APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istriku Dewi Perang yang Sakti

Istriku Dewi Perang yang Sakti

Lima tahun di penjara menempa Dirga Maharaja menjadi panglima perang tertinggi Negara Naga berkemampuan medis tiada tanding. Sialnya, hari pertama kebebasannya justru diawali pengkhianatan oleh sang istri tercinta. Di titik terendah ini, takdir mempertemukan Dirga dengan sosok wanita luar biasa yang rela mendampinginya menghadapi rintangan apa pun, bahkan jika harus melawan dunia. Dirga pun bersumpah akan melakukan segala cara demi menjadikan wanita penyelamatnya itu sosok paling bahagia di bumi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tunangan

Siapa dia sebenarnya?

Meskipun pada saat itu Dirga terpaku oleh tubuh dan wajah Zira, Dirga langsung dapat mendiagnosis cedera Zira dan bisa melihat bahwa dia adalah seorang petarung!

Tanpa menghiraukan tatapan Dirga, Zira mendekati tepi tempat tidur dan menyerahkan cangkir itu.

Dirga mengambil gelas air dan meminumnya dengan cepat. Barulah Zira berkata dengan tenang, "Hai Dirga, aku Zira Manggala, tunanganmu!"

"Apa? Tunanganku?"

Dirga bingung, dia sama sekali tidak punya pikiran untuk mengagumi tubuh indah Zira.

Tunanganku dari mana?

Tepat ketika Dirga bingung harus apa, Zira tiba-tiba bersandar ke pelukannya dan berkata, "Aku ingin memberikan diriku kepadamu tadi malam, tapi kamu mabuk sekali. Sekarang kamu sudah bangun. Cuaca di luar cerah sekali, kita jangan lewatkan pagi yang indah ini!"

Setelah itu, Zira mencium bibir Dirga.

Dirga terkejut, tetapi sebagai Panglima Perang Neraka, kemampuannya untuk menahan nafsu tentu saja tidak buruk. Jadi, dia dengan cepat mengulurkan tangan dan meletakkan tangannya di bahu Zira untuk mendorongnya.

"Nona Zira, apa yang kamu lakukan? Jangan gegabah, jangan asal ciuman!"

"Apa kamu nggak merasa kalau kita perlu ngobrol baik-baik?"

"Kamu bilang kamu tunanganku, tapi kenapa aku nggak ingat kalau kita sudah tunangan?"

"Aku bukan orang sembarangan. Kalau begini, bukannya nggak adil juga buat kamu?"

Zira sangat marah ketika mendengar kata-kata Dirga.

"Apa maksudmu? Maksudmu aku wanita sembarangan?"

"Oke, kalau begitu hari ini aku tunjukkan kesembaranganku padamu!"

Zira langsung melangkah ke depan Dirga, meletakkan tangan di wajah Dirga dan menciumnya!

Dia benar-benar marah.

Zira seorang Dewi Perang Bintang Tujuh ditolak meskipun sudah mengambil inisiatif. Meski begitu, penilaian Dirga adalah Zira seorang wanita sembarangan!

Wanita mana pun akan marah jika dikatai seperti itu!

Dirga merasa mulutnya dipaksa buka dan arus listrik menyebar ke seluruh tubuhnya dalam sekejap.

Ada saat ketika dia ingin berbalik dan menekan Zira di bawahnya, tetapi ketika dia memikirkan cedera Zira, dia langsung tenang dan mendorong wanita itu menjauh. Kemudian, Dirga berkata dengan cepat, "Nona Zira, jangan marah, kamu salah mengerti kata-kataku. Aku nggak bermaksud begitu!"

"Selain itu, kamu terluka parah. Kalau kamu ingin sekali melakukan itu denganku, apa kamu nggak takut mati?"

Zira sangat terkejut.

"Kamu bisa melihat lukaku?"

"Kamu asal ngomong, ya? Wajahmu pucat sekali, siapa pun bisa melihatnya."

"Aku nggak percaya. Kalau begitu katakan padaku cedera macam apa yang aku derita!"

Zira tiba-tiba penasaran dengan Dirga, tapi dia tidak memercayainya. Karena dirinya menderita luka dalam. Jangankan orang biasa, bahkan para dokter terkenal dari Ikatan Dokter Nasional saja dari awal tidak bisa melihatnya!

Mungkinkah Dirga adalah makhluk asing?

Sebelum datang ke sini, Zira sudah menyelidiki Dirga dan tahu bahwa Dirga sebelumnya berada di penjara. Saat tahu Dirga baru saja diselingkuhi istrinya, hal ini menunjukkan bahwa Dirga adalah pria gagal tak berguna!

Bagaimanapun juga, Dirga adalah murid dari penyelamatnya, jadi Zira tetap menaruh sedikit harapan dari Dirga.

Pada saat ini, Dirga berkata, "Cedera dalam, sistem meridian tubuhmu terputus dan ada gumpalan darah di paru-paru."

"Pengobatan tradisional berfokus pada pemeriksaan melihat, memeriksa denyut nadi, mendengar, mengendus dan bertanya. Aku punya sedikit pengalaman selama itu berhubungan dengan pengobatan tradisional. Bakat medisku lumayan. Hanya dengan mengamati tubuh, wajah dan kontak fisik denganmu tadi, mudah sekali untuk mendiagnosis cedera dalammu!"

Kata-kata Dirga sangat mengejutkan Zira!

Zira bukan seorang dokter, dia tidak paham tentang ilmu medis. Namun, mana mungkin hal ini tidak mengejutkannya, Dirga membuat diagnosis yang akurat tentang luka dalamnya dalam waktu singkat, hanya berdasarkan mata telanjang dan kontak fisik pertama dengannya.

Murid penyelamatnya itu benar-benar bukan orang sembarangan!

Zira sangat penasaran pada Dirga dan ingin tahu apa lagi yang bisa dia lakukan!

"Nona Zira, kita tenang dulu, oke? Pertama-tama, aku seorang dokter. Aku bisa menyembuhkan lukamu, hanya saja sedikit rumit."

"Kalau kamu memercayaiku, aku bisa melakukan pengobatan akupunktur untukmu. Tentu saja, ini adalah proses yang panjang. Sebenarnya, aku rasa kita harus membahas pertanyaan pertamaku!"

"Menurutmu?"

Dirga mengatakan hal yang sama, Zira tidak lagi bersikeras melakukan itu dengannya. Zira bangkit dan meninggalkan Dirga, lalu duduk di samping dan berkata, "Ya, kalau kamu ada pertanyaan, kamu boleh tanya sekarang!"

"Oke, kalau begitu aku akan langsung ke intinya. Nona Zira, kamu bilang kamu tunanganku. Apa kamu punya suratnya?"

"Nggak, tapi aku punya cincin ini dan kamu punya juga. Cincin ini sepasang. Ini buktinya!"

"Selain itu, kalau aku menyebut nama seseorang, kamu akan mengetahuinya!"

"Rafan Shafik!"

"Rafan Shafik? Kamu kenal guruku?"

Dirga sudah lebih percaya begitu dia melihat cincin di tangan Zira dan mendengarnya menyebut nama gurunya juga. Pada saat ini, dia tiba-tiba teringat sesuatu. Ketika dia bertemu Guru di penjara lima tahun yang lalu, Guru mengatakan akan mencarikannya tujuh istri!

Selain itu, ketika Guru meninggalkan Penjara Neraka, dia juga menyebutkan bahwa dia sudah menyiapkan tujuh pernikahan untuknya. Dia juga diberi cincin, yang dia kenakan di jari-jarinya.

Dia juga mengatakan bahwa masing-masing dari tujuh tunangannya memiliki satu dan masing-masing adalah sepasang dengan dia!

Hanya saja, di dalam hatinya hanya ada Melly. Dia tidak menganggap ucapan gurunya serius sama sekali!

Namun, sekarang semuanya ternyata sungguhan!

Kemudian, Zira menceritakan tentang bagaimana Rafan menyelamatkannya dan ayahnya empat tahun lalu, juga bagaimana ayahnya menjodohkannya dengan Dirga. Akhirnya, Dirga pun percaya sepenuhnya.

"Oh ternyata begitu, aku nggak menyangka bisa begitu!"

"Nona Zira, apa Nona bisa menghubungi guruku? Jangan salah paham, kamu itu wanita cantik, asalkan normal, pria mana pun nggak akan menolakmu. Kalau aku benar-benar menikahimu, aku akan memperlakukanmu dengan baik selama hidupku!"

"Tapi ini terlalu mendadak, kamu sedang terluka parah. Lukamu pasti bisa sembuh lebih cepat kalau guruku yang mengobatimu!"

Ucapan Dirga memang ada benarnya, dia sudah lama sekali tidak menghubungi gurunya itu. Dia juga sangat ingin bertemu gurunya, akan sangat bagus jika Zira bisa menghubunginya.

"Nggak perlu menghubunginya lagi. Kamu adalah murid penyelamatku. Aku percaya keterampilan medismu! Aku sudah sangat berutang budi kepada penyelamatku. Bagaimana aku masih punya malu untuk mengecewakannya lagi!"

"Selain itu, penyelamatku itu sudah lama meninggalkan Negara Naga. Kamu saja bahkan nggak bisa menghubunginya, kamu pikir aku bisa menghubunginya?"

"Kamu nggak perlu khawatir. Pelan-pelan lukaku bisa sembuh. Bahkan untuk seumur hidup, aku bersedia memercayaimu!"

"Eh ...."

Dirga ragu-ragu, Zira terlalu sempurna dan cantik. Kebahagiaan ini datang terlalu tiba-tiba, Dirga merasa seperti sedang bermimpi.

Dia takut tiba-tiba terbangun dari mimpi ini!

"Aku nggak suka pria plin-plan. Mau berapa lama penyembuhannya, aku percaya kamu. Sekalipun kamu nggak bisa menyembuhkanku, aku nggak akan menyalahkan kamu dan nggak akan pergi meninggalkan kamu juga!" ujar Zira.

Zira tentu berharap Dirga bisa menyembuhkan lukanya, tetapi dia berharap proses ini akan berlangsung seumur hidup. Dengan begitu, dia bisa tinggal bersama Dirga selamanya tanpa terpengaruh oleh masalah di rumah.

"Oke, Nona Zira berbaring dulu. Aku harus membersihkan memar di paru-parumu dengan akupunktur dulu. Kamu harus melepas semua pakaianmu!"

Dirga tidak ragu-ragu. Bahaya jika dia ragu-ragu, mungkin tak akan bisa mengontrol diri lagi.

Wush.

Zira sudah melepaskan baju tidurnya, tubuh indahnya yang menggemaskan tersaji di depan mata Dirga. Tiba-tiba, Dirga merasa pusing!

Jangan sembarangan!

Jangan sembarangan!

Lagi pula, tadi peluk-peluk sudah, sentuh-sentuh juga sudah!

Dirga berkata dalam hati untuk membuang pikiran-pikiran lain yang mengganggu di benaknya. Setelah itu, dia menusuk dada Zira dengan jarum perak di tangannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istri Rahasia Suamiku
8.0
Kehamilan akibat hubungan terlarang dengan Rudi memaksa Syifa mengisolasi diri demi menutupi aib masa mudanya. Alih-alih mendapatkan pernikahan impian yang harmonis, ia justru harus menerima kenyataan pahit. Rudi enggan mengakuinya di hadapan keluarga dan malah memilih menikahi kekasih lamanya, Anita. Setelah tujuh tahun bertahan dalam penderitaan sebagai istri rahasia yang penuh luka, kini Syifa dihadapkan pada dilema besar antara terus bertahan atau memilih pergi.
Sampul Novel ARANJO
8.1
Aranjo, dewi muda berdarah iblis, dijatuhi hukuman menjalani sepuluh kehidupan fana untuk melompati bencana cinta. Walau dibesarkan di alam langit, ia selalu diasingkan dan dijebak oleh ibu tiri serta saudara perempuannya. Di balik hukuman ini, Kaisar Langit menyimpan taktik rahasia. Sang Kaisar berniat melenyapkan emosi Aranjo demi menjadikannya Dewi Agung berkekuatan mutlak. Akankah takdir tunduk pada ambisi sang penguasa langit, atau malah berbalik?
Sampul Novel Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah
8.3
Pernikahan tanpa cinta membuat seorang wanita asal desa harus menerima sikap dingin suaminya yang bahkan enggan menyayangi anak mereka sendiri. Namun, kepulangan cinta pertama sang suami ke Kota Jenang mengubah segalanya. Kehangatan mendadak di meja makan malam itu justru menyadarkan sang ibu akan kenyataan pahit. Saat sang anak bertanya dengan polos tentang kasih sayang ayahnya, keputusan untuk pergi menjadi satu-satunya jalan demi mengakhiri hubungan yang telah padam ini.
Sampul Novel Escaping The Madhouse
9.7
Selepas kabur dari lelang gelap yang menjual nasibnya, Alana hanya punya satu tujuan: berlari sejauh mungkin. Namun, takdir mempertemukannya dengan sebuah rumah mewah yang menyimpan bahaya lain. Pria di dalamnya, Jeffrey, memberinya satu pilihan: bantu balas dendamnya, dan tubuh Alana menjadi taruhannya. Di balik kemewahan itu, teror dan hasrat saling jalin-menjalin. Alana terjebak dalam lingkaran gelap yang makin sulit ia kuasai. Bisakah ia selamat dan terbebas, atau justru tenggelam lebih dalam ke dunia yang ia masuki? Kisah ini adalah dark romance dalam balutan mafia romance yang mempertaruhkan segalanya.
Sampul Novel Misi Cinta dan Kenikmatan
9.3
Di usia 28 tahun, Alex Syarizal sukses mengelola warisan berupa bisnis pertanian dan SPBU. Namun, pemuda Sumatra ini masih sendiri karena fokus pada karier dan duka kehilangan keluarga. Hidupnya berubah saat ia terlibat dalam momen intim yang penuh gairah bersama Mirna. Ketika Mirna mulai tersadar dan merespons sentuhannya dengan kehangatan yang luar biasa, Alex menyapanya dengan sangat lembut di tengah gejolak asmara yang membara di antara mereka.
Sampul Novel Pelayan Ranjang Maduku
9.6
Selama dua tahun, Kalila, seorang wanita karier yang sukses, rela membiayai gaya hidup mewah keluarga suaminya, Arkan. Walau sahabatnya berulang kali memperingatkan bahwa ia hanya dimanfaatkan, Kalila tetap bertahan demi cinta. Namun, kesabarannya runtuh saat pengorbanannya tak lagi dihargai. Kalila memutuskan untuk bersikap dingin dan menghentikan seluruh bantuan dana bagi mertua serta iparnya. Ia bertekad tidak akan lagi menjadi penopang hidup mereka yang tidak tahu diri.