kursi lipat sambil menatap pemuda di depanku. Wajahnya kusut, rambutnya berantakan, seperti baru saja bangun dari mimpi buruk yang tak memberi jeda untuk bernapas. Padahal kami baru saja selesai shift empat-delapan, waktu yang biasanya ia manfaatkan untuk mandi, makan, dan kemudian tidur sebentar sebelum berganti jaga lagi.

Tapi malam ini dia tidak tidur. Dia hanya duduk di ranjangku, kedua sikunya bertumpu di lutut, kepala tertunduk seolah kehilangan kekuatan untuk ditopang oleh lehernya sendiri.

Aku menghela napas pelan, lalu menyerahkan segelas kopi panas kepadanya.

"Geng... nih, kopi dulu," ujarku, memecah keheningan yang sejak tadi menggantung seperti awan gelap.

Ia mengangkat wajahnya perlahan. Mata yang biasanya tajam, sigap, dan penuh wibawa kini berkaca-kaca, seperti menahan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar kesedihan.

"Makasih, Bro..." Ia mengambil kopi itu dengan tangan yang sedikit gemetar.

Aku memperhatikannya menyesap kopi itu, seolah berharap panasnya bisa membakar habis beban yang dia rasakan. Aku kenal Davi cukup lama-dia perwira seniorku, Mualim Satu di kapal ini. Dan meski dia atasanku, hubungan kami tidak sekadar profesional. Kami sering berjaga bersama, sering makan bersama, bahkan sering tidur di kursi anjungan saat kapten lagi dermawan dan mengizinkan kami istirahat.

Davi bukan orang yang gampang tumbang. Tapi malam ini... dia bukan Davi yang kukenal.

"Jadi... gimana?" tanyaku pelan. "Coba cerita. Siapa tahu aku bisa bantu."

Ia diam cukup lama. Yang terdengar hanya desiran AC kabin dan suara mesin yang berdengung jauh di bawah dek.

Akhirnya, dia menghembuskan napas berat. "Bini gue selingkuh, Bro..."

Aku tertegun. Kata-katanya menabrak dinding kabinku dan memantul kembali ke telingaku, seperti gemuruh yang tak bisa kutahan.

"Aku nggak tahu... apa yang harus kulakuin... bantu aku, Pras..." lanjutnya, suaranya hampir pecah.

Aku memandangnya lama. Dalam benakku terbayang wajah Sabrina-istrinya. Wanita bertubuh mungil, berwajah manis, dengan wajah yang selalu tertutup jilbab lebar ketika pernah kutemui sekali saat perayaan keluarga. Wanita yang menurutku terlalu kalem, terlalu baik, terlalu-maaf-"rapi" untuk melakukan hal yang begitu kotor.

Aku menggeser kursi, duduk lebih dekat, menepuk pundaknya pelan. "Yakin kamu, Dav?"

"Belum yakin benar, sih..." Davi mengusap wajahnya. "Tapi yang bilang... orang yang kuyakini banget."

"Adikmu?"

Dia mengangguk, sorot matanya kosong.

"Aku tanya dulu," ucapku tegas. "Kamu udah telepon rumah? Udah tanya langsung ke istrimu? Udah cek apa pun?"

"Belum." Ia menggeleng lemah. "Belum apa-apa aku lakukan."

"Dan kamu baru dengar beritanya?"

"Justru itu, Bro... udah lama aku dengar. Enam bulan lalu malah." Ia tertawa kering. "Enam bulan aku bego percaya istri aku nggak akan ngelakuin hal yang hina begitu..."

Aku menggeleng kecil. "Terus... kenapa sekarang kamu yakin?"

"Karena yang ngomong adikku sendiri. Ningsih nggak pernah bohong. Dia bukan tipe yang suka campuri rumah tangga orang. Kalau dia berani ngomong... pasti berat buat dia."

Davi menutupi wajahnya lagi. Kali ini bahunya sedikit bergetar. Aku tahu betul betapa kerasnya dia menjaga martabat, dan fakta bahwa dia menangis... berarti ini benar-benar menghancurkannya.

"Dav." Aku mencondongkan tubuh, menatapnya. "Tenang dulu. Tarik napas."

Ia menghirup napas panjang, berusaha menata diri.

"Sebelum aku kasih saran," lanjutku, "aku pengin tahu dulu... gimana ceritanya. Info apa aja dari Ningsih? Kamu harus ceritain semuanya."

Davi mengangguk pelan. Aku berdiri sebentar, membuka laptop di mejaku, memutar lagu pelan-lagu-lagu yang biasa mengisi shift malam kami di anjungan. Musik membantu suasana agar tidak terlalu hening dan mengancam.

Aku kembali duduk, kali ini kami saling berhadapan.

"Oke," kataku, "jelasin dari awal."

Davi menyesap kopinya lagi sebelum membuka suara.

"Jadi... kata Ningsih, bini aku selingkuh sama ustad tempat dia ikut pengajian..."

Aku spontan memotong, "Hah?! Ustad? Serius, Dav?!"

"Iya..." jawabnya lemah. "Setahun lalu, bini aku minta izin ikut pengajian. Katanya buat nguatin iman... ngisi waktu luang. Lagian anakku, Nouval, udah masuk playgroup, jadi dia banyak waktu kosong."

"Dan kamu izinin?"

"Iya lah." Ia mendesah. "Siapa sih yang nggak senang istrinya mau nambah ilmu agama?"

Aku mengangguk kecil, memahaminya.

"Terus?"

"Enam bulan," lanjut Davi. "Enam bulan pertama semuanya normal. Dia selalu berangkat bawa Nouval. Tapi lama-lama, dia mulai nitipin Nouval ke Ningsih. Katanya biar fokus, biar bisa nyimak kajian."

Aku mulai merasa ada yang mengganjal, tapi kutahan komentarku.

"Setelah itu, gosip mulai muncul dari ibu-ibu sekitar rumah. Gosip kalau Sabrina... sering pulang paling terakhir dari pengajian. Bisa satu jam, dua jam setelah kajian selesai." Davi menelan ludah. "Awalnya aku nggak percaya. Aku pikir cuma iri atau fitnah."

"Tapi Ningsih cari tahu, kan?"

Davi mengangguk. "Dia terlalu sayang sama aku. Dia nggak mau cuma percaya gosip. Tapi dia sibuk kuliah, jadi dia suruh temennya ikut pengajian itu."

Aku bersandar, mendengarkan lebih serius.

"Dari temen Ningsih itulah info datang. Katanya... Sabrina dan Ustad Somad sering menghilang setelah kajian. Atau datang terpisah saat ada kegiatan luar kota. Selalu ada alasan yang mencurigakan."

Aku bisa melihat rahangnya mengeras.

"Dan puncaknya..." ucapnya lirih, "waktu Ningsih nganter Nouval pulang lebih cepat dari biasa. Dia liat Ustad Somad keluar dari rumah aku. Nutup pintu pagar rumah."

Aku mengangkat alis kaget. "Hah? Sendirian? Di rumahmu cuma ada Sabrina?!"

Davi mengangguk, matanya panas.

Di titik itu, aku resmi merasakan amarah merayap di dadaku. Bukan cuma untuk Sabrina, tapi untuk ustad sialan itu yang memanfaatkan posisi dan kepercayaannya.

Davi menyandarkan tubuh, menatap lantai kabin.

"Itu cerita Ningsih," gumamnya. "Dan... sebagai laki-laki... kamu pasti tahu kalau ada cowok dateng ke rumah yang cuma ada istrinya doang... ya bisa dibayangkan."

Kepalaku mengangguk tanpa kusadari.

"Terus?" tanyaku pelan.

Davi meremas rambutnya sendiri. "Aku lemes, Bro... aku ngerasa dihancurin."

Aku merogoh saku, mengeluarkan rokok, menawarkannya. Davi menggeleng.

"Jadi apa langkahmu?" tanyaku.

"Aku bingung." Ia memandangku seolah aku satu-satunya pelampung di lautan luas. "Makanya aku tanya kamu. Menurut kamu aku harus apa?"

Aku memejamkan mata sebentar, merumuskan jawaban.

"Pertama, kamu cari bukti valid. Bukan cuma cerita orang. Percaya boleh... tapi keputusan rumah tangga nggak bisa cuma berdasarkan gosip."

Davi mengangguk pelan, walaupun sorot matanya tetap gelap.

"Kalau udah ada bukti, baru ada dua kemungkinan." Aku mengangkat dua jari.

"Pertama: kamu ceraiin dia. Konsekuensinya anakmu korban."

"Dua: kamu maafin dia. Kamu mulai dari nol."

Davi menunduk. "Berat, Bro... dua-duanya berat."

"Tentu berat," jawabku tegas. "Kalau gampang, semua orang sudah bahagia."

Davi menarik napas panjang, menatapku. "Pras... kamu tahu hukuman zina di Islam?"

Aku mengangguk pelan. "Kalau udah menikah... dirajam."

"Ya." Davi mengepalkan tangannya. "Aku mau kasih hukuman mereka berdua."

Aku spontan berdiri. "Hah?! Serius, Dav?!"

Ia menatapku lurus, tanpa berkedip, mata memerah penuh dendam dingin yang baru pertama kali kulihat darinya.

"Iya. Dan aku butuh bantuan kamu."

Di momen itu, hawa kabin langsung terasa dingin, seolah angin laut masuk dari celah-celah dinding. Suara mesin kapal serasa berubah menjadi detak langkah takdir yang menakutkan.

Karena untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku mendengar nada suara seorang sahabat yang siap melakukan sesuatu yang tak bisa lagi ditarik kembali.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Istriku selingkuh

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dekapan Gairah Mafia Kejam
9.7
Isabella Moretti didera nestapa usai Lorenzo Ricciardi, bos mafia kejam, membantai orang tuanya. Bukannya dieksekusi, ia malah disekap sebagai tawanan pribadi sang penguasa kegelapan. Di balik kebengisan Lorenzo, kehangatan yang tak terduga perlahan melunakkan hati Isabella hingga memicu gairah di balik dendam. Dilema kian memuncak saat Isabella mengandung anak Lorenzo. Kini ia bimbang antara menuntaskan utang darah keluarganya atau tunduk pada cinta sang iblis.
Sampul Novel Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
8.4
Kyle Blackwood kabur dari pernikahan, menghancurkan reputasi Raelynn Harper. Demi membalas rasa sakit hati, Raelynn nekat mengancam kakak Kyle, Tristan Blackwood, seorang direktur hiburan yang sangat berkuasa. Namun, rencana itu berbalik arah. Tristan yang kaya raya justru memanfaatkan celah ini untuk memaksa Raelynn menikahinya. Kini, Raelynn terjebak dalam pernikahan penuh ambisi dengan Tristan, sosok yang siap menghancurkan harga dirinya.
Sampul Novel Mari berpisah, Mas
9.4
Hanif terhenyak ketika istrinya tiba-tiba meminta cerai tanpa sebab konkret. Badai rumah tangga ini pecah setelah sang istri mengklaim tahu bahwa perasaan Hanif sebenarnya masih tertinggal untuk mendiang mantan pacarnya. Hanif pun didera kebingungan tentang bagaimana rahasia terdalamnya itu bisa bocor. Siapa dalang misterius di balik hasutan ini? Kini, ia harus memilih: merelakan pernikahan demi masa lalu, atau berjuang mempertahankan rumah tangga yang hambar tanpa cinta.
Sampul Novel Pesona Bodyguard Tampan
9.7
Pernikahan yang batal di hari H membuat July hancur hingga jatuh sakit. Namun, usai keluar dari rumah sakit, ia bertekad bangkit dan melupakan masa lalu yang kelam. Dalam upaya menyembuhkan luka hatinya, July justru menemukan kenyamanan baru. Ia mulai menjalin hubungan dekat yang tak terduga dengan David, sosok pengawal pribadi setia yang selalu ada untuk menjaga dan mendampinginya melewati masa-masa sulit tersebut.
Sampul Novel Rivalku, Harapan Satu-Satuku
9.2
Saat dipaksa sang ibu memilih tunangan, aku tegas menolak Alexander Adhitama. Aku tak akan lupa bagaimana dia memalsukan kematian demi wanita lain dan membiarkan rekannya menenggelamkanku hingga tewas. Di masa lalu, hanya rival masa kecilku, Darrian Kencana, yang tulus menangisi kematianku. Kini, setelah terlahir kembali ke masa lalu, aku bertekad mengubah takdir. Aku memilih Darrian, satu-satunya pria yang terbukti tulus mengasihi dan meratapi kepergianku.
Sampul Novel Setelah Talak Tiga
8.1
Secara hukum dan agama, suami yang telah menjatuhkan talak tiga tidak bisa langsung kembali pada istrinya karena ikatan pernikahan mereka telah sepenuhnya putus. Agar pasangan ini dapat rujuk dan membina rumah tangga lagi, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi. Sang mantan istri wajib menikah terlebih dahulu dengan laki-laki lain sebagai muhallil. Setelah pernikahan baru tersebut berakhir dengan perceraian, barulah mereka memiliki kesempatan untuk menikah kembali.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan