APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang

Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang

Kirana Ayu Wening, seorang gadis dari masa lalu Kerajaan Medang, mendadak terlempar ke masa depan sejauh 1024 tahun. Di tengah kota modern yang asing baginya, ia dipertemukan dengan Yodha, seorang pekerja yang tengah patah hati. Yodha pun tulus membantu Kirana beradaptasi dengan zaman baru ini. Bersama-sama, keduanya kini harus melewati badai kesedihan, kebingungan, hingga kebahagiaan demi memulai lembaran hidup yang benar-benar baru.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Ibu, aku akan mencari kayu bakar di hutan untuk nanti malam," ucap seorang gadis berambut panjang hitam yang diikat rapi dengan tali pita biru. Wajahnya ceria, dan ia mengangkat sebuah keranjang rotan yang sudah sedikit usang namun masih kokoh untuk menyimpan kayu bakar.

"Sudah waktunya, ya? Baiklah, sekalian tolong bawakan bekal untuk ayahmu di sawah juga, Kirana," jawab ibunya sambil tersenyum lembut, tangannya lincah mengemas nasi dan lauk pauk sederhana ke dalam bungkusan daun pisang.

"Baik, Bu!" jawab gadis yang bernama Kirana itu. Ia mengambil bekal makanan yang telah disiapkan oleh ibunya, lalu memasukkannya ke dalam keranjang. Setelah berpamitan dengan ibunya, Kirana melangkah keluar dari rumah, melewati pintu kayu yang berderit halus.

Perjalanan menuju sawah milik mereka sedikit agak jauh dari rumah, tetapi Kirana menikmati setiap langkahnya. Jalan setapak yang ia lalui diapit oleh pepohonan hijau dan semak-semak yang penuh dengan bunga liar berwarna-warni. Suara burung-burung berkicau riang di atas dahan, sementara angin lembut berhembus menerpa wajahnya, mengibarkan beberapa helai rambut yang lolos dari ikatan. Ia merasa senang dan bebas, dan sesekali ia menendang batu-batu kecil di jalan sambil bersenandung pelan.

"Inilah yang namanya kehidupan damai!" gumamnya, matanya berbinar melihat pemandangan alam yang asri dan tenang. Hatinya dipenuhi rasa syukur atas kebahagiaan sederhana yang ia miliki.

Setelah beberapa lama berjalan, Kirana tiba di sawah milik keluarganya. Sawah itu tidak terlalu besar, tapi cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Padi yang mulai menguning bergoyang lembut diterpa angin, menciptakan gelombang kecil di atas lautan hijau dan emas.

Ia berjalan menuju tempat ayahnya berada. Dari kejauhan, ia bisa melihat seorang lelaki yang sedang duduk di saung kecil di tengah sawah itu, sosok yang sangat ia kenal. Ayahnya tampak sedang beristirahat, topi capingnya dilepas dan diletakkan di sampingnya. Wajahnya yang berpeluh menunjukkan kelelahan setelah bekerja seharian.

"Ayah!" panggil Kirana sambil melambaikan tangan. Ayahnya menoleh dan tersenyum lebar saat melihat putrinya mendekat.

Laki-laki itu menoleh ke arah asal suara tersebut. “Ini, aku membawakan bekal untuk Ayah.”

Laki-laki itu tersenyum. “Akhirnya... ini yang sudah Ayah tunggu-tunggu, perut Ayah sudah mulai keroncongan,” jawabnya sambil memegang perutnya.

“Maaf, hari ini sedikit terlambat karena aku harus membantu Ibu terlebih dahulu memotong kayu bakar untuk memasak.”

“Tak apa, Ayah sudah tahu itu dan tak perlu meminta maaf, Kirana.”

“Baiklah Ayah, aku harus pergi untuk mengumpulkan kayu bakar untuk malam nanti. Silakan nikmati makananmu dan ingat untuk pulang tepat waktu.”

Setelah berkata demikian, ia pun mulai berjalan menjauh dari sawah menuju hutan yang tidak jauh dari sawah milik keluarganya.

Saat di dalam hutan, Kirana sengaja tidak memasukinya terlalu dalam karena ia tahu di dalam hutan tersebut hidup beberapa harimau yang kadang keluar untuk memangsa ternak milik warga desa. Sembari bersenandung kecil, ia mulai memungut batang maupun ranting pohon yang sudah jatuh dan kering di tanah.

“Ini... belum cukup sama sekali untuk kami pakai nanti malam,” ucapnya, melihat keranjang kayu bakarnya baru terisi sangat sedikit.

“Aku tahu kalau masuk lebih dalam lagi akan berbahaya bagiku, tapi kayu bakar ini masih belum cukup.”

Ia merasa bimbang dan merasa tak enak kepada orang tuanya jika membawa sedikit kayu bakar, pasalnya saat ini sudah masuk musim hujan dan malam hari akan terasa sangat dingin jika hujan turun. Belum lagi jika kayu bakar yang ia bawa dalam keadaan basah akibat seringnya hujan, akan sangat sulit untuk menggunakannya.

“Baiklah, untuk hari ini saja aku akan masuk sedikit lebih dalam ke hutan ini!” katanya dengan tekad yang bulat.

Dengan tekad yang sudah bulat, ia berjalan menuju hutan untuk memasukinya lebih dalam lagi. Memang jaraknya agak jauh, tapi sepertinya keputusan yang ia buat itu membuahkan hasil. Di pedalaman hutan itu, ia menemukan banyak sekali ranting dan batang pohon yang bisa ia jadikan kayu bakar.

Layaknya menemukan harta karun, matanya berbinar-binar sembari mulai memunguti satu persatu kayu-kayu itu dengan bersenandung senang. Wajahnya sumringah kegirangan karena dalam waktu yang tidak terlalu lama, keranjang yang ia bawa sudah sangat penuh berisikan kayu bakar.

“Sudah kuduga! Keputusanku untuk masuk lebih dalam itu memang benar!” Ia mengepalkan tangannya sembari tersenyum gembira.

Setelah itu, ia memutuskan untuk mencari tempat guna istirahat sejenak di tempat itu karena merasa sedikit kelelahan. Tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang, ia menemukan sebuah pohon besar yang rindang lalu ia memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon rindang itu.

Di tempat itu, ia duduk dengan mensejajarkan posisi kakinya dengan lurus sembari memijat-mijatnya karena merasa sedikit keletihan. Tanpa terasa waktu berlalu dan ia tertidur di bawah pohon itu.

***

Tiba-tiba saja, Kirana terbangun dari tidur singkatnya itu. “Gawat! Sudah berapa lama aku tertidur?!”

Dengan tergesa-gesa, ia segera merapikan kayu bakarnya dan segera pergi dari tempat itu. Namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat pandangannya menangkap sesuatu yang sangat tak asing baginya.

Kini di hadapannya, seekor harimau yang sangat besar tengah melihatinya.

“Apakah ini akhir dari hidupku?” gumamnya dengan rasa ketakutan yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Gemetar, takut, dan rasa tidak berdaya seketika menyelimuti gadis itu.

Selama beberapa detik, ia hanya berdiri diam saja sembari menunggu harimau besar itu pergi. Namun dari pandangan harimau itu, terlihat jelas bahwa ia telah menemukan mangsa di hadapannya.

Harimau itu pun tidak beranjak dari tempatnya dan terus menatap Kirana yang ada di hadapannya. Dengan sisa-sisa keberanian, Kirana melemparkan kayu bakar yang ia kumpulkan dengan keras ke arah harimau besar itu dan lari sekencang mungkin ke arah luar dari hutan.

Seakan tidak terpengaruh oleh lemparan kayu bakar, harimau besar tersebut dengan cepat berlari mengejarnya. Tak ingin kehilangan mangsanya, harimau besar itu berusaha mengejar dan menerkamnya. Entah keberuntungan apa yang dimiliki Kirana, ia berkali-kali lolos dari terkaman harimau besar tersebut.

Tubuhnya terluka dan pakaiannya terlihat agak compang-camping karena Kirana selalu menerjang ranting dan dedaunan pohon-pohon besar di dalam hutan itu. Saat tenaganya hampir habis dan ia sudah tak kuat lagi berlari, ia dihadapkan dengan sebuah tebing yang curam.

Ia tertawa kecil sambil melihat harimau besar itu yang sekarang sudah berada tak jauh dari hadapannya. “Ini adalah benar-benar akhir dari hidupku... Ayah, Ibu, mohon maafkan putri kalian ini!”

Kirana pun memutuskan untuk melompat dari atas tebing yang tinggi itu. Tubuhnya terguling-guling dari atas tebing menuju ke arah sungai yang ada di bawahnya. Sesekali tangannya mencoba meraih batang pohon kecil atau tanaman rambat yang ada di sekitarnya demi mencoba selamat dari kejatuhan itu.

Namun, malang, cengkeramannya tidak ada yang berhasil mengenai benda apapun hingga akhirnya ia terguling sampai tercebur ke dalam sungai itu. Anehnya, ia masih selamat dari kejadian itu dan sempat mencoba berenang menuju pinggir sungai.

“Rupanya Tuhan masih memberikanku kesempatan untu—”

Kirana pun tak sadarkan diri saat sudah menepi di pinggir sungai.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku, Musuhku dan Para Pemburu
9.0
Kehidupan tenang Jamie hancur total sejak ia berumur lima belas tahun. Kini, gadis penakut itu mampu melihat makhluk-makhluk gaib yang mengerikan. Di tengah ketakutannya, ia malah diganggu oleh Josh, seorang penyihir yang selalu menaruh curiga dan terus membuntutinya. Namun, ancaman yang jauh lebih mengerikan datang saat sesosok misterius mulai memburu Josh dan mengintai setiap gerak-gerik Jamie. Takdir misterius apakah yang sebenarnya menghubungkan mereka berdua?
Sampul Novel Bercinta Denganku Lagi, Dokter Jacob?!
8.1
Jacob Carson Indrajaya, dokter forensik blasteran Australia-Indonesia, menghadapi kejadian aneh di RS Dr. Sarjito saat sesosok jasad korban pembunuhan tiba-tiba bangkit tanpa memori. Jacob pun menamainya Jane dan merawatnya di rumah hingga mereka berdua saling jatuh cinta. Siapa sebenarnya Jane? Mengapa dia diincar untuk dibunuh? Ikuti perjuangan Jacob mengungkap misteri kelam dan memecahkan teka-teki besar di balik identitas asli wanita yang dicintainya.
Sampul Novel Cinta Dari Masalalu
9.7
Setelah sebelas tahun berlalu, perasaan Ratih kepada Arsenna, teman SMA yang pernah ia cintai, mendadak terusik kembali akibat sebuah pertemuan tidak terduga. Hubungan mereka kian rumit saat mimpi-mimpi aneh yang saling terhubung mulai datang secara misterius. Berada di batas antara kenyataan dan dunia fantasi yang tidak biasa, mampukah keduanya memahami takdir ini? Simak perjuangan Ratih dan Arsenna mengungkap ikatan masa lalu mereka agar bisa bersatu di masa kini.
Sampul Novel Hamil Anak Genderuwo
8.5
Kehidupan Esmeralda berubah drastis setelah suaminya kehilangan pekerjaan, memaksa mereka pindah ke desa asal sang suami. Di tempat baru ini, ia terus diteror oleh penampakan mengerikan sesosok Genderuwo. Di tengah ketakutan itu, penantian mereka akan keturunan akhirnya terwujud saat Esmeralda dinyatakan hamil. Namun, kegembiraan tersebut seketika sirna ketika ia mulai merasakan keanehan yang sangat janggal dan misterius pada bayi yang sedang dikandungnya.
Sampul Novel PUTRI GANDARI
8.0
Wafatnya Raja Singaraja memaksa Putri Gandari memikul tanggung jawab kepemimpinan yang sangat besar. Walau sempat didera keraguan dan rasa takut yang mendalam, ia akhirnya berhasil bangkit. Dengan tekad membara, Gandari resmi naik takhta demi meneruskan takhta sang ayah. Ia pun berjanji akan memimpin pemerintahan secara bijak serta melindungi seluruh rakyatnya sebagai penguasa baru yang tangguh di masa depan.
Sampul Novel The Warriors
8.8
Ingatan dewi rubah Gu Chaewon disegel oleh suaminya, Hwa nim, saat ia dikirim ke bumi. Menjalani hidup sebagai manusia biasa membuatnya krisis identitas dan sangat protektif pada sahabat kecilnya, Lee Tae-oh. Namun, saat jati diri aslinya bangkit, kemarahan besar Chaewon meledak hingga mengancam keselamatan dunia manusia dan dewa. Hwa nim pun turun ke bumi demi menghentikannya. Akankah Chaewon tunduk pada takdir, atau justru nekat menghancurkan tatanan kedua alam tersebut?