APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Untuk Duda Tampan

Istri Untuk Duda Tampan

Akibat dikhianati di masa lalu, Adskhan memilih menutup rapat hatinya. Namun, kehadiran Caliana Noushafarina seketika meruntuhkan pertahanan tersebut sejak pandangan pertama. Sayangnya, Caliana justru membenci bos dudanya itu dan menganggapnya sebagai pria buruk. Caliana terus menolak semua perhatian Adskhan karena sosok duda tak pernah ada dalam kriteria pasangan impiannya. Mampukah keteguhan hati Adskhan meruntuhkan kebencian dan meluluhkan hati Caliana?
Bab
Bagikan

Bab 3

Caliana masuk ke dalam dan memerhatikan bahwa ukuran ruangan itu merupakan gabungan dari ruang pertama dan kedua yang sebelumnya ia lewati.

Meja berbentuk persegi panjang disusun menjadi sebuah bingkai yang mencapai setiap ujung dinding ruangan. Dua sisi panjang berada di depan Caliana dengan bagian tengah sengaja dibuat kosong. Nama-nama kota kantor cabang Coskun Company sudah diletakkan disana. Atasannya duduk tepat di meja yang bertuliskan Bandung di atasnya.

Sementara dua sisi yang lebih pendek berada di sisi kiri dan kanan dinding dimana Carina berdiri. Salah satu sisinya sudah diletakkan tiga buah kursi tinggi yang bertuliskan Direktur, sementara sisi lainnya dibiarkan kosong sebab di bagian dindingnya sudah dipasangi layar lebar.

Caliana melihat atasannya sedang berbincang dengan serius dengan seorang pria paruh baya. Ia mendekat ke arah atasannya dan menyapa pelan.

"Oh, ya. Pak Septo. Kenalkan asisten saya, Caliana. Na, ini Direktur keuangan kita, Pak Septo." Ucap bu Shelly dengan ramah.

"Ini to orangnya. Cantik ya." Ucap pria paruh baya itu tanpa kesan genit sedikitpun. "Shelly itu galak nggak ndo?" Tanyanya masih dengan nada ramah.

"Sedikit, Pak." Jawab Caliana yang dibalas dengan cubitan pelan di pinggangnya.

"Jangan mulai ngadu ya kamu, mentang-mentang ketemu sama yang jabatannya lebih tinggi dari saya." Tegur bu Shelly dengan mata menyipit galak yang dibuat-buat.

"Iya Bu, cuma kali ini aja kok." Jawabnya dengan senyum dikulum. Ia tahu bahwa kedua orang atasannya sedang bergurau. Jadi ia membalasnya dengan gurauan pula. "Lain kali kalo ketemu lagi, ngadunya agak banyakan deh." Lanjutnya datar, yang dijawab anggukan pelan dari Pak Septo.

"Boleh, boleh. Lain kali saya jadi pendengar yang baik." Janjinya tulus.

"Terus nasib saya sekarang gimana, Bu?" Tanyanya bingung. Caliana datang kesini memang untuk menemani atasannya, namun bukan untuk menemaninya rapat. Karena dia bukan petinggi perusahaan seperti orang lain di ruangan ini.

"Kamu tunggu di lobi boleh, atau di kantin boleh. Asal jangan kelayapan ke Mall.” Ucap bu Shelly yang membuat Caliana mencebik. “Ini masih jam kerja, Na.” lanjut wanita itu dengan senyum di wajahnya dan Caliana hanya menganggukkan kepala. Baik ia ataupun bu Shelly sama-sama sedang bergurau.

Caliana pamit dan kemudian meninggalkan ruang rapat. Ia kembali menuju resepsionis dan menanyakan dimana kantin berada. Niatnya, ia akan menunggu managernya di kantin sembari makan dan membaca novel yang baru saja ia unduh via aplikasi berbayar di ponselnya.

Baru saja hendak menuju lift, ia melihat pria yang tadi berada di dalam lift bersama wanita seksi itu berdiri di hadapannya, bersama seorang pria yang Caliana kenal.

"Kamu nemenin Bu Shelly?" Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Lucas . Caliana menjawab dengan anggukan pelan.

"Iya, Pak. Biasa, jadi supri." Jawab Caliana seraya mengangkat sudut mulutnya, ekspresinya menunjukkan seolah dia tidak suka dengan pekerjaan itu. Dan itu membuat Lucas terkekeh.

"Lowongan jadi supri aku masih berlaku loh, Na." jawab Lucas lagi dengan nada merayu.

Caliana memandang atasannya itu dengan sebelah alis terangkat. “Bapak mau saya dikeroyok masal?” tanyanya berpura-pura takut. “Saya kerja cari duit, Pak. Bukan cari musuh. Kalo saya jadi supri bapak, bisa-bisa ban mobil bapak kempes tiap kali kita mau jalan.” Lanjutnya lagi yang membuat Lucas terkekeh mendengarnya.

"Lebay.” Jawab Lucas yang membuat Caliana mengedikkan bahu. “Kamu mah gitu. Padahal aku udah ngarep banget loh." Rayunya dengan manja. Caliana hanya menjawab dengan senyuman.

Keduanya seolah tidak menyadari akan kehadiran sosok lain yang berdiri menjulang tinggi di samping mereka dengan tatapan tajam dan rahang yang terkatup rapat sampai akhirnya si pria berdeham pelan.

Lucas menoleh pada pria di sampingnya dan tersenyum. "Kami meeting dulu ya. Kamu stay sampai selesai, kan?" Caliana hanya menjawab dengan anggukan. “Kalo gitu, sampai ketemu nanti.” Ucapnya yang kembali Caliana jawab dengan anggukkan.

Caliana masuk ke dalam lift dan memerhatikan punggung kedua pria itu. Ia tahu siapa Lucas, dia salah satu orang yang menduduki jabatan tertinggi di BC, namun ia tidak pernah melihat pria yang satunya lagi. Tapi jelas, posisi si pria itu juga pasti sama tingginya dengan Lucas. Caliana hanya mengedikkan bahu dan menekan tombol lift menuju lantai dimana kantin berada.

Adskhan dibuat terkejut ketika dia keluar dari lobi apartemennya dan mendapati sosok wanita cantik bergaun merah seksi sudah menunggunya disana. Model cantik yang saat ini menjadi brand ambassador perusahaannya itu melambaikan tangannya yang mengenakan berlian mahal dengan senyumnya yang khas. Bukannya membalas senyum wanita itu, Adskhan malah menatapnya tajam.

Wanita itu belakangan ini sudah mulai kelewat batas. Dan hal ini membuat Adskhan kesal. Padahal Adskhan sudah mengatakan supaya wanita itu tidak pernah datang ke zona pribadinya, tapi sepertinya, Anastasia jauh lebih keras kepala daripada dugaannya.

Apa dia harus memerintahkan penjaga keamaan apartemennya untuk memasukkan wanita itu dalam daftar hitam tamu? Tentu saja dia bisa melakukannya. Dia sudah membayar mahal jasa mereka.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Adskhan datar.

"Hari ini aku akan melakukan tanda tangan kontrak baru dengan Coskun Company. Jadi, ya. Kenapa kita tidak pergi bersama saja?" Tanya wanita itu dengan gaya menggoda. Adskhan hanya mengangkat sebelah alisnya dan tanpa banyak kata pria itu berjalan lebih dulu meninggalkan wanita itu.

Supirnya sudah menunggunya dan bahkan membukakan pintu mobil. Adskhan masuk lebih dulu dan membiarkan Anastasia berjalan berputar untuk masuk ke sisi lainnya. Maaf, dia bukan gentleman yang akan bersikap manis pada seorang wanita, seperti membukakan pintu untuknya atau apapun itu. Terlebih saat ini, Anastasia tidak jauh berbeda dengan karyawannya. Jadi tidak ada pelayanan istimewa.

Setelah mennutup pintu, supirnya kembali ke balik kemudi dan melajukan mobil sehalus namun secepat yang ia bisa.

"Bagaimana dengan acara makan malam besok?" Tiba-tiba Anastasia bersuara. Adskhan mengerutkan dahi, mencoba mengingat acara apa yang harus dihadirinya besok.

Sebagai pemimpin perusahaan besar, meskipun Adskhan sebenarnya tak suka bergaul, ada kalanya dia harus datang ke beberapa acara dari perusahaan rekanannya. Dan jika memang hal itu mengharuskannya membawa pasangan, belakangan ini Adskhan memang menjadikan Anastasia sebagai pasangannya.

Bukan karena ia memiliki perasaan pada wanita itu. Tapi ini murni karena urusan bisnis. Dan murni karena ia butuh mempertahankan image-nya dimata semua orang. Terutama di mata saingannya.

Dan menjadikan Anastasia sebagai pendamping, itu sudah masuk ke dalam kontrak wanita itu. Jadi, biarkan orang lain menduga seperti apa yang mereka inginkan, tapi yang jelas, pihak perusahaan lebih tahu hubungan seperti apa yang mereka jalani saat ini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby Han - (Gx G)
9.5
Mikaela memulai hidup baru di Seoul dengan bekerja di J.H Fashion dalam kondisi hamil pasca-program bayi tabung. Di tengah luka akibat dikhianati David hingga bercerai, bakat janda muda asal Thailand ini memikat Minwo Han. Namun, takdir berkata lain saat Judith Han, sang pemilik perusahaan yang merupakan seorang lesbian, mengambil alih urusannya. Ketertarikan alami Judith pada Mikaela perlahan tumbuh menjadi obsesi mendalam yang terus membayangi pikirannya.
Sampul Novel Cinta Untuk Farisa
8.1
Farisa memutuskan pergi ke kota demi memenuhi pesan terakhir sang ibu untuk melacak keberadaan ayahnya. Dalam perjalanannya, ia diselamatkan oleh seorang lelaki yang tulus membantunya. Namun, saat sang ayah berhasil ditemukan, Farisa mendapati kenyataan pahit bahwa posisinya telah diambil alih oleh sosok lain yang mengaku sebagai anak kandung. Di tengah situasi rumit ini, Farisa dihadapkan pada pilihan sulit: merelakan semuanya atau berjuang merebut kembali hak serta pengakuan yang menjadi miliknya.
Sampul Novel Edoraded Distance
9.0
Pernikahan formal antara Kevin dan Sekar terasa begitu dingin dan hampa tanpa kehangatan nyata. Walau hubungan ini hanya sebatas status di atas kertas, Kevin yang sudah lama memendam rasa cinta pada Sekar enggan menyerah. Di tengah bayang-bayang keluarga Son dan Atmaja, ia berjuang keras meruntuhkan dinding pemisah di antara mereka. Kevin bertekad meyakinkan Sekar bahwa ikatan mereka adalah awal kebahagiaan sejati, bukan sekadar kontrak tanpa perasaan.
Sampul Novel GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI
9.7
Belia Anastasya nekat menjadi pengantin pengganti bagi Bianca demi biaya operasi sang nenek. Ia pun menikahi Arkan Devano Haditama, pewaris kaya raya Haditama Group, dengan syarat dilarang jatuh cinta. Meski awalnya Arkan bersikap dingin dan benci perjodohan ini, kebersamaan intim satu malam mengubah segalanya. Kini Belia terjebak dilema rasa, terlebih saat identitas aslinya terancam terbongkar karena Bianca menuntut posisinya kembali.
Sampul Novel "Gita Cinta dari Gadjah Mada"
8.1
Kisah cinta membara hadir di Universitas Gadjah Mada antara Gita, seorang mahasiswi berbakat, dan Mada yang penuh ambisi. Di tengah dinamika dunia perkuliahan yang padat, jalinan asmara mereka harus menghadapi berbagai tantangan nyata. Pembaca akan dibawa merasakan perjuangan emosional sepasang kekasih ini dalam mempertahankan hubungan mereka. Sebuah potret romansa masa muda yang berjuang bertahan melewati kerasnya rintangan di lingkungan akademis kampus.
Sampul Novel GREET'S WILDEST DREAM
9.3
Greet yang minder dengan fisiknya tak menyangka akan bersua lagi dengan cinta lamanya, Tristian Delmar. Sempat terpisah akibat salah paham saat kuliah, kini takdir menempatkan mereka sebagai bos dan karyawan. Hubungan ini makin pelik karena Luna, sahabat Greet, rupanya merupakan calon tunangan Tristian. Terjebak dilema batin dan rasa yang belum padam, akankah Greet berani mengakui perasaannya, atau justru merelakan Tristian demi sang sahabat?