APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Tuan Noah

Istri Tuan Noah

Clara terpaksa menggantikan saudara kembarnya yang kabur untuk menikahi pria bernama Noah. Kejadian tak terduga itu membuatnya harus merawat seorang bayi sendirian. Kini, Clara menjalani peran ganda sebagai istri sekaligus ibu pengganti demi anak tersebut. Di tengah rumitnya pernikahan tanpa dasar cinta ini, akankah perasaan tulus perlahan tumbuh di antara Clara dan Noah seiring berjalannya waktu?
Bab
Bagikan

Bab 1

Ini terdengar seperti sebuah petir di siang bolong. Impian yang hampir saja tercapai mendadak musnah dan harus dilepaskan. Di sudut ruangan kamarnya yang penuh barang berserakan, Clara tersungkur memeluk kedua lututnya sambil terisak. Tubuhnya tergunjang, hatinya bergetar hebat.

"Kalian egois!" seru Clara sambil menendang sebuah benda yang ada di lantai.

Kini Clara mendongak dengan kedua kaki selonjor dan kedua tangan kemudian menangkup wajah.

"Selalu saja aku yang dikorbankan!" seru Clara lagi.

Tidak lama setelah itu, terdengar suara beberapa langkah kaki beriringan mendekat dan berhenti setelah masuk di kamar Clara yang bak kapal pecah.

"Cukup, Clara!" teriak suara serak dari ambang pintu. "Kau tidak usah mengamuk seperti ini!"

Clara membuka kedua telapak tangan dari wajahnya hingga kini bisa melihat dengan jelas siapa yang sudah berada di dalam kamarnya. Ayah dan ibu sudah melangkah masuk, sementara di belakang mereka terlihat sosok pria belasan tahun memasang wajah iba.

Clara kini mengusap wajah lalu berdiri tegak menatap wajah kedua orang tuanya bergantian. Tadi, sebelum kamar ini berantakan, sudah lebih dulu terjadi adu mulut ruang tamu.

Perdebatan antara anak dan orang tua yang pada akhirnya berujung pertengkaran.

"Kenapa harus aku, Ayah?" kata Clara dengan mata memerah. "Kenapa?"

"Karena memang harus kau!" jelas Bill. Di sampingnya, sang istri tengah memegang lengannya coba untuk menenangkan.

"Karena Cloe, kakakmu! Kau harus mengalah padanya!" sambung Bill lagi.

Clara mendecih dan sedikit menelengkan kepala. "Mengalah? Ini bukan mengalah, Ayah. Ini tidak jauh berbeda dengan mengorbankan!"

Bill semakin mendekat. "Memang. Apa salahnya kau berkorban untuk keluargamu? Chloe sudah banyak berkorban, kau harusnya bisa balas budi."

Clara sungguh tidak menyangka kalau kedua orang tuanya tega berbuat seperti ini. Menyuruhnya menikah dengan kekasih kakaknya, apa-apaan ini? Clara ingin memaki tapi sama sekali tidak bisa.

Bagaimana kata ayah, memang Chloe sudah banyak membantu keluarga ini termasuk dengan kebutuhan sehari-hari. Untuk Clara, bukan berarti tidak membantu. Dia hanya sedang mengejar mimpi menjadi seorang designer. Dan betapa sedihnya saat mimpi itu hampir tercapai, Clara harus mundur.

"Tidakkah ayah dan ibu kasihan padaku?" Clara menatap mereka iba. "Aku sedang coba mewujudkan mimpiku. Kenapa kalian rusak?"

Saat Bill hendak maju dan mungkin akan memarahi Clara, Tania melerai dan menyuruh Bill diam dulu. Setelah itu, Tania yang maju menghampiri Clara.

"Sayang, kita hanya butuh bantuanmu," kata Tania sembari meraih telapak tangan Clara.

Clara buang muka dan diam-diam, air mata kembali menitik.

"Kalau keadaannya tidak mendesak seperti ini, ayah dan ibu tidak mungkin berbuat sampai sejauh ini padamu," sambung Tania lagi.

Bill ingin maju dan ikut bicara, tapi dengan cepat Tania melotot lalu memberinya kode dengan sebuah kedipan mata.

"Hanya kau yang bisa menolong keluarga kita saat ini," ujar Tania memohon.

"Apa tidak ada cara lain, Bu? Ini terlalu kejam menurutku." Pria yang semula berdiri di ambang pintu ikut bicara. Dia adalah Glen yang tak lain adalah adik Clara dan Chloe.

Clara dan Cloe adalah putri dari pasangan Bill Holand dan Tania Ricardo. Mereka berdua terlahir sebagai dua anak yang kembar. Tidak terlalu identik memang, jika di amati, banyak perbedaan diantara keduanya melalui sisi wajah.

Itu tidak penting sekarang. Sekarang adalah, bagaimana Clara harus menghadapi kehidupan yang sama sekali tidak sejalan dengan keinginannya.

Bill dan Glen sudah keluar meninggalkan kamar, dan kini hanya ada Tania dan Clara.

"Nasib keluarga kita ada di tanganmu, Sayang." Sekali lagi Tania coba terus membujuk. "Ibu tidak akan memaksa jika kejadiannya tidak sekacau ini."

"Lalu bagaimana dengan perasaanku?" Clara masih sesenggukan.

"Kau tepiskan dulu sekarang. Jangan berpikir ibu kejam, tapi ibu hanya tidak ada pilihan lain. Kakakmu sudah pergi jauh dan harus menggapai mimpinya yang tertunda."

Rania mendecih lalu membuang muka. Ia melepas genggaman tangan ibunya lalu menyeka air mata. Dalam hatinya Clara tengah memaki keadaan ini.

Chloe pergi tanpa penjelasan dan hanya mengatakan akan mengejar kesempatan menjadi model internasional yang memang selama ini ia impikan. Clara juga begitu, tapi kenapa harus begini. Selalu saja Chloe yang menang.

"Ibu harusnya tahu kalau aku juga sedang mengejar mimpiku menjadi designer," kata Clara tanpa menoleh.

"Ibu tahu. Ibu sungguh tahu, Sayang." Tania membalas. "Tapi impian kakakmu jauh lebih besar akan keberhasilannya dibandingkan dirimu."

Oh astaga! Kejam sekali ini. Kenapa rasanya sakit sekali?

Clara merasa hatinya sedang disayat-sayat hanya karena sekedar mendengar kalimat sang ibu. Bagaimana mungkin seorang ibu bisa pilihkasih seperti itu? Clara tidak habis pikir.

"Terserah apa mau kalian saja, aku tetap akan kalah," kata Clara kemudian.

Diam-diam Tania tersenyum. "Apa itu artinya kau setuju?"

Huh! Ibu macam apa ini!

Tidakkah dia tahu hati ini sangat sakit?

Clara ingin memaki dengan sangat keras saat ini. "Ya." Namun hanya satu kata itu yang akhirnya keluar dari mulut Clara.

Saat itu juga, Tania menghambur memeluk Clara dengan erat. "Terimakasih, Sayang."

Setelah ibu pergi dan hanya tinggal sendirian di dalam kamar, Clara kembali menggeram dan mengacak-acak rambutnya. Ketika melihat beberapa lembar kertas yang berserakan, Clara tertunduk dan diam.

Perlahan Clara turun hingga terjatuh lagi di atas lantai. Lembaran kertas itu ia pungunti lalu dipandangnya dengan derasnya air mata yang membasahi pipi.

Gambar-gambar gaun indah yang sudah ia rancang, kini tiada artinya. Keikutsertaan lomba hingga sampai di titik sepuluh besar harus ia tinggalkan begitu saja.

"Memang jahat!" teriak Clara. "Kalian jahat!"

Semua menjadi gelap dan Clara terjatuh pingsan tanpa ada yang tahu. Mereka--orangtua Clara--tengah bergembira karena akhirnya Clara mau menggantikan Chloe menikah dengan pria yang tak lain putra dari pasangan Josh Pedro dan Lilyana Wang. Mereka sepasang suami istri yang sudah sikenal banyak orang sejagad negara.

Mungkin, itu sebannya Bill dan Tania tidak berani melawan karena pada dasarnya perusahaan milik Bill bisa saja hancur karena dilengser pihak Josh.

"Aku rasa kalian memang kejam," kata Glen sebelum masuk ke dalam kamar.

"Kau tahu kalau ayah dan ibu tidak ada pilihan kan?"

"Itu karena kalian terlalu memanjakan Chloe sampai-sampai dia selalu berbuat seenaknya. Clara bukan hanya akan menjadi istri pria itu, tapi kalian juga harus ingat kalau Clara pastilah akan menjadi ibu dari anak Chloe yang sudah ditinggalkan di rumah konglomerat itu."

Bill dan Tania diam sejenak. Mereka tahu ini akan sangat berat untuk Clara. Namun, lagi-lagi rasa kasihan dan peduli itu tertepiskan oleh pentingnya perusahaan dan martabat yang harus diselamatkan.

"Dan kalian juga harus berpikir, apa nantinya pria itu akan menerima Clara dengan baik atau tidak. Sungguh tidak punya hati!"

Setelah berkata demikian, Glen pun menghilang masuk ke dalam kamar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayahmu Tidak Setuju Karena Aku Miskin
9.3
Aisyah, gadis biasa, menjalin cinta dengan Krisna yang merupakan seorang bangsawan. Sayangnya, ayah Krisna menentang keras hubungan mereka karena perbedaan status sosial dan keyakinan. Enggan menyerah pada keadaan, Krisna memilih menentang keputusan ayahnya demi tetap bersama Aisyah. Mereka pun memutuskan pergi jauh demi menjaga cinta mereka. Akankah kegigihan keduanya sanggup melunakkan hati sang ayah hingga restu yang dinanti akhirnya mereka dapatkan?
Sampul Novel Cinta Terlarang, Murka Sang Wali
9.3
Sepuluh tahun memendam rasa pada sang wali, Bima Wijaya, cintaku berujung pahit saat kuungkapkan di usia delapan belas. Bima murka, merobek lukisan berhargaku, dan membawa tunangannya, Clara, ke rumah. Sosok pelindungku kini menjadi pemberi luka terdalam. Demi mengobati hati yang hancur, aku memilih pergi ke Jakarta. Bersama Ayah, aku siap memulai lembaran hidup baru sebagai mahasiswi di Universitas Indonesia.
Sampul Novel Luka Karena CINTA
8.6
Diandra, gadis desa jelita, terobsesi pada Robert hingga terjebak toxic relationship. Meski diselingkuhi dan dikasari saat LDR, ia sempat depresi dan memohon Robert kembali sebelum pria itu akhirnya kena karma. Di tengah kepedihan, hadir Louis, pemuda Jerman penyabar yang tulus mendekatinya. Mampukah Diandra melupakan masa lalunya demi bahagia bersama Louis?
Sampul Novel Pernikahan Penuh Dusta
9.7
Setelah kecelakaan tragis membatalkan pernikahannya dan merenggut nyawa ibunya, Lina diselamatkan oleh Johan, teman masa kecilnya. Johan membiayai operasinya hingga ia bertahan hidup meski cacat, lalu menikahinya. Lima tahun hidup dalam rasa syukur, Lina tidak sengaja mendengar kebenaran yang mengerikan. Johan adalah dalang di balik kecelakaan yang membuatnya cacat, semua demi memuluskan jalan wanita lain bernama Shenina. Menyadari pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan dan tebusan dosa, Lina memilih untuk pergi.
Sampul Novel Rara Series - Intimate Partner
9.1
Kehidupan Rara berubah drastis setelah bertemu Jo. Kasih sayang Jo membuatnya merasa sangat berharga, hingga ia patuh pada setiap keinginan pria itu. Namun, situasi menjadi rumit ketika Jo mengaku ingin mendekati Chatrin, sahabat dekat Rara. Bukannya merasa cemburu, kesetiaan Rara yang luar biasa justru mendorongnya untuk membantu Jo. Kini, Rara harus berjuang menghadapi batas kepercayaan dan jati dirinya di tengah hubungan mereka yang makin pelik.
Sampul Novel Setelah Dua Kali Dikhianati, Aku Dinikahi Sang Penguasa
9.8
Amara mengira pernikahannya yang megah adalah sebuah penyelamatan indah. Namun, kenyataan pahit terungkap saat ia mendengar rahasia suaminya dalam bahasa Italia yang ia kuasai diam-diam. Pernikahan itu rupanya hanya kedok untuk melindungi wanita lain bernama Liora. Bahkan, obat depresi yang rutin dikonsumsi Amara ternyata adalah pil KB untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan sang suami. Menyadari cinta dan perhatian suaminya hanyalah kebohongan terencana, Amara memutuskan untuk merelakan hubungan penuh kepalsuan ini.