APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istriku Cacat, Istriku Malang

Istriku Cacat, Istriku Malang

Pasca kecelakaan tragis yang menewaskan tunangannya, Ellard Willard didera dendam mendalam. Ia melimpahkan seluruh kemarahannya kepada Emily Laura, perempuan yang dituduh sebagai penyebab utama musibah tersebut. Situasi ini menjebak mereka dalam ikatan rumit yang sarat akan penderitaan. Namun, saat perseteruan mereka semakin memuncak, Ellard justru terjerat dalam keintiman membingungkan yang perlahan mengikis batasan antara rasa benci dan obsesi tak terkendali.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ellard berdiri di ambang pintu salah satu ruang inap rumah sakit ternama di kota itu. Dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan, Ellard menatap tajam punggung kecil seorang wanita yang menatap jauh ke arah luar jendela. Seorang wanita yang duduk di atas kursi roda.

Ellard mendengkus, kesal dengan kesempatan hidup yang diberikan pada Emily. Kenapa wanita itu tidak mati, kenapa harus Naura, dan yang membuat Ellard semakin dibakar amarah adalah kenyataan bahwa sepertinya kecelakaan itu memang disengaja. Ellard merasakan tenggorakan tercekat memikirkan hal miris yang menimpa kekasihnya. Apa kesalahan wanita yang begitu baik itu.

Ya, baginya Naura adalah wanita terbaiknya. Wanita yang membuat seorang Ellard percaya bahwa tidak semua wanita berwajah malaikat berhati iblis. Ellard mempunyai kenangan buruk terhadap seorang wanita yang membuatnya enggan untuk mempercayai kaum hawa, kaum yang sudah melahirkannya ke dunia. Ellard sangat membenci semua jenis wanita sebelum ia bertemu dengan Naura yang berhasil meruntuhkan pertahanannya.

Dan sekarang apa yang terjadi. satu-satunya orang yang membuatnya percaya kembali kepada wanita, kini dirampas paksa darinya, oleh wanita iblis lainnya. Masihkah ia akan percaya pada wanita disaat satu-satunya wanita yang ia agungkan sudah tiada.

Dengan langkah arogant, pelan tapi pasti Ellard memasuki ruangan itu lebih dalam. Tatapan sinis itu tidak hilang dari wajahnya. Aura negatif yag terpancar dari sosoknya terasa begitu jelas. Terbukti seorang perawat yang langsung pergi begitu mendapat tatapan horor dari seorang Ellard. Tanpa Ellard mengeluarkan suara, perawat itu cukup pintar bahwa Ellard ingin ia menyingkir dari ruangan tersebut.

Kini ia berdiri tepat di belakang punggung wanita itu. Aroma lemon sontak memanjakan indra penciumannya begitu angin berhembus dari jendela. Ellard mengibaskan sebelah tangannya, mengusir bau yang berasal dari tubuh Emily.

Mengabaikan bahwa aroma itu cukup menyegarkan dan sedikit unik, Ellard meyakinkan diri bahwa ia benci dengan semua yang ada di dalam tubuh wanita itu.

Ellard dengan kasar segera memutar kursi roda tersebut.

“Akhh..” pekik Emily terkejut, wajahnya tegang seketika. Kedua tangannya mencengkram erat kedua sisi kursi roda tersebut. Ellard menyunggingkan senyum sinis, ia kembali memutar kursi roda tersebut, menikamati kepanikan yang jelas terpancar di wajah Emily yang memucat.

“Se-seseorang,” panggilanya gelagapan.

“Suster, perawat, dokter,” tidak ada sahutan membuat Emily semakin panik. Ellard bersedekap, kaki panjangnya kembali terulur dan menendang kursi roda tersebut.

Emily menjerit panik, Ellard menukik alisnya, menyunggingkan senyum mencemooh, begitu melihat Emily yang terlihat enggan beranjak dari kursinya.

Begitu tatapan keduanya bertemu, Ellard dengan congkak mengangkat dagunya, tatapannya menghunus tepat di manik wanita itu.

Wajah wanita itu sudah terlihat berantakan akibat kepanikan yang dialaminya, kondisinya terlihat semakin menyedihkan dengan banyaknya luka di memar di wajah cantiknya.

Wajah cantik? Cihh, iblis sesungguhnya ya model seperti ini. Ellard membatin dan merutuk.

“A-apakah ada seseorang di sini? Apa ada orang lain?”

Ellard menautkan kedua alisnya. Apakah ia transparan? Manik mereka sudah beradu beberapa detik lalu, bagaimana bisa ia masih mempertanyakan apa ada orang lain di dalam ruangan itu.

Ellard kembali menukik sebelah alisnya dengan congkak begitu melihat Emily mengulurkan tangannya di udara seperti seakan ingin menggapai sesuatu.

“Apa ada orang?” tanya Emily dengan suara lembut.

Mendengar nada yang sangat enak di dengar itu membuat Ellard berdecis sinis.

“Siapa di sana?” Ellard tidak berniat untuk menyahut sama sekali. Ia memperhatikan tingkah wanita yang menurutnya sangat memuakkan itu.

“Dokter?” Emily mencoba mendorong kursinya dan Ellard segera menahannya begitu di hadapannya. Ia menyoroti wajah wanita itu yang masih terlihat sangat pucat. Infus yang terpasang sudah terlepas dengan paksa akibat ulahnya yang mendorong dan memutar kursi wanita itu tadi. Darah segar mengalir dari tangannya, dan senyum mengejek kembali terukir di wajahnya begitu ia melihat wajah Emily meringis menahan perih.

“Siapa kau?” tanya Emily dan kembali mengulurkan tangannya. Tap! Telapak tangan wanita itu menyentuh kakinya yang dengan cepat di tepis oleh Ellard dengan menarik kasar kakinya dan kembali mendorong kursi roda tersebut dengan kakinya. Alhasil kursi roda itu kembali meluncur dan membentur ranjangnya cukup kuat hingga membuatnya terjatuh, meluncur ke lantai.

Buta? Batin Ellard. Menarik? Ia tersenyum puas. Hasratnya semakin menggebu untuk mempermainkan wanita itu. Wanita yang sudah dengan kejam merampas paksa miliknya.

Emily merangkak membawa kakinya, mencoba menggapai kursi roda.

Apakah juga lumpuh? Tanya Ellard seraya menunggu dan memperhatikan. Aku berharap kakinya juga tidak berfungsi, ia pantas mendapatkannya. Kembali ia membatin dengan kejam, tidak ada rasa kasihan sedikit pun melihat kondisi Emily sama sekali.

“Kau di sini?” terdengar suara berat seorang pria yang membuat Ellard menoleh. Ia mengisyaratkan pria itu agar diam dengan meletakkan jari telunjuknya di jari.

“Apa yang kau lakukan di sini?” kini suara seorang wanita cantik yang terdengar yang membuat Ellard mengembuskan napas panjang. Wanita itu adalah kakak perempuannya dan pria yang pertama kali menyapa tadi adalah suaminya yang kebetulan adalah pemilik rumah sakit itu dan juga orang yang menangani wanita iblis yang telah merenggut kebahagiaannya dan ia kesal akan fakta itu. Kenapa keluarganya harus menyelamatkan wanita sialan itu dengan alasan sumpah dan dedikasi. Akh! mengingat itu Ellard memutar bola matanya jengah. Peduli apa dia dengan sumpah dan dedikasi, persetan dengan semua itu.

“Oh astaga!” pekik Morin-kakak perempuannya seraya berlari mendekati Emily. “Kau baik-baik saja nona Emily?” Morin pun membantu Emily untuk kembali duduk di kursinya. “Kenapa kau bisa terjatuh?”

“Sepertinya seseorang mendorongku,” Emily tersenyum tipis.

Morin menoleh cepat dan tidak menemukan Ellard maupun suaminya di sana. Keduanya sudah pergi begitu saja.

🗿🗿

"Kau tidak memberi kabar setelah menghilang beberapa bulan," Jovan, suami dari kakaknya menatap Ellard penuh makna. Keduanya kini duduk berhadapan di dalam ruangannya.

"Bagaimana kabarmu?"

"Tidak pernah baik semenjak kepergian Naura," lirihnya. Bahkan setelah 5 bulan berlalu hatinya masih nyeri setiap kali mengingat dan menyebut nama Naura. "Dan keadaanku semakin memburuk begitu mendengar kakak dan saudara iparku justru menyelamatkan orang yang harus bertanggung jawab atas semuanya," Ellard menatap tajam ke arah Joven yang juga sedang memperhatikannya dengan tatapan prihatin. "Jangan menatapku seperti itu," dengkus Ellard dengan kesal. "Aku datang untuk mengirim wanita itu ke penjara, hukuman yang harus ia jalani yang dengan beraninya kalian hentikan!" Rahangnya mengeras, bukan hanya menyelamatkan nyawa wanita itu, keluarganya juga justru menghentikan proses hukum yang seharusnya dijalani oleh Emily dengan alasan kesehatan.

"Berbaik hatilah sedikit," Jovan memohon dan memelas atas nama Emily.

"Untuk kekejaman yang sudah ia lakukan? Ia membunuh tunanganku, calon istriku. M.e.m.b.u.n.u.h!!!" Ucapnya penuh tekanan. "Jangan berani menghentikanku kali ini!" Ellard segera berdiri dan meninggalkan ruangan Jovan dengan bantingan pintu yang disengaja.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, terus menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Demi memisahkan Bastian dari bayang-bayang mantan istrinya, Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga. Sementara itu, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Jangan Pernah Mengkhianatiku
9.0
Arvella Siregar kabur dari kekejaman Rivan, suaminya, lalu tersesat di hutan hingga diselamatkan oleh Kael Mahendra yang misterius. Di sana, ia bergabung dengan kelompok ahli untuk belajar bertahan hidup dan melatih ketangguhannya. Arvella akhirnya menemukan fakta bahwa kematian orang tuanya merupakan konspirasi jahat, bukan kecelakaan biasa. Bersama Kael, ia bersiap keluar dari hutan untuk menuntut balas sekaligus mengungkap asal-usulnya meski nyawa taruhannya.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Paman Mantan Pacar
9.7
Brendan tega membatalkan pernikahan demi perempuan lain, mengira aku akan mengemis cintanya lagi. Namun, aku memilih pergi selamanya. Di saat semua orang mengira hidupku hancur, Edrence, pangeran sekaligus paman Brendan, mengejutkan publik dengan memamerkan bukti pernikahan kami. Brendan yang panik langsung mendatangi rumahku. Ia pun syok saat melihatku menyambutnya sambil bersandar manja pada Edrence, lalu bertanya dengan nada sinis, Ada perlu apa ke sini, Ponakan?
Sampul Novel Klinik Khusus Pramugari Seksi
9.4
Demi memenuhi standar fisik pramugari, sang kekasih membawa protagonis ke sebuah klinik kecantikan khusus. Kecurigaan muncul saat ia mendengar suara rintihan dan jeritan kesakitan dari dalam ruang praktik. Ketika berniat membatalkan niatnya, seorang dokter berpostur tinggi justru menariknya paksa ke dalam. Di sana, ia diikat dalam posisi memalukan sementara sang dokter bersiap menggunakan peralatan medis khusus untuk mengencangkan tubuhnya. Menghadirkan ketegangan romansa modern yang penuh misteri medis tak terduga.
Sampul Novel Melodi Abadi
7.9
Kehidupan sang protagonis terasa begitu hampa dan menyesakkan, di mana keputusasaan terus membayangi setiap langkahnya. Namun, titik terang mulai muncul saat kehadiranmu membawa secercah harapan baru. Pertemuan yang tidak disangka-sangka ini menjadi momen krusial yang memutar balik roda takdirnya. Perlahan, jalan hidup yang semula kelam dan penuh penderitaan bertransformasi menjadi sebuah melodi abadi yang indah dan sarat akan makna.
Sampul Novel Pengantin Iblis Gila
9.6
Demi membebaskan ayahnya dari tuduhan palsu Raja Aldebrand, Isolde Varelle harus menikahi Duke Severian Valemont yang kejam. Di istana yang asing, Isolde berhadapan dengan sang suami yang ditakuti banyak orang. Namun, ia justru mendapati rahasia kelam dan dendam membara di balik sosok Severian. Di bawah ancaman raja yang serakah, kini Isolde dihadapkan pada pilihan sulit: memercayai sang iblis misterius atau membiarkan kehancuran menimpanya.