APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri yang ku sia-siakan ternyata kaya raya

Istri yang ku sia-siakan ternyata kaya raya

Kehidupan pernikahan Arumi yang tenang mendadak terguncang setelah ia tanpa sengaja membaca pesan dari ibu mertuanya, Elina, di ponsel Akram. Dalam pesan tersebut, Elina mengucapkan selamat atas kelahiran cucu pertama yang disebutnya sangat cantik. Kecurigaan Arumi pun memuncak, sebab anak mereka yang bernama Ayumi seharusnya menjadi cucu pertama dalam keluarga tersebut. Rahasia besar apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Akram dari sang istri?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Lebih menderita mana kamu dan anak saya? Menikahi wanita buta yang nggak bisa mengurus suaminya."

"Jelas lebih menderita saya. Bahkan disaat saya buta, suami saya diam-diam menikahi perempuan lain sampai punya anak pula."

Elina dan Akram sama-sama terkejut mendengarnya.

"Perempuan yang kita jenguk semalam di rumah sakit, itu bukan istri sahabat kamu kan mas? Tapi istri kedua kamu yang baru saja melahirkan anak pertama kalian. Selamat ya," Arumi menatap Akram penuh kekecewaan.

"Baguslah bila kamu sudah mengetahui semuanya. Jadi aku nggak perlu repot-repot harus menjelaskan semuanya kepada kamu lagi. Lagi pula untuk apa mempertahankan istri buta yang nggak bisa apa-apa seperti kamu. Hanya bisa menyusahkan dan menjadi beban saja. Syafa jauh lebih segala-galanya dari pada kamu dan yang terpenting dia nggak buta. Aku sudah mendapatkan yang lebih baik dari pada kamu. Aku sudah nggak membutuhkan kamu lagi. Aku mau kita bercerai," sama sekali tidak ada keraguan di hati Akram ketika mengucapkan kata perceraian. Seolah berpisah dari Arumi memang keputusan yang tepat.

"Aku yakin setelah kita bercerai nanti nggak akan ada laki-laki yang mau sama kamu."

"Satu lagi, rumah ini sudah menjadi milik Akram sekarang. Jadi kamu yang harus pergi dari rumah ini bukan Akram! Jangan lupa bawa anak kamu sekalian. Karena saya nggak sudi mengurus anak kamu sih Ayumi. Cucu saya cumah satu, anak Syafa dan Akram. Ayumi mah bukan cucu saya. Mana sudi saya mengakui anak yang terlahir dari rahim perempuan buta seperti kamu sebagai cucu."

"Anak saya juga nggak meminta pengakuan dari anda kok. Tentu saja saya akan pergi membawa anak saya. Kasihan mentalnya bila harus tinggal satu atap sama ibu tiri. Pasti anak saya akan diperlakukan seperti pembantu. Tanpa ayahnya, saya juga bisa membesarkan anak saya."

Mereka tidak tahu saja kalau Arumi telah membohongi mereka selama ini dan menyembunyikan identitasnya yang sebenarnya. Arumi merupakan lulusan S2 salah satu kampus ternama di London. Punya satu perusahaan, dua restoran mewah dan berkelimpahan harta. Cumah Arumi sengaja merahasiakan semuanya agar tidak dimanfaatkan oleh keluarga Akram.

"Kebanyakan mimpi. Kamu itu cumah lulusan SD, mana ada yang mau menerima kamu bekerja. Sudah itu buta pula. Mau dapat uang dari mana kamu untuk menghidupi anak kamu. Paling setelah bercerai dari Akram kamu jadi pengemis atau gelandangan yang tinggal di emperan jalan."

Arumi tersenyum miring. Biarkan Elina menghinanya sepuasnya untuk sekarang. Karena permainan akan segera dimulai.

****

"Mama, ini rumah baru kita?"

"Iya. Gimana? Ayumi suka?"

"Suka. Tapi kenapa papa nggak ikut sama kita?"

"Mama punya banyak makanan di kulkas. Ayumi mau nggak?" Arumi sengaja mengalihkan topik pembicaraan mereka.

"Mau ma. Tapi kenapa mama nggak pakai kursi roda? Mama sudah bisa jalan? Terus mata mama sudah bisa melihat lagi?"

"Iya. Mama sudah sembuh," Arumi menuntun Ayumi menuju dapur dan mengambil beberapa cokelat dari dalam kulkas.

"Oh iya aku hampir aja lupa. Aku kan harus menghubungi Saka," batin Arumi. Memberikan beberapa cokelat itu pada Ayumi.

"Bi Lila."

"Iya bu?" wanita setengah bayah dengan lap menyampir di bahunya buru-buru berjalan mendekati Arumi dan Ayumi.

"Saya titip Ayumi sebentar ya. Tolong dijagain."

"Siap bu."

"Ayumi, mama mau ke kamar dulu ya. Nanti kalau kamu mau apa-apa minta aja sama bi Lila," Arumi mengusap kepala Ayumi yang sibuk memakan cokelat miliknya.

Ayumi menganggukan kepala.

Arumi berlalu meninggalkan dapur menuju kamarnya. Sesampainya di dalam kamar Arumi mengambil ponselnya dari dalam saku celana, mengotak atiknya sebentar lalu menempelkan ponselnya di telinga.

Arumi melangkahkan kedua kakinya menuju balkon kamarnya. Berdiri di dekat pagar besi pembatas balkon dan membiarkan helaian rambutnya berterbangan ke sana ke mari akibat tiupan angin.

"Hallo rum, ada apa kamu telepon aku? Kangen ya?"

Tuh kan, tuh kan, tuh kan, jiwa kepedeannya kambuh lagi.

"Kalau kangen langsung datang aja kali rum ke rumah. Nggak usah melalui telepon atau biar aku aja yang datang ke rumah kamu? Kamu ada di rumah kan."

"Dasar kepedean. Ternyata dari dulu sampai sekarang penyakit kepedean kamu tuh nggak sembuh-sembuh ya. Semakin parah malahan. Aku cumah mau bilang mulai besok pecat mas Akram dari perusahaan kamu."

"Tapi kenapa?"

"Dia selingkuh.."

Saka tertawa terbahak-bahak.

"Nggak ada yang lucu ya," ingin rasanya Arumi membenturkan kepala Saka berkali-kali ke tembok saat ini.

"Kamu lucu. Kamu meminta aku memecat suami kamu cumah karena dia selingkuh."

"Dia bukan suami aku lagi mulai sekarang. Kami akan bercerai."

"Memangnya rumah tangga kamu rusaknya sudah separah itu dan nggak bisa diperbaiki lagi?"

"Kamu tau nggak sih. Ternyata selama ini dia diam-diam menikah lagi sama perempuan lain bahkan kemarin istrinya baru aja melahirkan anak pertama mereka. Belum lagi keluarganya yang kamu tahu sendiri seperti apa, aku sudah nggak tahan. Selama ini aku cumah bisa sabar. Tapi yang namanya manusia juga punya batas kesabaran lah," ucap Arumi tanpa jeda dan spasi. Nafasnya naik turun tidak beraturan karena emosi.

"Dia bodoh sih. Aku yang bertahun-tahun berjuang buat dapetin hati kamu aja susahnya minta ampun. Dia yang berhasil memenangkan hati kamu malah disia-siakan. Kamu nikah sama aku aja gimana? Bisa aku pastikan kamu akan bahagia."

"Dasar lelaki. Dulu mas Akram sebelum kami menikah juga bilangnya begitu. Tapi apa?"

"Jangan samakan aku dan dia rum. Dia itu buaya."

"Kamu?"

"Kadal.."

"Aku sudah punya buntut satu. Sedangkan kamu, ganteng, mapan, belum menikah pula. Usia kamu juga lebih muda. Sayang kalau dapat janda."

"Menunggu kamu jadi janda itu cita-citaku rum. Akhirnya nggak sia-sia aku berdoa setiap malam supaya kamu dan Akram cerai."

"Kamu.."

"Bercanda. Sudah dulu ya rum, aku mau mandi dulu gerah. Nanti aku pecat laki-laki kurang ajar itu dari perusahaanku."

"Hm."

Bip.

Sambungan telepon diputuskan secara sepihak. Arumi menghela nafasnya.

****

"Nah kalau begini kan enak. Benalunya sudah pergi. Jadi mama nggak akan darah tinggi karena marah-marah terus. Oh iya Syafa, jadi kapan kamu akan membawa mama ke rumah kedua orang tua kamu yang katanya besar dan mewah itu?" Elina menatap Syafa yang sedang menyusui Syakila.

"Besar dan mewah? Kapan ya ma Syafa bilang begitu," Syafa terlihat gelagapan.

"Masa kamu lupa sih? Itu loh waktu kamu masih pacaran sama Akram dan kalian belum menikah. Kamu pernah bilang begitu sama mama. Kamu juga bilang kalau profesi ayah kamu direktur sekaligus punya perusahaan besar. Ibu kamu dosen. Tapi kok mohon maaf nih ya, waktu ibu sama ayah kamu menghadiri acara pernikahan kalian mobilnya biasa aja. Terus baju yang dipakai kedua orang tua kamu juga biasa aja. Paling harganya nggak sampai ratusan juta atau puluhan juta. Satu juta aja mama nggak yakin. Norak jatuhnya. Apalagi itu ibu kamu, mukanya hitam banget, kalau orang kaya kenapa nggak dipoles pakai bedak mahal supaya enak dilihat," ucap Elina terang-terangan.

"Terus kakak kamu yang katanya polisi itu.. mama pengen kenalan sekalian."

"Ehm.. ma, sebenarnya semua yang Syafa katakan itu nggak benar."

"Maksud kamu?" Elina terlihat tidak mengerti.

"Syafa cumah mengarang cerita dan membohongi mama. Sebenarnya rumah Syafa yang ada di luar kota itu rumah kontrakan biasa ma. Rumahnya juga kecil dan nggak besar. Ayah cumah montir biasa di bengkel tetangga. Ibu penjual nasi uduk keliling dan kakak, sudah bercerai sama istrinya dua tahun yang lalu karena pengangguran."

"Apa? Jadi kamu sudah membohongi aku dan keluargaku Syafa?" Akram ikut emosi mendengarnya. Ia merasa sudah ditipu selama ini. Selain mencintai wanita itu, Akram juga sangat berharap dengan menikahi Syafa dia ikut menjadi kaya raya.

"Aku sengaja berbohong supaya mama kamu merestui hubungan kita mas. Kamu tahu sendirikan tipe menantu idaman mama itu seperti apa? Yang kaya, yang cantik, yang lulusan sarjana. Kalau aku mengatakan yang sejujurnya mama pasti nggak akan merestui kita."

"Terus kamu lulusan apa?"

"Syafa sekolah cumah sampai kelas tiga SD ma karena ayah dan ibu nggak punya biaya untuk menyekolahkan Syafa."

"Kamu benar. Menyesal saya sudah menerima kamu menjadi menantu saya. Menyesal saya sudah membantu menyembunyikan hubungan kalian selama ini di belakang Arumi," Elina buru-buru bangkit dari duduknya dan berlalu.

"Mas, kamu nggak ada niatan ingin menceraikan aku kan karena ternyata aku nggak seperti apa yang kamu harapkan?" Syafa mencekal pergelangan tangan Akram yang bangkit dari duduknya.

"Bukan nggak tapi belum," Akram melepaskan tangan Syafa dari tangannya dan berlalu.

"Aku harus melakukan sesuatu. Aku nggak mau bernasib sama seperti Arumi. Aku sangat mencintai mas Akram. Susah payah aku menyingkirkan Arumi dari hidup mas Akram," Syafa menggigiti kuku jarinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu
8.9
Tiga tahun Renee bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dengan Arvin Suryana, pria yang dipaksa menikahinya demi tanggung jawab. Meski kerap diabaikan dan dikhianati, Renee tetap bersabar demi putra mereka. Namun, kehadiran kekasih masa lalu Arvin menghancurkan segalanya saat sang anak justru memanggil wanita itu 'Mama'. Sadar cintanya sia-sia, Renee memilih pergi dan mengajukan cerai. Tak disangka, sang CEO dingin justru memburunya dan menolak melepaskannya sebelum Renee melahirkan anak kedua mereka.
Sampul Novel Gairah Ranjang CEO Kejam
9.2
Alice Morrigan terpaksa menggantikan sang kakak kembar, Berenice, yang kabur di hari pernikahannya dengan Nicholas Chevalier. Menjadi istri pengganti, Alice justru diperlakukan kejam layaknya budak. Ia kerap menerima siksaan fisik dan cambukan menyakitkan dari sang suami saat di ranjang. Kebebasan serta raga Alice dikungkung habis-habisan oleh Nicholas yang posesif. Di tengah penderitaan tiada akhir ini, sanggupkah Alice bertahan, atau ia akan berhasil meloloskan diri?
Sampul Novel Istri Rahasia CEO
9.5
Kehidupan Abia berubah total setelah ia tidak sengaja merusak mobil mewah milik bosnya. Arya, seorang CEO duda beranak satu yang terkenal sangat dingin, memberikan pilihan sulit. Abia harus membayar ganti rugi yang sangat besar atau bersedia menjadi istrinya. Karena tidak memiliki uang, ia terpaksa menyetujui pernikahan tersebut. Kini, Abia harus tinggal satu atap dengan pria galak yang selalu ia hindari di tempat kerja demi melunasi seluruh utangnya.
Sampul Novel Mutiara Istri Yang Dijual
8.5
Hidup Tiara hancur setelah Andre, sang suami, tega menjual dirinya kepada pengusaha kaya bernama Dewa untuk melunasi utang. Di tengah kepahitan itu, benih cinta perlahan tumbuh di antara Tiara dan Dewa. Namun, Dewa justru mengusirnya saat sedang hamil demi kembali pada sang mantan kekasih. Bertekad membesarkan bayinya sendiri, Tiara pun menata hidup baru. Saat kandungannya berusia tujuh bulan, Dewa datang memohon untuk kembali, tetapi Tiara tidak akan menyerah begitu saja.
Sampul Novel My Annoying Boss
7.9
Demi menghindari sang mantan yang toksik, Sina berpura-pura bahwa seorang pria asing di restoran adalah pacar barunya. Tak disangka, lelaki itu adalah Abraham Prama, bos barunya di kantor. Menghadapi desakan pernikahan dari orang tuanya, Abraham memanfaatkan situasi ini. Ia menuntut pertanggungjawaban Sina atas kebohongan tersebut. Kini, Sina terjebak dalam kesepakatan tidak terduga dan harus menghadapi segala tuntutan dari atasannya yang kaya raya sekaligus menyebalkan.
Sampul Novel Nyawa Dibalas Nyawa
8.8
Dua tahun silam, Indah dipaksa mengakhiri hubungan cintanya demi menikahi Rendra, tunangan adiknya yang tunanetra. Kini, setelah penglihatan sang suami miliarder pulih, keluarganya justru menuntut Indah mengembalikan posisi tersebut kepada Mella. Dianggap tidak layak menyandang status Nyonya Saputra oleh ayahnya sendiri, Indah tidak lagi peduli. Di ambang kematian yang kian mendekat, ia rela melepaskan segalanya demi menyaksikan pembalasan setimpal bagi mereka setelah dirinya tiada.